Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Pertama Kali Datang Kekantor


__ADS_3

Setelah Alesha menyiapkan makan siang dibantu oleh mbok Darmi, dengan berbagai macam menu masakan, ditambah beberapa potongan buah dan minuman teh jahe agar suaminya selalu fit setiap harinya. Kini Alesha bersiap-siap untuk pertama kalinya datang ke kantor sang suami.


Ia bingung memilih pakaian yang pas untuk ia kenakan. Akhirnya setelah beberapa kali memilah baju-baju itu, pakaian yang akan di kenakan Alesha jatuh pada gamis polos berwarna biru langit dengan dipadukan hijab segi empat bermotif bunga, dan ditambah aksesoris bros berukuran sedang. Menambah kesan elegan pada wanita hamil tersebut.


Tak lupa Alesha mencocokan tas berwarna putih dan sepatu flat shoes berwarna putih. Sehingga menambah kesan glamor tetapi tetap sederhana. Ya, kalau masalah fashion, Alesha tak perlu di ragukan lagi. Sedari dulu, Alesha sangat menyukai seputar fashion.


Disaat Alesha menuruni anak tangga itu satu persatu, dengan kehati-hatian. Membuat mbok Darmi dan mbak Irna pangling dengan penampilan nya. Karena selama ini Alesha tak pernah berdandan sedemikian rupa. Padahal hanya di poles dengan sedikit pelembab dan bedak, plus lipstik berwarna nude dan juga sedikit mascara untuk mempertebal bulu matanya yang memang sudah panjang dan lentik.


Bola matanya yang memang sudah berwarna grey kebiruan membuat Alesha seperti menggunakan softlens. Mata indah itulah yang membuat Aqiel pertama kali jatuh cinta dengan sang istri.


"Masyaa Allah non, cantik banget. Mbak sampai pangling loh. padahal dandanan non natural banget." Puji mbak Irna.


"Terimakasih mbak, mbak bisa saja." Ucap Alesha tersenyum.


"Betul kata mbak Irna non. Non Masyaa Allah cuaantik poll. Mbok jamin nanti para karyawan tuan pada nggak berkedip disaat melihat non." Puji mbok Darmi tak mau ketinggalan.


"Jangan berlebihan begitu mbok. Ya sudah, kalau begitu Alesha pamit ya mbak, mbok." ucap Alesha kepada kedua art nya.


"Nggih non, ini makanan nya. Hati-hati loh non." Ucap mbok Darmi menyerah kan bekal yang sudah di siapkan.


"Mari non, mbak antar kedepan." ucap mbak Irna mengantarkan Alesha ke depan rumah.


"Mang, hati-hati loh bawa non Alesha. Awas koe ngebut-ngebut." ucap mbak Irna memberitahu supir majikannya.


"Tau aku mbak. Mari non." ucap sang supir membuka kan pintu.


Kini mobil mewah berwarna hitam itu telah meninggalkan pelataran rumah kediaman Alesha dan Aqiel. Kurang lebih 45 menit, Alesha sampai di kantor sang suami.


Saat ia memasuki kantor itu, semua mata tertuju pada kecantikan dan keanggunan seorang Alesha Chayanika.


"Selamat siang nyonya, saya asistennya tuan Aqiel. Tuan Aqiel memerintahkan saya untuk menjemput nyonya di lobby. Tuan kini sedang rapat, sebentar lagi tuan juga selesai dengan rapat nya." Jelas seorang asisten dari suaminya itu.


"Terimakasih pak, mari." ucap Alesha ramah.


Sepanjang Alesha melewati koridor kantor itu, tak sedikit ia mendengar para karyawan memuji serta mengagumi dirinya. Setiap bertemu para karyawan, Alesha selalu memberikan senyum manisnya.


"MasyaaAllah cantik banget istri pak Aqiel. Pantas saja mereka pada bilang kalau pak Aqiel bucin banget sama istrinya. Orang cantik dan Sholehah gitu." bisik-bisik para karyawan yang satu dengan yang lain.


"Benar lagi, mana ramah banget. Senyuman nya manis banget." ucap karyawan yang lain.

__ADS_1


"Mana pak Aqiel sama istrinya cocok banget lagi. Pupus sudah harapan gue untuk dapatin si bos." ucap karyawan wanita yang hanya bercanda.


"Hust... Kerja, jangan ngegosip." ucap yang lainnya.


"Sirik aja Lo." ucap karyawan satu lagi.


Begitulah kira-kira bisik-bisik para karyawan Aqiel.


Kini Alesha sudah tiba di ruangan Aqiel. Ia menunggu di dalam ruangan sang suami, duduk di sofa panjang yang memang tersedia diruangan tersebut. Kurang lebih 10 menit Alesha menunggu, hingga rapat itu selesai juga.


"Assalamu'alaikum cinta." ucap Aqiel di saat melihat sang istri sedang bermain ponselnya.


"Wa'alaikumsalam mas suami." jawab Alesha segera berdiri, lalu mencium punggung tangan suaminya penuh takzim. Aqiel pun mengecup lama kening istrinya. Hal itu dilihat oleh kedua sekretaris dan asisten Aqiel.


"MasyaaAllah, adem banget kalau melihat pasangan sholeh dan sholehah seperti pak Aqiel dan istrinya." Ucap asisten Aqiel.


"iya lagi, jadi iri. Mana dirumah istri gue galak benar. Boro-boro di sayang-sayang." Keluh sang sekretaris kedua.


"Itu sih derita Lo." Ucap Alex sekretaris pertama yang juga disana.


Ya, Aqiel memang memiliki dua sekretaris. Alex adalah sekretaris pribadinya, pastinya akan ikut kemanapun Aqiel dinas. Sedangkan satu lagi sekretaris yang akan selalu stay di kantor.


"Mas jangan ngomong gitu dong." tegur Alesha.


"Iya bos, ini kita juga mau keluar." Ucap Alex, lalu mereka bertiga keluar dari ruangan Aqiel.


"Galak benar si bos sama kita, giliran sama istrinya saja, romantis dan lembut benar." ucap si asisten.


"Baru tau Lo?" ucap Alex datar.


***


Kini diruangan itu hanya tinggal Aqiel dan Alesha.


"Cinta kamu lagi ngerjain apa sih sayang?." tanya Aqiel kepada sang istri.


"Aku lagi menyelesaikan update untuk bab novel yang harus di rilis mas, ini dua kalimat lagi kelar." Ucap Alesha.


Ya, jangan dilupakan, di awal-awal bab sudah dijelaskan bahwa Alesha adalah seorang penulis novel yang telah banyak memiliki viewer.

__ADS_1


"Alhamdulillah selesai. Ayuk mas makan." Ucap Alesha membuka kotak bekal yang berisi masakan yang sudah ia siapkan.


"Masyaa Allah cinta, ini banyak banget. Mana semua makanan kesukaan mas. Jadi nggak sabar untuk mas cicipi." Ucap Aqiel tak sabaran.


Ya, Aqiel memang sudah sangat terbiasa dengan masakan sang istri. Lidahnya sangat cocok dengan masakan istirnya itu. Walaupun Aqiel tidak akan mengizinkan istrinya masak setiap hari.


"Mas akan suapi kamu. Aaa.. Buka mulutnya cinta." ucap Aqiel menyuapi sang istri terlebih dahulu. Alesha menggumamkan doa sebelum makan, baru menerima suapan sang suami.


Setelahnya baru ia menyuapi dirinya sendiri, setelah menggumamkan doa. Hingga makanan itu akhirnya habis tak bersisa.


"Alhamdulillah," ucap Alesha dan Aqiel bersamaan, lalu membaca doa setelah makan.


"Masyaa Allah cinta, masakan istirnya mas memang tidak ada duanya." ucap Aqiel memuji masakan istirnya.


"Alhamdulillah, kalau masakan ku selalu pas di lidah mas." ucap Alesha tersenyum.


"Terimakasih ya istriku, karena kamu masih menyempatkan diri untuk masakin mas." ucap nya mengelus pipi sang istri dengan sayang.


"Sama-sama mas. Ini kewajiban ku sebagai istrinya mas." ucap Alesha menatap binar mata berwarna coklat itu.


Cup!


Aqiel mencuri satu kecupan di bibir sang istri yang selalu membuat ia candu.


"Mas ih, aku belum gosok gigi." ucap Alesha mencebikkan bibirnya.


"Memangnya kenapa cinta, mas tetap suka." ucap Aqiel tersenyum, sembari mengelus ranum berwarna merah jambu itu.


"Tapi ingat, mas tidak mau kalau kamu harus masak setiap hari. Tidak apa-apa jika mas tidak makan masakan kamu setiap hari, daripada mas harus melihat kamu kecapekan. Ingat, kamu kini tengah mengandung kembar." Nasehat Aqiel menatap lekat netra sang istri.


"Insyaa Allah, siap pacar halal ku." ucapnya hormat kepada suami tampannya. Sehingga membuat Aqiel terkekeh.


Sementara di lobby, seorang wanita cantik meminta kepada customer service yang ada di lobby itu, untuk menghubungi sekretaris Aqiel agar bisa mengizinkan dirinya bertemu dengan Aqiel segera. Padahal dirinya belum membuat janji temu dengan penerus perusahaan ditempat mereka bekerja.


Hingga Alex langsung turun tangan, menemui wanita itu. Sedangkan Aqiel dan Alesha belum mengetahui permasalahan yang terjadi saat ini.


.


.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2