PARTNER TERPANAS KU

PARTNER TERPANAS KU
PESTA


__ADS_3

Persiapan pernikahan Aziz dengan Aura sudah hampir seratus persen. Aziz masih terlihat santai menjelang pernikahan nya dengan Aura. Aziz mulai bimbang dengan pernikahan nya. Mau tidak mau, ia harus bersanding dengan Aura bukan Luna.


Setelah Luna datang ke rumahnya dan melihat adegan yang tidak pantas untuk diperlihatkan itu, Aziz mulai membuka matanya. Bahwasanya, dia memang harus bertanggung jawab atas segala perbuatan nya kepada Aura.


Aziz dan Aura terlihat duduk di sudut kafetaria. Aziz dan Aura menikmati segala menu yang sudah di pesannya. Di atas meja itu,ada beberapa minuman dan makanan yang siap dimakan. Aziz terlihat malas untuk memakan menu makanan yang sudah tersaji didepannya.


"Ayo Mas! Dimakan!" ajak Aura.


" He em! Kamu makan yang banyak!" ucap Aziz yang berusaha memberi perhatian dengan Aura.


" Hem! Setelah ini,aku permisi dulu mas! Ada kawanku dari Australia baru datang ke Indonesia." kata Aura.


" Siapa?" tanya Aziz.


" Kawan SMA sewaktu di Indonesia." jawab Aura.


" Oh!" sahut Aziz.


" Kamu tidak apa - apa kan? Jika aku pulang duluan?" ucap Aura.


" Tidak apa-apa!" sahut Aziz.


" Hehe! Terimakasih atas pengertiannya Mas!" kata Aura sambil berdiri dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangannya.


Tidak berapa lama kemudian, Aura mulai melahap menu kesukaan nya.


" Punyaku sudah habis! Tinggal makanan kamu Mas!" kata Aura sambil melihat makanan Aziz yang masih utuh.


" Lagi gak selera makan." ucap Aziz sambil minum juz.


" Tadi kenapa pesan kalau tidak mau makan!" sahut Aura.


" Hem ya sudahlah! Bayar saja! Aku juga mau pulang ke rumah." kata Aziz.


" Baiklah!" kata Aura sambil mengambil dompet Aziz yang tebal.


" Kamu beneran tidak mau aku antar ke rumah kawan kamu?" tanya Aziz.


" Tidak usah! Aku naik taksi saja Mas!" jawab Aura lalu pergi ke tempat kasir.


Setelah membayar tagihan di kafetaria itu, Aura langsung pamit dan meninggalkan Aziz. Aziz pun ikut berlalu meninggalkan kafetaria itu,kembali kerumahnya.


*******


Di sebuah rumah yang terlihat elegan dan mewah. Tampak beberapa pasang pemuda mengadakan pesta kecil-kecilan. Tampak Aura sedang duduk bersandar di bahu seorang pemuda tampan. Senyuman Aura mengembang dan terlihat kegembiraan nya terpancar bersama pemuda tampan itu.


Kawan - kawan Aura yang saling berpasangan itu mulai menikmati minuman dan hidangan yang sudah disiapkan oleh yang punya rumah.

__ADS_1


Di ruangan itu ada enam pasangan muda-mudi yang menyambut kedatangan seorang pemuda yang didaulat sebagai tuan rumah itu. Namanya Wisnu. Wisnu adalah kekasih Aura ketika masih tinggal dan bersekolah di Australia. Wisnu adalah kawan SMA Aura.


"Kamu tidak makan Aura?" tanya Wisnu.


" Nanti saja! Tadi sebelum kemari, aku sudah makan kok." jawab Aura sambil meletakkan kepalanya dipundak Wisnu.


" Kamu dari dulu selalu manja!" ucap Wisnu sambil mencubit hidung Aura.


" Aura!" panggil Ana yang memegang minuman beralkohol rendah.


" Iya ada apa Ana?" sahut Aura.


" Aku dengar kamu akan segera menikah yah?" tanya Ana.


" Iya!" jawab Aura singkat yang membuat Wisnu terkejut.


" What? Dengan siapa kamu menikah?" tanya Wisnu.


" Dengan cowok pilihan orang tua." jawab Aura.


" Tapi kamu suka kan?" tanya Ana.


" Suka saja!" sahut Aura.


" Lalu? Kepulangan aku ke Indonesia hanya akan menerima berita menyedihkan ini?" ucap Wisnu.


" Hahahaha! Bukankah kamu sudah ada Rosi?" sahut Aura.


" Kalau begitu,ayo menikah dengan aku!" sahut Aura.


" Ogah! Aku harus mengelola usaha papi di sini dulu. Aku belum siap untuk menikah Aura!" cerita Wisnu.


" Ya sudah! Biarkan aku menikah. Lagi pula kita masih bisa berhubungan." ucap Aura.


" Hahahaha." Ana yang mendengar percakapan diantara Wisnu dan Aura hanya tertawa terbahak -bahak.


" Tapi aku tidak suka diduakan." sahut Wisnu.


" Hah? Kita satu sama Wisnu. Bukankah kamu juga menjalin hubungan dengan Rosi waktu di Australia?" kata Aura.


" Tapi kan, kamu memang pulang ke Indonesia dan meninggalkan aku! Sekarang aku sudah single." ucap Wisnu.


" Ya sudah! Menikahlah dengan


aku!" sahut Aura.


" Tidak bisa kalau dalam waktu dekat ini! Aku harus memulai karier terlebih dahulu." ucap Wisnu.

__ADS_1


" Kalau begitu relakan aku menikah dengan laki-laki lain!" sahut Aura.


" Kamu mencintai laki - laki itu?" tanya Wisnu.


" Iya! Aku mulai menyukainya!" jawab Aura.


" Dibanding aku?" tanya Wisnu.


" Kamu lebih dahulu hadir mengisi hatiku Wisnu! Jadi kamulah yang nomer satu." ucap Aura.


" Kamu terlalu serakah menginginkan dua hati laki-laki sekaligus." sahut Wisnu.


" Memang itulah kenyataannya." ucap Aura.


" Aura!" panggil Sasa sambil memberi satu botol wine.


" Thank you yah!" sahut Aura sambil menerima pemberian Sasa.


" Malam ini, kita bersenang - senang saja Wisnu! Sebelum aku akhirnya melepas masa lajang ku bersama laki - laki yang bukan kamu." kata Aura.


" Baiklah! Aku memang sangat menginginkan kamu dan kangen dengan kamu!" ucap Wisnu sambil menuang botol wine itu kedalam gelas kecil.


Dengan sekali tegukan,gelas yang berisi minuman yang beralkohol tinggi itu habis masuk dalam mulutnya. Sekali tegukan kurang. Dia kali teguk masih ingin tambah lagi. Sampai akhirnya setengah dari botol wine itu diminum oleh Wisnu. Sisanya diminum oleh Aura.


" Wisnu!"Aku ke kamar pribadi kamu yah?" kata Gagah yang sudah menggandeng Sasa.


" Jangan! Kamu bisa ke kamar tamu saja! Itu kamarnya paling sudut!" kata Wisnu sambil menunjuk kamar tamu yang di maksud.


" Baiklah! Aku pakai dulu yah!" kata Gagah sambil memapah Sasa masuk ke kamar tamu paling sudut.


" Kenapa kamu tidak kasih kamar pribadi kamu untuk mereka?" tanya Aura.


" Karena malam ini aku ingin menghabiskan malam dengan kamu. Kita akan bersenang-senang sebelum kamu menikah dengan laki-laki lain." ucap Wisnu.


" Baiklah! Aku juga sudah kangen dengan kamu!" sahut Aura.


" Kita turun yuk!" ajak Wisnu sambil menarik Aura untuk berjoget dengan irama musik yang ada.


Beberapa kawan - kawan Wisnu bersenang-senang sambil berjoget bersama. Di tangan mereka gelas yang memabukkan. Pasangan muda mudi itu merayakan kepulangan Wisnu dengan penuh kebebasan. Pergaulan anak muda metropolitan yang sudah mulai keluar dari garis kesusilaan.


Wisnu mulai memeluk Aura dengan penuh hangat. Kedua tangan Aura dilingkarkan dileher Wisnu dengan penuh kerinduan. Perjumpaan mantan pacar itu menjadi moments yang indah diantara keduanya. Alunan musik berubah menjadi lebih slow.


" Aku kangen kamu Aura!" ucap Wisnu.


" Aku juga rindu sentuhan kamu!" sahut Aura.


" Aku mau Aura!" kata Wisnu.

__ADS_1


" Mau sekarang?" tanya Aura sambil tersenyum hangat.


" Kita ke atas yuk!" ajak Wisnu sambil menarik lengan Aura dan membimbingnya naik ke atas tangga menuju kamar utama.


__ADS_2