Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Kedatangan Mama Selly & Papa Roy


__ADS_3

Hari ini hari pertama Alesha kembali mengajar setelah cuti pernikahan nya. Pandangan orang-orang disekitar nya tidak lah lagi sama, kalau dulu ada yang memandang meremehkan, membicarakan nya secara terang-terangan ataupun dibelakang, dan berbagai situasi yang membuat Alesha tak nyaman, kini tak lagi ia lihat situasi buruk itu.


Mungkin bagi sebagian orang apa yang dirasakan atau orang-orang diluar sana, itu hal yang biasa, tapi tidak semua mental orang sama, ada yang bisa menerima, atau bahkan sebaliknya. Tapi Alesha justru bersyukur, masih dipertemukan dengan orang-orang yang selalu memberikan support untuknya.


"Ayo cinta, kamu sudah siap? Mas antar ke kantor." Ucap Aqiel menghampiri sang istri yang sedang memakai kaos kaki dan sepatu nya.


"Iya mas, udah ni, ayo mas." Ucap Alesha sembari mengambil tas nya di atas nakas yang ada kamar, Aqiel menggenggam tangan sang istri, perhatian kecil itu selalu membuat Alesha nyaman dengan perlakuan suami tampannya itu.


"Mbak, mbok, saya dan istri mau berangkat kerja dulu, tolong dijaga rumah ya," ucap Aqiel kepada dua orang IRT nya,


"Siap tuan, serahkan pada kami berdua," ucap mbok Darmi.


"Yasudah mbok, saya dan mas Aqiel pamit dulu, Assalamu'alaikum," ucap Alesha dengan sopan, walaupun mereka hanyalah IRT dirumah itu, tapi Alesha dan Aqiel memperlakukan mereka dengan baik.


"Siap non, Wa'alaikumsalam," jawab mbak Irna dan mbok Darmi bersamaan.


"Kini pasutri itu sudah menaiki mobil mewah warna putih itu, Aqiel membukakan pintu untuk sang istri tercinta, ia benar-benar meratukan sang istri cantiknya itu.


"Terimakasih mas," ucap Alesha tersenyum lebar.


"Sama-sama sayang," ucap Aqiel membalas senyuman sang istri.


Kini mobil mewah berwarna putih itu sudah meninggal kan pelataran rumah mereka.


"Mbok, aku senang Yo lihat majikan muda kita, yang satu cantik, yang satu ganteng, cocok toh," ucap Irna antusias.


"Iyo na, apalagi tuan memperlakukan non Alesha seperti tuan putri, kok aku jadi pingin muda lagi, kecepatan lahir aku Na," ucap mbok Darmi terkekeh.


"Hus sembarangan, pokoknya sekarang tuan Aqiel dan non Alesha jadi couple favorit ku, kudo'akan mereka jadi keluarga sakinah mawadah warahmah," ucap mbak Irna lagi.


"Ya Wes toh, sekarang lanjut kita kerja, ntar yang ada dikira makan gaji buta," ucap mbok Darmi mengajak mbak Irna untuk melakukan tugas mereka.


***


Kini mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah tempat Alesha mengajar.


"Sepertinya kepagian datang nya ya sayang, maaf ya, karena mas juga harus pagi kekantor, kamu jadi harus pagi banget pergi nya," ucap Aqiel merasa bersalah kepada istrinya.


"Nggak papa mas, bentar lagi yang lain juga pada datang. Oiya mas, kapan kita mengadakan syukuran rumah baru kita, kita belum sempat membicarakan perihal ini kan?" Tanya Alesha, iya baru mengingat mereka belum ada membahas tentang syukuran untuk rumah yang kini telah mereka tempati.


"Mas juga baru mau bahas sama kamu cinta, bagaimana nanti sewaktu makan siang mas jemput kamu, kita bahas sekalian?" Ucap Aqiel menatap netra sang istri.


"Mas nggak capek harus bolak-balik, ntar malam aja gimana? Biar mas fokus kerja dulu, apalagi hari ini hari pertama mas masuk kantor kan?" Ucap Alesha tak ingin suaminya kelelahan jika harus bolak-balik ke sekolah dan kekantor nya.


Karena jarak kantor Aqiel dan sekolah tempat Alesha mengajar berlawanan arah, sama halnya untuk mengantar Alesha ke sekolah. Sebenarnya Alesha ingin membawa mobil sendiri, akan tetapi Aqiel tidak mengizinkan, karena iya ingin sang istri hanya boleh diantarkan oleh dirinya seorang, jadilah hari ini dan seterusnya Aqiel yang akan mengantarkan Alesha bekerja.


"Begitu, kalau memang itu mau istri mas, ya sudah nanti malam saja kita bahas," ucap Aqiel mengalah.


Di saat Alesha ingin membuka pintu mobilnya, Aqiel menahan tangan sang istri.


"Sebentar sayang, kamu tunggu dulu," ucap Aqiel menahan tangan istrinya, ia keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk sang istri.


"Silahkan istri ku," ucap Aqiel lagi. Alesha speechless dengan kelakuan sang suami, ia tak menyangka seorang Aqiel benar-benar meratukan dirinya.


"Terimakasih mas, mas tidak perlu repot begitu, aku bisa sendiri," ucap Alesha yang tak ingin jadi perhatian warga sekolah.


"No cinta, hal kecil apapun akan mas lakukan untuk bidadari surga nya mas." Ucap Aqiel.


"Ya sudah, aku kedalam dulu ya mas, mas hati-hati berangkat kerjanya, jangan ngebut ya." Ucap Alesha sambil mencium tangan suaminya penuh takzim.


"Wa'alaikumsalam cinta," ucap Aqiel, lalu merengkuh kedua pipi sang istri, lalu mencium keningnya cukup lama.


"Mas, malu tau dilihatin, sudah mulai ramai juga, ucap Alesha.

__ADS_1


"Biar aja, biar mereka tau, kalau kamu istri nya mas." Ucap Aqiel tak mau kalah.


"Mereka kan sudah tahu mas suami aku, kan mereka datang sewaktu pernikahan kita," ucap Alesha lagi.


"Benar juga, tapi kan kamu istri mas cinta, lagian kita nggak aneh-aneh kok," tutur Aqiel masih membela dirinya.


"Iya deh mas, aku nurut aja, sekarang mas buruan berangkat, nanti terlambat, kan kantor mas dari sini jauh." Tutur Alesha, karena tak ingin jadi bahan perhatian guru-guru dan murid-murid yang sudah berdatangan.


"Siap istriku, bidadari surgaku. Mas berangkat dulu ya, nanti kalau ada apa-apa segera hubungi mas ya sayang." Ucap Aqiel lalu segera masuk ke dalam mobil miliknya.


"Iya, hati-hati mas," ucap Alesha melambaikan tangannya dengan senyuman yang lebar, memperlihatkan lesung pipinya yang dalam.


Melaju lah kendaraan roda empat milik suami Alesha.


"hheemm, romantis bener yang pengantin baru." Ucap Alena yang tiba-tiba menghampiri, ia juga baru sampai disekolah.


"Assalamu'alaikum Na, kamu baru sampai juga, tumben pagi banget, mana mobil kamu Na?" Tanya Alesha menatap sang sahabat.


"Wa'alaikumsalam bestie, iya ni, mobil gue nggak mau hidup sewaktu mau berangkat, jadilah naik ojek kesini." Ucap Alena mengadukan kejadian yang menimpanya pagi ini.


"Aduh kasian sahabat aku, yaudah yok masuk," ucap Alesha lalu menggandeng sang sahabat. Mereka masuk ke sekolah bergandengan tangan, mengobrol kan hal-hal random menuju ruang guru.


"Cieee, yang baru pulang honeymoon, gimana honeymoon nya, udah jadi baby junior nya Sha?" Goda Alena.


"Alena, jangan ngaco deh, ini ada oleh-oleh buat kamu dan juga para guru, bantuin untuk dibagikan ya." Ucap Alesha yang tak mau membahas privasi baginya itu.


"Iya deh tuan putri, siap laksanakan," ucap Alena terkekeh.


"Laksanakan," balas Alesha." Akhirnya mereka berdua tertawa bersama.


"By the way Sha, Lo ingat kan cerita gue mengenai Sandra?" Tanya Alena kepada sahabatnya itu.


"Hhmm.. ingat, kenapa?" Tanya Alesha yang nggak mau membahas permasalahan orang lain.


"Udah Na, nggak usah dibahas lagi, aku juga udah maafin mereka, lagian itu bukan urusan kita." Jawab Alesha.


"Hati Lo terbuat dari apa sih Sha, baik benar, gue jadi makin sayang deh sama sahabat cantik gue," ucap Alena memeluk sahabatnya itu.


"Ih.. Alena, kamu lebay banget deh, lepas geli tau kalau kamu tiba-tiba bertingkah gini." Ucap Alesha melepaskan diri dari sang sahabat.


"Mentang-mentang sekarang udah ada yang peluk Lo setiap saat, udah nggak mau lagi dipeluk gue." Ucap Alena menggoda sahabat nya itu.


"Ngelantur kamu pagi-pagi, udah sana duduk di kursi kamu," usir Alesha setengah bercanda.


"Oke-oke bestie," ucap Alena yang segera duduk di kursi milik nya.


***


Kini sudah pukul 16.00, semua guru dan murid sudah mulai terlihat keluar dari gerbang sekolah, dari kejauhan terlihat Aqiel sudah menunggu di parkiran sekolah.


"Na, ayok kesana, mas Aqiel udah jemput." Ajak Alesha untuk menghampiri suaminya.


"Assalamu'alaikum mas, mas sudah dari tadi?" Tanya Alesha sambil menyalami sang suami dengan takzim.


"Wa'alaikumsalam, Enggak kok cinta, baru sekitar 10 menit." Ucap Aqiel sambil mengecup kening sang istri.


"hheem.. ada orang kali disini," ucap Alena menggoda pasutri itu.


"Eh sorry Na, mas masih ingat Alena sahabat aku kan, yang waktu ketemu di taman kota, sama pas temani aku ke butik dan jadi Bridesmaids di pernikahan kita." Ucap Alesha menatap netra sang suami.


"Masih sayang," ucap Aqiel sambil mengelus kepala istrinya dengan sayang.


"Boleh nggak mas Alena naik mobil kita, mau kan mas anterin, soalnya mobil Alena mogok, biasanya Alena yang selalu antar jemput aku kalau nggak lagi bawa mobil." Tutur Alesha semoga suaminya tidak keberatan.

__ADS_1


"Eh nggak usah Sha, santai.. gue udah pesan taksi, soalnya gue mau kerumah mama mertua." Ucap Alena yang memang benar adanya.


"Serius? Nggak bohong kan Na?" Tanya Alesha penuh selidik.


"Enggak bestie, ngapain gue bohong, nah kebetulan taksi gue udah sampai, gue duluan ya, kalian hati-hati, bye Sha, Qiel." Ucap Alena meninggalkan pasangan pengantin baru itu.


"Hati-hati Na," ucap Alesha teriak karena sang sahabat sudah mulai menjauh.


"Ayo cinta, ucap Aqiel selalu membuka kan pintu mobil untuk istrinya.


"Kini mereka sudah berada di dalam mobil, sedang dalam perjalanan menuju kediaman mereka. Kurang lebih 30 menit mereka telah sampai dirumah mewah itu. Mereka memasuki rumah dengan wajah lelah karena aktivitas mereka seharian yang memang padat. Tangan Aqiel tak lepas dari genggaman tangan sang istri.


"Assalamu'alaikum," ucap Alesha dan Aqiel saat memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam," ucap Mama Selly dan Papa Roy bersamaan.


"Mama, Papa," ucap Alesha dan Aqiel terkejut, karena pasalnya kedua paruh baya ini tidak memberitahukan kedatangan mereka ke Indonesia.


"Kok kalian kaget gitu," ucap Mama Selly kepada anak dan menantunya itu. Alesha dan Aqiel segera menyalami kedua paruh baya itu secara bergantian dengan penuh takzim. Mama Selly pun mencium pipi kanan dan kiri Alesha dengan gemas, karena Mama Selly sudah menganggap Alesha seperti anak nya sendiri bahkan sejak pertama kali pertemuan mereka.


"Ayo duduk Ma, Pa." Ucap Alesha mengajak kedua mertua nya itu duduk diruang keluarga. Kini Mama Selly duduk disamping sang suami, Alesha duduk disamping suaminya.


"Kalian pasti capek karena baru pulang kerja, ya sudah sana istirahat dulu, mandi terus ganti baju, nanti kita bahas setelah makan malam." Tutur Mama Selly seperti seolah-olah mereka masih anak-anak yang harus diingatkan, padahal anak dan menantu nya itu sudah dewasa.


"Baik Ma, Pa, kami ke atas dulu ya," ucap Aqiel dan Alesha bersamaan meninggalkan dua pasang paruh baya yang sedang menikmati teh dan roti yang telah disiapkan mbak Irna sebelum pamit pulang.


***


Kini Alesha beserta suami dan kedua mertuanya sedang menikmati makan malam di meja makan.


"Ma, Pa, kok nggak bilang-bilang kalau mau ke Indonesia, kan bisa Aqiel jemput," ucap Aqiel menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


"Papa tahu kamu hari ini sibuk, apalagi hari pertama ke kantor kan, makanya kita mau kasih kejutan buat kalian, lebih tepatnya sih ide mama," tutur Papa Roy.


"Sekarang bukan itu yang perlu mau mama dah papa bahas, mama sama papa tahu kalian belum mengadakan syukuran rumah kan sayang? Makanya mama dan papa ke Indonesia." Ucap Mama Selly menjelaskan.


"Iya ma, mama tau aja, baru tadi pagi Alesha dan mas Aqiel membahas mengenai syukuran, rencana nya kita mau adakan syukuran Minggu depan ma, pa, ya kan mas?." Jawab Alesha menatap kedua mertuanya secara bergantian dan beralih menatap sang suami.


"Benar ma, rencana kita, syukuran rumah kali ini hanya mengundang keluarga, beberapa anak yatim serta tetangga di sekitar rumah." Ucap Aqiel menjelaskan.


"Wah bagus itu, kalau memang kalian sudah ada rencana seperti itu, ya sudah, buat seperti itu saja," tutur Papa Roy.


"Benar sayang, kami datang ke Indonesia juga mau menghadiri acara syukuran rumah anak dan menentukan kami." Ucap Mama Selly tersenyum sambil menggenggam tangan menantunya itu.


"Terimakasih ya ma, pa, sudah jauh-jauh kesini demi acara syukuran rumah, dan terima kasih juga Karena Mama dan Papa sudah menghadiahkan rumah ini untuk kado pernikahan Alesha dan Mas Aqiel," menatap Alesha kedua mertuanya itu haru biru.


"No problem sayang, kamu sekarang kesayangan Mama dan papa, apapun akan kami lakukan," ucap Mama Selly.


"Jadi sekarang Aqiel sudah bukan kesayangan," ucap Aqiel cemberut.


"Kamu ini, masak cemburu sama istri sendiri," ucap papa Roy.


"Bercanda kali pa, serius banget." Ucap Aqiel sensi, justru ia senang mama dan papa nya begitu menyayangi istrinya itu.


Mama Selly dan Alesha hanya tertawa melihat tingkah anak dan ayah itu. Seisi ruangan dipenuhi dengan gelak tawa.


.


.


To Be Continued


 

__ADS_1


Jangan lupa follow Instagram Author ya reader's @winda_srimawati, terimakasih


__ADS_2