Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Mengidam (2)


__ADS_3

"Mas, ayo kita cari bubur ayam nya, pasti masih ada, kan belum siang." Ucapnya bergelayut manja di lengan sang suami." Aqiel fikir sang istri sudah melupakan keinginan nya, namun ternyata ia salah.


"Oke cinta, ayo kita cari." ucapnya mengalah, demi calon sang buah hati tercinta.


"Aku siap-siap dulu ya mas, tunggu sebentar." ucapnya yang kini tengah bersiap-siap. Tak sampai sepuluh menit Alesha telah keluar dari ruang ganti.


"Sudah cinta, ayo." ucapnya menggenggam jari jemari lentik sang istri. kini pasutri itu tengah melangkah kan kaki keluar rumah, saat turun dari tangga menuju lantai bawah, mbak Irna mengehentikan langkah mereka.


"Mau kemana tuan muda dan non?" tanyanya kepada kedua majikannya itu.


"Mau cari bubur ayam mbak, tiba-tiba aja kepingin." Ucap Alesha kepada mbak irna.


"Jam segini biasanya sudah habis non kalau bubur ayam mang Jarwo yang di perempatan jalan ini." ucap mbak Irna memberitahu.


"Nggak apa mbak, mana tahu masih rezeki, kalau begitu saya sama mas Aqiel duluan ya mbak, Assalamu'alaikum." Ucap Alesha pamit kepada asisten rumah tangga nya itu.


"Iya non, tuan, hati-hati, Wa'alaikumsalam," ucapnya tersenyum melihat kedua majikannya itu.


"Kok ada sih pasangan yang cantik dan tampan seperti non Alesha dan tuan Aqiel, mana cocok banget lagi, bikin aku iri aja." ucapnya mengoceh sendiri sembari mengepel lantai.


"Ngapain toh Ir, ngoceh sendiri aja kamu tu, kerja cepat." ucap mbok Darmi yang tiba-tiba sudah ada dibelakang nya.


"Ngagetin aja mbok, ini aku juga kerja, emang nggak lihat apa?" ucapnya bersungut-sungut.


"Mbok Darmi segera meninggalkan mbak Irna kembali ke belakang.


***

__ADS_1


Kini dua pasutri bucin itu tengah berjalan di sekitar kompleks rumah mereka, menuju bubur ayam mang Jarwo yang katanya terkenal enak.


Disaat mereka keluar dari gerbang rumah mereka, mereka juga menyapa para tetangga yang sedang berkumpul di sekitar kompleks. Ya, Alesha dan Aqiel hanya berjalan kaki, karena tempat penjual bubur ayam nya cukup dekat, dan Alesha yang meminta suaminya untuk berjalan saja.


Alesha dan Aqiel menjadi pusat perhatian di antara para warga kompleks, karena dua sejoli itu memang terlihat sebagai pasangan yang sangat serasi, sama-sama cantik dan tampan, terlebih mereka juga ramah kepada tetangga sekitar, jadi para tetangga juga menyukai mereka.


Saat tiba di depan warung mang Jarwo, terlihat mang Jarwo sedang bersiap-siap untuk menutup warungnya.


"Assalamu'alaikum mang, sudah mau tutup mang?" tanya Aqiel berbasa-basi.


"Wa'alaikumsalam mas, iya Alhamdulillah sudah habis," jawabnya ramah.


"Yah... sudah habis mas, anak kita pingin banget makan bubur ayam nya sekarang," ucap Alesha sambil mengelus perutnya yang rata. Mang Jarwo yang melihat Alesha tengah mengidam, ia pun angkat bicara.


"Maaf mbak, mas, mbak nya lagi ngidam ya?" tanya nya sopan.


"Iya mang, ini kepingin bubur ayam, tapi kalau sudah habis mau bagaimana lagi, ngidamnya di tunda dulu saja." jawab Aqiel terkekeh, untuk mencairkan suasana.


"Masyaa Allah mang, benaran? Jadi anak-anak mang Jarwo bagaimana?" tanya Alesha yang memang tak enakan.


"Bisa saya bujuk sama yang lain nanti, kalau perkara ngidam ini memang nggak bisa di tunda." ucapnya berbaik hati.


"Masyaa Allah, semoga murah rezeki yang mang, ini ikhlas kan mang?" ucap Alesha karena merasa bersyukur ngidam pertama nya terpenuhi.


"Insyaa Allah saya ikhlas mbak, ini dibawa saja keduanya, nggak usah dibayar." ucapnya ikhlas.


"Masyaa Allah terimakasih mang, tapi ini tolong diterima ya mang," ucap Aqiel yang memberikan sepuluh lembar uang pecahan seratus ribu.

__ADS_1


"Masyaa Allah, ini banyak sekali mas, bubur ayam saya tidak sampai lima puluh ribu untuk dua porsi." ucapnya merasa bersyukur diberikan rezeki lebih hari ini. padahal niat ikhlas memberi, tapi Allah langsung membalas saat itu juga, bahkan jauh lebih banyak yang ia dapat dari apa yang ia beri.


"Tidak apa-apa mang, anggap saja itu rezeki dari Allah untuk mang Jarwo dan keluarga, kalau begitu saya dan istri pamit, Assalamu'alaikum." ucap Aqiel, lalu mengajak sang istri pulang, tangan kirinya menggandeng sang istri, dan tangan kanannya memegang kantong bubur ayam.


Sesampainya di rumah, Alesha segera melahap bubur ayam itu, ditemani oleh sang suami, sebelum ia menggumamkan do'a makan terlebih dahulu.


"Mas nggak makan? Ini enak banget mas." ucap Alesha yang kini tengah memakan bubur ayam nya.


"Terimakasih cinta, mas masih kenyang, buat kamu saja," ucapnya yang tengah memperhatikan sang istri sedang makan, terbitlah senyuman manis nya disaat melihat raut bahagia Alesha hanya karena mendapat bubur ayam yang di idamkan nya.


"Mas yakin ni nggak mau?" tanya nya lagi.


"Yakin cinta, ini mau dimakan dua mangkok sekaligus?" tanya Aqiel.


"Hhmm, buat siang saja satu lagi, nanti tinggal di panasi," ucapnya nyengir menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi. Aqiel hanya mengelus sayang rambut sang istri, ia setia menemani Alesha menghabiskan suapan demi suapan bubur ayam itu, hingga habis tak bersisa.


"Alhamdulillah habis," ucapnya lalu menggumamkan doa setelah makan, Aqiel memberikan air putih untuk istrinya, Alesha menerima pemberian sang suami dengan senang hati.


"Habis ini mau apa lagi cinta? Kalau kamu mau apa pun, selagi mas bisa menyanggupi, Insyaa Allah akan mas usahakan." ucapnya menanyakan keinginan sang istri.


"Udah mas, nggak ada lagi, sekarang aku mau seharian saja sama mas dikamar, ayo kekamar mas." Ucapnya menarik tangan sang suami, mendengar penuturan istrinya, Aqiel sangat senang, pikiran nya telah traveling kemana-mana. Namun setelah sampai dikamar mereka, ekspektasi nya tidak sesuai harapan. Ternyata Alesha membawa Aqiel kekamar untuk menemani nya menonton film kartun.


"Ini benaran cinta kita hanya menonton film kartun, sejak kapan kamu suka menonton film anak-anak sayang?" tanya nya heran.


"Aku juga nggak tahu mas, seperti nya bawaan bayi, maklumi saja ya mas," ucapnya yang kini telah bersandar di bahu bidang suaminya. Mereka menonton di laptop milik Alesha, jadilah kini dua sejoli itu menghabiskan waktu dikamar untuk menonton film kartun yang kini menjadi hobby sang istri, hingga membuat Aqiel mengantuk di buatnya, namun berbeda dengan Alesha, ia malah tertawa melihat adegan-adegan lucu dari animasi kartun yang ada di layar laptop itu.


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2