
Kalisa sudah berada di rumahnya. Kini dia berubah menjadi figur seorang ibu yang merawat, mengasuh, membesarkan anaknya. Bayi mungil itu belum genap satu tahun. Bahkan mungkin saja masih tiga bulan usianya. Semenjak tadi malam bayi mungil yang masih merah itu Kalisa titipkan di tempat penitipan anak. Masalah nya Kalisa belum percaya sepenuhnya dengan pengasuh bayinya jika ia pergi untuk mencari uang. Hari ini Kalisa akan menghabiskan waktunya bersama baby nya karena dirinya saat ini telah mendapatkan dana yang lumayan untuk menyambung nyawa bersama baby nya.
Baby itu telah tidur pulas setelah Kalisa memberikan susu formula nya. Kalisa kini mengusap lembut rambut bayi mungil nya itu. Kini Kalisa tersenyum, entah kenapa pikiran nya teringat akan laki-laki yang telah memboking nya semalam dengan memberikan sejumlah uang yang cukup besar.
"Mas Aziz! Itukah namanya? Eh, benar laki-laki itu bernama Aziz." gumam Kalisa. Kalisa kini mengambil ponselnya dan mulai mencari nama laki-laki itu. Ternyata sudah ada pesan chat di WA nya. Aziz menanyakan kabarnya dan kapan bisa ada waktu lagi untuk bertemu dan berkencan untuk menghabiskan malam panjang. Kalisa langsung membalasnya dengan kata-kata yang manis dan penuh harapan.
" Laki-laki itu dengan mudahnya memberikan aku banyak uang. Dan anehnya, aku sangat nyaman ketika bersama dengan dirinya." pikir Kalisa sambil tersenyum- senyum sendiri.
@@@@@@@
__ADS_1
Julius berjalan bersama dengan Momo di pusat perbelanjaan di kota. Kali ini Julius benar-benar ingin memanjakan Momo dengan membelikan beberapa barang mewah yang diinginkan oleh Momo. Julius tidak pernah sayang jika mengeluarkan banyak uang untuk wanita-wanita yang sudah membuat nya senang dan terhibur. Dan kali ini Momo lah wanita itu. Julius lebih sering mendatangi Momo di apartemen nya daripada mengajak teman- temannya untuk nongkrong dan minum bersama. Setelah bertemu dengan Momo, Julius sudah tidak lagi bermain dengan wanita lain selain istrinya sendiri dan Momo. Kalau dulu Julius masih sering bergonta-ganti dengan wanita-wanita penghibur dengan satu jam saja untuk menemani dan menuntaskan segala sesuatu yang harus ia buang.
Mata Momo terlihat membelalak saat melihat perhiasan yang super indah namun mahal harganya. Dengan rayuan dan sedikit penawaran kecil kepada Julius akhirnya Momo bisa memperoleh perhiasan mewah dan elegan itu. Namun tentu saja itu tidak akan gratis. Momo tentu saja harus membalasnya dengan ungkapan terimakasih dalam bentuk lain yang tentunya akan disukai dan diharapkan oleh Julius.
" Sayang, kamu lapar tidak? Bagaimana kalau kita makan dulu di tempat itu!" kata Momo dengan menunjukan tempat makan yang mewah dengan menu yang cukup mahal. Julius tersenyum dengan ajakan Momo itu.
" Tentu saja, sayang kuh! Itu sudah menjadi tugas aku. Tanpa kamu minta pun, aku akan melakukannya dengan senang hati." sahut Momo seraya menggandeng lengan Julius dan mengajaknya masuk ke tempat makan yang seperti nya pengunjung nya adalah orang-orang yang berduit dan dari kalangan atas.
Jauh dari mereka berjalan, ada dua pasang mata yang telah menyaksikan kemesraan dah keintiman antara Julius dengan Momo. Ada perasaan amarah, dan juga kecewa. Namun ini lebih kepada sakit hati dan ada rasa dendam.
__ADS_1
" Apakah setelah ini, kamu akan menuntut perceraian itu dengan suami kamu dan menetapkan hatimu hanya untuk aku saja?" tanya laki-laki itu tidak lain adalah Lukman. Wanita itu menarik nafasnya dalam- dalam.
" Lakukan sesuai untuk aku, Lukman! Aku sakit hati karena suami aku masih terus saja berkhianat di belakang aku. Aku ingin wanita, kamu merusak wajahnya. Supaya Julius tidak lagi mau mendatangi wanita itu yang suka merampok harta Julius secara pelan- pelan." kata wanita itu. Wanita itu mengepalkan tangannya menahan amarah nya. Wanita itu adalah Windi, istri dari Julius.
" Kamu mau melakukannya untuk aku kan, Lukman?" tanya Windi.
" Apa konsekuensi yang akan kamu berikan untuk aku, jika aku melakukannya untuk kamu?" tanya Lukman.
" Aku akan membuat ranjang kamu bergoyang dengan hebat sampai beberapa lama." sahut Windi dengan senyuman nya.
__ADS_1