PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
UNGKAPAN


__ADS_3

Di rumah Luna di malam hari. Dodo masih menikmati kopi hitam buatan Luna. Satu bungkus rokok nya masih tergeletak di atas meja di teras itu. Dodo mulai menyalakan rokok nya. Di hisapnya pelan - pelan dengan pandangan jauh di luar gerbang rumah Luna. Petugas jaga di rumah Luna masih melek dan menonton acara di televisi. Bapak penjaga itu merasa senang, ada yang menemaniku berjaga di malam itu.


Luna tiba - tiba keluar dari pintu depan rumahnya setelah ia menidurkan Rizki di kamarnya. Luna lalu duduk di samping Dodo.


" Kamu tidak pulang Dodo?" tanya Luna sambil duduk.


" Eh? Ngusir ceritanya?" sahut Dodo.


" Eh? Bukan begitu Dodo! Sudah larut malam loh! Nanti dicari papa dan mama kamu!" ucap Luna.


" Aku bukan anak kecil lagi Luna!" sahut Dodo.


" Oh ho! Hehehe." Luna terkekeh karena Dodo berkata dengan serius.


" Aku mulai mengantuk Dodo! " ucap Luna.


" Mau ku buatin kopi untuk mu?" tanya Dodo.


" Eh? Kamu mau buatin aku kopi?" tanya Luna.


" Tentu saja!" sahut Dodo sambil masuk kedalam rumah Luna dan membuatkan kopi untuk Luna.


" Pakai krim tidak?" teriak Dodo.


" Eh? Boleh!" jawab Luna ikut berteriak.


Dodo mulai menyeduh kopi itu. Tidak berapa lama kemudian, Dodo keluar lagi dan duduk di teras sebelah Luna duduk.


" Besok ada acara tidak?" tanya Dodo ke Luna sambil menyalakan lagi rokoknya.


" Besok? Mau mengajak bermain Rizki ke Transmart." jawab Luna.


" Oh! Jam berapa? Biar aku antar!" tanya Dodo.


" Besok siang saja! Hari Minggu kan hari yang panjang!" ucap Luna.


" Aku besok mau bangun siang!" tambah Luna.


" Hehe!" Dodo tersenyum.


" Aku boleh tidur sini kan?" tanya Dodo.


" Ais! Kamu kalau aku larang pun masih tetap dengan kemauan kamu kan?" ucap Luna.


" Hehe! Aku nanti pulang kok Luna! Jangan khawatir!" sahut Dodo.


" Iyalah! Jangan sampai papa dan mama kamu mencari kamu!" ucap Luna.


" Eh? Begitu yah?" sahut Dodo.


" Oh iya? Bagaimana kabar Karin sekarang?" tanya Dodo.


" Biasalah! Namanya lagi ngidam!" kata Luna.

__ADS_1


" Oh Karin lagi hamil?" tanya Dodo.


" Iya! Kemarin di rumah sakit itu, Karin bilang positif. Tetapi masih disembunyikan dari Galah. Karin takut kalau disuruh berhenti dari kerjaan nya." cerita Luna.


" Oh ya? Syukurlah! Karin dapat laki - laki yang bertanggungjawab." sahut Dodo.


" Hem kamu bertanggungjawab tidak?" tanya Luna sambil meminum kopi buatan Dodo.


" Aku? Aku rasa aku akan lebih bertanggung jawab!" ucap Dodo sambil menatap Luna.


" Eh? Kamu meragukan aku, Luna?" kata Dodo.


" Tidak! Tidak juga!" ucap Luna gelagapan.


" Kamu bisa mencobanya dengan aku loh!" sahut Dodo.


Luna terdiam berusaha mengalihkan pembicaraan. Dodo semakin dibuatnya penasaran.


" Luna! Aku tidak akan capek mengucapkan kata cinta padamu. Karena aku tidak akan menyerah dengan segala usaha - usaha aku." ucap Dodo serius.


" Iya! Aku sangat menghargai kamu Dodo!" sahut Luna dengan pandangan jauh ke depan.


" Kapan kakak kamu menikah?" tanya Luna.


" Satu Minggu lagi!" jawab Dodo.


" Ternyata aku memang tidak berjodoh dengannya!" ucap Luna.


" Kamu masih sedih, Luna?" tanya Dodo.


" Maksud nya?" tanya Dodo.


" Sudahlah! Nanti kamu juga tahu sendiri tanpa aku bercerita." kata Luna.


" Jadi wanita yang dipilih papa dan mama ku tidak benar?" tanya Dodo.


" Aku tidak bilang seperti itu! Aku cuma menilai sekilas saja! Mudah - mudahan penilaian ku salah dan tidak benar." kata Luna.


" Iya semoga saja Mas Aziz, bisa mendidik Aura menjadi istri yang baik!" kata Dodo.


" Aaminn!" sahut Luna.


*******


Di rumah Karin, Galah lagi sibuk dengan orderannya sedangkan Karin duduk bermalas - malasan di depan televisi karena seharian kerja di kantor. Di tangannya ada cemilan ringan yang menemani nya menonton acara televisi yang menguras emosinya. Galah yang melihat Karin menangis tidak jelas jadi tersenyum sendiri.


" Kamu ngapain lihat sinetron sampai mewek gitu!" kata Galah mulai mendekati Karin.


" Ceritanya bikin aku nangis Mas!" kata Karin yang sudah memanggil Galah dengan sebutan Mas karena Galah adalah orang Jawa.


" Lihat yang lain saja! Biar tidak mancing emosi kamu!" ucap Galah sambil mengganti channel TV itu.


" Eh jangan! Lagi seru mas!" sahut Karin yang merebut remote tv itu.

__ADS_1


" Astagfirullah! Nanti efeknya jadi uring - uringan dengan aku." kata Galah.


" Enggaklah! Aku tetap bisa kontrol diri mas!" sahut Karin.


" Karin sayang! Kamu jangan capek - capek ya sayang! Nanti sakit kayak tempo hari. Sana istirahat! Nanti aku segera menyusul ke kamar." ucap Galah sambil tersenyum nakal.


" Eh? Mau ngapain?" ucap Karin.


" Mau ngapain yah? Hehehehe!" sahut Galah sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal itu.


" Jadi aku harus istirahat nih!" ucap Karin.


" Iya istirahat dulu di kamar! Nanti mas akan segera menyusul kamu!" kata Galah.


" Kalau aku sudah tidur, jangan ganggu aku yah Mas!" ucap Karin sambil tersenyum nakal.


" Eh tidak bisa! Pokoknya aku akan buat kamu antara tidur dan tidak alias merem melek." ucap Galah nakal.


" Gak mau ah! Aku mulai mengantuk!" sahut Karin.


" Aku buatin kopi deh!" ucap Galah merayu sambil berjalan ke dapur untuk membuatkan kopi untuk Karin.


" Eh? Kalau ada maunya pasti begitu deh!" kata Karin pelan.


" Karin! Mau dikasih krim tidak?" teriak Galah.


" Tidak usah!" jawab Ima sambil ikut berteriak.


Karin masih berbaring di sofa depan tv. Acara yang melow kini digantinya dengan acara yang romantis. Jiwa mudanya biar lebih bersemangat jika menyaksikan acara romantis itu.


" Kamu lihat apa? Sekarang senyum - senyum sendiri? Tadi menangis sekarang senyum - senyum tidak jelas." kata Galah sambil menyerahkan secangkir kopi untuk istrinya itu.


" Itu sinetron remaja yang bikin jiwa kembali muda." jawab Karin sambil meminum kopi buatan Galah.


" Hem! Mantab kopi buatan kamu loh Mas!" kata Karin lagi.


" Iya dong! Kopi yang dibuat dengan penuh cinta kasih akan terasa lebih nikmat rasanya." sahut Galah.


" Hem! Kamu cinta sama aku mas?" ucap Karin.


" Tentu saja! Istriku paling aku cintai." jawab Galah sambil mengusap lembut pipi Karin.


" Kamu, kalau lagi ada maunya selalu merayu loh Mas!" ucap Karin.


" Tidak sayang! Memang kenyataannya aku selalu cinta padamu sayang!" kata Galah sambil menarik dagu Karin lebih dekat ke wajahnya.


" Aku juga mencintaimu mas!" sahut Karin.


" Asyik! Jadi kita saling mencintai bukan?" kata Galah.


" Tentu saja! Kalau tidak mencintai kenapa kita bisa menikah mas!" ucap Karin sambil memegang pipi kanan dan kiri Galah.


" Kamu jangan menggodaku loh sayang! Aku masih laki - laki normal!" ucap Galah.

__ADS_1


" Memangnya salah kalau aku menggoda suami aku sendiri?" kata Karin.


" Hehe! Aku akan menggendong kamu masuk kedalam kamar!" ucap Galah sambil meraih tubuh istrinya itu dan menggendongnya masuk ke dalam kamar utama mereka.


__ADS_2