
Setelah selesai acara pernikahan Aziz Dan Aura. Masih di kediaman Pak Suntoro. Aura mulai sibuk membuka beberapa kado pernikahan nya. Bertumpuk - tumpuk kado di letakkan di kamar tamu karena di ruang itulah yang masih lapang karena kosong belum ada yang menempati. Aziz mulai sibuk dengan kerjaan nya. Di depan laptop nya, Aziz mulai membuka email yang masuk berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan dan kerjasama dari beberapa koleganya.
Tidak beberapa lama, Aura masuk kedalam kamar utama Aziz. Aziz masih fokus di depan laptop nya. Aura mulai mengganti bajunya dengan pakaian tidur yang menunjukkan keseksian tubuhnya.
" Mas Aziz!" panggil Aura pelan sambil mendekati Aziz yang masih fokus meneliti laporan dari sekretaris nya.
" Hem!" sahut Aziz masih cuek.
" Masih lama yah?" tanya Aura mencoba mengusap lembut dada bidang Aziz yang bertelanjang dada.
" Lumayan! Kamu tidur saja duluan! Kerjaan aku masih belum selesai Aura!" ucap Aziz sambil mengambil tangan Aura yang mencoba mengganggu nya.
" Oke deh! Aku tidur dulu! Tapi kalau aku sudah tidur, jangan ganggu aku ya mas!" ucap Aura.
" Iya!" sahut Aziz.
Akhirnya malam itu, Aura dan Aziz melewatkan kesempatan untuk bercengkrama selayaknya pengantin baru yang selalu menantikan malam pertama mereka. Bagi mereka malam pertama sudah terlewati begitu saja sebelum mereka menikah.
*******
Pagi - pagi sekali Aziz sudah terbangun dari tidurnya. Aziz mulai bersiap untuk pergi ke tempat kerjanya. Aura masih tertidur dengan lelap dikamarnya. Setelah ber sarapan, akhirnya Aziz berangkat ke kantor.
Aura mulai membuka matanya. Di lihatnya, Aziz sudah tidak ada dikamar. Aura mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah Wisnu sesuai janji nya.
Dengan mengenakan celana pendek jeans yang ketat dipadu dengan kemeja putih bersih,Aura mulai menjalankan mobilnya menuju rumah Wisnu.
Tidak beberapa kemudian, tibalah di rumah yang modern milik Wisnu. Aura memasukkan mobilnya ke garasi rumah Wisnu.
" Halo!" sapa Aura setelah Wisnu menyambut kedatangan nya.
" Bau pengantin baru nih!" sahut Wisnu sambil mencium pipi kanan dan kiri Aura.
" Mana ada! Semalam suami aku sibuk di depan laptop,jadi tidak sempat menyentuh aku." cerita Aura.
" Oh ho! Bagus deh kalau begitu." sahut Wisnu tersenyum.
" Aku lapar! Ada yang bisa dimakan tidak?" tanya Aura.
" Orang kaya seperti keluarga suami kamu,sampai tidak ada makanan? Kamu sampai mengeluh kelaparan." ucap Wisnu.
" Aku tadi males sarapan dengan anggota keluarga Aziz. Siap berhias,langsung kemari." cerita Aura.
" Itu karena kamu kangen berat dengan ku bukan?" kata Wisnu.
__ADS_1
" Pasti nya dong sayang!" sahut Aura sambil melingkarkan kedua tangannya ke pundak Wisnu.
" Ya sudah! Tidak perlu terburu-buru. Aku hari ini sengaja tidak masuk ke kantor. Lagi pula suami kamu tidak mungkin pulang cepat bukan?" ucap Wisnu.
" Baiklah! Aku mau makan dulu! Lapar!" ucap Aura.
" Kamu mau makan apa?" tanya Wisnu mulai menggandeng Aura menuju meja makan yang luas.
" Yang ada aja!" sahut Aura sambil mengambil roti tawar lalu diolesi dengan margarin dan lembaran keju.
" Bagaimana acara pernikahan kami kemarin?" tanya Wisnu.
" Sukses dong!" jawab Aura singkat.
" Percaya!" sahut Wisnu.
" Coba saja kamu datang sebelum aku dijodohkan dengan Aziz. Pasti aku akan bakalan menikah dengan kamu." ucap Aura.
" Belum tentu juga! Bisa jadi kamu belum menikah saat ini. Karena aku masih belum ingin menikah muda." ucap Wisnu.
" Haduh! Dari dulu kamu memang tidak pernah serius dengan aku." ucap Aura.
" Jangan begitu dong! Aku selalu serius ketika menjalin hubungan dengan siapapun tetapi belum ingin menikah cepat saja Aura." kata Wisnu.
" Mungkinkah diusia ke 30 tahun lah."jawab Wisnu.
" Kalau aku cerai dengan Aziz ketika kamu sudah siap menikah, apakah kamu mau menikahi aku?" tanya Aura.
" Aku tidak tahu Aura!" ucap Wisnu.
" Aku rugi dong!" sahut Aura.
" Tapi aku tidak memaksa kamu untuk berhubungan dengan aku loh Aura! Aku cukup ganteng dan tampan. Aku dengan mudah bisa mencari gadis single yang mau aku jadikan pacar aku." ucap Wisnu.
" Jangan dong sayang! Aku tidak mau kamu nyari cewek lain selain aku." ucap Aura.
" Itu tidak adil dong! Kamu bisa berhubungan dengan suami kamu. Ketika kamu bersama suami kamu, aku dengan siapa?" kata Wisnu.
" Oke! Oke! Terserah kamu! Yang penting aku ingin menjalin hubungan dengan kamu." ucap Aura.
" Hehehe. Tapi kenapa? Apakah suami kamu tidak bisa memuaskan kamu?" tanya Wisnu.
" Itu salah satu nya." jawab Aura.
__ADS_1
" Lalu? Sekarang kamu ingin mencari kepuasan dengan aku?" tanya Wisnu.
" Tentu saja! Aku tidak akan munafik." jawab Aura.
" Kenapa tidak kamu cari saja brondong muda yang bisa memuaskan kamu Aura! Kenapa harus aku?" tanya Wisnu.
" Karena kamulah yang mengambil keperawanan ku dulu." kata Aura.
" Memang benar sih! Tapi antara aku dan kamu memang berhubungan saling suka sama suka bukan? Tidak ada paksaan dan aku tidak memaksa kamu. Kamu lah sendiri yang menyerahkan semuanya kepadaku." ucap Wisnu.
" Iya iya! kamu benar!" sahut Aura.
" Jadi kamu mau tidak? Memulai hubungan dengan aku?" tanya Aura.
" Aku mau menjalani hubungan dengan kamu tetapi tanpa status dan kita melakukan nya suka sama suka." sahut Wisnu.
" Baiklah, sebentar lagi, aku habis makan." jawab Aura.
" Oke aku tunggu di dalam yah! Aku mau tiduran sebentar." kata Wisnu.
" Wisnu!" panggil Aura.
" Ada apa?" tanya Wisnu.
" Renang yuk!" ajak Aura.
" Mainkan saja dulu! Aku nanti bisa menyusul!" ucap Wisnu.
Aura mulai melepas celana pendek dan kemeja putihnya. Kini tinggal bikini yang melekat ditubuhnya. Dengan semangat akhirnya Aura melakukan sedikit pemanasan lalu mulai menceburkan dirinya kedalam kolam renang itu.
Beberapa kali, Aura berenang dari ujung ke ujung sampai nafasnya mulai memburu. Tidak lama kemudian, Wisnu datang dengan mengenakan celana renang siap terjun ke dalam kolam renang yang airnya mulai berwarna biru karena pantulan dari awan yang berwarna biru laut.
Aura dan Wisnu mulai kejar -kejaran berenang dari start sampai finis. Aura mulai kelelahan dan akhirnya berhenti di sudut kolam. Wisnu mendekati Aura yang sedang mengatur nafasnya yang masih memburu.
" Ayo! Kenapa berhenti?" ajak Wisnu.
" Capek!" jawab Aura sambil memegang kedua pipi Wisnu.
" Baru beberapa kali putaran!" ucap Wisnu sambil memeluk pinggang Aura. Tangan itu mulai bergerilya didalam air kolam itu. Aura mulai bersandar di sudut kolam.
" Kamu mau melakukan nya disini?" tanya Aura sambil membalas setiap gerakan pemanasan yang dilakukan Wisnu.
" Tentu saja!" ucap Wisnu.
__ADS_1
Wisnu mulai tidak beraturan nafasnya. Jantungnya mulai berdetak hebat. Merasakan sensasi didalam kolam. Aura memejamkan matanya,menikmati segala sentuhan hangat dan menggairahkan yang dilakukan Wisnu padanya. Tidak ada penghuni lain dirumah besar itu,selain hanya mereka berdua. Mereka melakukan nya di alam terbuka di rumah belakang yang berpagar tembok cukup tinggi menjulang. Aura mulai mendapatkan dan terpuaskan gelora syahwat nya dari Wisnu. Aura pasrah melakukannya, yang tidak diperoleh dari Aziz tadi malam.