PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
MENGHIBUR


__ADS_3

Di rumah Rodeo yang baru. Rodeo seperti mendapatkan rejeki nomplok semenjak menjalin hubungan dengan Lisa. Kenapa tidak? Segala fasilitas dan kebutuhan sehari - hari sangat terjamin oleh Lisa. Rodeo hanya mengikuti kemauan Lisa dan bisa membuat menjadi partner ranjang Lisa serta bikin hati Lisa senang.


Apalagi sekarang ini. Lisa sudah dengan leluasa bergerak jika ingin bertemu dengan Rodeo. Kali ini Lisa datang dengan Udi brondong barunya.


Wajah Rodeo mulai cemberut melihat kedatangan Lisa menggandeng Udi.


" Kenapa kamu bawa Udi kemari Lisa? Aku paling tidak suka kalau kamu mengajak laki - laki lain disini. Kamu boleh berhubungan dengan laki-laki lain, tapi jangan disini dong!" ucap Rodeo.


" Ahai! Kamu cemburu yah? Nanti aku kasih uang jajan lebih ke kamu deh! Jadi biarkan malam ini kita bersenang - senang bersama. Semakin banyak orang kan lebih seru." ucap Lisa dengan tawa bebas nya.


" Udi!" panggil Lisa yang sedang menyiapkan makanan yang dibawa Lisa dari rumah.


" Ada apa Lisa?" sahut Udi.


" Aku mau bir nya dong!" kata Lisa.


" Siap! Nanti aku bawa ke meja!" teriak Udi yang masih sibuk dengan makanan ringan yang dibawa.


" Rodeo! Malam ini kita minum banyak yah! Aku bawa beberapa botol wine nih." ucap Lisa.


" Aku tidak perlu minum wine. Aku pilih bir saja!" ucap Rodeo.


" Boleh! Yang penting nanti kita bisa bersenang-senang bersama loh!" ucap Lisa tanpa basa-basi.


" Tentu saja sayang!" sahut Rodeo sambil mencubit pipi Lisa.


" Bagaimana kabar Rita sekarang?" tanya Rodeo.


" Dia lagi belajar ilmu agama. Kurasa Rita sudah mulai memakai hijab." cerita Lisa.


" Bagus dong! Kamu kapan insyaf nya? tanya Rodeo sambil mengecup leher jenjang Lisa yang kelihatan karena potongan rambutnya yang pendek.


" Kamu juga kapan insyaf nya?" ucap Lisa balik nanya sambil menahan geli karena kecupan dilehernya.


"Lisa!Semakin hari kamu semakin cantik!" ucap Rodeo sambil membuka dua kancing kemeja bagian atas punya Lisa. Sehingga nampak lah keindahannya.


" Aku kan punya banyak duit Rodeo! Kalau aku miskin, mana bisa aku perawatan yang harus keluar duit yang tidak sedikit." sahut Lisa sambil berdiri mengambil botol wine nya.


" Ya ampun! Kamu simpan di tas itu minuman?" tanya Rodeo.

__ADS_1


" Hehehe! Takut di jalan ada pemeriksaan." sahut Lisa sambil meletakkan dua botol wine yang berbeda.


" Yang ini paling mahal!" kata Lisa sambil mengambil satu botol wine itu.


" Pasti cepat bikin mabuk!" sahut Rodeo.


" Kita bersenang - senang!" ucap Lisa.


" Udi! Tunjukkan keahlian kamu!" ucap Lisa.


" Kamu ingin aku ngapain?" tanya Udi.


" Menari lah untukku! Buat aku senang!" ucap Lisa. Rodeo mulai tidak senang jika Lisa memperhatikan Udi.


Udi mulai bereaksi memainkan tarian eksotis setelah menghidupkan musik itu keras. Lisa mulai tertawa terbahak -bahak karena senang dengan tarian Udi. Rodeo hanya melongo. Matanya melotot menyaksikan tarian eksotis Udi yang menggoda.


" Ada yah, manusia seperti kamu!" ucap Rodeo sedikit cemburu dengan kemampuan Udi.


" Nyatanya Udi bisa membuat aku terpukau bukan? Kamu bisa apa Rodeo?" ucap Lisa sambil terbahak-bahak.


Botol wine itu sudah setengahnya terminum sendiri oleh Lisa. Rodeo hanya minum bir saja. Karena malam ini, dia tidak ingin mabuk.


" Aku hanya bisa membuat kamu senang dan bikin kamu tertawa, Lisa!" ucap Rodeo sambil membenamkan wajahnya ke bagian dada Lisa.


" Udi! Lanjutan tarian kamu!" teriak Lisa.


Udi mulai memperlihatkan kebolehan nya yang membuat Lisa semakin melotot matanya. Rodeo yang melihat pertunjukan Udi jadi tidak senang karena cemburu dan iri.


Tiba-tiba Udi menarik tangan Rodeo untuk bergabung menari bersama nya. Rodeo berusaha menolak dan kembali ketempat duduknya. Tapi Lisa mendorongnya ke depan sampai jatuh ke pelukan nya Udi. Lisa tertawa terbahak-bahak.


" Ayolah Rodeo! Tunjukkan kemampuan kamu untuk menari. Ikuti saja gerakan seperti Udi." teriak Lisa sambil tertawa.


Udi mulai membuka kancing kemejanya Rodeo sampai dada bidangnya terlihat. Baju kemeja nya di lemparkan begitu saja. Udi kelihatan sangat mahir melakukan gerakan erotis dari panggung ke panggung. Udi mulai menggoda Rodeo dengan gerakan nakal nya. Rodeo melotot matanya melihat gaya tarian Udi yang bikin jantung berdetak kencang.


Udi mulai turun ke bagian pinggang Rodeo dan mulai melepas gesper yang masih melingkar di celana panjang nya. Sontak Rodeo terdiam mulai merinding. Lisa yang menyaksikan adegan nakal Udi semakin tertawa terbahak -bahak.


" Ayo terus! Lanjutkan Udi!" teriak Lisa senang.


Udi semakin nekat menurunkan celana panjang Rodeo. Sampai akhirnya Udi melakukan gerakan yang bikin Rodeo terdiam menikmati semua perlakuan Udi.

__ADS_1


" Gila kamu Udi!" teriak Lisa senang.


" Ayo terus! Senengnya lihat kalian menari seperti itu! Hahahaha!"ucap Lisa sambil menelan ludah.


" Rodeo! Ekspresi kamu kurang menantang!" teriak Lisa.


" Gila! Aku masih laki - laki normal Lisa!" ucap Rodeo sambil melangkah mendekati Lisa.


" Aduh! Begitu saja marah! Nih minum wine ini! Biar kamu lebih berani seperti Udi. Cuma aku saja kok yang melihat pertunjukan kalian!" ucap Lisa.


" Enggaklah! Aku malam ini gak mau mabuk." sahut Rodeo.


*******


Setelah Lisa mabuk dan tertidur. Rodeo dan Udi duduk di ruang tengah. Mereka masuk dalam obrolan yang ringan dan serius. Rodeo masih menikmati batang rokok yang sudah menyala itu. Sesekali dihisap nya rokok itu perlahan-lahan. Rodeo tampak stres. Dalam hatinya ada kegelisahan dan ketidaksenangan dengan apa yang dilakukan selama ini dengan Lisa. Rodeo ingin meninggalkan semua itu dan kembali hidup normal seperti dahulu.


" Udi! Kamu kenapa mau menjadi simpanan tante kesepian seperti Lisa?" tanya Rodeo mulai menyelidik.


" Aku? Semua karena aku ingin membahagiakan istri dan anak - anakku?" jawab Udi.


" What? Kamu sudah punya istri dan anak? Tapi kamu masih begitu muda. Berapa umur kamu?" tanya Rodeo menyelidik.


" Umur aku 30 tahun. Aku menikah muda Rodeo! Di usia 23 tahun." cerita Udi sambil memandangi tubuh Lisa yang seksi yang lagi tidur terlentang.


" Kamu ingin melakukan nya dengan Lisa?" tanya Rodeo yang menangkap mata Udi melihat tubuh seksi Lisa.


" Tidak! Aku setelah ini akan kembali ke istri ku." ucap Udi.


" Oh ho! Aku salut dengan kamu!" sahut Rodeo.


" Perjanjian nya, aku hanya membuat Lisa senang dengan tarian ku,bukan berarti aku harus melayani Lisa. Aku sudah punya istri. Bagiku istriku adalah surga terindah bagiku." ucap Udi.


" Astaga! Aku semakin tertarik dengan kepribadian kamu Udi!" sahut Rodeo.


" Aku dulu sering diundang ke panggung - panggung hiburan malam untuk menari eksotis seperti itu." cerita Udi.


" Oh ya? Apakah ada yang ingin memboking kamu secara pribadi?" tanya Rodeo penasaran.


" Tentu saja ada dong! Bukankah aku cukup muda,gagah dan ganteng? Tapi aku selalu menolaknya Rodeo. Aku hanya fokus dengan tawaran menari saja,selain itu tidak aku layani." cerita Udi.

__ADS_1


" Ya Tuhan! Aku jadi merasa sedih dengan diriku sendiri. Sekarang aku menjadi seperti ini untuk siapa? Aku tidak punya istri dan anak. Aku hanya mementingkan diriku sendiri. Aku sangat egois!" cerita Rodeo.


" Sudahlah! Jalan masih panjang! Kamu bisa memperbaiki jalan kamu sendiri. Aku juga belum bisa baik. Tapi suatu saat aku akan meninggalkan dunia hiburan seperti ini." kata Udi Akhirnya sambil menikmati kopi hitam dan sebatang rokok yang sudah menyala ditangannya.


__ADS_2