PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
JELAS SUDAH


__ADS_3

Malam minggu ini, Aziz sengaja berdiam diri di dalam kamarnya. Kegalauan hatinya karena akan menikah dengan Aura. Ponselnya yang berbunyi berkali - kali pun tidak di angkat nya. Rupanya Luna yang mencoba menghubungi dia. Aziz mulai bangkit dari tempat tidur nya dan mengambilnya ponselnya yang berbunyi tidak jauh dari tempat nya.


" Halo Luna! Ada apa?" tanya Aziz.


" Lagi ngapain Mas?" tanya Luna.


" Lagi tiduran di kamar. Bete mau keluar rumah." jawab Aziz.


" Bagaimana kalau aku ke rumah Mas Aziz?" ucap Luna.


" Kalau kamu tidak repot tidak apa - apa!" sahut Aziz.


" Tidaklah!" kata Luna.


" Oke aku tunggu yah!" ucap Aziz.


" Kamu mau dibawain apa?" tanya Luna.


" Aku mau kamu saja!" jawab Aziz.


" Hehe! Oke aku segera datang ya Mas!" ucap Luna lalu menutup panggilan keluar nya.


Aziz masih tiduran di dalam kamarnya. Dia sangat dilema untuk memutuskan hubungannya dengan Luna. Padahal dihatinya menyukai Luna dibandingkan dengan Aura.


Tidak lama kemudian, Dodo masuk ke kamar nya tanpa terlebih dahulu mengetuk pintu.


" Eh kamu bikin kaget saja!" ucap Aziz.


" Sorry Mas Aziz! Tadi papa dan mama menyuruh aku untuk memilihkan wedding organizer yang terbaik di kota ini. Menurut Mas Aziz, diantara yang ketiga ini, Mas Aziz milih yang mana?" tanya Dodo sambil menyodorkan beberapa brosur wedding organizer yang menawarkan beberapa prosesi pernikahan sesuai adat istiadat dalam pernikahan yang akan dipilih.


" Dodo! Terserah kamu sajalah! Tapi aku maunya menikah dengan Luna!" ucap Aziz.


Dodo diam dan menatap wajah kakak nya itu. Tampak kegelisahan menyelimuti dirinya.


Kalau saja papa dan mama nya menyetujui hubungan nya dengan Luna, pasti tidak akan kacau pikiran Aziz. Pasti tidak ada Aura yang selalu mengganggu dan menggoda iman Aziz.


" Lalu apa tindakan Mas Aziz? Apakah Luna sudah tahu kalau Mas Aziz bakal menikah dengan Aura?" tanya Dodo.


" Tentu saja belum tahu. Hubungan aku dengan Aura Selama ini pun, Luna belum tahu." ucap Aziz.


" Berarti Luna percaya sama Mas Aziz sepenuhnya." sahut Dodo.


" Iya! Aku yang bodoh!" ucap Aziz.


" Okelah! Kalau semua dipercaya kan padaku, aku yang ambil keputusan sendiri." ucap Dodo.


" Kamu yang atur saja!" sahut Aziz.


Dodo bergegas keluar dari kamar Aziz. Tiba - tiba Aura tanpa mengucap salam nyelonong masuk kedalam kamar Aziz.

__ADS_1


" Eh? Aku hampir kaget loh! Ya ampun!" ucap Dodo lalu pergi dari kamar Aziz.


Aziz mulai bangkit dari tempat tidur nya. Menyambut kedatangan Aura yang datang dengan tiba-tiba.


" Kamu ini, kalau masuk ketuk pintu dulu atau ucap salam." kata Aziz.


" Eh? Maaf Mas!" ucap Aura sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher Aziz.


" Pacarku mau datang kemari! Kamu harus cepat pulang dari sini Aura!" ucap Aziz.


" Mana mungkin dia kemari Mas! Hari ini ada papa dan mama kamu di rumah." kata Aura.


" Aura! Aku sebenarnya hanya ingin menikahi Luna Bukan dengan kamu!" ucap Aziz tanpa basa-basi.


" Apa bagusnya Luna?" tanya Aura.


" Kamu hanya penasaran dengannya karena apa yang kamu inginkan belum kamu dapatkan di Luna." tambah Aura.


" Apa itu?" tanya Aziz.


" Tentu saja hubungan seksual seperti yang selalu aku berikan ke kamu!" ucap Aura.


" Tadi sore papa dan mama kamu datang kemari. Dan menyuruh kita segera menikah." cerita Aziz.


" Aku tahu!" sahut Aura.


" Lalu? Kamu senang?" tanya Aziz.


" Tapi aku masih ada Luna!" kata Aziz.


" Putuskan saja hubungan kamu dengan Luna!" ucap Aura.


" Aku tidak tega!" sahut Aziz.


" Lalu? Kamu tega dengan aku?" tanya Aura.


" Karena kamu dari awal sudah mengetahui posisi aku kalau aku sudah ada Luna sebelum kamu." kata Aziz.


" Karena kita sudah akan menikah. Aku yang akan bertindak!" kata Aura.


" Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aziz.


" Aku akan memberi tahu Luna dong!" jawab Aura.


" Jangan! Biar aku sendiri yang akan menjelaskan pada Luna." sahut Aziz.


" Oke! Aku tidak ingin mencampuri urusan kalian! Aku malam ini hanya ingin bersenang-senang dengan kamu saja!" kata Aura sambil menjelajahi tempat - tempat sensitif punya Aziz.


*******

__ADS_1


Di depan rumah kediaman Pak Suntoro. Luna sudah tiba di rumah itu. Luna di sambut dengan ceria oleh Sintia. Sintia membawa Luna ke ruang tamu. Papa dan mama Aziz yang melihat kedatangan Luna mencoba berbasa-basi dengan senyuman yang dipaksakan.


" Bagaimana kabar kamu Luna?" tanya Bu Sukma.


" Alhamdulillah baik Tante!" jawab Luna.


" Aziz masih di kamarnya." kata Bu Sukma.


" Begini Luna! Sebentar lagi Aziz akan menikah." kata Pak Suntoro.


" Tetapi bukan dengan kamu!" tambah Pak Suntoro.


"Tentu saja dengan gadis yang dipilihnya!" ucap Pak Suntoro.


" Kalau boleh tahu siapa Om?" tanya Luna mulai menyelidik dan menyembunyikan keterkejutan nya.


" Kalau kamu ingin kenalan dengan calon istrinya, kamu bisa menjumpainya di dalam kamar Aziz. Dia lagi bersama Aziz sekarang." kata Bu Sukma tanpa menutup - nutupi.


Sintia yang mendengar ucapan mama dan papanya jadi merasa kasihan dengan Luna.


" Mbak Luna!" panggil Sintia.


" Eh?" Saya ijin menjumpai Aziz Tante!" ucap Luna.


" Boleh! Sintia! Antar Luna ke kamar Mas Aziz!" ucap Bu Sukma.


Luna berdiri meninggalkan Bu Sukma dan Pak Suntoro duduk di ruang tamu. Luna mulai bergerak mengikuti langkah Sintia yang mengantarnya ke kamar Aziz. Sintia dengan keras mengetuk pintu kamar Aziz itu tanpa sopan. Beberapa menit kemudian, Aura membukakan pintu kamar Aziz dengan berbalut handuk di sebagian tubuhnya.


"Sintia! Aduh kamu sangat mengganggu kesenangan kami loh!" ucap Aura sambil melihat ke arah Luna.


" Mas Aziz di cari mbak Luna!" kata Sintia.


" Eh? Kamu yang namanya Luna?" tanya Aura sambil menarik lengan Luna sampai masuk ke dalam kamar Aziz dan menutup pintu kamarnya kembali. Sintia yang melihat pemandangan itu jadi was-was dengan Luna.


" Lihat Mas Aziz kamu!" kata Aura sambil menunjuk Aziz yang terlihat bertelanjang dada bagian yang lainnya tertutup oleh selimut tebalnya.


" Luna! Kamu datang?" ucap Aziz yang hendak berdiri tapi akhirnya di urungkan niatnya kembali.


" Jadi kalian?" ucap Luna sambil membelalak matanya.


" Sekarang kamu sudah tahu bukan? Aku adalah calon istri Mas Aziz. Jadi kamu tidak perlu mengganggu Mas Aziz lagi." ucap Aura sambil mendekati Aziz dan mulai menunjukkan kemesraan diantara mereka.


" Eh? Luna!" ucap Aziz.


" Sudahlah mas! Aku adalah calon istri kamu!" ucap Aura sambil melingkarkan tangannya di leher Aziz dan mencoba menguasai Aziz.


Luna dengan segera membuka pintu kamar Aziz dengan paksa. Tapi pintu itu berkali-kali tidak juga bisa dibukanya.


" Mana kuncinya? Kalian sudah gila! Aku mau keluar!" teriak Luna.

__ADS_1


Aura tidak menggubris teriakan Luna. Aura hanya fokus menunjukkan bahwasanya dialah yang bisa membuat bahagia Aziz dengan caranya.


" Kalian! Benar - benar menjijikkan!" ucap Luna sambil berusaha mendobrak pintu kamar itu.


__ADS_2