PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
KE PANTI


__ADS_3

Pagi hari tiba, Silvi berangkat sendiri ke tempat panti. Kepergian Silvi yang tidak ceria seperti biasanya, membuat Pak Yakub mulai curiga.


"Kamu jadi berangkat ke panti dengan Rodeo?" tanya Pak Yakub.


"Tidak!" jawab Silvi singkat.


"Saya berangkat paman! Siang hari saya langsung ke warung soto saja." ucap Silvi sambil mengambil tangan Pak Yakub dan menciumnya.


" Ya sudah! Hati - hati di jalan!" sahut Pak Yakub.


Silvi mulai berjalan pelan disepanjang trotoar. Jarak tempuh antara rumahnya dengan panti kurang lebih 600 meter. Cukup untuk berolahraga di pagi hari.


Sesampainya di Panti, anak-anak sudah berkumpul di taman. Di sana anak-anak sudah mulai bermain-main sesuai keinginan mereka. Tampak di taman ada seseorang yang dikelilingi oleh anak-anak itu. Kelihatannya seorang pemuda itu sedang asyik memberikan cerita dongeng kepada mereka. Antusias anak- anak mendengarkan cerita pemuda itu terlihat dari wajah mereka yang serius menatap dan mendengar cerita pemuda itu. Akhirnya, Silvi mulai mendekat ke arah kerumunan itu.


" Kakak! Ayo gabung kemari!" ajak Sinta seorang gadis remaja tanggung yang masih duduk di bangku SMP kelas tujuh.


Silvi menolak dengan lembut. Lalu berjalan ke ruangan ibu panti untuk menyerahkan sedikit sumbangan.


" Silvi! Ayo masuk!" panggil Bu panti.


" Terimakasih Bu Endang!" sahut Silvi lalu masuk ke ruangan itu.


" Duduklah! Mau minum apa?" tanya Bu Endang.


" Tidak perlu Bu! Terimakasih! Oh iya Bu! Ini ada titipan dari Pak Yakub untuk panti ini. Semoga bisa sedikit membantu untuk meringankan kebutuhan sehari - hari disini." ucap Silvi sambil menyerahkan amplop coklat yang berisi uang.


" Terimakasih banyak Silvi! Sampai kan ucapan terimakasih kepada Pak Yakub. Sumbangan nya sudah saya terima dan semoga menjadi amal jariyah untuk Pak Yakub." ucap Bu Endang.


" Iya Bu Endang! Amin!" sahut Silvi.


" Bu Endang! Saya permisi bergabung dengan anak - anak di taman!" ucap Silvi sambil bersalaman dengan Bu Endang.


" Silahkan!" sahut Bu Endang.


Silvi berjalan menuju taman,dimana anak-anak sedang bermain dan berkumpul dihari minggu pagi ini.


Silvi masih canggung untuk menyapa Rodeo yang sedang asyik bercerita diantara kerumunan anak-anak itu. Akhirnya Silvi bergegas pergi meninggalkan taman panti.


" Silvi!" panggil Rodeo akhirnya.


Silvi seketika menoleh arah suara Rodeo yang memanggilnya. Tangan Rodeo mulai melambai kearah dirinya. Mengisyaratkan bahwa ia disuruh mendekat dan bergabung kearah kerumunan itu.


Silvi mulai ragu - ragu untuk mengikuti ajakan Rodeo. Tiba - tiba Sinta berlari kecil kearahnya dan menarik tangannya untuk bergabung diantara mereka.


" Nah untuk selanjutnya, Kak Silvi yang akan bercerita!" ucap Rodeo akhirnya. Silvi yang mendengar Rodeo yang langsung mendaulat nya untuk bercerita jadi membelalak matanya.


" Ayo kak Silvi!" sahut Sinta.


" Eh? Cerita apa?" tanya Silvi.


" Apa saja!" sahut Sinta dan beberapa anak-anak lainnya.


" Sudahlah! Pagi ini cukup sekian dulu, bukankah Bang Rodeo sudah bercerita panjang lebar dengan kalian semua?" ucap Silvi.


" Oke! oke! Baiklah! Pagi ini cukup dulu ya sayang! Lain waktu kita bisa ngobrol dan cerita yang lain nya." ucap Rodeo akhirnya.

__ADS_1


" Tapi Bang Rodeo dan Kak Silvi janji yah!" sahut Sinta.


" Insyaallah!" sahut Silvi dan Rodeo bersamaan dan hal itu membuat mereka saling berpandangan.


" Oke! Kalau begitu kalian bisa kembali bermain. Abang dan kakak pamit pulang!" ucap Rodeo sambil menyalami anak-anak itu.


*******


" Aku minta maaf! Lupakan saja yang sudah aku katakan tadi malam terhadap kamu!" ucap Rodeo sambil berjalan beriringan dengan Silvi.


"Iya! Tidak jadi masalah!" sahut Silvi.


Rodeo melihat ke arah Silvi yang berbicara. Kelihatannya rasa canggung mereka masih ada.


" Kamu sudah makan?" tanya Rodeo.


" Belum!" jawab Silvi.


" Makan yuk! Semalam kita tidak jadi makan!" ucap Rodeo.


" Mau makan apa?" tanya Silvi.


" Kamu mau apa? Kalau aku ingin kethoprak'!" ucap Rodeo.


" Baiklah! Aku temani kamu makan!" sahut Silvi.


" Kamu juga harus ikut makan dong!" ucap Rodeo.


" Hem! Baiklah!" kata Silvi.


Rodeo dan Silvi masih berjalan beriringan mencari gerobak yang menjual Ketoprak.


" Kamu masih ingin bercerita dengan aku?" tanya Silvi.


" Iya! Agar kamu lebih tahu masa lalu aku dulu." ucap Rodeo.


" Sebaiknya kita main bakar - bakar an saja Rodeo!" ucap Silvi.


" Kenapa begitu?" tanya Rodeo mulai penasaran dengan kata - kata Silvi.


" Iya! Kamu tidak perlu menceritakan masa lalu kamu yang kelam. Kita main bakar - bakar saja sekarang." ucap Silvi mengulangi perkataan nya.


" Kenapa?" tanya Rodeo.


" Kita bakar saja kenangan masa lalu dan kita buka kembali lembaran yang baru." ucap Silvi serius menatap Rodeo.


Rodeo mulai tersenyum dan akhirnya mereka terkekeh bersamaan.


" Hehehe!"


Suasana jadi mencair dan kembali seperti semula.


" Pak! Ketoprak dua pedes pakai banget!" ucap Silvi.


" Eh! Satu saja yang pedas pak!" teriak Rodeo.

__ADS_1


" Iya dek!" ucap bapak penjual kethoprak'.


Silvi dan Rodeo mulai duduk di kursi plastik yang sudah disiapkan oleh bapak penjual kethoprak'.


" Silvi!" panggil Rodeo pelan.


" Iya! Ada apa?" tanya Silvi.


" Kamu bisa diam tidak?" tanya Rodeo sambil tersenyum.


" Bukankah dari tadi aku diam? Kenapa kamu ini?" ucap Silvi jutek.


" Tapi bisakah kamu diam di hati aku? Jangan pernah pergi melarikan diri dari hatiku?" ucap Rodeo serius.


Silvi yang mendengar itu jadi memandangi Rodeo dan mereka saling pandang. Akhirnya tawa mereka kembali pecah oleh rayuan gombal Rodeo.


" Nanti bakal aku balas deh kamu!" sahut Silvi.


" Silahkan!" ucap Rodeo.


" Ini kethoprak'nya dek!" kata Bapak penjual kethoprak' sambil memberikan dua piring berisi kethoprak'.


" Bismillah!" ucap Silvi lalu memakan Ketoprak itu dengan pelan.


" Rodeo!" panggil Silvi sambil mengunyah makanan yang sudah ada di mulutnya.


" Iya! Ada apa Silvi!" sahut Rodeo sambil berhenti untuk menyendok makanan nya.


" Apakah kamu capek?" tanya Silvi.


" Kenapa?" tanya Rodeo sambil menyendok makanan nya.


" Karena kamu selalu berlari - lari dalam pikiran aku." ucap Silvi sambil tersenyum.


Rodeo yang mengunyah makanan jadi tersedak.


" Eh? Minumnya Pak!" ucap Silvi. Dan bapak penjual kethoprak' itu dengan cepat memberi gelas yang berisi air mineral.


" Terimakasih pak!" ucap Silvi dan Rodeo bersamaan.


Mereka saling pandang dan akhirnya mereka kembali terkekeh.


" Rayuan kamu sangat garing!" ucap Rodeo.


" Tapi kamu sampai tersedak gitu loh!" sahut Silvi.


"Karena kamu adalah pelepas dahagaku!" ucap Rodeo.


" Ini lagi! Tambah garing nya!" kata Silvi.


" Yang garing- garing biasanya renyah di makannya!" ucap Rodeo.


" Memang nya kripik?" sahut Silvi.


" Sudahlah Silvi! Jadilah kamu satpam di hatiku." ucap Rodeo.

__ADS_1


" Kenapa menjadi satpam?" tanya Silvi.


" Biar selalu menjaga hatiku, agar tidak berpaling dari wanita manapun!" ucap Rodeo yang akhirnya mendapat cubitan oleh Silvi.


__ADS_2