PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
BULAN MADU


__ADS_3

Rencana bulan madu pasangan pengantin baru itu akhirnya terealisasi. Luna dan juga Dodo sudah terbang ke pulau dewata Bali. Mereka benar-benar ingin fokus untuk segera mendapatkan momongan. Kepergian mereka dalam berbulan madu ke Bali membuat kecemburuan dari Karin. Seperti malam ini Karin merengek dengan suaminya supaya menyusul Luna yang terbang di Bali. Galah hanya mengusap dadanya. Namun dalam hatinya cekikikan karena tingkah kekanak-kanakan Karin saat ini semenjak kehamilan nya itu.


" Ayo lah sayang! Apa kamu mau kalau anak kita nanti ngeces gara-gara tidak kita turuti keinginan nya? Ini yang minta bukan aku loh, mas! Tetapi adik bayi dalam perut aku ini." Karin beralasan. Galah kini mencoba menenangkan Karin dan memeluknya erat. Karin membalikkan badannya hingga kini keduanya saling berhadapan. Galah mengecup kening istrinya lalu turun ke bawah mencium bibir mungil istrinya penuh kelembutan. Karin mulai membalas ciuman yang mendarat di bibirnya. Galah ingin menuntut lebih dari semua itu.


" Buat aku senang, dan besok kita akan menyusul Luna dan Dodo di pulau dewata." bisik Galah seraya merebahkan tubuhnya sendiri di atas peraduan kamar milik mereka. Karin mulai menurunkan celana yang masih melekat di tubuh Galah. Karin mulai memainkan benda tumpul milik Galah dan memasukkan nya di dalam mulutnya. Galah memejamkan matanya, sesekali menger@ng, mendes@h tatkala Karin memainkan sesuatu yang pribadi milik Galah itu seperti layaknya es krim.


Perut Karin sudah mulai membuncit. Karin kini mulai berada di atas Galah dan mendominasi permainan. Galah berasa berada di atas awan menikmati segala perlakuan hangat dari istrinya. Sampai beberapa menit ritual itu ditunaikan oleh Karin, hingga mereka berdua Sama-sama merasa terpu@skan. Senyum keduanya saling tersungging jelas.

__ADS_1


" Terimakasih, sayang!" ucap Galah sambil mengecup kening istrinya, Karin. Karin tersenyum sambil mengusap d@da bidang milik Galah.


Sementara di pulau dewata Bali, diantara debur ombak pantai Kuta, Luna dan juga Dodo saat ini menikmati pemandangan ditempat itu. Keduanya saat ini berfoto-foto ria di lokasi itu. Senyuman dan tawa yang lepas terpancar diantara keduanya.


"Kita kembali ke penginapan, yuk say!" ajak Dodo seraya memeluk Luna dari arah belakang.


" Dodo! Kita sedang ditempat umum loh, sayang! Malu jika dilihat banyak orang dan pengunjung di pantai ini." kata Luna. Dodo malah membalikkan tubuh Luna hingga menghadap ke dirinya. Luna melingkarkan tangannya ke pinggang Dodo.

__ADS_1


" Di sini, ditempat ini pemandangan seperti ini sudah menjadi hal biasa. Bahkan sangat biasa. Lihat bule- bule itu. Mereka bahkan hanya mengenakan bikini saja. Mereka juga saling memadu kasih, entah mereka benar-benar kekasih atau sekedar pasang kencan sementara saja." kata Dodo.


" Tapi kita bukan mereka, Dodo!" sahut Luna.


" Kalau begitu, ayo kita kembali ke penginapan. Aku sudah tidak sabar bercumbu dengan kamu, Luna." ucap Dodo. Luna mencubit pelan pinggang Dodo. Dodo menggandeng tangan Luna ke mobil sewaan yang terparkir di sana. Dodo dan Luna mulai masuk ke dalam mobil itu setelah sopir yang menunggu mereka juga ikut masuk dan siap menjalankan tugasnya.


" Kita ke penginapan dulu, Pak!" kata Dodo. Sopir itu tersenyum tanpa banyak komentar dan pertanyaan.

__ADS_1


Selama diperjalanan ke penginapan, kedua pasangan pengantar baru itu saling menautkan tangannya. Mereka benar-benar tidak ingin terpisahkan.


__ADS_2