PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
PROGRAM HAMIL ANAK KE DUA


__ADS_3

" Luna, aku pamit pulang dulu yah! Weekend aku usahakan main kemari lagi. Rasanya ingin menculik Nura saja. Bayi kamu itu bikin gemes aku, deh." ucap Karin. Galah meraih pundak Karin, menggandeng nya dan mulai keluar dari rumah Luna dan Dodo itu setelah berpamitan dengan Pak Suntoro dan juga Bu Sukma.


Sepanjang perjalanan pulang, Karin terlihat manyun bibir nya. Galah yang sedang menyetir mobil menjadi heran dengan sikap istrinya itu.


" Ada apa sayang?" tanya Galah. Karin masih belum menjawab pertanyaan Galah, suami nya.


" Kita mampir ke kafe dulu yuk!" ajak Galah berusaha membuat suasana hati Karin kembali ceria.


" Kapan- kapan saja, mas! Kita langsung saja pulang. Tapi kita mampir dulu ke warung yang jual rujak cingur. Aku ingin makanan itu." kata Karin. Galah tersenyum mendengar permintaan Karin.


" Oke, siap tuan putri." sahut Galah sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karin masih diam sambil melihat jalan di depannya.

__ADS_1


" Mas, aku ingin memiliki bayi lagi, tapi seorang laki-laki." kata Karin sambil melihat ke arah Galah. Galah tersenyum.


" Aku juga ingin, sayang. Tapi semuanya atas kehendak Nya. Kita seharusnya lebih bersyukur, karena sudah memiliki seorang putri kecil yang cantik. Jadi sebenarnya anak laki-laki maupun perempuan tidak ada bedanya,sayang. Namun jika kamu ingin memiliki bayi laki-laki lagi,aku siap dan senang hati akan menyuntikkan nya di dalam rahim kamu. Bagaimana kalau nanti malam kita bekerja keras lagi, untuk membuat adik bayi kembali," ucap Galah. Karin serta merta mencubit pinggang suaminya dengan gemas. Galah hanya meringis saja lantaran kesakitan.


Galah menghentikan mobilnya di warung yang menjajakan rujak cingur. Warung dengan masakan Jawa Timur an. Karin tersenyum senang, kali ini ia akan makan makanan yang ia ingin.


" Kamu mau mas?" tanya Karin.


" Ada rawon tidak?" tanya Galah. Karin bertanya kepada penjual nya, ada tidak menu rawon yang dicari suaminya.


" Ya sudah, rujak cingur juga tidak apa- apa. Jangan terlalu pedas yah, sayang." kata Galah. Karin menyampaikan pesanan suami nya kepada penjual nya rujak cingur dengan sedang pedasnya. Berbeda dengan dirinya yang suka pedes.

__ADS_1


Setelah rujak cingur yang dipesan Karin sudah siap dibungkus oleh Penjual nya, keduanya akhirnya masuk ke dalam mobil setelah membayar dua porsi rujak cingur itu. Galah mulai menjalankan mobilnya sampai di rumah kediaman mereka.


@@@@@@@


Sesampainya di rumah, Galah tidak membuang-buang waktu lagi. Selama diperjalanan Galah sudah menahan diri untuk mencium istrinya yang menggemaskan. Kini setelah tiba di rumah mereka Galah menahan tengkuk Karin dan mulai mencium nya.


" Mas, kita makan rujak cingur dulu. Ini rujak bisa kurang enak jika tidak langsung dimakan." kata Karin sambil mendorong Galah supaya menghentikan aksi-aksi nya mencium dirinya.


" Bukannya di jalan tadi, kamu ingin baby laki-laki sayang? Ayo kita bikin, mumpung aku lagi semangat dan sangat menginginkan kamu, sayang." ucap Galah dengan senyuman menyeringai.


" Tidak perlu terburu-buru dong, sayang! Kamu ini kalau sudah di rumah tidak memberikan aku kesempatan untuk bernafas, deh. Kamu selalu minta terus." sahut Karin sambil terkekeh.

__ADS_1


" Habis kamu ini sangat menggoda sekali. Apalagi bagian ini kamu bikin ngeces air liur aku. Ukurannya super jumbo. Ini bikin aku ingin banget mimik setiap hari." ucap Galah dengan vulgar. Karin dengan cepat mencibir lengan kekar milik Galah.


" Ayo, kita makan rujak cingur nya dulu." ajak Karin sambil menarik tangan Galah menuju ke ruang makan menikmati rujak cingur yang sudah diberinya tadi.


__ADS_2