
Wisnu menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Zella. Zella pun keluar dari mobil sport itu di ikuti Wisnu di belakang nya.
" Masuklah pak!" ujar Zella.
Wisnu memaksakan diri untuk duduk di kursi sofa panjang yang mungkin saja banyak debu. Sedangkan Zella masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian nya.
Tidak jauh dari tempat duduk Wisnu, seorang wanita setengah tua telah berbaring di depan televisi. Dia adalah ibu dari Zella. Sudah beberapa bulan ini, kesehatannya selalu menurun. Zella adalah anak satu - satunya dari pernikahannya dengan suaminya. Ketika Zella pergi bekerja, bibi nya lah yang selalu merawat dan mengurus ibu nya.
" Pak! Mau minum apa pak?" tanya Zella yang baru keluar dari kamarnya.
" Tidak perlu!" sahut Wisnu.
" Oh!!" ucap Zella sambil duduk di depan Wisnu.
" Kamu bisa panggil aku Abang, jika diluar kantor Zell!" kata Wisnu sambil melihat seorang ibu yang berbaring di depan televisi.
" Dia ibu saya pak!" ucap Zella yang melihat Wisnu pandangannya ke arah ibu nya yang berbaring dari tadi.
" Sakit apa?" tanya Wisnu.
" Sakit ginjal!" jawab Zella singkat.
" Oh!?? Jadi kamu membutuhkan banyak uang untuk ibu kamu?" tanya Wisnu akhirnya.
" Iya pak!" jawab Zella singkat.
" Baiklah! Aku bisa menolong kamu Zella! Dan aku bisa kasih kamu duit yang banyak, tapi dengan satu syarat." ucap Wisnu.
" Hem? Tidak pak! Gaji saya masih cukup untuk perawatan dan menggaji orang yang merawat ibu saya." sahut Zella.
" Sombong sekali kamu! Aku bisa memecat kamu sekarang juga, kalau aku mau!" ucap Wisnu sedikit menakuti Zella.
" Eh??? Maaf pak!! Jangan lakukan itu!" sahut Zella akhirnya.
" Zella! Aku tadi sudah mengatakan di kantor dengan kamu. Kamu harus membantu aku." ucap Wisnu mengingat kan kembali.
" Iya pak! Apa yang bisa saya bantu?" tanya Zella.
" Apa kamu bisa menerima nya? Konsekwensinya jika kamu menolak, kamu aku berhentikan di perusahaan." ucap Wisnu mengancam.
" Eh??? Mohon maaf pak! Jangan lakukan itu?" kata Zella Memohon.
" Baiklah! Kamu bisa ikut aku sekarang!" ucap Wisnu.
" Eh??? Saya harus memanggil bibi saya terlebih dahulu pak, untuk menjaga ibu saya di rumah." kata Zella mulai panik.
__ADS_1
" Kenapa kamu panik? Kamu bisa telepon bibi kamu itu sekarang." ucap Wisnu.
" Baik pak!!" sahut Zella lalu bergegas mengambil ponselnya didalam kamar.
Wisnu tersenyum penuh kemenangan. Ia akan mendapatkan apa yang menjadi keinginan nya. Dengan harta yang melimpah, bisa membayar semuanya dengan uang.
" Berangkat sekarang pak?" tanya Zella sambil membawa tas ransel.
Wisnu mulai tersenyum dengan tindakan cepat Zella.
" Kamu tidak perlu membawa baju - baju kamu yang tidak bermerk itu." ucap Wisnu.
" Eh?? Maaf pak! Paling tidak ada beberapa barang yang saya perlu kan nanti ketika di rumah bapak." ucap Zella.
" Ohh ya sudahlah!" sahut Wisnu.
Wisnu mulai memandangi Zella dengan teliti. Zella yang di perhatikan Wisnu hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu.
" Bibi kamu masih lama?" tanya Wisnu.
" Sebentar lagi pak!" jawab Zella sambil melihat keluar pintu.
Tidak berapa lama, bibi Zella datang dan tidak menunggu sampai lama, akhirnya Zella dan Wahyu pergi meninggalkan rumah kecil Zella. Tentu saja alasan dinas di luar kota.
" Kamu cukup pintar yah, membohongi bibi dan ibu kamu. Aku saja tadi tidak sampai kepikiran seperti itu loh." ucap Wisnu tersenyum.
" Baguslah! Kamu memang gadis yang baik!" sahut Wisnu.
*******
Di rumah kediaman Wisnu. Zella sudah duduk dengan gelisah di depan Wisnu. Wisnu duduk sangat sangat dengan senyuman yang mengembang. Di atas meja itu, Wisnu memberikan secarik kertas yang bermaterai. Zella harus menandatangani surat perjanjian dengan Wisnu. Surat perjanjian itu memberikan tugas dan kewajiban kepada Zella sebagai pihak pertama melayani Wisnu selayaknya hubungan suami istri. Sebagai pihak ke dua adalah Wisnu yang memberikan semua fasilitas dan gaji bulanan yang menjanjikan. Kontrak akan berlangsung dengan jangka waktu yang di inginkan dan ditetapkan oleh pihak kedua. Dan bisa dibatalkan secara bebas oleh pihak ke dua.
Zella mulai ragu - ragu untuk menandatangi kontrak tersebut. Kenapa tidak? Baru pertama kali Zella di hadapkan persoalan yang pelik yang sangat membingungkan dirinya. Sebagai seorang wanita biasa, ini adalah lelucon. Cinta seolah dipermainkan. Perasaan dan harga dirinya sebagai wanita seperti hanya di ukur oleh materi belaka. Zella menghela nafas dalam-dalam. Dia sangat dilema dengan posisi nya saat ini. Kalau saja, ibu nya tidak sakit parah. Zella tidak akan menerima kontrak seperti itu.
" Kenapa? Kamu mulai berubah pikiran? Kamu tidak ingin menandatangani kontrak itu." tanya Wisnu.
" Konsekwensinya, kamu akan aku keluarkan dari pekerjaan di perusahaan. Jika kamu menolak kerjasama ini." imbuh Wisnu.
" Bolehkah aku meminta satu permintaan saja dari bapak?" tanya Zella.
" Apa itu?" tanya Wisnu.
" Saya mau menandatangani kontrak kerja ini, dengan syarat. Bapak harus menikahi saya, walaupun menikah siri." ucap Zella.
" Saya tidak ingin melakukan perzinahan pak!" ucap Zella pelan.
__ADS_1
" Oh...hanya itu?" tanya Wisnu.
" Iya pak!" jawab Zella singkat.
" Baiklah! Aku akan mengaturnya besok pagi." sahut Wisnu.
Zella mulai menandatangani kontrak itu dengan pelan - pelan.
" Bagus Zella! Mulai sekarang, ingat nama aku! Panggil aku bang Wisnu jika kita berada di luar kantor.
" Baik pak! Eh???? Bang Wisnu!" ucap Zella.
" Bagus! Selama kontrak berlangsung, kamu tinggal di rumah ini dan jika kamu ingin pergi harus aku mengetahuinya dan mendapat ijin dari aku." kata Wisnu.
" Baik pak!" Eh bang!" jawab Zella.
" Kemari lah!" perintah Wisnu. Zella dengan sangat gugup mengikuti perintah Wisnu.
" Kamu masih takut dengan aku, Zella?" tanya Wisnu sambil memegang dagu Zella.
Zella tidak berani menatap mata Wisnu. Zella tidak berani bernafas dengan bebas, ketika wajah Wisnu mendekati wajahnya.
" Kamu menahan nafas?? Hahahaha!!" ucap Wisnu terkekeh dengan kepolosan Zella.
" Ehhh??? Saya tidak berani bang!!" sahut Zella.
" Apa yang kamu takuutkan?" tanya Wisnu.
" Kita belum menikah bang!" ucap Zella pelan.
" Hehehe...Baiklah aku menghargai pandangan kamu soal norma agama." ucap Wisnu.
" Kalau begitu! Malam ini kita menikah!" ajak Wisnu akhirnya.
Wisnu sangat penasaran dengan sekretaris pribadinya itu. Dia ingin melihat, setelah menikah siri. Apa yang bisa gadis itu lakukan untuk melayani dirinya.
" Malam ini bang?" tanya Zella.
" Iya! Semakin cepat semakin baik bukan? Kamu tidak akan berdosa jika melayani aku malam ini." ucap Wisnu sambil tersenyum.
" Ayo!" ajak Wisnu sambil menarik tangan Zella dengan lembut.
" Zella! Setelah menikah! Aku adalah suami kamu! Kamu harus ingat itu bukan?" ucap Wisnu sambil tersenyum.
" Iya bang! Aku akan selalu mengingat nya." sahut Zella pelan.
__ADS_1
*******