
Hari ini hari minggu. Pagi ini, Dodo sengaja datang ke rumah Luna. Sehari tidak berjumpa dengan Luna rasanya seperti setahun tidak bertemu. Dua hari tidak berjumpa,rasanya seperti tidak bertemu sewindu. Tiga hari tidak berjumpa dengan Luna rasanya seperti tidak bertemu selama seabad.
Selama seminggu ini, Dodo tidak berjumpa dan mendengar suara Luna, rasanya males makan,males mandi, susah tidur.
" Mau minum apa kamu?" tanya Luna jutek.
" Biasa Kopi hitam!" jawab Dodo sambil tersenyum.
" Pagi - pagi sudah mruput ke sini loh!" kata Luna sambil terus mengomel.
"Hehehe!" Dodo hanya terkekeh melihat reaksi Luna yang tidak suka kedatangan nya pagi - pagi sekali.
Luna dengan malas membuatkan kopi hitam kesukaan Dodo. Tidak berapa lama kemudian, Luna kembali datang dengan secangkir kopi hitam dan teh manis panas untuk dirinya.
" Ini di minum!" ucap Luna sambil meletakkan cangkir itu.
" Hoammm !! Masih ngantuk!" ucap Dodo.
" Ya sudah! Itu diminum kopinya!" sahut Luna jutek.
" Aku bobok dulu yah?" tambah Luna lagi.
" Masak kamu tega ninggalin aku sendirian menikmati kopi hitam buatan kamu!" kata Dodo.
" Memang gue pikirin?" sahut Luna langsung berlalu meninggalkan Dodo yang duduk di ruang tamu.
" Luna!" panggil Dodo pelan.
" Hem apaan?" sahut Luna yang kembali menoleh karena panggilan Dodo.
" Jangan lupa mimpikan aku yah!" ucap Dodo sambil tersenyum.
" Ogah!" sahut Luna lalu masuk ke dalam kamar nya.
*******
Jam 10.00 pagi akhir nya Luna keluar dari kamar nya sudah berpakaian rapi. Di lihatnya, Dodo masih di ruang tamu tertidur di kursi panjang. Luna dengan pelan - pelan membangunkan Dodo.
" Dodo!" panggil Luna pelan di dekat telinga nya.
" Eh?" Dodo mulai membuka matanya dan melihat Luna sudah berpakaian rapi dan sedikit polesan diwajahnya. Tampaknya Luna akan segera pergi.
" Kamu mau pergi kemana Lun?" tanya Dodo.
" Mau keluar belanja bulanan dulu!" jawab Luna.
" Ayo aku antar kamu!" ucap Dodo.
" Ayolah! Cuci wajah kamu dulu!" kata Luna.
" Rizki tidak diajak?" tanya Dodo.
" Rizki lagi pilek! Lagi pula lagi bobok habis mandi tadi." ucap Luna.
" Oh!" ucap Dodo sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Naik mobil aku saja yah!" kata Dodo setelah keluar dari kamar mandi itu.
" Pakai mobil mana saja, terserah!" ucap Luna masih jutek.
" Oh ho! Kamu lagi dapat ya Luna?" tanya Dodo.
" Dapat apa?" Luna balik bertanya.
" Dapat jantungku!" jawab Dodo asal.
" Apaan?" sahut Luna sambil mencubit lengan Dodo,
__ADS_1
" Ayo berangkat!" ajak Dodo sambil bergegas menuju tempat parkir mobilnya.
"Luna!" panggil Dodo setelah masuk dan menghidupkan mobilnya.
" Iya! Ada apa?" tanya Luna.
" Coba kamu lihat di mataku!" ucap Dodo?
" Kenapa?" tanya Luna sambil melihat mata Dodo.
" Apa yang kamu dapatkan dimata ku?" tanya Dodo.
" Tidak ada apa-apa kok!" jawab Luna dan mulai meneliti lagi mata Dodo.
" Ada! Coba di lihat lagi!" kata Dodo.
" Tidak ada apa-apa Dodo." jawab Luna lagi.
" Ada Luna! Di mata ku ada bunga! Karena aku saat ini sedang berbunga-bunga!" ucap Dodo sambil tersenyum nakal.
" Hadeuh!" sahut Luna sambil mencubit lengan Dodo.
" Kamu lapar tidak?" tanya Dodo.
" Lapar dong!" jawab Luna.
" Kalau aku tidak lapar!" ucap Dodo.
" Karena hanya melihat kamu saja, aku sudah kenyang!" tambah Dodo menggoda.
" Garing!" sahut Luna.
Mobil itu melaju dengan kecepatan rata-rata. Dodo yang mengendalikan mobilnya sesekali matanya melihat ke arah Luna yang anggun dengan penampilan casual nya.
Tidak berapa lama kemudian, Dodo memarkirkan mobilnya ke area parkir yang luas di mall itu.
" Belanja dulu yah!" ajak Luna.
" Belanjanya nanti saja kalau hendak pulang!" kata Dodo.
" Memangnya kamu mau kemana Dodo?" tanya Luna.
" Aku ingin ajak kamu ke wahana permainan dulu!"jawab Dodo sambil menggandeng Luna.
" Eh?" Luna terkejut dan mulai berjalan sendiri agar gandengan Dodo terlepas.
Dodo yang melihat reaksi Luna hanya tersenyum saja.
Dodo mulai masuk ke wahana permainan dan Luna mengikuti dari samping belakang. Dodo menuju kasir permainan itu dan mulai membeli kartu untuk bermain.
" Ayo!" ajak Dodo setelah mengisi kartu itu dengan nominal 500 RB dan mendapatkan 1,2 juta untuk bermain.
" Hari ini kita puas - puas kan bermain dulu yah! Lagi promo!" ucap Dodo gembira.
" Astaga!" sahut Luna sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Kita lempar bola basket yuk!" ajak Dodo. Luna hanya tersenyum dan mengikuti kemauan Dodo hari ini.
" Wow masuk bolanya!" teriak Dodo sambil mencoba memasukkan bola basket itu berkali - kali.
" Ayo kamu belum satupun bola masuk ke keranjang loh!" ucap Dodo.
" Iya! Ini sudah aku coba meleset terus loh!" jawab Luna sambil tertawa. Akhirnya beberapa bola basket itu masuk juga ke keranjang.
" Bosen! Main yang lain saja!" ajak Dodo sambil menarik tangan Luna menuju roller coaster di wahana permainan itu.
" Eh?" Aku gak mau! Dodo." ucap Luna sambil berusaha melepaskan tangannya agar tidak ikut permainan yang menegangkan itu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa! Kamu harus cobain permainan ini Luna!" ucap Dodo sambil menyerahkan kartu itu ke petugas dan menggesekkan nya.
" Dodo!" panggil Luna pelan dan akhirnya dengan terpaksa mengikuti Dodo duduk di rollercoaster itu.
Wajah tegang sudah mulai tampak dari muka Luna. Dodo yang melihat reaksi Luna hanya tersenyum.
" Tidak akan ada apa - apa Luna! Ini cukup membuat jantung berdebar saja kok!" ucap Dodo
" Kalau terjadi sesuatu dengan aku, kamu harus bertanggung jawab!" ucap Luna.
" Tentu saja! Aku pasti akan menikahi kamu!" sahut Dodo bercanda.
" Eh! Kamu ini masih saja bercanda loh! Aku sudah benar - benar tegang!" ucap Luna.
Akhirnya petugas itu memastikan dan memeriksa tempat duduk masing-masing penumpang rollercoaster terkunci dengan benar. Akhirnya kereta yang menegangkan itu berjalan dengan kecepatan sedang lalu semakin cepat dan cepat. Teriakan Luna bergemuruh terdengar. Dodo terkekeh juga bercampur tegang di permainan rollercoaster itu.
" Aghhhh !!!" teriak Luna sambil tangannya meraih tangan Dodo dengan kuat. Cengkraman Luna tampak sekali kalau dirinya sangat ketakutan di atas kereta rollercoaster itu.
Ketika berada di turunan, Luna makin keras teriakan nya. Genggaman tangan nya makin kuat,yang membuat Dodo meringis mengaduh kesakitan.
" Aghh! Gila! Aku takut Dodo?" teriak Luna sambil meremas tangan Dodo dengan kuat.
Dua kali putaran, akhirnya kereta itu mulai berhenti di finis.
" Kita ulang! Biar kamu tidak takut lagi!" ucap Dodo sambil menyerahkan kartu itu ke petugas.
" Dodo! Sudah dong! Cukup!" kata Luna.
" Sekali lagi! Baru kita bermain yang lain." ucap Dodo sambil tersenyum.
Akhirnya dengan terpaksa, Luna mengikuti kemauan Dodo
Kereta rollercoaster itu mulai berjalan dari kecepatan sedang ke cepat dan lebih cepat. Melalui tanjakan lalu turunan yang membuat jantung berdebar kencang dan kaki gemetaran.
" Ahhhhhhhhhh!!!" teriakan Luna kembali terdengar panjang. Tangannya yang halus memegangi tangan Dodo dan tidak dilepaskan nya.
" Bagaimana putaran yang kedua ini? Sudah tidak menegangkan lagi bukan?" tanya Dodo sambil tersenyum.
" Sama saja! Aghhhh!!!!?!! Dodo!" ucap Luna.
" Luna! Aku cinta kamu!" teriak Dodo Riana yang mendengarnya makin mencengkeram tangan Dodo.
" Masa bodoh!" sahut Luna sambil berteriak ketakutan.
Kereta rollercoaster berhenti. Dodo dan Luna turun dari kereta itu. Kedua kaki Luna tampak gemetaran. Dodo yang melihat Luna masih gemetaran menggandeng Luna turun dari tangga permainan rollercoaster itu.
" Kamu jahat Dodo!" ucap Luna yang wajahnya masih kelihatan pucat.
Dodo hanya tersenyum saja melihat Luna yang masih pucat wajahnya karena tegang. Dodo masih melingkarkan tangannya ke pinggang Luna. Menggandeng Luna penuh kasih sayang.
" Duduk dulu di sana!" ajak Dodo sambil menunjuk kursi di dekat kafetaria.
"Mau minum apa?" tanya Dodo.
" Apa aja!" jawab Luna.
Tidak berapa lama, Dodo datang dengan membawa dua botol minuman.
" Hehe! Ini diminum dulu!" kata Dodo sambil menyodorkan botol minuman itu ke Luna.
Luna mulai meminumnya dengan perlahan.
" Dodo, Aku belanja dulu yah!" ucap Luna.
" Kamu sudah tidak apa-apa kan?" kata Dodo sambil menahan lengan Luna.
" Gak papa!" jawab Luna.
__ADS_1
" Ya sudah! Aku temani kamu belanja deh!" ucap Dodo sambil melangkah di samping Luna.