
Windi telah menikmati kebebasan nya bersama teman-teman nya di kafe itu. Pesta ulang tahun Tery terbilang meriah. Beberapa jenis minuman baik beralkohol maupun tidak tersaji lengkap disana. Menu makanan pun juga disiapkan. Teman-teman Windi hampir semuanya terbilang sudah berkeluarga dan bersuami. Kalangan istri- istri Sultan yang kehidupan nya glamour dan mewah. Mereka tentu saja tidak kekurangan soal materi. Namun dalam segi hubungi intens dengan suami nya mungkin saja kurang lantaran mereka sering ditinggal suaminya dalam rangka urusan bisnis maupun urusan lainnya yang berhubungan dengan kerjaan.
Windi terlihat sudah banyak menegak minuman beralkohol yang dijejalkan oleh Tery. Mata Lukman yang sedari tadi mengamati gerak- gerik Windi dari kejauhan terlihat geram. Lukman memang tidak suka jika Windi terpengaruh teman-teman nya untuk meminum minuman keras.
Lukman mendekati Windi lalu menghampirinya. Lukman segera membawa Windi dari tempat itu setelah bicara dengan Tery si pemilik pesta.
" Baiklah, antar Windi pulang sampai rumah. Dia sudah banyak minum. Aku juga tidak mau disalahkan oleh Julius jika Windi banyak minum di sini." ucap Tery sambil minum minuman di gelas kecilnya.
Lukman mulai memapah Windi menuju ke ruang parkiran. Sepanjang perjalanan, Windi ngoceh saja. Lukman tidak menggubris nya. Lukman benar-benar tidak suka jika Windi dalam keadaan banyak minum seperti itu.
__ADS_1
" Masuklah, malam ini aku akan mengantarkan mu ke Julius mu." kata Lukman seraya mendudukkan Windi di dalam mobil. Lukman berputar menuju tempat duduk kemudinya.
" Aku tidak mau pulang! Bawa aku bersama kamu." oceh Windi Lukman tidak menggubris nya. Namun sebelum Lukman menghidupkan mesin mobilnya. Windi menarik Lukman hingga keduanya saling dekat. Windi menciumi Lukman hingga Lukman menahan nagasnya.
" Aku tidak suka bau ini, Windi. Kamu sudah banyak minum." ucap Lukman. Lukman sedikit mendorong Windi hingga kembali ke posisi duduknya. Lukman mulai memasangkan sabuk pengaman mobil itu. Windi tidak leluasa untuk berulah dan menggoda Lukman.
" Bukankah aku sudah bilang, jika aku tidak suka jika kamu minum apalagi sampai mabok. Apakah kehidupan orang kaya semuanya seperti ini? Karena sudah banyak nya uang menjadikan bingung caranya untuk mencari kebahagiaan. Seandainya aku tidak terlambat mencintai kamu, Win. Aku akan mendidik kamu dan menjadikan kamu wanita yang benar." ucap Lukman.
" Aku tahu, perasaan ini salah. Hubungan dengan kamu pun juga salah dan seharusnya tidak aku teruskan. Namun aku harus bagaimana lagi? Aku sudah terlanjur jatuh cinta dengan kamu, Winda." kata Lukman.
__ADS_1
Lukman berstatus masih bujangan. Dirinya sebelum diterima kerja sebagai driver di rumah Windi, Lukman memiliki seorang kekasih yang mungkin harapan Lukman akan dijadikan istrinya. Namun seringnya bersama dengan Windi dalam setiap acara dan aktivis, akhirnya Lukman merasakan getaran rasa aneh dengan Windi. Apalagi saat tiba-tiba hubungan itu terjadi ketika Windi dalam keadaan mabok berat dan Lukman harus membersihkan semua yang keluar dari isi perut Windi. Lukman melepas pakaian Windi lalu membersihkannya. Dari sanalah Lukman melihat keindahan dan kemolekan tubuh Windi. Dan sebelum Lukman mengenakan pakaian bersih ke tubuh Winda, Windi menarik dirinya seolah-olah Lukman dianggap seperti Julius, suaminya. Akhirnya terjadinya hubungan terlarang itu dan akhirnya keterusan sampai sekarang. Apalagi Windi sering ditinggal oleh Julius dalam urusan bisnis. Mungkin saja, Windi sangat kesepian dan butuh kehangatan. Dan semua itu Windi akhirnya mendapatkan nya dari Lukman.
" Lukman, aku ingin kamu malam ini. Jangan bawa aku kembali ke rumah." ucap Windi. Lukman sejenak menghentikan laju mobilnya dan menepikan nya di jalanan yang sepi sebelum sampai di istana milik Julius.
" Baiklah, kita lakukan disini saja. Oke?" bisik Lukman seraya membenarkan posisi yang nyaman untuk memenuhi hasrat Windi dan juga dirinya.
" Tidak Lukman! Di depan sana ada penginapan kecil. Lebih baik kita di sana. Banyak orang-orang Julius berkeliaran di sekitar sini. Apakah kamu mau mati jika melakukan ini di sini?" ucap Windi seraya membenarkan kemejanya yang sudah terbuka karena ulah Lukman.
" Baiklah, jika kamu yang menginginkan itu. Aku akan melakukan nya secepat mungkin supaya Julius tidak lama menunggu kita. Eh maksud nya menunggu kamu sampai di istananya." ujar Lukman menuruti perintah Windi singgah ke penginapan untuk meluapkan segala rasa yang sudah membuncahmembuncah dan meledak.
__ADS_1