PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
BAYI NURA


__ADS_3

Luna sudah pulang dari rumah sakit. Di rumah Dodo sudah mempersiapkan babi sitter untuk merawat putri kecilnya, Nura. Papa dan mama nya masih berada di rumahnya. Lahirnya Nura di dunia ini menjadi cucu yang kesekian untuk Pak Suntoro dan Bu Sukma. Tentu saja Pak Suntoro dan Bu Sukma sangat bahagia sudah menjadi nenek dan kakek.


Sintia saat ini masih di rumah Dodo. Bersama asisten rumah tangga di rumah Luna dan Dodo, Sintia ikut mempersiapkan makan siang hari itu. Kebetulan Galah dan Karin ada di rumah Luna. Karin membelanjakan banyak buah- buahan untuk sahabat nya yang habis melahirkan itu, Luna cantik.


Seperti saat ini, Pak Suntoro, Bu Sukma, Karin, Galah, Luna dan juga Dodo sudah duduk di meja makan. Mereka akan makan siang bersama- sama. Sintia yang tadi ikut menyiapkan makanan bersama asisten rumah tangga di rumah itupun akhirnya ikut bergabung duduk di meja makan bersama yang lainnya. Akhirnya tanpa banyak bicara dan ngobrol semuanya menikmatinya makan siang bersama- sama.


Nura saat ini sedang bersama baby sitter nya. Nura di dalam box bayi di kamarnya.. Rizki saat ini menemani Nura di kamarnya setelah Rizki terlebih dahulu makan ditemani oleh baby sitter nya.


Dodo selalu memperhatikan Luna untuk makan lebih banyak lantaran saat ini Luna juga sudah menyusui Nura. Dodo sebagai suami semakin lebih perhatian dengan Luna. Karin yang melihatnya jadi kepingin memiliki anak yang kedua lagi dari Galah.

__ADS_1


" Tambah lagi, sayang! Kok sedikit makannya?" kata Dodo penuh perhatian dengan istrinya, Luna.


" Heem Luna, ayo ini ada iga bakar kesukaan kamu." sahut Karin.


" Iya, aku mau minta bibi untuk kupasin beberapa buah saja." kata Luna.


" Kamu mau makan buah apa sayang, biar aku yang mengupasnya." ucap Dodo kini seperti suami siaga.


" Siap, aku akan mengupasnya untuk kamu, sayang." kata Dodo. Sintia yang melihat perhatian Dodo terhadap Luna begitu manis menjadi tersenyum.

__ADS_1


" Cie... cie... so sweet deh!" sahut Sintia. Pak Suntoro dan Bu Sukma jadi tersenyum atas perhatian Dodo dengan istri nya.


Pak Suntoro dan Bu Sukma saling pandang. Mereka sih awalnya memang kurang menyukai Luna, namun akhirnya mereka jadi suka dengan menantunya itu. Status janda yang dulu disandang Luna membuat Pak Suntoro dan Bu Sukma melihat sebelah mata Luna. Namun setelah Luna bisa membuktikan kalau dirinya bersama Dodo benar-benar serius dan Dodo memang dari dulu mencintai Luna, akhirnya kedua orang tua Dodo itupun menerimanya.


Tiba-tiba Rizki ke luar dari kamarnya dengan berlari kecil menuju ruang makan.


" Ayah! Adik Nura nangis." teriak Rizki sambil membawa mainan nya. Sintia menyambut kedatangan Rizki itu. Dodo masih sibuk mengupas dan memotong beberapa buah yang diminta oleh Luna.


" Rizki, ayo kita ke kamar bersama tante. Kita ajak main adik Nura supaya tidak nangis." kata Sintia.

__ADS_1


" Iya, ayo tante. Tante adik Nura sukanya bobok melulu, aku ajak main masih belum mau." kata Rizki.


" Adik Nura kan masih bayi, nanti kalau sudah besar bisa main dengan kakak Rizki. Oke?" ucap Sintia. Rizki mengikuti Sintia yang menggandeng tangan nya masuk ke kamar Nura. Di sana baby Sitter sedang mengganti popok Nura. Memang untuk awal- awal seperti ini, Nura belum dibiasakan pakai pempers. Masih bayi merah masih di bedong dan pakai popok dulu.


__ADS_2