PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
WINDI ISTRI JULIUS


__ADS_3

Di rumah cukup besar seperti istana itu hanya dihuni oleh Julius, istrinya dan beberapa asisten rumah tangga nya. Di tambah sopir pribadi yang disiapkan untuk istrinya jika pergi berbelanja, arisan dengan ibu- ibu muda sosialita maupun ke rumah orang tuanya. Tukang kebun pun juga ada di rumah besar itu. Windi, adalah istri dari Julius. Tidak ada kerjaan atau pun pekerjaan dari Windi selain perawatan tubuh, wajah, shoping, serta kumpul- kumpul dengan wanita- wanita kalangan atas.


Windi sudah siap dengan gaun malamnya hendak bepergian. Julius yang melihat penampilan Windi menjadi terpana akan kecantikan istrinya itu.


" Kamu mau kemana sayang?" tanya Julius seraya memeluk pinggang Windi dari belakang. Windi tersenyum menatap bayangan dirinya bersama Julius suami nya itu dari pantulan cermin di depannya yang besar, full body tingginya.


" Ada pesta ulang tahun Tery. Kali ini acaranya akan dilaksanakan di kafe. Apakah kamu ingin ikut aku?" Windi menawarkan.


" Oh, tidak tidak, aku di rumah saja. Biar Lukman yang mengantar kamu ke acara pesta itu. Pastikan jangan terlalu larut malam, ya sayang? Bersikap siaplah, nanti malam aku akan meminta jatahku beberapa trip." Julius membisikkan ke telinga Windi. Windi kini membalikkan tubuhnya hingga kedua nya saling berhadapan. Senyum itu terlihat mengembang.


" Baiklah, aku akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk suami aku tercinta." sahut Windi. Julius mengecup bibir Windi yang sudah mengenakan lipstik yang merah tebal. Windi mengusap bekas lipstik di bibit Julius suaminya.

__ADS_1


" Jangan banyak minum, ya sayang! Ingat itu!" kata Julius.


" Tenang lah, aku tidak akan mabok. Aku pergi yah, sayang!" ucap Windi. Julius mengantarkan kepergian Windi sampai di depan pintu utama. Windi mulai meninggalkan rumah mewah yang seperti istana itu bersama sopir pribadinya. Julius mulai menghubungi seseorang dan melakukan video call nya.


" Hai!" sapa Momo di seberang sana terlihat sedang berendam di dalam bathub. Julius menelen ludahnya.


" Hai, kamu cantik sekali! Dan terlihat lebih segar." kata Julius kembali jakun nya naik turun lantaran menelan ludahnya sendiri.


" Hai, Hai kapan kamu kemari?" tanya Momo dengan gaya seksinya yang manja.


" Cepatlah kemari, aku selalu menunggu kamu!" ucap Momo. Julius mulai membuka kaos oblong nya karena terasa gerah.

__ADS_1


@@@@@@@


" Tuan muda Julius semakin terlihat segar dan muda." kata Lukman sambil melirik ke arah Windi yang saat ini menatap jalanan di depannya. Windi selama bersama dengan sopir nya selalu duduk di sebelah sopir pribadinya itu.


" Kamu juga tidak kalah gantengnya dengan Julius. Bahkan kamu bisa membuatku lebih muda daripada umurku yang sekarang." sahut Windi. Lukman tersenyum mendengar ucapan Windi yang meneduhkan bagi Lukman.


" Apakah ada acara minum- minum kembali, Win?" tanya Lukman. Kedekatan antara Lukman dengan Windi sudah lebih dari apa pun. Bahkan bisa lebih dekat dari seorang Julius, suaminya Windi.


"Hanya sedikit saja kok. Ini sebagai bentuk kekompakan kami saja kok." sahut Windi.


" Aku tidak akan membiarkan kamu minum terlalu banyak. Ingat, Julius pasti menunggu kamu malam ini." ucap Lukman. Ada kecemburuan di sana.

__ADS_1


"Apakah kamu cemburu?" sahut Windi. Lukman sesaat tertawa lebar menyembunyikan getir di hatinya.


" Aku akan pastikan, sebelum pulang menemui Julius ku, aku akan memberikan kebahagiaan itu untukmu Lukman. Nanti di kafe itu. Jangan jauh- jauh dari aku. Oke?" kata Windi. Lukman menyeringai mendengar Windi menjanjikan itu padanya.


__ADS_2