
Hari ini seperti hari yang telah di janjikan. Alesha, Alena, Naura dan Parisya temu janji di sebuah restoran Korea. Sesuai kesepakatan, Alesha di antar kan oleh sang suami hingga kedalam restoran. Ternyata di sana sudah tiba ketiga sahabat nya.
"Assalamu'alaikum," salam Alesha tersenyum.
"Wa'alaikumsalam," jawab mereka bertiga.
"Cinta, nanti kalau pulang kabari mas ya." ucapnya mengelus sayang kepala sang istri yang tertutup hijab, dengan tatapan yang meneduhkan.
"Siap mas, mas habis ini mau kemana?" tanya Alesha.
"Mas mau bertemu dengan Alex cinta, nggak jauh kok dari sini." ucap suaminya lembut.
"Ya sudah, mas hati-hati ya. Kabari aku kalau sudah sampai." ucap Alesha.
"Iya cinta, Assalamu'alaikum. Ucapnya tersenyum.
"Wa'alaikumsalam mas suami." jawab Alesha mencium tangan suaminya dengan takzim, Aqiel mengecup singkat kening sang istri.
Interaksi mereka berdua serta perlakuan aqiel kepada Alesha mendapat perhatian para pengunjung restoran, termasuk ketiga sahabat nya.
"KHhmm... Romantis banget sih kak. Aku jadi baper. Pengen cepet-cepet di halalin deh." seloroh Parisya.
"Kamu bisa saja Sya. Aamiin aku do'akan semoga kamu segera di Khitbah ya, kamu juga Nau." ucap Alesha kepada dua sahabatnya.
"Aamiin Allahumma Aamiin." jawab Naura dan Parisya semangat.
"Semangat benar." ucap Alena terkekeh.
"Doa baik kan harus di amin kan." ucap Naura dan Parisya kompak. Hingga mereka semua tertawa.
Makanan yang sudah di pesan lebih dulu oke Alena, Naura dan Parisya tiba juga. Mereka menikmati makanan itu setelah menggumamkan do'a, hingga makanan itu habis tak bersisa. Hingga Alesha membuka suara setelah makanan nyan habis.
"Sya, kalau mas Alex bagaimana menurut kamu? Kamu nggak mau kenal lebih jauh? Kakak lihat mas Alex baik, ya walaupun ngomong nya suka ceplas-ceplos sih. Dia terlihat tulus sewaktu menyampaikan niat baiknya sama kamu." ucap Alesha mendukung sahabat nya itu dengan Alex.
"Benar apa yang dikatakan Alesha Nau, gini-gini gue bisa menilai seseorang Lo. Dia sebelas dua belas sama suami gue. Dulu awal kenal mas Arga, sifatnya hampir sama dengan Alex. Ya walupun nggak ada yang nandingin ketampanan dan kelebihan suami gue." ucapnya terkekeh.
"Yee, kalau suami kakak sudah jelas dibela." ucap Parisya.
__ADS_1
"Tapi yang dibilang kak Alesha ada benarnya Sya. Nggak apa-apa kali kamu kasih kesempatan mas Alex. Aku bisa lihat dari cara dia menatap kamu itu beda dengan menatap yang lain." ucap Naura juga sependapat dengan Alesha.
"Kamu nggak mau kita nikah nya dalam waktu yang berdekatan? Kan kita sudah janji kalau kita nikah nanti, waktunya nggak terlalu jauh, agar kita sama-sama melepas lajang." tutur Naura lagi.
"Maksudnya? Kamu sudah ada calon Nau? Kok aku nggak tau?" tanya Parisya cukup kaget.
"Benar Nau? Kamu sudah ada calon?" tanya Parisya juga penasaran.
"Hhmm.. Bagaimana ya, aku memang belum ada cerita. Minggu lalu aku pulang ke kampung sebenarnya karena aku dilamar, dan aku sudah menerima lamaran beliau. Sebenarnya aku nggak mau cerita sekarang, tapi aku juga nggak bisa menyimpan rahasia ini dari kalian." ucapnya menundukkan kepala.
"MasyaaAllah Nau, justru kita senang mendapat kabar bahagia ini. Kenapa kamu baru cerita sekarang?" tanya Alesha.
"Kamu benaran nggak bohong kan Nau?" tanya Parisya setengah percaya.
"Serius Lo? Gue turut senang kalau benar adanya." ucap Alena memeluk Naura.
"Iya benaran. Aku ta'aruf dengan calon suami ku. Dia salah satu putra pondok pesantren di kampung ibu aku. dia juga seorang Gus." jelas Naura.
"MasyaaAllah Tabarakallahu, selamat ya Nau." ucap Alesha.
"Alhamdulillah, terimakasih kak." jawab Naura.
"Namanya Muhammad Hanan Hafidz, kalau santri di pondok pesantren nya biasa memanggil dia, dengan sebutan Gus Hanan." jawab Naura malu-malu.
"Masyaa Allah calon Gus ternyata." ucap Alesha.
"Kapan akan di berlangsungkan pernikahan kamu dan Gus Hanan Nau?" tanya Parisya.
"Alhamdulillah satu bulan lagi, makanya aku kasih tau sekarang, karena kak Alena juga mau pindah ikut suami. Jadi nggak bisa datang ke pesta aku dong?." ucap Naura.
"InsyaaAllah untuk pernikahan Lo gue usahakan datang." ucap Alena.
"Tinggal Parisya ni yang belum, coba dibawa tahajud dulu, terus minta petunjuk. Andai mas Alex baik untuk kamu, semoga hati kamu di bukakan oleh Allah untuk menerima nya. Dan jalan untuk kalian bersatu di mudahkan." ucap Alesha menasehati.
"InsyaaAllah kak, aku coba ya." ucap Parisya akhirnya ingin mencoba membuka hatinya kembali. Mengubur masa lalunya yang pernah membuat ia trauma pada masa lalunya.
"Dan untuk kamu Na, semoga nanti kita bertemu, kamu juga sudah ada baby." ucap Alesha kepada Alena.
__ADS_1
"Aamiin Ya Rabb. Do'akan gue ya. Kalau selama ini kan kalian tau sendiri. Gue sama suami jauh banget, boro-boro mau program hamil. Kalau gue sudah tinggal bareng suami, kita akan usaha dan gencar untuk menghadirkan Alena dan Argantara junior." Ucap Alena terkekeh.
"Aamiin, kita doakan Kak." jawab Naura.
"Bisa saja kamu Na." ucap Alesha juga terkekeh.
Hari itu benar-benar mereka habiskan untuk sharing dan saling support satu sama lain. Hingga waktu Ashar berkumandang, Mereka pergi untuk mencari masjid. Alhamdulillah nya tak jauh dari restoran ada masjid lumayan besar. Mereka melaksanakan shalat ashar di masjid itu.
Setelah menyelesaikan shalat fardhu empat raka'at sore itu, mereka pun keluar masjid dengan tertib. Ternyata Aqiel dan Alex juga berjama'ah di masjid yang sama dengan Alesha dan sahabat-sahabat nya.
"Mas, ternyata mas shalat disini juga." ucap Alesha menghampiri suaminya.
"Iya cinta, kan mas janjian sama Alex nggak jauh dari tempat kamu janjian." ucap Aqiel menggenggam tangan sang istri.
"Assalamu'alaikum Sya." ucap Alex kepada Parisya.
"Wa'alaikumsalam mas." jawab Parisya menundukkan pandangannya.
"Tumben Lo kalem?" bisik Alena ditelinga Parisya.
"Apasih kak, nggak lucu deh." ucap nya juga berbisik.
"Habis ini mau kemana cinta?" tanya Aqiel kepada istrinya.
"Kita tidak ada kegiatan lagi mas. Langsung pulang saja." ucap Alesha tersenyum.
"Ya sudah, berarti kita langsung pulang saja cinta, atau kamu mau kemana dulu gitu?." tanya suaminya.
"Kita jalan-jalan berdua ya mas. Keliling kota Jakarta aja nggak apa-apa." ucap Alesha.
"Siap istriku, laksanakan." ucap Aqiel.
"Aduh, kalau sudah berdua, yang lain serasa ngontrak." ucap Alex. Yang lain hanya terkekeh.
Akhirnya mereka memutuskan kembali kerumah masing-masing. Setelah menghabiskan waktu bersama dan berbagai banyak cerita. Sesuai keinginan sang istri, Aqiel membawa istrinya berkeliling kota Jakarta sembari membeli makanan kesukaan sang istri untuk cemilan nya dirumah.
.
__ADS_1
.
To Be Continued