
Hari ini keberangkatan Alfa si bungsu untuk lomba Tahfidz Qur'an mewakili sekolah nya ke Jawa Timur, Alesha dan Aqiel sudah tiba dirumah orang tuanya sedari pukul 06.00 pagi.
Semua ini atas permintaan si bumil, ia ingin ikut mengantarkan sang adik ke bandara. Ternyata tak lama setelah kedatangan Alesha dan Aqiel, Amora dan Zain juga tiba di kediaman ayah Anggara.
"Masyaa Allah anak-anak dan menantu ibu kesini semua, padahal si adik juga nggak apa-apa kalau tidak kalian antarkan. Kasian kalian ini lagi tengah mengandung." ucap ibu Alice kepada kedua anak perempuan nya.
"Tidak apa-apa Bu, Amora Insyaa Allah baik-baik saja." ucap Amora.
"Alesha Insyaa Allah juga baik Bu, ibu tidak usah khawatir sama kita berdua. Kan kita punya bodyguard masing-masing yang akan selalu siaga." ucapnya melirik ke arah sang suami.
"Benar Bu, Aqiel dan mas Zain pasti akan menjaga tuan putri kami masing-masing dengan baik." seloroh Aqiel, sehingga membuat semua yang ada diruangan tertawa.
"Jadi ayah dan ibu ikut ke Jawa Timur?" tanya Alesha menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Ibu saja nak, ayah akan sibuk di toko. Para pelanggan kita juga sudah mulai banyak, jadi toko memang belum bisa di tinggal, karena kita juga belum ada karyawan." ucap ibu Alice benar adanya.
"Iya, lagian ibu disana kan hanya mendampingi, guru pembimbing adek katanya ada dua orang yang akan mengawasi anak-anak yang akan ikut lomba." ucap Ayah Anggara.
"berapa hari adek disana?" tanya Amora kepada si bungsu.
"satu minggu kak, itu pun kalau adek sampai ke final." ucapnya sendu.
"Jagoan Abang kenapa nggak semangat begitu? Adek harus semangat dan percaya diri dong. adek harus yakin kalau adek pasti bisa." ucap Aqiel memberikan semangat.
"Begitu ya bang?" tanya nya.
"Lagian kamu kok tumben nggak percaya diri, biasanya juga suka ngatain Abang. Giliran kamu nya dihadapkan dengan lomba ini, sudah ciut nyalinya." ucap Arfa, sengaja mengatakan hal demikian agar sibungsu terpancing untuk kembali semangat.
"Siapa bilang? adek siap kok untuk ikut lomba, adek akan buktikan kalau adek akan membawa piala juara umum untuk kategori Tahfidz Qur'an khusus putra." ucapnya yakin.
"Nah gitu dong, ini baru adek Abang." ucap Zain juga memberikan semangat.
Kini semua anggota keluarga sedang sarapan bersama, sebelum semuanya ikut ke bandara untuk mengantarkan sibungsu.
__ADS_1
Setelah semuanya menyelesaikan aktivitas sarapan nya, mereka bersiap-siap untuk pergi ke bandara.
Kini ada dua kendaraan yang di gunakan. Aqiel, Alesha, Arfa dan Alfa satu mobil. Sedangkan Zain, Amora, ibu dan ayah satu mobil pula.
Lebih kurang empat puluh lima menit mereka akhirnya sampai juga di bandara.
"Adek nanti disana rajin-rajin muroja'ah nya ya kalau senggang, berdo'a sama Allah minta dimudahkan, tapi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan juara, yang terpenting adek usaha dulu, menang kalah itu urusan belakangan. Kakak dan yang lain pasti akan mendoakan adek yang terbaik." ucap Alesha memberikan motivasi dan dorongan.
"Iya kak, terimakasih kak, adek akan ingat pesan dari kakak." ucapnya tersenyum lalu memeluk sang kakak cukup lama. Setelahnya memeluk Amora, Zain dan Aqiel. Terakhir memeluk Ayah dan Arfa.
"Adek baik-baik disana ya, maafkan ayah tidak bisa ikut untuk menemani adek disana, tapi walaupun begitu ayah akan selalu mendoakan adek di sini." ucap ayah Anggara mendekap hangat si anak bungsu.
"Tidak apa-apa ayah, adek mengerti, karena ayah juga sibuk ditoko. Yang penting nanti kalau adek telfon, ayah harus angkat ya." ucapnya memberi janji, dan di beri anggukan oleh sang ayah.
"Kata adek mau jadi orang hebat dan jadi seperti Abang, adek harus buktikan ya dengan usaha yang maksimal." ucap Arfa sambil mengacak-acak rambut halus adiknya itu.
"Rambut adek jangan di berantakin, udah ganteng gini." ucapnya bersungut-sungut, sehingga membuat semua nya tergelak lepas.
"Ya sudah, ibu sama adek berangkat ya. Kita juga sudah di panggil untuk segera ke gate 5." ucap ibu Alice pamit kepada semua anak-anak dan menantu-menantunya serta suaminya.
"Ada-ada saja kamu Ar, yasudah ibu berangkat ya, Assalamu'alaikum." ucap ibu Alice, menyalami suaminya dengan takzim. Begitupun dengan anak-anak dan kedua menantunya juga menyalami wanita paruh baya itu dengan takzim, si adik bungsu juga melakukan hal yang sama.
Kini Ibu dan Alfa sudah berangkat ke Jawa Timur, para keluarga yang mengantar kan pergi ke tempat tujuan masing-masing.
"Ayah, Alesha dan mas Aqiel pamit dulu ya, kita juga mau kontrol kandungan kerumah sakit." ucap Alesha pamit kepada ayahnya.
"Iya nak, hati-hati kamu, jaga cucu-cucu ayah." ucap ayah Anggara tersenyum.
"Iya ayah, Insyaa Allah Alesha akan menjaga cucu-cucu ayah dengan baik." ucapnya tersenyum.
"Kak, bang, titip ayah sama Arfa ya. Alesha nggak bisa ikut antar kerumah." ucapnya karena waktu janjian dengan dokter kandungan sebentar lagi.
"Iya Sha, serahkan aja sama kakak dan Abang Zain." ucap Amora menyakinkan.
__ADS_1
Kini mereka semua pergi ke tempat tujuan masing-masing. Alesha dan Aqiel menuju rumah sakit, sedangkan Amora dan Zain mengantarkan Ayah Anggara dan Arfa ke rumah.
Kurang lebih tiga puluh menit kedua pasutri itu tiba di pekarangan rumah sakit. Seperti biasa Aqiel selalu membukakan pintu mobil untuk sang istri tercintanya. Dan menggandeng mesra istri cantiknya itu.
"Ayo cinta," ucap Aqiel menatap lembut sang istri.
"Iya mas, terimakasih, ayo mas." ucapnya kepada sang suami. Aqiel menganggukkan kepalanya dan juga tersenyum manis.
Setelah menunggu beberapa antrian, akhirnya kini giliran Alesha untuk diperiksa.
"bagaimana kabar Bu Alesha dan bayinya?" tanya dokter wanita itu.
"Alhamdulillah saya baik dok, belakangan ini bayi dalam kandungan saya juga aktif bergerak." Ucap Alesha menjelaskan.
"Baik sekarang kita lakukan USG ya Bu, mari." ucap dokter itu.
Kini Alesha sudah berbaring di atas brankar. Dokter itu mengoleskan gel terlebih dahulu, barulah ia mengecek nya dengan alat USG.
"Alhamdulillah perkembangan baby twins cukup baik, walaupun kandungan Bu Alesha agak sedikit lemah, terus perhatikan pola makan nya ya Bu. Ini detak jantung baby twins juga sudah terdengar." ucap dokter wanita itu.
Alesha dan Aqiel tersenyum melihat janin yang dikandung Alesha melalui monitor yang ada di hadapan mereka. Alesha sampai meneteskan air mata bahagia, karena melihat perkembangan bayi-bayinya dan bisa mendengar detak jantung baby twins.
Setelah periksa kandungan, Alesha dan Aqiel pun segera pulang kerumah, sewaktu menuju parkiran. Tidak sengaja Aqiel dan Alesha bertemu seorang wanita cantik disana.
"Aqiel, tidak sangka aku akan bertemu kamu disini. Bye the way, wanita hamil ini siapa?" tanya wanita itu.
"Perkenalkan, ini Alesha istri ku." jawab Aqiel memperkenalkan istrinya.
"Apa, istri?" ucapnya terkejut.
.
.
__ADS_1
To Be Continued