PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
AKU SUKA KAMU LUNA


__ADS_3

Malam ini Dodo sudah bersiap-siap berangkat ke rumah Luna. Aziz yang sedang duduk santai di kolam belakang rumah memperhatikan Dodo yang membungkus sesuai. Rasa penasaran Aziz membuat ia ingin bertanya kepada adiknya itu.


" Kamu bawa apa Dodo?" tanya Aziz yang melihat Dodo keluar dari dapur belakang membawa bungkusan besar.


" Ini kue ulang tahun dan beberapa kue kering." jawab Dodo sambil tersenyum kepada kakaknya itu.


" Siapa yang ulang tahun?" tanya Aziz.


" Luna, Mas!" jawab Dodo singkat.


Aziz hanya terdiam mendengar jawaban dari mulut Dodo. Dodo kelihatan sangat bahagia sekali malam itu. Di saku celana panjang nya sedikit menyembul karena ada yang disimpan di sana. Entah benda apa yang disembunyikan di dalam saku celananya itu.


" Ribet sekali!!!" ucap Aziz yang menunjukkan ketidaksukaan nya.


" Mas Aziz!!! Luna adalah gadis spesial bagi aku. Jadi boleh dong,jika aku lebih perhatian di hari ulang tahun nya." ucap Dodo.


Aziz diam dan berusaha menyembunyikan perasaan cemburu nya.


" Mbak Aura di mana mas?" tanya Dodo.


" Lagi keluar!" jawab Aziz singkat.


" Oh!! Istri yang baik!" ucap Dodo.


" Apa maksud kamu?" sahut Aziz.


" Eh?? Gak papa mas! Mas aku pergi dulu ya mas!" ucap Dodo buru - buru sebelum terjadi ribut - ribut kecil yang tidak diinginkan.


Dodo mulai masuk kedalam mobilnya yang ada di dalam garasi. Mobil itu mulai dihidupkan dan di keluarkan dari kandangnya. Dengan sangat bersemangat, Dodo menjalankan mobilnya menuju rumah Luna.


*******


" Aku sudah di rumah Luna, Karin," ucap Dodo melalui sambungan telepon nya.


" Oh ya? Tapi aku tidak bisa ke sana malam ini Dodo! Besok pagi saja lah,aku ke sana. Kita buat pesta kecil-kecilan di rumah Luna." ucap Karin.


" Memang nya kamu ada acara apa?" tanya Dodo.


" Tidak ada sih! Cuma aku lagi gak enak badan. Beberapa hari ini, mual - mual dan pusing gitu." cerita Karin.


" Iyalah Ibu hamil muda!" sahut Dodo.


"Galah tidak bakal kasih aku pergi malam - malam!" ucap Karin.


" Ya sudah! Besok pagi saja kamu ke rumah Luna!" kata Dodo akhirnya.


*******


Masih jam sepuluh malam, itu artinya masih dua jam lagi untuk memberi sedikit kejutan kecil untuk Luna. Dodo mulai masuk ke kamar Rizki. Menemani Rizki tidur di dalam kamarnya. Mbak Ita yang tahu Dodo ingin menemani Rizki, segera keluar dan ke kamar nya sendiri.

__ADS_1


Dodo memeluk Rizki yang sudah tertidur dengan pulas. Mengusap lembut kepala nya dengan penuh kelembutan.


Tiba - tiba pintu kamar di buka oleh Luna.


" Eh? Kamu tidur di kamar Rizki?" ucap Luna yang sudah mengenakan pakaian tidurnya.


" He em! Aku hanya ingin memeluk Rizki sebentar saja." ujar Dodo sambil membelai rambut lurus Rizki.


" Oh! Terimakasih Dodo! Kamu bisa menyayangi Rizki,anak aku dengan baik." ucap Luna sambil duduk di pinggir kasur.


" Kamu ngomong apa sih? Rizki sudah aku anggap sebagai anak aku juga." kata Dodo sambil tersenyum.


" Oh!!" sahut Luna sambil berdiri dari tempat nya duduk.


" Eh? Mau kemana?" tanya Dodo sambil cepat meraih tangan Luna.


" Mau buat kopi!" jawab Luna yang kembali duduk di pinggir kasur itu.


" Oh! Aku juga mau yah!" kata Dodo akhirnya sambil mencium punggung tangan Luna.


" Eh??" Luna terkejut dan menatap wajah Dodo yang memperlakukan nya dengan romantis.


" Baiklah! Aku tunggu di luar yah!" ucap Luna sambil berjalan keluar dari kamar itu untuk membuat kopi.


*******


Di depan teras, Luna mulai menikmati kopi hitam buatannya. Dodo masih belum keluar dari kamar Rizki. Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas. Tiba - tiba Dodo menghampiri Luna dengan membawa kue ulang tahun dengan lilin yang menyala di atas nya.


" Eh??" Luna terkejut dengan surprise yang dilakukan Dodo.


" Terimakasih banyak Dodo!" imbuhnya.


" Di tiup lilin nya, Luna!" ujar Dodo.


" Iya! Terimakasih banyak!" sahut Luna sambil meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahun itu.


" Kamu boleh memotongnya, Luna!" kata Dodo sambil memberi pisau kue itu.


" Baiklah!" sahut Luna sambil memotong kue ulang tahun itu dengan potongan kecil. Kue itu diberikan ke Dodo.


" Terimakasih Dodo!" ucap Luna sambil menyuapi kue itu kedalam mulut Dodo. Dodo berganti menyuapi kue itu ke mulut Luna.


" Enak gak?" tanya Dodo.


" Enak! Thanks yah!" jawab Luna.


" Oh iya! Aku ada sesuatu untuk kamu!" kata Dodo sambil merogoh saku celananya.


" Apa itu?" tanya Luna.

__ADS_1


" Coba tebak ini isinya apa?" tanya Dodo.


" Apa yah? Dari tempat nya yang kecil itu bisa jadi Bros, atau cincin yah?" tebak Luna.


" Kamu buka sendiri deh! Ini hadiah dari aku!" kata Dodo sambil memberikan bungkusan kecil itu.


Luna mulai membuka nya dengan hati - hati. Sesekali melihat Dodo yang menatap wajah nya tak berkedip.


" Apa sih? Kamu kenapa ngeliatin aku seperti itu Dodo!" ucap Luna malu - malu.


" Gak papa! Kamu malam ini kelihatan cantik sekali!" kata Dodo.


" Cantik apanya? Orang tidak dandan kok." sahut Luna mulai tersipu.


" Hehehe!" Dodo terkekeh geli melihat reaksi Luna yang salah tingkah dilihatnya terus.


" Wow!!? Bagus Dodo!" teriak Luna yang sedikit tertahan karena takut mengganggu tidur Rizki dan Mbak Ita.


" Bagus yah! Kamu senang Luna?" tanya Dodo.


" Senang sekali! Terimakasih Dodo! " ucap Luna mulai memasang kalung pemberian Dodo.


" Mari aku pasangkan!" kata Dodo sambil berdiri dan mendekati Luna.


Dodo mulai menyibakkan rambut Luna ke depan. Memasang kan kalung itu dengan sangat hati - hati. Dodo mulai berdetak melihat leher putih berjenjang punya Luna. Nafasnya mulai terasa hangat dirasakan oleh Luna.


" Kalung ini jangan di lepas, Luna!" bisik Dodo dekat di belakang telinga Luna. Nafasnya Dodo mulai menghangat. Dengan nekat Dodo mengecup leher jenjang Luna. Luna tiba - tiba bergetar hebat. Matanya terpejam perlahan. Dengan Cepat Luna membalikkan badannya.


" Dodo!" panggil Luna pelan.


" Eh? Hem!!" Kamu tambah cantik dengan kalung itu!" ucap Dodo sambil mengusap pipi Luna dengan lembut.


" I love you Luna!" kata Dodo lirih.


" Oh! I love you to!" jawab Luna akhirnya.


Dodo terkejut dengan jawaban Luna.


" Benarkah?" tanya Dodo senang. Luna hanya mengangguk pelan.


" Terimakasih Luna! Kamu akhirnya bisa mencintai aku." ucap Dodo sambil tersenyum.


" Aku boleh minta sesuatu dari kamu tidak?" tanya Dodo yang mulai takut - takut.


" Apa itu?" tanya Luna yang wajahnya mulai merona karena wajah Dodo semakin dekat dengan nya.


Dodo mencoba meraih dagu Luna. Dengan keberanian yang ekstra Dodo mendekat kan bibirnya dengan bibir Luna. Akhirnya kecupan mesra itu terjadi diantara mereka.


Usia mereka sudah tidak lagi remaja. Mereka sudah sama - sama dewasa. Mereka sudah matang dalam materi dan mental. Tapi belum cukup berani untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Mungkin hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

__ADS_1


Dan jodoh? Mungkin hanya Tuhan yang mengaturnya. Tetapi pilihan manusia itu sendiri yang menentukan takdirnya.


******


__ADS_2