PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
BELAJAR


__ADS_3

Sore itu Rodeo sengaja datang ke warung soto Betawi milik paman Silvi. Di Sana Rodeo memesan satu porsi soto Betawi di warung itu. Silvi yang sibuk dengan beberapa pengunjung membiarkan Rodeo duduk dan makan di warung soto itu sendiri. Paman Silvi mulai memperhatikan gerak - gerik Silvi dan Rodeo yang terlihat aneh.


" Siapa dia Vi?" tanya paman Silvi yang bernama Pak Yakub.


" Kawan waktu di SMA dulu, paman!" jawab Silvi malu - malu.


" Teman atau kawan? Eh kawan atau kawan?" sahut Pak Yakub.


" Teman paman!" ucap Silvi.


" Lebih dari teman juga tidak apa-apa kok!" sahut Pak Yakub.


" Ais! Paman ini!" ucap Silvi malu - malu.


Setelah beberapa pengunjung mulai pergi dan warung mulai tidak ramai lagi, Silvi melirik ke arah Rodeo yang masih duduk di pojok sendiri menikmati sebatang rokok yang sudah dinyalakan dari tadi.


" Sudah! Temanilah cowok mu itu,Silvi!" ucap Pak Yakub.


" Paman! Dia bukan cowok aku paman!" sahut Silvi.


" Sekarang belum! Entah kalau nanti!" ucap Pak Yakub.


" Eh? Paman ini loh!" kata Silvi lalu dengan malu - malu mendekati Rodeo yang dari tadi duduk menunggu nya.


" Kamu lagi tidak ada kerjaan? Dari tadi nongkrong disini saja!" ucap Silvi sedikit tidak enak dilihat pamannya.


" Memang lagi gak ada kerjaan! Katanya aku kalau mau menjumpai kamu, aku disuruh datang ke warung soto Betawi milik paman kamu ini." ucap Rodeo.


Silvi yang pernah bilang seperti itu kepada Rodeo jadi garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Eh iya yah! Maaf kalau begitu!" sahut Silvi.


" Tutup jam berapa warungnya?" tanya Rodeo.


" Sampai habis soto nya! Biasanya habis isya sudah tutup kok!" ucap Silvi.


" Aku mau ajak kamu ke panti!" kata Rodeo.


" Oh! Besok pagi saja!" ajak Silvi.


" Kenapa harus menunggu pagi?" tanya Rodeo.


" Kalau malam hari, anak-anak itu belajar mengaji, mengerjakan tugas sekolah dan istirahat." jelas Silvi.


" Oh! Aku ingin belajar mengaji." sahut Rodeo.


" Kamu tidak bisa mengaji Alquran?" tanya Silvi tidak percaya.

__ADS_1


" Dulu pernah belajar,tapi sudah lama tidak membaca Alquran. Aku rasa,aku sudah lupa Silvi!" jelas Rodeo.


" Hem! Aku bisa mengajari kamu! Tapi setelah warung soto ini tutup. Kamu bisa datang ke rumah pamanku!" ucap Silvi.


" Serius? Kamu tidak PHP kan?" tanya Rodeo.


" Tidak! Silahkan datang ke rumah paman!' sahut Silvi.


Paman yang mendengar percakapan mereka samar - samar jadi tersenyum sendiri.


" Silahkan datang ke rumah nak Rodeo!" sahut Paman sambil tersenyum.


Silvi dan Rodeo jadi terkejut dengan ucapan paman yang tahu nama Rodeo.


" Eh paman! Kok paman bisa tahu namanya?" tanya Silvi.


" Bukankah kamu dari tadi memanggil dia dengan sebutan Rodeo? Jadi paman ikutan memanggil namanya itu." kata paman beralasan.


" Hadeuh! Paman mencuri dengar!" sahut Silvi.


" Astagfirullah! Paman mendengar kalian berbicara. Jadi tidak mencuri dengar." kata Pak Yakub.


" Jadi boleh kan Om! Kalau saya belajar mengaji dengan Silvi?" tanya Rodeo.


" Nanti belajar dengan Om saja!" ucap Pak Yakub yang membuat Silvi tersenyum dan Rodeo terkejut.


" Alhamdulillah! Kamu tidak perlu belajar dengan aku. Pamanku mau mengajari kamu Rodeo." kata Silvi sambil tersenyum.


" Tentu saja! Berapa bayaran nya Om?" tanya Rodeo tanpa basa-basi.


" Eh? Hem Bagaimana kalau kamu nanti bantu beres - beres ketika tutup warung soto ini saja! Bagaimanapun?" kata Pak Yakub sambil tersenyum.


" Gak papa Om! Dengan senang hati!" sahut Rodeo.


" Kamu serius Rodeo? Bagaimana kalau kamu lagi ada kerjaan?" tanya Silvi.


" Aku serius! Nanti kalau aku ada kerjaan, pasti aku hubungi kamu deh!" ucap Rodeo.


" Kamu pasti lama tidak sholat yah?" tanya Pak Yakub.


" Eh? Hem? Hem.." Rodeo tidak bisa menjawab.


" Aku paham! Nanti Om ajari dari awal." kata Pak Yakub.


" Terimakasih banyak Om!" ucap Rodeo bersemangat.


Entah dapat petunjuk dari siapa, tiba - tiba Rodeo dengan spontan ingin belajar mengaji dan sholat. Mungkinkah saja,Rodeo sudah mulai jenuh dengan kehidupan yang dijalani nya.

__ADS_1


" Tapi nanti ajari aku yah! Kalau aku tidak bisa mengikuti arahan paman kamu!" ucap Rodeo sambil berbisik.


" Jangan khawatir!" sahut Silvi sambil terkekeh geli.


" Aku pulang dulu yah! Nanti habis isya aku kemari lagi!" kata Rodeo janji.


" Baiklah!" sahut Silvi.


" Kalau kamu serius dengan kata-kata kamu! Nanti kamu bakal kembali ke mari kan Rodeo?" sahut Pak Yakub.


" Eh iya Om!" sahut Rodeo sambil menjabat tangan Pak Yakub dan permisi pulang.


Rodeo akhirnya pulang dengan mobil Innova nya. Rodeo sangat bahagia dengan tekadnya untuk belajar ilmu agama pelan - pelan. Walaupun dirinya masih melakukan hal - hal yang dilarang oleh agama dan norma susila.


Sesampainya dirumahnya, Lisa sudah menunggu di depan teras rumah nya. Kunci rumahnya ia bawa,sehingga Lisa tidak bisa masuk ke dalam.


" Eh? Rodeo! Kamu dari mana saja? Chat aku masuk kan?" tanya Lisa menyelidik.


" Masuk! Sudah aku lihat kok! Makanya aku buru - buru kemari." ucap Rodeo.


" Jadi kamu dari mana?" tanya Lisa setelah pintu rumah depan itu dibuka oleh Rodeo.


" Dari makan! Rencana mau nyari baju ke mall.Berhubung kamu kemari ku urungkan niatku untuk belanja." cerita Rodeo.


" Ih kasihan kamu!" ucap Lisa sambil melingkarkan tangannya ke leher Rodeo.


" Aku tahu yang kamu mau!" ucap Rodeo sambil menarik dagu Lisa dan mulailah dengan cepat mengambil pemanasan.


" Eh kamu Rodeo! Jangan buru - buru dong! Aku mau lama - lama di sini. Jadi kita santai saja dulu!" ucap Lisa.


Rodeo mulai panik,karena nanti sehabis isya,ia harus pergi ke warung soto Betawi milik Pak Yakub dan mulai belajar mengaji. Hari pertama,Rodeo tidak ingin mengingkari janjinya sendiri.


" Kamu mau wine?" tanya Lisa sambil minum wine itu.


Syukurlah Lisa langsung meneguk beberapa gelas wine ke mulutnya. Hal itu tidak akan lama, Lisa pasti akan mengacau dan dengan cepat Rodeo bisa menunaikan kerjaannya.


" Kamu kenapa minum banyak wine Lisa?" tanya Rodeo.


" Aku lagi bertengkar dengan suami aku. Pras dengan berani membawa wanita lain ke rumah kami. Istana ku yang indah telah kedatangan wanita lain. Pras sudah gila. Aku sangat sedih Rodeo!" kata Lisa sambil menghabiskan wine di botol itu.


Rodeo merasa miris akan cerita rumah tangga Lisa. Hatinya juga ikut sedih dan prihatin akan penderitaan dan kesedihan Lisa.


" Aku mau bersenang - senang dengan kamu Rodeo! Aku ingin kamu! Biar aku senang dan hilang kesedihan aku!" ucap Lisa mulai mengacau.


" Lisa! " ucap Rodeo pelan.


" Ayolah Rodeo!" ucap Lisa sambil meraih tubuh Rodeo dan dengan agresif memulai pertempuran syahwat itu dengan cepat.

__ADS_1


Rodeo dengan emosi dan amarahnya melakukan semuanya terhadap Lisa. Akhirnya Rodeo selesai dengan tugasnya dan masuk ke kamar mandi dan mulailah dengan mensucikan diri dari hadast besar dan kecil nya. Mandi junub setelah melakukan pertempuran syahwat yang saling memuaskan.


Setelah mandi, Rodeo bergegas meninggalkan Lisa di rumahnya sendiri. Rodeo dengan cepat menuju warung soto Betawi Pak Yakub.


__ADS_2