
Di rumah sakit itu, Momo masih dirawat secara intensif. Julius menghubungi ke tempat panti asuhan dimana Momo sering berkunjung ke sana. Di sanalah Julius yang datang bersama dengan Pak Jon menjumpai pembina dari panti tersebut. Akhirnya Julius bertemu dengan Pak Slamet serta bu Slamet. Julius menyampaikan bahwa saat ini Momo sedang dirawat di rumah sakit dan mengalami luka bakar yang cukup serius.
Setelah Julius memberikan kabar hal tersebut kepada mereka, Julius kembali ke kantor. Julius berniat memblokir semuanya dari Momo dari nomer ponselnya, serta menarik aset seperti apartemen untuk Momo. Julius tidak ingin berhubungan dengan Momo yang kini berubah menjadi sangat buruk wajahnya karena luka bakar tersebut..
Momo masih di rumah sakit itu. Namun biaya rumah sakit untung nya masih di tanggung oleh Julius. Setelah kondisi Momo berangsur-angsur baik, Bu Slamet dan Pak Slamet cukup lega. Momo masih diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Momo masih berbaring di atas tempat tidur rumah sakitnya. Air matanya menetes di ujung matanya. Bu Slamet memegang punggung tangan Momo.
" Bu Slamet, sekarang aku sudah tidak cantik lagi. Aku sekarang telah cacat. Pasti semua akan jijik melihat aku. Orang-orang yang dahulunya menyukai dan mendekati aku, akan menjauhi aku dan membenciku." kata Momo seraya berguncang pundaknya karena tangisnya yang mulai meledak.
" Sabar yah, nak! Ada rahasia dari semua peristiwa ini. Yang pasti Tuhan lebih menyayangi kamu supaya kamu ke jalan yang lebih baik." sahut Bu Slamet. Pak Slamet pun membenarkan ucapan istrinya.
" Tapi aku sangat malu dengan semua keadaan ku ini, pak, bu! Aku seperti monster." kata Momo.
__ADS_1
" Tidak, nak! Kami akan menyayangi kamu." ucap Bu Slamet.
" Bu, pak, apakah aku boleh tinggal di asrama bersama adik- adik yang lain?" kata Momo.
" Tentu saja, nak! Kamu boleh tinggal di sana. Pintu kami terbuka lebar untuk kamu, nak." sahut Bu Slamet.
" Tapi apakah tidak apa- apa jika aku pulang ke panti? Aku takut nanti adik- adik jijik dengan aku." ucap Momo.
" Tentu tidak dong sayang! Ibu dan pastikan jika adik- adik di panti akan menyayangi kamu." ucap Bu Slamet. Terimakasih bu!" kata Momo.
Momo kini pulang ke panti setelah pulih dari luka bakar nya. Bu Slamet beserta adik- adik panti kembali membuat makanan dan jajanan yang akan dititipkan ke tempat- tempat orang yang jualan. Momo ikut serta dalam usaha yang dikembangkan oleh Panti tersebut atas binaan Bu Slamet beserta Pak Slamet.
__ADS_1
Betapa Momo sangat berharga dan bahagia ditempat barunya. Adik- adik panti begitu sangat menerima kehadiran nya dengan tulus tanpa melihat rupa, harta benda.
Sampai jam istirahat, Momo masuk ke kamar dan mulai membuka pesan yang masuk.
" Tidak ada pesan satupun dari Julius. Apakah dia sudah melupakan aku dan meninggalkan aku? Bahkan pesan ku tidak dibalesnya. Mungkin lantaran wajahku saat ini sudah buruk rupa. Julius tentu saja tidak menginginkan aku dengan wajah yang rusak dan menjijikkan seperti ini." pikir Momo.
Ketukan pintu kamar Momo membuyarkan lamunan nya. Momo segera membukakan pintu kamarnya. Momo mendapati ibu Slamet atau ibu panti mendatangi kamarnya.
" Bu Slamet! Ada apa bu?" tanya Momo.
" Kamu belum tidur yah, nak?" tanya Bu Slamet. Momo mengangguk pelan.
__ADS_1
" Kamu beristirahat lah, jangan memikirkan masa yang sudah lalu, nak! Itu pesan dari ibu."
" Iya bu." sahut Momo seraya memeluk bu Slamet sambil menumpahkan segala perasaan nya.