
"Sha, sekarang telfon suami Lo deh, kabarin sama dia, pasti suami Lo senang banget dengar nya." Tutur Alena yang memang juga bahagia mendengar kabar baik ini.
"Jangan dulu deh Na, aku takut kalau ternyata aku nggak hamil, akan sangat mengecewakan mas Aqiel nantinya." ucapnya mempertimbangkan.
"Terus gimana?" tanya Alena heran.
"Nanti pulang mengajar kamu temani aku ya Na kerumah sakit untuk periksa, kalau benaran aku hamil, baru deh kasih tahu mas Aqiel, aku ingin nantinya jadi kejutan buat suami aku. Mau kan temani aku, please..." Tuturnya memohon, dan mengerjap-ngerjap kan matanya yang bulat.
"Okedeh bestie, demi sahabat gue ini apa sih yang nggak." ucapnya mencubit gemas pipi Alesha.
"Sakit tau," Ucapnya mencebikkan bibirnya.
"Enggak terasa tuh," seloroh Alena.
"Iya lah nggak terasa, kan yang di cubit aku." Ucapnya bersungut-sungut, membuat sang sahabat terkekeh.
"Semoga kamu benaran hadir di rahim Umma ya Nak," batin nya sambil mengelus perutnya yang rata.
Kini Alesha tengah menelfon sang suami. Baru panggilan pertama, telfon sang istri sudah di jawab oleh Aqiel di seberang sana.
["Halo, Assalamu'alaikum mas,"]~ Alesha
["Wa'alaikumsalam cintaku, baru saja mas mau telfon kamu, ternyata kamu sudah telfon duluan."]~ Aqiel
["Oh ya? Memang nya ada apa mas?"]~ Alesha
["Kamu duluan cinta, kenapa telpon mas? Hmm?"]~ Aqiel
["Mas, nanti aku pulang nya sama Alena saja ya, mas nggak usah jemput, soalnya aku mau menemani Alena ke Mall, boleh kan mas?"]~ Alesha
Alesha tidak sepenuhnya berbohong, karena memang setelah dari rumah sakit nanti, Alesha memang akan pergi menemani Alena ke Mall.
["Begitukah cinta? Kebetulan sekali, mas juga mau mengatakan sama kamu, kalau mas ada meeting penting sore ini, jadi tidak bisa jemput kamu seperti biasa cinta"]~ Aqiel
__ADS_1
["Iya tidak apa-apa mas, kalau begitu aku izin ya mas,"]~ Alesha
["Iya cinta, hati-hati nanti ya perginya, jangan lupa kabari mas kalau sudah sampai,"]~ Aqiel
["Siap mas, Assalamu'alaikum mas suami"]~ Alesha
["Wa'alaikumsalam istri ku"]~ Aqiel
Ceklek
Alesha mengakhiri panggilan telfon dengan suami tampannya itu.
"Gimana Sha? di izinkan sama suami Lo?" tanya Alena penasaran.
"Alhamdulillah mas Aqiel izinin aku Na, akhirnya kita bisa kerumah sakit untuk periksa, katanya mas Aqiel juga ada meeting sore ini, kebetulan banget kan," Ucapnya senang.
"Alhamdulillah kalau gitu," Ucap Alena tak kalah senang.
***
"Jadi nanti bagaimana meeting dengan perusahaan SM Corporation, sudah pasti jadwalnya?" Tanya Aqiel kepada sahabatnya itu.
"Tenang Qiel, semua sudah gue atur, sesuai jadwal yang telah di tentukan, gue dengar-dengar yang akan meeting dengan kita anak nya pemilik perusahaan SM Corporation, dan cantik juga," tutur Alex memberitahu.
"Terus urusannya sama gue apa?" tanya Aqiel menatap sang sahabat.
"Gue cuma kasih tahu aja bro, galak amat, katanya dia juga sudah lama mengagumi Lo, gue dengar-dengar dia juga kenal sama lo, Lo benaran nggak kenal sama tu cewek?" tanya Alex penuh selidik.
"Menurut Lo? Yang gue kenal wanita di dunia ini cuma Alesha Chayanika istri gue dan Mama Selly nyokap gue." jawab nya cuek.
"Dasar bucin," seloroh Alex, Aqiel yang mendengar perkataan sang sahabat tak begitu memperdulikan nya.
***
__ADS_1
Kini Alesha dan Alena berada di rumah sakit, sedang menunggu antrian berikutnya, tak lama akhirnya giliran Alesha tiba juga. Salah satu perawat memanggil namanya.
"Nyonya Alesha Chayanika." Panggil perawat rumah sakit itu.
"Saya sus," jawabnya, kini Alesha dan Alena sudah berada di ruangan dokter Diana, alias dokter kandungan.
"Perkenalkan saya dr. Diana selaku dokter kandungan, sebelumnya saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan dengan ibu Alesha sebelum kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut." Tutur nya memperkenalkan diri, Alesha hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Alena hanya menyimak saja.
"Keluhan apa yang ibu Alesha rasakan sebelumnya? Apakah ibu merasakan mual dan pusing serta muntah-muntah?" tanya dokter itu yang memang gejala orang hamil pada umumnya.
"Betul dok, tadi pagi saya sempat mual dan muntah-muntah, tapi yang keluar hanya cairan bening dok," keluhnya. Mendengar pengakuan Alesha, dokter itu hanya menyunggingkan senyum nya.
"Mari Bu, kita periksa lanjutan, kita lakukan USG terlebih dahulu untuk memastikan apakah ada janin yang tumbuh di dalam rahim ibu." tutur dokter itu ramah. Alesha hanya mengikuti instruksi sang dokter, ia membaringkan badannya di tempat yang telah di sediakan ditemani sang sahabat.
"Maaf Bu Alesha, saya izin ya, tolong di naikkan sedikit bajunya." tutur dokter itu.
Kini dokter itu tengah membaluti gel ke perut rata Alesha dan memeriksa nya dengan alat periksa USG, terlihat benih kecil sebesar biji jagung di monitor tersebut.
"Alhamdulillah, ini janin yang telah hadir di rahim ibu Alesha, ukurannya memang masih kecil, karena usia kandungan ibu masih memasuki tri semester pertama, masih berusaha empat Minggu. Mendengar penuturan sang dokter membuat wanita cantik itu meneteskan air mata nya. Bukan air mata kesedihan, akan tetapi air mata kebahagiaan.
"Masyaa Allah Alhamdulillah, kamu sekarang telah hadir di rahim Umma nak," bathin nya berbicara sembari menatap monitor yang ada di hadapannya. Alena yang mendengar pun tak kalah bahagia.
"Masyaa Allah bestie, selamat ya Sha, akhirnya sebentar lagi kamu akan jadi seorang ibu, dan gue akan punya ponakan dong." ucapnya memberikan selamat kepada sahabat tercinta.
Setelah melakukan beberapa proses pemeriksaan, kini Alesha kembali duduk di hadapan sang dokter. Dokter itu menjelaskan apa yang boleh ia konsumsi dan tidak boleh ia konsumsi selama ia tengah mengandung, apa yang boleh ia lakukan dan tidak. Alesha fokus mendengarkan apa yang disampaikan oleh sang dokter.
"Karena ini kandungan pertama dan masih memasuki tri semester pertama, tolong benar-benar dijaga kandungannya ya Bu, dan jangan mengerjakan yang berat-berat, karena kandungan ibu sangat lemah." tutur sang dokter menjelaskan.
"Baik dok," ucap Alesha mengiyakan.
"Dan jangan lupa vitamin serta obat penguat kandungan nya rutin di konsumsi, demi kandungan ibu agar tetap kuat." Tutur nya lagi. Alesha mengangguk kan kepalanya. Akhirnya pemeriksaan hari itu selesai juga.
"Baik terimakasih dok, kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum," ucap Alesha ramah, lalu keluar dari ruangan di ikuti sang sahabat.
__ADS_1