PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
KENCAN


__ADS_3

Di dunia ini selain wanita, apa yang lebih menarik bagi mu? Harta dan tahta? Memang itu yang di incar tiap orang. Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan semua yang sudah di capai nya.


Di rumah Karin, Galah sedang mencuci mobil. Dengan celana pendek dan kaos oblongnya membersihkan tiap body mobil itu. Karin duduk di teras sambil mengamati gerak-gerik Galah yang memainkan air di selang panjang itu.


" Galah! " panggil Karin.


" Kenapa Mbak?"


"Panggil Karin saja."


" Oh iya! Ada apa Mbak Karin?"


" Nah seperti itu jadi lebih akrab kita."


" Aku tunggu di dalam ya, setelah selesai semua."


" Oke." jawab Galah sambil tersenyum.


Setelah mengering kan mobilnya, Galah masuk ke dalam. Di dalam Karin sedang duduk di sofa menunggu Galah selesai dengan kerjaannya.


Galah mendudukkan pantatnya di samping Karin.


" Hem Galah! Bagaimana pendapat mu kalau kita nikah siri?"


" Maksudnya nikah sambil makan siri ya Mbak?"


" Bukan...! Kamu kalau di ajak bicara serius selalu becanda saja deh."


" Iya..iya begitu saja merajuk, hilang tahi lalat nya lho Mbak."


" Mbak lagi..Mbak lagi. Panggil Karin cantik saja."


" Iya Karin, cantik."


" Terus, Bagaimana pendapat mu?"


" Tidak apa-apa Mbak. Biar kita juga tidak memproduksi dosa terlalu banyak."


" Memproduksi dosa kalau bisa di ekspor tidak jadi masalah." sahut Karin.


" Hahahaha."


" Jadi malam Jumat, jadwal yang di berikan oleh kita nanti."


" Kamu ikhlas kan?"


" Iya, mbak."


" Mamak mu di kampung sudah di transfer belum?"


" Eh belum Mbak."


" Ya sudah nanti aku yang transfer, mana nomer rekening nya?" tanya Karin dengan bahasa medok.


" Sebentar Mbak. Ku ambilkan dulu."


" Jangan lama-lama." kata Karin sambil mewarnai kuku nya.


Di dunia yang penuh panggung sandiwara ini. Laki - laki dan perempuan memiliki peran nya masing-masing. Laki-laki sebagai suami bertanggungjawab memberikan nafkah baik lahir maupun batin. Wanita sebagi istri memiliki peran dan tugas sendiri.


Setinggi - tingginya kedudukan wanita, dia tetap di belakang barisan laki - laki. Laki-laki menjadi imam bagi wanita yang di nikahi nya. Kedudukan wanita walaupun tinggi tetap harus menghargai dan menghormati suaminya.


" Ini Mbak." kata Galah sambil menyodorkan kertas yang bertuliskan nomer rekening itu.


" Kamu sudah makan Ga?"


" Belum! Makan yuk Rin!"


" Kamu dulu an saja lah, aku nanti - nanti saja."


" Oh iya, kamu perlu setelan jas dong."


" Kamu mandi dulu, habis itu kita belanja!"


" Baiklah istriku!" sahut Galah.


" Hahaha."


Wanita di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok. Wanita ingin dimengerti, wanita ingin di manja. Wanita tidak ingin diperlakukan dengan kasar baik itu ucapan maupun perbuatan.


" Aku sudah siap ini Mbak!" kata Galah yang sudah berpakaian rapi ala Antonio Banderas.( hihihi)


Dan Karin, kalau sudah berdandan seperti Salma Hayek (hihihi)


" Eh??"


" Cepat sekali kau mandi Galah!"


" Baiklah aku siap - siap dulu ya." kata Karin sambil melangkah kan kakinya masuk ke kamar.


Nikah Siri adalah nikah secara agama yang tidak memiliki kekuatan hukum. Dalam hal ini pihak perempuan lah yang akan di rugikan jika pernikahan itu berakhir dengan permasalahan.


Tetapi tujuan nya tetap untuk menghalalkan hubungan laki - laki dan perempuan selayaknya suami dan istri. Untuk hak dan kewajiban nya sebenarnya sama saja. Yang membedakan hanyalah status secara hukumnya.


*******


Sunyi itu ketika tidak ada yang mengisi. Kesepian itu ketika tidak ada yang mengganggu pikiran dan hatinya. Semua kosong tak berisi seperti ruang hampa.


Di rumah Luna. Luna lagi asik berolahraga. Di dalam kolam renang yang air nya jernih itu, Luna mulai bergerak kesana - kemari. Luna mulai berenang gaya kupu-kupu sampai beberapa kali putaran. Sesekali melakukan gaya bebas dari ujung kembali ke ujung lagi.


Tidak jauh dari tempat Luna berenang, ada Dodo duduk santai di kursi. Pemuda itu adalah kawan dekat Luna waktu kuliah S1. Sekarang bekerja di kementrian keuangan.


Dari jauh Luna melambaikan tangannya ke arah Dodo. Tangannya melambai, supaya Dodo ikut bergabung berenang bersama. Dodo hanya melempar senyumannya ke Luna. Luna mulai berenang mendekati Dodo duduk dan mulai nakal menyiramkan air ke arah Dodo.


"Baju ku jadi basah Luna." kata Dodo namun tidak menunjukkan ekspresi marah.


" Ya sudah sini nyebur sekalian." kata Luna sambil tetap menyiram air ke arah Dodo dengan kedua telapak tangannya.


" Aku tidak ada baju ganti, Luna."


" Nanti pakai bajuku."


" pakai daster yah?"


" Iya, itu tahu."


" Hahahaha."


" Ayo Dodo! Tunjukan pesona mu." teriak Luna.


" Memang masa kecil kurang bahagia." sahut Luna sambil melepas baju kemeja saja. Dan mulai masuk ke dalam kolam.


" Haha, enak kan?" teriak Luna.


" Ayo kita taruhan, siapa yang duluan sampai ujung di kabulkan satu permintaan."


" Sepuluh permintaan dong!"


" Hahahaha, Percaya diri banget kalau bakal menang."


" Iya dong!'


" Ayo! Siapa takut?"


Mereka sama- Sama berenang sekuat tenaga untuk bisa mencapai ujung kolam paling duluan. Luna dan Dodo mulai ber kejar - kejaran. Pada akhirnya, Dodo yang mencapai di ujung lebih duluan.


" Hahahaha. Aku yang menang Luna."


" Hah? Capek!" kata Luna sambil naik ke atas dan mengambil handuknya.


Luna duduk sambil meminum juz jeruk yang sudah di siapkan.

__ADS_1


" Ayo turun lagi!" teriak Dodo.


" Capek Do! "


" Walah!' sahut Dodo sambil naik ke atas dan duduk mendekati Luna.


" Itu handuknya!" tunjuk Luna.


Dodo mulai mengeringkan badannya yang basah.


" Mau ganti baju gak?"


" Boleh?"


" Oke aku ambilkan daster dulu."


" Hahahaha, sialan!" sahut Dodo.


" Mau tidak?"


" Gak perlu!"


" Hahaha."


" Hem tadi kesepakatan 10 permintaan di kabulkan."


" Mau minta apa , tapi jangan aneh - aneh yah?"


" Terserah aku dong!"


" Permintaan pertama."


" Malam ini kita makan di luar!"


" Hem, maksudnya makan di teras saja kan?"


" Hahahaha."


" Aku mandi dulu."kata Luna sambil masuk ke dalam kamar.


" Oh iya, mau tidak baju ku?" tanya Luna.


" Ogah! entar di kasih daster lagi." jawab Dodo.


" Hehe.Tapi ada kok. Stok kemeja yang masih baru. Biar aku ambilkan dulu."


Dodo masih duduk di dekat kolam. Menunggu baju ganti yang di tawarkan Luna. Tidak berapa lama kemudian, Luna datang membawa baju dan celana panjang.


" Ini baju ganti untukmu." kata Luna sambil menyodorkan baju dan celana di tangan nya.


" Baju mantan suamimu yah?" tanya Dodo dan alhasil Luna melotot.


" Ya ampun, masa aku harus menyimpan baju dia sih."


" Mana tahu, kamu kalau masih kangen sama mantan suamimu Makai baju dia."


" Bagus aku gak usah pakai baju Do."


" Hah?"


" Apaan! Dasar otak jorok!" sahut Luna sambil menyentil jidat Dodo.


" Kamu bisa mandi di belakang." kata Luna.


" Oke!"


" Luna! "


" Apalagi?"


" Eh? Gak jadi lah galak gitu!"


" Ada apa?" tanya Luna lagi.


" Oke!"


*******


Di mall pusat pembelanjaan di kota besar itu, Luna dan Dodo sedang duduk menikmati hidangan yang sudah di atas meja, tempat duduk mereka.


Sambil melihat - lihat sekeliling, Dodo masih sibuk memainkan ponsel nya. Akhirnya Luna yang ada di depannya kena jepretan nya.


" Ayolah Dodo, kamu makan dulu. Kamu tidak perlu mengagumi kecantikan ku dengan mencuri gambar wajahku." kata Luna sambil memakan hidangan di atas meja.


" Kamu kan tahu! Aku selalu menjadi pengagum wanita cantik." sahut Dodo.


" Sudah! Jangan terlalu milih - milih. Carilah satu untuk menjadi istri mu."


" Oh ho! Termasuk foto kamu masuk tidak dalam daftar pilihanku?" kata Dodo sambil memandangi Luna yang lagi asyik mengunyah.


"Masukkan saja dalam daftar pencarian orang."


" Hah? Kamu kapan bisa serius dengan aku."


" Aku lebih dari seribu serius. Ayolah Dodo, Makan dulu baru kita ngobrol."


" Kamu memang selalu perhatian dengan ku dari dulu."


kata Dodo sambil mengambil makanan yang di atas meja.


"Enak gak?" tanya Luna


" Mantab." jawab Dodo singkat.


Tiba - tiba Dodo melihat Rodeo dan seorang cewek masuk ke restoran yang mereka kunjungi.


" Eh?"


" Kenapa Dodo?" tanya Luna.


Dodo menunjukkan ke Luna tentang keberadaan Rodeo dan seorang cewek dengan isyarat.


Luna melihat ke arah yang di tunjukkan Dodo. Tidak ada reaksi dari Luna. Luna hanya diam dan tetap cuek.


" Sudah biarin saja! Sudah biasa seperti itu." kata Luna sambil tetap makan.


" Ayo cepat habiskan biar kita cepat pergi dari sini. sambung Luna.


" Cewek dari mana lagi itu Luna?" tanya Dodo seperti ikut marah.


" Sudah biarkan saja! Bukan urusan kita." kata Luna.


" Aku ke toilet sebentar." sambung Luna sambil berjalan melewati tempat duduk Rodeo.


Rodeo terbelalak dan akhirnya mengikuti Luna yang sedang ke toilet. Ketika keluar dari toilet Luna di hadang oleh Rodeo.


" Bagus ya! Jadi diam - diam sudah punya simpanan. Cepat sekali mendapat ganti nya." kata Rodeo ketus.


" Bukan urusanmu!" sahut Luna dan segera lari dari tempat itu.


" Dasar wanita murahan!" teriak Rodeo.


Luna tidak menggubris omongan Rodeo dan cepat berlalu dari tempat itu.


" Ayo Dodo. Ada orang gila tidak punya otak!" kata Luna emosi.


Dodo yang paham akan maksud Luna, segera menghampiri Rodeo.


" Eh tidak perlu!" kata Luna yang langsung menarik lengan Dodo.


" Aku harus memberi pelajaran dengannya Luna!"

__ADS_1


" Tidak perlu! Orang gila dan tidak ada otak nya, tidak akan bisa di kasih pelajaran."


" Ayo!" sambung Luna sambil menarik tangan Dodo keluar dari Restoran itu.


" Aku tidak habis pikir, kenapa kamu bisa menikah dengan orang seperti Rodeo." kata Dodo.


Luna melotot. Matanya bulat seperti kelereng.


" Eh? Maaf!" kata Dodo dan langsung terdiam.


" Setiap manusia seringkali mengambil keputusan dan pilihan yang salah dalam hidupnya. Kesalahan itu akan menjadi cambuk baginya untuk memperbaiki semua nya. Doakan saja aku bisa menemukan orang yang tepat untuk menjadi pemimpin ku."


" Amin!" jawab Dodo.


" Mau kemana lagi kita? Mumpung waktuku masih banyak."kata Luna.


" Gak perlu." jawab Dodo.


" Sudahlah, jangan emosi."


" Aku antar kamu pulang!" kata Dodo yang sudah menghidupkan mobilnya.


" Kamu kalau lagi marah,kayak ayam mau bertelur lho Do. "


" Kamu sempat - sempat nya mengamati ayam yang mau bertelur Luna! "


" Hahahaha."


" Terimakasih, tersenyumlah Luna! Selama menikah dengan Cowok gila itu,tidak pernah ku lihat kamu seceria dan se bebas ini. Kamu selalu cantik jika tersenyum. Aku menyukai kamu dengan keceriaan mu." kata Dodo Sambil menatap Luna tak berkedip.


" Oke! Oke! Aku akan selalu tersenyum untukmu Dodo." sahut Luna.


" Dan kamu adalah sahabat ku yang paling baik!" kata Luna.


" Aku menyayangimu Luna!" sahut Dodo.


" Aku tahu itu!" kata Luna sambil menatap ke depan.


*******


Di rumah Momo. Rodeo sedang duduk di depan televisi. Mata nya menatap gambar di benda yang bercahaya itu. Di sampingnya, ada Momo sedang me - ngecat kukunya. Rodeo menikmati secangkir kopi buatan Momo dan sesekali menghirup rokok yang menyala di celah jarinya.


" Kita keluar yuk!" ajak Momo sambil mendekati Rodeo.


" Kemana?" tanya Rodeo.


" Kemana saja yang penting sama kamu." jawab Momo.


" Kenapa harus sama Abang?" tanya Rodeo.


" Karena Abang adalah kekasihku." jawab Momo dengan manja.


" Nanti malam saja. Abang masih mau berdua - dua denganmu." kata Rodeo.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu depan rumah di ketuk keras.


" Siapa sih? Ngetuk pintu nya semangat '45." kata Rodeo sambil melangkah mendekati suara ketukan itu.


" Ada Momo!" tanya laki - laki separuh baya yang tidak lain adalah Om Pras.


Om Pras langsung masuk tanpa di suruh. Mencari sosok yang di carinya.


" Halo Om Pras! Bagaimana kabar nya?" sapa Momo yang berusaha menyembunyikan keterkejutan nya.


" Momo, Kita keluar yuk!" ajak Om Pras sambil menarik lengan Momo.


" Om Pras! besok saja Om. Pacarku lagi di sini." kata Momo sambil melihat Rodeo.


" Siapa dia Momo" tanya Rodeo menyelidik.


" Oh dia adalah Om Pras. Adik dari ayah Momo." jawab Momo bohong.


" Iya! Bisa ajak Momo keluar sebentar? Ada acara keluarga di rumah." kata Om Pras kepada Rodeo.


"Momo, Kamu mau pergi di acara keluarga?" tanya Rodeo.


" Momo, lupa kalau hari ini ada acara keluarga. Bagaimana Momo bisa pergi, jika pacar Momo datang di sini Om!" kata Momo bersandiwara.


" Tidak apa - apa Momo! Pergilah dengan Om Pras. Abang juga mau pergi." sahut Rodeo.


" Ah kamu memang pacar yang pengertian sekali bang."


" Sebentar Om. Momo ambil tas dulu di dalam." sambung Momo sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar.


" Sudah berapa lama pacaran dengan Momo, ponakan saya?" tanya Om Pras dengan sandiwara nya.


" Sudah dua tahun om!" jawab Rodeo singkat.


" Perjaka atau duda?" tanya Om Pras blak - blak kan.


" Duda om! Baru cerai." jawab Rodeo singkat.


" Oh duda!" sahut Om Pras


" Sudah punya anak?"om Pras bertanya lagi


" Belum om!" jawab Rodeo lagi.


" Momo ini anak baik Rodeo. Kamu jangan pernah mempermainkan dia." kata Om Pras serius.


" Iya Om! Aku menyayangi Momo dengan tulus!" kata Rodeo.


" Kerjaan mu apa?" tanya Om Pras.


" Jual beli mobil dan motor Om!" jawab Rodeo.


" Mobil dan motor siapa yang kamu jual?" tanya Om Pras.


"Hah?" Rodeo terkejut.


" Sorry! Om hanya bercanda." kata Om Pras sambil tertawa.


" Ayo Om! Kita pergi!" kata Momo yang keluar dari kamarnya.


" Bang Rodeoi! Momo pergi dulu bang!" kata Momo manja sambil mencium pipi Rodeo tanpa sungkan di lihat Om Pras.


" Iya! Hati - hati di jalan." sahut Rodeo sambil melepas kepergian Momo dengan tidak ikhlas.


-----------------+++++----+++---------------


Di dalam mobil Om Pras menyetir mobil nya dengan serius. Raut mukanya cemberut dari sejak keluar dari rumah Momo.


" Om Pras! Jangan cemburu dong om!" kata Momo manja.


" Pokoknya Om Pras lah yang nomer satu. Rodeo mah apa? Dia menang karena badannya bagus dan masih muda saja. Urusan di ranjang, Om nomer satu tidak terkalahkan." kata Momo menggoda.


" Ais! Kamu selalu membuat Om tidak bisa marah. Pokok nya malam ini kita main Lima trip." kata Om Pras sambil mencubit hidung Momo.


" Asal bayarannya jelas Om. Momo sanggup - sanggup saja." kata Momo sambil tersenyum menggoda.


" Buat kamu. Semua yang om punya pasti aku kasih." kata Om Pras.


" Hahahaha. kalau aku mau istri Om mati, om kasih?" tanya Momo menggoda.


" Hahaha. Istri Abang di biarin saja mati sendiri kok. Hahahaha."

__ADS_1


" Benar - benar jahat om ini." sahut Momo sambil menjewer telinga om Pras.


Mobil itu melaju dengan cepat. Momo dan Om Pras di dalam mobil bercanda dan tertawa. Sesekali suara desa han Momo di dalam mobil mengisi perjalanan mereka. Mereka tidak perduli hukum alam dan aturan dalam agama. Mereka bebas bercengkrama dan melakukan apa saja yang mereka suka. Dunia serasa tidak ada Tuhan. Bagi mereka, ini duniaku. Duniamu masa bodoh.


__ADS_2