
Di rumah Pras. Di rumah yang cukup elegan dan mewah itu Lisa sedang duduk di depan kaca rias. Dia memandangi pantulan dari wajahnya yang putih bersih. Beberapa tato terlihat jelas di bagian lehernya yang jenjang bagian belakang bergambar hati karena rambutnya yang pendek dibawah telinga. Lisa memandangi wajah itu dan mengamati dimana letak keburukan nya sehingga Pras sampai hati membawa wanita lain masuk kedalam rumah itu.
Tidak ada yang kurang dalam dirinya. Lisa yang bertubuh seksi dan sangat berisi dengan buah dada yang berukuran 38,bagi laki-laki ini akan cukup menggoda. Tetapi kenapa tidak untuk suaminya,Pras.
Di ruangan lain, Pras masih bercengkrama dengan wanita itu. Gelak tawa yang penuh kemanjaan keluar dari suara wanita itu. Suara yang sangat akrab ditelinga Pras. Dia adalah Momo. Sungguh hebat! Momo bisa masuk didalam rumah besar dan mewah itu. Segala fasilitas mewah dan modern terisi didalamnya. Momo seperti nyonya besar baru yang merebut posisi Lisa didalam rumah itu.
Momo tanpa sungkan memerintah beberapa asisten rumah tangga yang ada didalam rumah itu dengan seenak hatinya. Pras memberikan leluasa Momo untuk mengatur rumah yang menjadi istananya itu.
Anak perempuan dari Lisa yang masih duduk di bangku SMP mulai memanas melihat perilaku papi nya yang dengan nekat membawa wanita lain didalam rumah itu. Akhirnya anak perempuan Lisa yang bernama Melisa itu memilih keluar rumah dan tinggal dengan neneknya.
Momo mulai mengatur tata letak di rumah itu. Sehingga Lisa semakin tidak kuasa menahan amarahnya.
Di kamar utama itu, akhirnya Lisa memilih diam dan mengurung diri. Lisa sudah bersiap untuk pergi ke rumah Rodeo. Lisa yang masih mengenakan celana pendek dan tank top nya mulai merias diri.
Tiba - tiba Pras masuk bersama Momo ke dalam kamar itu.
Momo terkejut dengan kemesraan yang sengaja ditunjukkan dihadapannya. Dengan sengaja Pras memulai adegan pemanasan di depan mata Lisa. Lisa dengan cepat berusaha keluar dari kamar pribadinya itu. Pras yang melihat pergerakan Lisa yang ingin meninggalkan tempat itu,langsung menghadangnya. Ditutup lah pintu kamar itu,dan kuncinya disimpan dalam kantong celananya.
Lisa mulai emosi dengan kelakuan Pras yang sengaja menyakiti dirinya dengan caranya.
Momo mulai mengikuti pertunjukan yang akan dipertontonkan oleh Pras. Dengan sigap dan tanggap Momo menunjukkan tontonan gratis itu di mata istri Pras. Suara tawa dan senyum yang sengaja untuk membuat emosi Lisa berguncang.
" Kamu bisa lihat Lisa! Bagaimana caranya melayani suami kamu dengan baik! Kamu sudah hampir satu tahun tidak mau melayani suami kamu! Aku akan mengajari kamu, bagaimana bercinta yang penuh semangat dengan laki mu!" ucap Pras yang mulai melepas kemeja nya.
__ADS_1
" Pras! Kamu sudah gila! Baiklah! Maafkan aku! Aku tidak ingin diperlakukan seperti ini oleh kamu! Tolong! Keluarkan wanita murahan ini dari rumah kita!" ucap Lisa dengan bergetar.
" Kamu kira,aku tidak mengetahui perbuatan kamu diluar sana? Kamu kira aku tidak mengetahui perselingkuhannya kamu dengan laki - laki itu?" kata Pras sambil melepas celana panjang nya dan kini tinggal celana pendek yang melekat di badannya.
" Maaf Pras! Aku minta maaf! Aku akan menjadi wanita dan istri yang baik untuk kamu!" ucap Lisa memohon.
" Dulu pun kamu sudah sering minta maaf! Tapi apakah kamu merubah perilaku kamu?" kata Pras.
" Tapi kamu yang membuat aku mencari laki-laki lain. Kamu pun selalu mencari wanita lain untuk memenuhinya segala nafsu kamu." ucap Lisa.
" Itu karena kamu tidak mau, dan tidak pernah mau melayani aku dengan baik. Kamu istri aku Lisa! Tapi kamu tidak mau melakukan kewajiban kamu,sudah lebih dari setahun." ujar Pras.
" Karena aku selalu sibuk dan capek!" sahut Lisa.
" Tapi kamu juga tidak mau menyentuhku bukan? Sejak video porno itu tersebar satu tahun yang lalu,kamu cuek dan tidak mau menyentuhku lagi." ucap Lisa.
" Kamu seharusnya bisa mengerti kemauan aku. Kemauan seorang suami." kata Pras.
Momo dari tadi diam mendengar percakapan suami dan istri itu hanya tersenyum. Momo yang duduk di pinggir kasur Springbed itu langsung mendekati Pras.
" Jadi? Apa yang akan aku lakukan untuk mengajari istri kamu?" tanya Momo dengan tangan yang mulai nakal.
" Aku tidak perlu kau ajari! Wanita binal!" teriak Lisa.
__ADS_1
" Eh! Apa kamu bilang? Apa bedanya aku dengan kamu?" sahut Momo.
" Bedanya kamu sangat murahan dan rendah!" kata Lisa dengan suara bergetar menahan amarahnya.
" Baik! Akan aku tunjukkan di depan matamu! Bahwasanya aku bisa memuaskan suami kamu." kata Momo sambil satu persatu yang melekat di badannya dilepas dan di lemparkan ke muka Lisa.
Pras mulai bereaksi. Dengan nekat di depan istrinya itu, Pras menunjukan kemesraan dan adegan panas tanpa rasa malu. Lisa mulai mengamuk melihat pertunjukan itu. Sedangkan Pras dan Momo semakin tidak perduli. Momo dan Pras dengan sengaja bersuara dengan keras menyuarakan era ngan dan desa han agar lisa semakin marah.
Lisa mulai lelah dengan pemberontakan yang ia lakukan. Akhirnya, Lisa mengambil headset mendengar musik di ponselnya dengan keras agar suara - suara yang penuh gairah itu tidak lagi didengarnya. Pandangannya di paling kan ke lain tempat agar dirinya tidak lagi melihat semua pertempuran syahwat yang dilakukan dengan sengaja oleh Pras dan Momo.
Mata itu mulai keluar butiran air di ujung matanya. Kepedihan dan kesedihan yang Lisa rasakan lebih menyakitkan dibanding luka yang menganga. Nasib rumah tangga nya seperti diujung tanduk. Anak semata wayangnya pun, sudah mengetahui segala perilaku papi nya.
Lisa mulai mengusap butiran air mata yang penuh penyesalan itu. Semua karena salah siapa? Masing- masing melakukan perbuatan yang sama. Perselingkuhan yang ia lakukan pun,juga dilakukan oleh Pras.
Lisa kembali menengok kebelakang. Pergumulan antara Pras dan Momo masih berlangsung. Kedua nya masih terbang di langit ketujuh. Lisa tersenyum getir, melihat adegan keduanya seperti binatang yang tanpa rasa malu.
Perkawinannya yang seharusnya saling menghargai dan tidak saling menyakiti kini tidak ada lagi. Lisa ingin berpisah dengan Pras, tapi apakah dirinya akan mengaku kalah dengan wanita rendahan seperti Momo? Lisa ingin pisah tapi dirinya takut kembali menjadi orang miskin yang tidak bisa menikmati kemewahan duniawi.
Pras memang terkenal sebagai pengusaha yang kaya raya. Lisa tidak akan pernah meninggalkan Pras apapun yang terjadi. Lisa mulai mengintip suaminya yang sudah bermandikan keringat karena pertempuran syahwat.
" Aku tidak mau menyerah dengan penghinaan dan rasa sakit ini! Aku akan kuat dan berusaha memperbaiki rumah tangga ku. Sampai Pras kembali kepada ku lagi!" pikir Lisa dengan headset yang masih ada ditelinga nya.
Pelajaran: Secapek apapun,tugas istri adalah melayani suami. Istri tidak boleh menolak keinginan suami dalam kondisi apapun.
__ADS_1