PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
TIDAK BISA MEMILIH


__ADS_3

Andaikan waktu bisa berputar kembali, aku akan merubah segala keputusan yang ku pilih. Andaikan masa bisa mengembalikan aku ke usia mudaku, aku akan meraih impian - impian indah bersama kamu. Andaikan jiwa ini bisa aku atur, aku akan mencintaimu lebih dari siapapun. Andaikan semua bisa terulang kembali, aku ingin mendekap mu dan tak akan pernah ku lepas kan kembali. Aku ingin mengenalmu lebih awal, dari siapapun yang aku kenal. Dan aku tidak ingin mengenal yang lainnya. Tapi semua hanya dalam penyesalanku kini.


Pernyataan penyesalan itu mungkin terucap dalam hati Aziz. Betapa tidak? Ia harus melihat, adik nya bersanding dengan wanita yang pernah singgah di hatinya. Iya? Mungkin ini terlalu terbawa perasaan. Tapi ini memang cinta,yang memakai hati dan rasa.


Perjalanan hidup manusia penuh dengan liku - liku. Hanya saja, manusia itu sendiri, mampu kah untuk memperjuangkan semuanya yang akan ia capai. Tidak mudah menyerah atau putus asa. Apalagi tergoyahkan dengan godaan.


Hati nya resah penuh penyesalan. Kenapa dulu tidak memperjuangkan wanita yang ia kasihi. Pasrah dengan keadaan!!


Di kamar nya, Aziz sedang sibuk dengan laptop nya. Aura yang sejak tadi mengamati Aziz dalam kesibukan nya jadi bosen. Aura mulai berganti baju untuk pergi keluar. Mungkin saja, Aura mulai jenuh dengan hubungan suami istri itu. Apalagi ia tahu. Aziz suaminya masih selalu mengingat Luna dalam pikirannya.


"Mas! Aku pergi sebentar yah!" pamit Aura yang sudah membawa tas kecil nya.


"Mau kemana?" tanya Aziz mulai menutup laptopnya.


"Mau main ke rumah teman!" jawab Aura.


"Bukankah aku di rumah, Aura? Kamu ingin apa? Mau nonton film atau nyalon?" tanya Aziz sambil tersenyum dan membelai rambut Aura dengan lembut.


Aziz berusaha menyayangi istrinya dengan cara nya. Dia sadar, Aura adalah istrinya yang sudah menjadi pilihannya. Aziz tidak ingin menyakiti hati istrinya.


"Kamu dari tadi sibuk terus! Bukankah di kantor bisa kamu kerjakan semua itu? Jangan bawa pekerjaan kamu di rumah mas!" ucap Aura mulai mengeluh.


"Oke! Oke! Kamu mau apa?" ucap Aziz.


"Aku mau kamu!" sahut Aura sambil melingkarkan tangannya ke leher Aziz.


"Hehe!! Maaf!" ucap Aziz akhirnya.


"Tapi aku sudah terlanjur bosen! Aku mau keluar dulu mas!" ujar Aura akhirnya.


"Eh eh jangan ngambek dong!!" sahut Aziz sambil mengusap bibir Aura.


"Ah!! Nanti malam sajalah mas! Aku mau pergi dulu sebentar!" ucap Aura beralasan.


"Beneran menolak?" tanya Aziz langsung mencium bibir Aura.


" Ehhh awas ahhh!! Aku pergi dulu mas! Nanti malam saja yah!" ucap Aura akhirnya.


" Ya sudah terserah kamu saja!" sahut Aziz kembali membuka Laptopnya.


Aura akhirnya pergi meninggalkan Aziz sendiri di kamar nya.


Setelah Aura pergi! Aziz diam - diam mengikuti kemana Aura keluar rumah. Aziz ingin memastikan, bahwa Aura benar - benar pergi ke rumah temannya. Karena sudah sering dan bahkan berkali-kali Aziz melihat gelagat dan sikap Aura yang mencurigakan.


Ini mungkin insting atau naluri seorang suami yang melihat ketidakberesan dari sikap yang timbul dari istri nya. Diam - diam Aziz juga meneliti tubuh istrinya itu setelah keluar rumah, ada bekas merah. Dan itu sering Aziz dapati di bagian tertentu tubuh istrinya itu. Sangat mengecewakan bukan?? Dan mencurigakan.


*******

__ADS_1


Aura sudah memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Wisnu. Sedangkan Aziz menghentikan mobilnya cukup jauh dari rumah Wisnu. Hanya sebatas itu, akhirnya Aziz memutar balik mobilnya. Setelah memutar balik mobilnya, Aziz mulai penasaran dengan pemilik rumah itu. Akhirnya Aziz kembali menghentikan mobilnya dan turun berjalan menuju pos satpam rumah Wisnu.


" Maaf pak!! Numpang tanya! Hem rumah Sinta mana ya pak??" tanya Aziz asal saja.


" Sinta siapa ya bang? Abang mencari rumah nomer berapa?" tanya Pak satpam.


" Nomer 5 B pak!" Jawab Aziz asal.


" Wah ini rumah nomer 17 E bang! Dan ini rumah pribadi Pak Wisnu direktur utama PT XX. Abang salah alamat." terang Pak satpam.


" Oh begitu! Rumah pak Wisnu yah? Kalau boleh tahu pak Wisnu sudah menikah atau belum?" tanya Aziz menyelidik.


" Pak Wisnu masih single bang!" jawab Pak satpam mulai meng gosip.


" Tapi tadi saya lihat wanita masuk dalam rumah itu pak!" Aziz berusaha memancing pak satpam itu.


" Oh itu Mbak Aura! Dia memang sering kemari bang! Biasalah anak muda sekarang bang!" cerita Pak satpam yang mulai terpancing.


" Jadi mereka pacaran pak?" tanya Aziz memastikan.


" Teman tapi mesra bang! Haha haha!!" jawab Pak satpam itu.


" Maksudnya pak?" tanya Aziz.


" Masak tidak tahu bang? Hadeuhhh Abang ini kurang gaul loh!" ucap Pak satpam.


" Sini saya bisikin bang!" ucap Pak satpam langsung mendekati telinga Aziz dan membisikkan sesuatu. Setelah itu pak satpam tertawa terbahak-bahak.


" Astaga!!" ucap Aziz akhirnya.


" Sudah biasa itu bang! Anak muda sekarang sudah biasa melakukan seperti itu." cerita pak satpam.


" Eh?? Maaf pak, saya jadi ngomongin orang. Saya permisi dulu pak!" ucap Aziz sambil meninggalkan tempat itu.


" Lah aku juga jadi gosip soal aib bang Wahyu." ucap pak satpam pelan.


Aziz mulai masuk ke dalam mobil nya dan kembali pulang dengan kesedihan dan kekecewaannya. Setelah ini apa yang akan ia lakukan untuk membongkar perselingkuhan istri nya itu. Yang pasti ini sudah lebih dari cukup untuk membenarkan dan membuktikan bahwa istri benar- benar selingkuh.


*******


Di dalam rumah Wisnu.


" Kamu kenapa kemari Aura?" tanya Wisnu sambil makan masakan Zella istri siri nya. Zella yang duduk di dekat Wisnu hanya diam dan menyimak percakapan Wisnu dan Aura.


" Aku kangen kamu, Wisnu!" jawab Aura.


" Oh! Kamu kangen aku." ucap Wisnu sambil tersenyum.

__ADS_1


" Kamu sudah seminggu ini tidak menghubungi aku, Wisnu. Ternyata ada gadis murahan ini!" ucap Aura sambil melihat Zella yang lagi makan.


Zella lalu bangkit dari duduknya, dan meninggalkan tempat makan itu.


" Kamu mau ke mana Zella?" tanya Wisnu.


" Aku? Aku mau sholat dulu bang!" jawab Zella akhirnya.


" Oh!! Ya sudah!!" sahut Wisnu akhirnya.


Aura menatap tajam Zella yang berjalan melewati nya.


" Cantik juga gadis yang kamu pilih!" kata Aura sambil mendekati Wisnu.


" Tentu saja! Seleraku pasti tinggi!" ucap Wisnu.


" Dia numpang hidup disini saja?" tanya Aura.


" Dia sekretaris di perusahaan aku!" jawab Wisnu.


" Oh...selera yang bagus!!" ucap Aura sambil melingkarkan tangannya ke leher Wisnu.


" Kamu mau ngapain? Aku sudah gak mau lagi sama kamu!" ucap Wisnu sambil melepaskan tangan Aura di lehernya.


" Astaga!! Habis manis sepah di buang loh!! Aku kan kangen kamu Wisnu!!" rengek Aura sambil mendekatkan tubuhnya ke Wisnu.


" Aura! Pulanglah kamu! Aku sudah ada Zella!"ucap Wisnu kasar.


" Kamu tidak bisa begitu dengan aku, Wisnu. Kita saling mencintai bukan?" kata Aura.


" Aura! Bukankah sudah aku bilang! Kalau aku sudah menemukan seseorang yang aku sukai, kamu harus pergi menjauh dariku. Kamu harus sadar diri. Kita menjalin hubungan suka sama suka saja. Sekarang aku sudah tidak memerlukan kamu lagi Aura!" kata Wisnu.


" Wisnu! Tapi aku masih suka dengan kamu!" rengek Aura.


" Bukankah kamu sudah menikah dan punya suami? Pulanglah dan minta di puaskan oleh suami kamu!" ucap Wisnu kasar dan menjauh dari Aura.


" Wisnu!!" panggil Aura.


" Eh! Kamu bisa pergi dari rumah ku tidak? Aku bisa berbuat kasar dan memanggil satpam untuk mengusir kamu sekarang juga!" ucap Wisnu dengan suara yang lantang.


" Wisnu! Aku mohon!!" rengek Aura.


" Tidak Aura! Hubungan kita cukup sampai disini! Aku sudah memiliki Zella! Kamu tahu? Karena Zella, hidupku jadi lebih sempurna. Jadi maaf Aura! Kembalilah kamu ke Suamimu!" ucap Wisnu serius.


Aura mulai tersedu. Ia benar-benar hancur. Karena hati kecilnya masih menginginkan Wisnu. Tidak sekadar menuruti hawa nafsu. Jadi segala yang Wisnu mau dari nya selama ini, pasti Aura penuhi. Sekarang Wisnu sudah ada Zella yang bisa membuat Wisnu berubah. Aura jadi tercampak kan. Paling tidak ini menjadi pelajaran bagi Aura. Agar selalu bersyukur dengan apa yang sudah di miliki nya.


Mantan memang meninggalkan kenangan. Mantan menjadikan cerita indah bagi ingatan. Mantan akan selalu mengganggu pikiran. Mantan akan membuat resah. Jadi berusaha move on dari itu semua. Karena yang ada di sisi kita lebih baik dan pantas untuk di pertahankan. Syukuri semua yang sudah kita dapatkan!!

__ADS_1


__ADS_2