
Lukman mengurungkan niatnya membawa Windi singgah ke penginapan barang satu jam saja untuk meluapkan segala rasa dan keinginan dari Windi. Lukman melihat Windi pun sudah tidur karena kebanyakan minum. Lukman akhirnya tiba di rumah majikannya itu.
Tiba di depan istana Julius itu, Julius sedang duduk di depan sambil tangannya menggenggam ponselnya. Lukman menghampiri Julius dan menyampaikan bahwa nyonya mudanya dalam keadaan mabok. Akhirnya Julius menuju ke mobil itu dan mengangkat tubuh Windi.
Julius membawa Windi masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar utama mereka. Sedangkan Lukman menyandarkan kepalanya karena sangat sedih dengar wanita yang ia cintai nya kini akan kembali dalam dekapan suaminya. Mungkin saja di dalam kamarnya, Windi akan bercengkrama dengan suami nya penuh gairah. Membayangkan wanita yang dia sayangi dan cintai dengan segenap jiwa nya itu menjadikan Lukman menjadi sesak dadanya. Betapa perasaan nya itu tidak bisa dihilangkan. Namun ia sadar, kalau dirinya mencintai istri orang. Lebih tepatnya istri majikannya sendiri.
" Windi, kenapa aku tidak bisa membenci kamu? Aku menyayangimu walaupun aku tahu kondisinya kita sulit untuk bersatu. Sampai kapan kita melakukan hubungan terlarang seperti ini? Namun jika suami kamu tiba, seolah-olah kamu telah direbutnya. Sedangkan aku seperti disingkirkan olehmu. Aku cemburu. Dada ini begitu sesak." gumam Lukman seraya menyeruput kopi sachet yang telah ia buatnya.
@@@@@@@
" Kenapa kamu mabok semalam sayang?" tanya Julius saat Windi selesai mandi.
__ADS_1
" Aku rasa Tery lah yang membuat aku minum terlalu banyak."kata Windi beralasan.
"Kamu bisa menolak nya, bukan? Kalau seperti ini, aku kita melewatkan yang enak- enak semalam. Dan aku sekarang ini harus pergi. Tiba-tiba ada urusan dengan klien di luar kota. Kamu tidak apa- apa kan, jika aku pergi sekarang? Lain waktu kita akan melakukannya sampai berkali-kali." kata Julius dengan sorot mata yang menunjukkan penyesalan.
" Aku menjadi sangat menyesal datang ke pesta Tery jika kamu secepat ini pergi lagi, Padahal aku sudah merindukan saat-saat itu bersama dengan kamu." kata Windi seraya memeluk Julius yang hendak pergi.
" Kamu kan lebih paham aku, aku tidak mungkin melakukan hal itu ketika kamu sedang mabok. Aku tidak suka bau alkohol dimulut kamu. Walaupun aku juga suka minum." kata Julius. Windi menatap sedih Julius yang benar-benar mau pergi pagi hari ini.
" Julius!" keluh Windi.
" Baiklah! Jangan lupa selalu kabari aku, yah sayang!"kata Windi. Julius mengecup bibir Windi lalu melangkah ke luar dari kamar itu.
__ADS_1
Lukman menatap heran ketika melihat Julius kembali menentang tas nya.
" Lukman, titip nyonya muda yah! Ajak dia jalan- jalan jika kamu lihat dia sedih. Pastikan nyonya muda tidak kesepian lantaran aku sedang sibuk dengan urusan bisnis ku." kata Julius. Lukman dengan sopan dan hormat menyimak pesan majikannya.
" Siap tuan muda." kata Lukman. Windi menatap Lukman sambil tersenyum.
" Baiklah, aku berangkat yah!" kata Julius setelah masuk ke dalam mobilnya bersama Pak Drajat asistennya yang sudah menunggu nya di dalam mobil.
Julius beserta Pak Drajat meninggalkan istana megah milik Julius itu. Menyisakan Windi dan Lukman yang masih berdiri mematung di depan rumah itu. Windi memberikan kode atau isyarat mata kepada Lukman. Lukman akhirnya mengikuti langkah Windi yang mengajaknya ke kamar tamu.
" Sekarang lakukan, jika kamu sangat rindu aku." bisik Windi sambil melingkarkan kedua tangan nya ke leher Lukman. Lukman mulai liar membalas dendam atas semua kerinduan nya yang ditahan nya dan seperti hendak meledak.
__ADS_1
" I miss you, Windi!" bisik Lukman dengan nafas beratnya.
" I love you to, Lukman! Sekarang aku milik kamu." ucap Windi pasrah atas kungkungan Lukman atas dirinya.