PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
RITA LEBIH BAIK


__ADS_3

Pagi ini Lisa sengaja minta ijin suaminya Pras untuk berkunjung di rumah Rita sahabat dekatnya dulu. Rita yang sengaja diantar oleh sopir pribadinya menjadi pribadi yang penurut sekarang ini. Pakaian dan penampilan nya sudah mulai berubah seiring waktu. Arahan guru spiritual nya yang mendorong nya menjadi istri dan pribadi yang baru. Berusaha menjadi lebih baik dari kemarin yang pernah Lisa lalui.


Di kediaman Rita, Lisa sudah duduk di ruang tamu yang di sambut sangat hangat dan bersahabat oleh Rita. Kini Rita sudah berubah penampilan nya 180 derajat. Pakaian yang dulu dikenakan selalu mini dan menampakkan keseksian tubuhnya,kini menjadi tertutup dengan jubah dan kerudung yang menutupi lekuk - lekuk tubuhnya.


Rita tersenyum dengan kedatangan Lisa yang berpakaian rapi dan tertutup. Memang belum mengenakan hijab di kepalanya. Tetapi penampilan nya sudah mulai tertutup jauh dari pada yang dulu dikenakan nya.


" Rita! Aku bisa belajar banyak dari kamu?" tanya Lisa dengan suara pelan.


" Aku juga masih belajar Lisa. Tapi kita bisa saling berbagi ilmu untuk menjadi istri yang baik." sahut Rita.


" Aku sudah mengundang guru spiritual untuk membimbing aku, Rita!" cerita Lisa sambil tersenyum.


" Itu berita sangat bagus Lisa! Kalau kamu mau dan ada waktu, kita bisa bersama ikut majlis ta'lim." kata Rita bersemangat.


" Benarkah?" tanya Lisa sungguh - sungguh.


" Tentu saja! Aku senang kamu bisa sadar dan memperbaiki kesalahan yang pernah kita perbuat. Kita harus banyak-banyak bertaubat, Lisa!" ucap Rita sambil menunduk kan kepalanya.


" Rita! Kita manusia biasa, pasti selalu pernah berbuat salah dan kesalahan. Apa pun itu, kita hanya bisa menyesali,bertaubat dan berusaha tidak kembali menjalani kesalahan yang pernah kita perbuat." ujar Lisa.


" Iya Lisa! Aku sangat senang kamu bisa datang menemui aku lagi. Kita bisa bersahabat lagi seperti dulu." kata Rita.


" Bagaimana hubungan kalian berdua setelah kejadian video itu tersebar?" tanya Lisa.


" Aku dan suami aku?" tanya Rita.


" Iya!" sahut Lisa.


" Alhamdulillah! Suami aku saat itu sangat bijaksana dalam menghadapi segala permasalahan itu. Walaupun keluarga suamiku memaksanya untuk menceraikan aku. Tetapi, suamiku tetap berusaha mempertahankan pernikahan kami. Cukup lama,aku dipandang sebelah mata oleh keluarga suamiku. Aku anggap semua adalah hukuman sosial yang harus aku terima karena kelakuan bejat ku. Tapi sekarang? Alhamdulillah, berangsur-angsur mereka bisa memaafkan aku dan menerima aku dengan sangat hangat di keluarga besar ku." cerita Rita sambil tersenyum hangat.


" Aku ikut senang mendengar nya,Rita!" ucap Lisa.


" Bagaimana dengan kamu?" tanya Rita.


" Aku menikah kembali dengan Pras! Di depan kyai kami mengulangi ikrar pernikahan kembali. Selama ini, kami sama - sama melakukan tindakan yang bodoh dan merugikan diri sendiri. Kami tidak mensyukuri semua yang telah Tuhan berikan kepada kami. Aku yang memiliki Pras,suami yang giat bekerja dan bertanggung jawab. Demikian juga dengan aku. Kami sama-sama dibutakan oleh nafsu dan syahwat yang liar. Kebebasan yang tidak terkontrol. Semua karena kami sudah memiliki segalanya. Harta yang melimpah dan juga anak." cerita Lisa.


" Syukurlah! Mas Pras dan aku bisa saling memahami dan memaafkan. Semoga kita selalu Istiqomah dalam menjalin hubungan rumahtangga ini dengan harmonis, mawadah warahmah." imbuh Lisa sambil tersenyum senang.


" Aamiin ya rabb!" sahut Rita ikut senang.


*******


Di sebuah club' kafe, Momo sedang duduk seorang diri. Di depannya ada minuman beralkohol yang berkadar tinggi. Matanya mulai sayu menatap lampu - lampu disko. Sudah beberapa kali,Imey meminum gelas kecil yang berisi minuman yang membikin mabuk.


Tiba - tiba seorang pemuda yang cukup gagah dan keren dengan penampilan anak muda masa kini. Penampilan nya sangat menarik dan baju yang dikenakan bermerk. Pemuda itu mendekati Momo yang sudah duduk lunglai.

__ADS_1


"Hai gadis!" sapa pemuda itu sambil meraih tubuh Momo.


"Hai! Kamu siapa?" tanya Momo dengan bola mata yang meredup.


" Kenalkan aku Wisnu! Dimana rumah kamu? Biar aku antar pulang!" ujar Wisnu mulai merapatkan badannya lebih dekat dengan Momo.


" Antar kan aku di perumahan B. Nanti aku bayar kamu!" ucap Momo yang sudah mulai mabuk dengan reaksi alkohol yang diminum nya.


Wisnu memapah tubuh Momo keluar dari club' itu menuju mobil pribadinya. Dengan cepat melaju mobilnya sesuai arahan Momo.


" Rumah nomer berapa?" tanya Wisnu sambil menyetir mobilnya.


" 13G jalan Kamboja." jawab Momo sambil tidur di jok mobil Wisnu.


" Kamu kenapa ke club' sendiri? Pakai acara minum banyak lagi!" ucap Wisnu.


" Aku lagi sedih, semua orang meninggalkan aku. Aku butuh duit untuk memenuhi segala kebutuhan ku dan keluarga ku di kampung." cerita Momo.


" Kamu dulu kerja dimana?" tanya Wisnu menyelidik.


" Aku ngerjain om Pras saja! Hahahahaha!" sahut Momo mulai ngaco bicara nya.


" Aku jadi simpanan om- om kata!" imbuh Momo sambil tertawa terbahak bahak.


" Tapi sekarang aku tidak dipakai lagi!" ucap Momo.


" Kamu tidak ingin kerja yang lain?" tanya Wisnu.


" Aku tidak punya keahlian! Apakah kamu orang berduit? Aku mau ngerjain kamu dengan baik jika kamu mau!" ucap Momo menggoda.


" Hah? Aku tidak suka cewek kayak kamu!" sahut Wisnu.


" Maksudnya?" tanya Momo.


" Cewek yang menjalin hubungan karena materi." jawab Wisnu.


" Oh! Kamu ingin gratisan?" tanya Momo sambil tertawa terbahak bahak dan semakin ingin menggoda Wisnu yang berbadan kekar dan besar.


" Aku menyukai hubungan yang memakai hati dan rasa. Bukan karena birahi dan nafsu saja." ucap Wisnu.


"Hahahahaha! Aku ingin tahu. Apakah ucapan kamu bisa menyakinkan aku,jika aku menggoda mu dengan cara ku." ucap Momo mulai membuka baju bagian atasnya. Mulai tampaklah gundukan daging dua itu menyembul ke atas.


"Aku lagi nyetir nona! Sangat berbahaya jika kamu menggodaku." ujar Wisnu.


"Oh ho! Kamu takut terpancing hasrat kamu?" tanya Momo.

__ADS_1


"Tentu saja! Aku laki - laki dewasa dan sangat normal." sahut Wisnu semakin mempercepat laju mobilnya.


"Ini benar rumah kamu bukan?" tanya Wisnu.


" Oh iya benar! Terimakasih sudah mengantar aku. Mampirlah sebentar! Akan aku kasih gratis untuk kamu malam ini." ucap Momo.


" Turunlah! Aku tidak doyan wanita mabuk seperti kamu!" ucap Wisnu galak.


" Oh ho! Aku jadi penasaran terhadap kamu!" ujar Momo mulai merapatkan badannya lebih dekat dengan Wisnu dan mencari tempat yang sensitif punya Wisnu.


Tangan Momo mulai membuka resleting celana Wisnu dan mengambil sesuatu di dalamnya.


Momo dengan cepat membuat pergerakan supaya Wisnu mulai terpancing dan tergoda.


"Kamu ngapain? Aghhhh!" ucap Wisnu mulai men de sah dengan kelakuan Momo yang super binal dan nakal.


"Lepas! Aku tidak suka dengan cewek binal seperti kamu!" ucap Wisnu sambil menahan hasrat nya.


" Cukup! Hentikan!" teriak Wisnu lalu dengan kasar mendorong kepala Momo sampai jatuh keluar dari mobilnya.


"Hahahahaha! Apakah kamu banci? Apakah kamu homo?" teriak Momo marah karena dorongan Wisnu yang kasar.


" Sudahlah! Masuklah kamu ke dalam rumah! Aku pergi!" ucap Wisnu sambil menutup kembali pintu mobilnya dan menghidupkan kembali mobilnya.


" Cewek gila! Liar! Semoga tidak ber penyakitan." kata Wisnu pelan.


" Astaga! Aku bisa gila!" gumam Wisnu lalu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Halo!" ucap Wisnu setelah panggilan keluar nya sudah tersambung dan diangkat orang yang dimaksud


" Iya sayang!" sahut cewek di seberang telepon.


" Cepat segera ke rumah aku! Aku butuh kamu malam ini!" ucap Wisnu sedikit memaksa pada cewek itu.


" Besok saja! Suamiku ada di rumah!" jawab cewek itu.


" Aku tidak mau tahu! Cepat datang ke rumahku atau aku bisa dengan nekat datang ke rumah kamu!" ucap Wisnu mengancam.


" Oh ho! Jangan dong sayang! Baik aku segera ke rumah kamu!" ucap cewek itu akhirnya.


" Aura! Cepat jangan Sampai kesabaran aku habis!" ujar Wisnu.


" Iya! Iya! Aku segera datang! Kamu kenapa sih jadi kesetanan kayak gitu!" kata cewek itu ternyata tidak lain adalah Aura,istri dari Aziz.


" Pokoknya cepat aku tunggu. Kamu tahu kalau kamu datang terlambat! Hukuman kamu dua kali lipat dari biasanya." ucap Wisnu mengancam.

__ADS_1


" Iya sayang! Ini aku segera OTw!"ucap Aura akhirnya.


__ADS_2