PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
TERUNGKAP


__ADS_3

Di kamar utama Aziz. Aziz duduk di kursi sofa panjang itu. Di depannya , Aura mulai tersedu dengan tangisan nya.


" Katakan! Apa yang akan kamu katakan!" ucap Aziz dengan suara bergetar menahan amarahnya. Tangis Aura semakin pecah karena Aura seperti di intimidasi oleh Aziz karena kesalahannya.


" Dia adalah mantan ku! Kami dulu pacaran ketika di Australia." cerita Aura sambil mengusap air matanya.


" Apa yang kamu lakukan di rumah nya?' tanya Aziz mulai meninggi suaranya.


" Aku melakukan hubungan selayaknya suami istri dengan nya." ucap Aura pelan.


Aziz yang mendengar jawaban Aura, jantung nya mulai berdetak kencang karena amarah.


" Berapa kali kamu melakukan itu dengannya setelah pernikahan kamu dengan aku?" tanya Aziz sambil menatap tajam wajah Aura.


" Berkali-kali!" jawab Aura singkat.


Aziz menarik nafas dalam-dalam.


" Apakah kamu menyesalinya?" tanya Aziz.


" Tidak!" jawab Aura singkat yang membuat Aziz terkejut dengan jawaban itu. Aziz tidak mengira kalau Aura bisa melakukan semua dibelakang nya. Dengan sengaja berselingkuh tanpa ada penyesalan.


" Lalu? Sekarang apa yang kamu inginkan Aura?" tanya Aziz sambil mendekati wajah Aura.


" Aku ingin cerai!" jawab Aura singkat. Kembali jawaban Aura membuat bergetar hebat karena marah.


" Kenapa? Apakah kamu akan bersama dengan laki-laki itu?" tanya Aziz seperti jaksa yang berusaha mencari jawabannya.


" Tidak! Aku tahu diri!" Jawab Aura mulai pecah' lagi tangisnya.


" Dia tidak ingin menerima kamu kembali? Kenapa kamu ingin cerai dariku?" ucap Aziz seolah dia tidak kecewa dengan Aura.


Pertanyaan yang keluar dari mulut Aziz seperti, dirinya tidak mempermasalahkan perselingkuhan itu. Tapi yang sebenarnya, Aziz sangat kecewa. Aziz seperti tidak di hargai dan dianggap sebagai seorang suami.


" Terakhir kali aku bertanya sekali lagi. Apakah kamu sudah yakin untuk bercerai dengan aku?" tanya Aziz.


" Iya!" jawab Aura singkat.


" Baiklah! Keluarlah kamu dari kamar ku sekarang juga!" ucap Aziz sambil mengepalkan tangannya.


Aura dengan cepat bergegas keluar dari kamar itu sambil membawa tas yang sudah di siapkan nya. Aura memang sudah mempersiapkan semuanya. Tidak ada penyesalan yang ia lakukan. Tidak ada kata maaf yang diucapkan Aura untuk suaminya. Aziz seperti tidak dianggap. Aziz seperti tidak ada harga diri nya di depan Aura.


" Aghhhh!!!!!!!!!" Aziz berteriak sekeras nya sambil memukulkan tangannya yang dari tadi sudah mengepal karena marah.


Aziz tidak ingin memohon. Aziz tidak ingin terlihat lemah di hadapan Aura. Bukan Aziz yang salah. Semua karena perjodohan yang sebenarnya tidak ia inginkan. Aziz kini kembali duduk di sofa panjang itu. Mulai menyalakan rokok dan menghisap rokok perlahan-lahan.


" Kamu pikir hanya kamu wanita satu - satu nya di dunia ini?" kata Aziz pelan.


" Aku akan tunjukkan pada dunia, aku bisa tanpa kamu, Aura!" gumam Aziz dengan amarahnya.


" Luna!! Kamu pasti akan lebih mentertawakan aku!" kata Aziz pelan.


Andaikan saja tidak ada cinta di dunia ini. Pasti tidak ada rasa sakit itu ketika kecewa menghinggapi. Andaikan saja tidak ada benci di dunia ini. Pasti tidak ada dendam yang akan hadir di hati. Andaikan semua itu mungkin, tapi semua tidak mungkin. Cinta dan benci adalah satu pasangan yang saling melengkapi. Kenapa? Karena berawal dari benci semua akan menjadi cinta. Berawal dari cinta menjadi rindu dendam.


( Cintailah aku Dengan caramu! Cintailah aku Dengan sederhana! Milikilah aku tanpa batas kekurangan. Jadikanlah aku jodohmu dunia dan akhirat!!!


*******


Di kediaman Pak Suntoro.

__ADS_1


Keluarga besar Pak Suntoro dan Pak Zaenal sudah berkumpul di ruang tengah. Mereka membicarakan tentang permasalahan yang terjadi antara Aura dengan Aziz. Mereka hebat. Masalah rumah tangga yang seharusnya diselesaikan secara pribadi itu, Akhirnya melibatkan dua keluarga besar.


Pak Zaenal masih belum menerima jika Aura bercerai dengan Aziz. Pak Zaenal masih ingin mendamaikan keduanya agar perkawinan yang masih seusia jagung itu tidak harus berakhir dengan kata cerai.


Aura dan Aziz masih duduk diam seperti di hakimi oleh orang tua mereka masing-masing. Ke dua orang tua itu tentu saja memihak anak nya masing-masing. Tidak berusaha netral dan membuat suasana terintimidasi satu dengan yang lain.


Akhirnya, Pak Suntoro menengahi permasalahan antara putra dan menantunya.


" Aziz! Alangkah baiknya kamu jangan terburu - buru untuk menceraikan Aura! Kamu harus menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin." ucap Pak Suntoro dengan rokok yang menyala di celah jarinya. Kelihatan sangat stress menghadapi masalah Aziz dan Aura.


" Papa! Bukan aku yang menginginkan perceraian itu! Kenapa aku seolah yang bersalah?" kata Aziz sambil melihat orang tua Aura.


" Benar begitu Aura?" tanya Pak Zaenal yang tidak ingin putri nya di salahkan.


" Maaf pah! Aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini!" ucap Aura dengan tangis nya.


" Kenapa? Beri kami alasannya!" ujar Bu Sukma ikut bersuara.


" Karena memang mas Aziz tidak menyukai aku!" alibi Aura sambil mengusap air matanya yang jatuh.


" Hah?? Jawaban apa yang kamu ucapkan Aura!" sahut Aziz geram.


" Aziz!!! Dengarkan dulu penjelasan Aura! Agar kalian bisa memperbaiki hubungan suami istri ini." kata Pak Suntoro.


" Apa yang kamu keluhkan dari Aziz, hingga kamu ingin bercerai dari nya?" tanya Bu Sukma dan mendapat anggukan dari Bu Zaenal.


" Mas Aziz jarang memberikan nafkah batin padaku!" alibi Aura yang mulai mencari pembenaran diri.


" Apa??? Kamu bilang apa Aura??" teriak Aziz sambil berdiri karena marah.


" Aziz!!! Kamu tenang dulu! Duduklah!" ucap Pak Suntoro sambil menarik lengan Aziz agar kembali ketempat duduknya.


Pertama, Aura sudah berselingkuh dengan laki-laki yang dulu pernah menjadi kekasih nya sewaktu tinggal di Australia.


Kedua, Aura minum pil KB agar tidak hamil dengan aku dan juga dengan laki-laki itu.


Ketiga, Aura sering menolak jika aku menginginkan hubungan suami istri itu.


Ke empat, Aura sendiri yang menginginkan perceraian terlebih dahulu, ketika aku sudah mengetahui perselingkuhannya dengan laki-laki itu." cerita Aziz panjang dan lebar.


" Aura!!!! Kamu benar - benar membuat kecewa dan malu papa mama." ucap Bu Zaenal marah.


" Kalau kalian ingin tahu kebenaran nya! Datang saja ke perusahaan Xx, laki - laki itu adalah direktur utama di tempat itu." imbuh Aziz.


" Jadi selamat Pak Zaenal! Bapak akan mendapatkan calon menantu yang kaya raya di banding saya!" tambah Aziz dengan lantang.


" Aziz!!! Tenang dulu kamu!" sahut Pak Suntoro sambil mengelus pungging Aziz.


" Bukankah dari awal aku pernah bilang pah! Aku sudah memiliki kekasih sebelum Aura datang menggodaku. Semua karena kalian memberi ruang kebebasan Aura untuk mendekati aku." keluh Aziz akhirnya.


" Sudahlah Aziz! Mama minta maaf. Yang berlalu biarlah terlewatkan. Kamu jangan lagi mengungkit nya kembali. Aura sudah menjadi istri kamu. Sekarang kamu lebih fokus lah dengan Aura. Maaf kan Aura! Beri dia kesempatan memperbaiki kesalahannya." kata Bu Sukma dengan sangat serius dan bijaksana.


" Iya nak Aziz!! Maafkan Aura! Kami selaku mama papa Aura meminta maaf kepada kamu! Berilah kesempatan Aura sekali lagi." sahut Bu Zaenal.


" Kenapa ibu memohon kepada aku? Tanya kan saja ke Aura. Apakah ia masih mau memperbaikinya rumah tangga nya?" ucap Aziz geram.


" Ehh???" Bu Zaenal sangat terkejut.


" Aura!! Sekarang tinggal kamu! Apa mau kamu sekarang?" tanya Pak Zaenal akhirnya dengan suara yang pelan.

__ADS_1


" Saya minta maaf Papa! Mama! Aku tetap ingin bercerai dengan Mas Aziz." jawab Aura dengan tegas.


Pak Zaenal dan Bu Zaenal saling berpandangan. Demikian juga Pak Suntoro dan Bu Sukma. Akhirnya Aziz menarik nafas panjang.


" Sekarang sudah sangat jelas bukan??" ucap Pak Suntoro.


" Saya pribadi minta maaf dengan permasalahan ini pak!" kata Pak Zaenal.


" Tidak apa-apa pak! Mereka masih muda. Masih panjang jalan mereka. Emosi mereka masih meledak - ledak. Kita ikuti saja kemauan mereka Pak." kata Pak Suntoro.


Mereka cukup lama berdiam. Akhirnya papa mama Aura pun permisi pulang. Demikian juga Aura. Aura meninggalkan jejak yang kurang baik di rumah Pak Suntoro. Bagaimana juga, inilah perjalanannya mereka yang hanya seumur jagung.


" Setelah ini! Biarkan aku memilih jodohku sendiri Pa! Kalian cukup merestui aku! Biarkan semua menjadi pelajaran bagi papa mama. Bahwa sesuatu yang menurut kalian baik, bukan berarti cocok buat kami." ucap Aziz serius.


" Baiklah Aziz! Papa dan mama minta maaf atas semua ini." ucap Pak Suntoro sambil memeluk anak laki - laki nya itu.


Bu Sukma sangat terpukul dengan kegagalan rumahtangga anak laki-laki nya itu. Tangis nya mulai pecah ketika memeluk Aziz putra nya.


Tidak berapa lama kemudian datanglah Dodo dengan Luna.


" Assalammualaikum!" sapa Dodo dan Luna.


Dodo dan Luna saling berpandangan. Mereka mulai muncul tanda tanya besar di kepalanya. Situasi yang serius terjadi diantara orang tua dan anak. Aziz yang masih berpelukan dengan mama nya akhirnya menatap kedatangan Luna


" Luna!!" panggil Aziz pelan.


Pak Suntoro dan Bu Sukma saling pandang. Situasi yang menambah hati Aziz semakin hancur. Apalagi dengan kedatangan Dodo bersama Luna.


" Eh!?? Maaf? Kami ke belakang dulu!!" ucap Dodo sambil menarik Luna meninggalkan ruang keluarga itu.


*******


Di dalam kamar Dodo.


" Dodo, mereka kenapa? Apa terjadi sesuatu?" tanya Luna.


" Aku juga tidak tahu! Sudahlah! Kita fokus saja dengan acara pernikahan kita." ucap Dodo sambil memegang tangan Luna.


" Bagus tidak hasil tempahan cincin kawin kita?" tanya Dodo sambil melihat kotak kecil yang berisi dua cincin kawin mereka.


" Bagus!! Alhamdulillah!! Terimakasih banyak Dodo Ini sangat indah sekali!" kata Luna senang.


" Buat kamu! Semua harus sempurna!" ujar Dodo sambil tersenyum dan mengecup dahi Luna.


" Aku kok masih kepikiran dengan situasi mereka tadi yah!" ucap Luna.


" Jangan khawatir! Nanti akan aku beritahu kalau aku sudah mengetahui permasalahan yang terjadi!" kata Dodo sambil mainkan bibir Luna dengan jari - jarinya yang lentik.


" Janji yah!" Sahut Luna serius.


" Iya! Kita tidak boleh menyembunyikan segala masalah sekecil apapun. Kita harus terbuka satu sama lain. Agar apa? Rumah tangga kita nantinya bisa langgeng sampai dunia dan akhirat." ucap Dodo sambil menciumi bibir seksi Luna.


Luna hanya diam dan memejamkan mata menikmati segala sentuhan hangat Dodo.


" Aku mau pulang!" ucap Luna yang akhirnya menghentikan aksi Dodo yang mulai memanas.


" Ehh! Maaf aku antar kamu pulang." sahut Dodo akhirnya.


*******

__ADS_1


Tuhan menciptakan manusia saling berpasangan. Laki - laki dan perempuan saling melengkapi satu sama lain. Saling menghargai segala sesuatu yang menjadi perbedaan diantara nya. Agar bisa menutupi kelemahan itu dengan kelebihan yang di miliki pasangan nya.


__ADS_2