PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
MALAM ITU


__ADS_3

Di balkon hotel kamar pasangan pengantin baru itu, terlihat kemesraan pasangan yang lagi hangatnya. Pria itu memeluk erat si wanita penuh kehangatan. Betapa malam yang dingin itu tidak berasa karena mereka saling merapat dan tanpa ada jarak. Senyum dan kebahagiaan terpancar dari keduanya. Laki-laki itu memeluk wanita nya dari belakang. Tidak puas dengan itu, laki-laki itu mulai mengecup leher jenjang yang putih menggoda. Wanita itu mendes@h pelan. Kini laki-laki itu membalikkan si wanita itu hingga mereka saling berhadapan. Kedua mata itu kini saling pandang dan beradu. Wanita itu kini melingkarkan kedua tangannya ke leher laki-laki itu.


Laki-laki itu mendahului nya dengan mengecup bibir merah delima dari wanitanya. Wanita itu tersenyum dan semakin menantang.


" Masuk ke dalam yuk!" ajak laki-laki itu.


" Tidak! Aku ingin di sini dahulu." tolak si wanita dengan senyumannya. Laki-laki itu nekat mengulangi aksinya mengecup bibir merah delima milik wanita itu. Namun ciuman nya tidak lagi sebentar. Kini laki-laki itu mulai bermain- main di daerah sana. Sesekali tangannya mulai menyentuh bagian- bagian lain di tiap-tiap jengkal bagian tubuh si wanita itu. Kini ciuman itu semakin berbalas. Wanita itu tidak ingin pasif dan membalas ciuman itu dengan permainan yang semakin memancing gelora hasrat si pria itu.


Pria itu mulai berani membuat si wanita itu melenguh karena tangannya yang mulai nakal menerobos ke balik kemeja yang dikenakan si wanita. Tangan itu mulai merem@s dua bukit kembar yang menjadi hiasan dari wanita itu. Laki-laki itu mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan wanita yang dihadapannya. Mata wanita itu mulai membulat tatkala kepala si pria mulai menyes@p, mem@inkan dua benda kenyal itu.


Entah siapa yang menggiring keduanya, akhirnya mereka pelan- pelan masuk ke dalam kamar. Dengan masih terpaut dengan ciuman yang panas dan panjang, keduanya saling menger@ng, mendes@h, dan pada akhirnya keduanya sama-sama saling membantunya melepaskan kain yang melekat di tubuh mereka. Kini keduanya sudah di atas peraduan.

__ADS_1


Laki-laki itu masing mendominasi permainan dan berada di atas b@dan si wanita. Dari atas sampai bawah, si laki-laki itu tidak melewatkan untuk menciumnya. Dengan menyes@pnya, menggigit pelan karena gemas.


" Dodo, kamu menyakiti aku." ucap wanita itu. Iya, wanita itu adalah Luna. Luna yang saat ini sudah menjadi istri dari Dodo. Kedua pasangan pengantin itu sedang melakukan ritualnya di malam pertama di sebuah hotel. Mereka saat ini tidak melewatkan malam pertamanya setelah acara pernikahan mereka.


"Maaf, aku akan pelan melakukan nya." sahut Dodo dengan suara serak karena nafasnya yang mulai memburu.


" Kamu tahu kan, Do? Aku masih perawan." bisik Luna dengan suara yang manja. Dodo kini tersenyum lebar.


" Kamu yakin kalau masih perawan? Aku akan membuktikan nya." goda Dodo. Luna tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya karena Dodo sudah liar bermain di bawah sana memainkan bukit kecil kepemilikannya. Di sana sudah mulai basah. Di tempat itu sudah siap untuk menerima sesuatu benda yang akan menghantarkan keduanya ke negeri yang penuh kenikmatan.


" Kamu suka?" tanya Luna. Dodo tersenyum sambil memainkan matanya.

__ADS_1


" Terimakasih, Luna sayang!" ucap Dodo kembali mencium pipi Luna.


" Dodo! Aku mau mandi!" kata Luna. Namun Dodo masih menahan tubuh Luna itu dalam pelukan nya.


" Sebentar lagi! Nanti kita mandi bersama-sama." sahut Dodo. Luna akhirnya menurut apa yang di inginkan Dodo.


Pasangan pengantin itu masih sama-sama mengatur nafasnya setelah bermain di atas peraduan.


" Aku bahagia Luna! Aku benar-benar bahagia bisa menjadikan kamu istri aku." ucap Dodo.


" Benarkah?" sahut Luna sambil mendongakkan kepalanya. Dodo mengusap puncak kepala Luna yang kini benar-benar sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


" Kamu tahu dengan pasti, kalau aku dari dahulu mencintaimu dan menginginkan kamu menjadi pendamping hidupku. Dan untung saja aku masih sabar dan menanti hari ini." kata Dodo. Luna malah dengan nakal mulai mendekati bibir Dodo dan memulai menciumnya. Dodo kini membalasnya. Akhirnya pergumulan itupun terjadi dan kali ini Luna lah yang mulai mendominasi. Dodo dibuat terperanjat dan tersenyum dengan permainan Luna yang membuat Dodo tidak dapat berkutik.


" Luna!" ucap Dodo lirih sambil menyentuh kedua bukit kembar yang menantang di depan mata Dodo.


__ADS_2