
Hari ini semua anak dan menantu Ayah Anggara dan Ibu Alice berkumpul untuk merayakan ke lulusan sidang akhir Arfa, mereka tampak saling merindukan satu sama lain, terutama kepada kedua wanita yang sudah di pinang oleh dua lelaki tampan itu.
Dulu selalu ramai dengan suara-suara mereka, kini harus menunggu waktu dan momen yang pas jika harus berkumpul, karena mereka sudah memiliki aktivitas dan kesibukan masing-masing, begitulah kalau salah satu anak-anak sudah menikah, mereka akan mengikuti suami mereka kemanapun sang suami membawa, sebagai bakti istri pada suaminya.
"Assalamu'alaikum," terdengar suara dari luar mengucapkan salam, ibu langsung keluar saat mendengar suara anak dan menantunya itu.
"Wa'alaikumsalam nak, Ayo masuk." Ajak ibu ke dalam rumah.
Alesha dan Aqiel menyalami Ibu Alice dengan penuh takzim. Tak lama terdengar suara si bungsu teriak memanggil nama sang kakak.
"Kakak.... Adek kangen," ucapnya berlari lalu melompat ke dalam dekapan sang kakak.
"MasyaaAllah dek, kakak juga kangen, Assalamu'alaikum ganteng." Ucap Alesha tersenyum.
"Hehe, Wa'alaikumsalam kakak dan Abang. Ayo masuk." Ucap nya terkekeh lalu menyalami tangan kakak dan Abang iparnya dengan takzim.
Mereka masuk keruang keluarga, disana sudah ada ayah Anggara yang sedang duduk meminum teh nya dengan ditemani sepiring pisang goreng buatan Bu Alice kesukaan ayah.
"Assalamu'alaikum Ayah," ucap Alesha dan Aqiel kepada ayah Anggara lalu menyalami lelaki paruh baya itu dengan takzim.
"Eh, Wa'alaikumsalam nak, kapan sampai? Kok ayah nggak tau?" Tutur ayah Anggara, saking asyik dan fokusnya nonton berita kesukaan nya.
"Ayah mah kalau udah sibuk dengan berita kesukaan nya, apalagi sudah di hidangkan dengan teh dan pisang goreng buatan ibu, pasti nggak tau lagi sama ke adaan sekitar," sambar Arfa tiba-tiba dari arah dalam.
"Kamu tau aja Ar," jawab ayah terkekeh, akhirnya semua yang ada di ruangan itu ikut tertawa.
"Kakak sama Abang apa kabar?" Tanya Arfa kepada kakak dan Abang iparnya dan menyalami mereka dengan takzim.
"Alhamdulillah kakak dan Abang baik, gimana sidang kamu Ar?" Tanya Alesha basa-basi, padahal ia sudah mendengar cerita dari ibu Alice jika Arfa lulus dengan nilai terbaik.
"Alhamdulillah kak, aku ikutin jejak kakak dong," jawab Arfa menyombongkan dirinya bercanda.
"Bisa aja kamu," jawab Alesha terkekeh.
Kini sepasang paruh baya beserta anak-anak dan menantunya itu sudah berkumpul di ruang keluarga yang cukup luas itu. Tak lama terdengar dari luar suara Amora dan Zain mengucap salam.
"Assalamu'alaikum semuanya," ucap Amora dan Zain bersamaan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam," jawab semua penghuni rumah yang sudah asyik berbincang dengan ditemani minuman dan cemilan yang ada di hadapan mereka.
"Amora dan Zain menyalami ayah dan ibu serta saudara-saudara dan ipar mereka.
"Ini Amora kemarin buat bolu kesukaan ibu dan ayah, baru belajar dari utube, semoga enak ya Bu, hihi." Jawab Amora terkekeh.
"Terimakasih ya nak," ucap Bu Alice.
"Sama-sama ibu," jawab Amora.
"Oh iya, aku sampai lupa, Alesha sama mas Aqiel juga bawa oleh-oleh. Masih di mobil." Tutur Alesha baru teringat, karena sewaktu baru turun dari mobil, saking senang nya mau bertemu keluarga yang sudah ia rindukan, sampai terlupa dengan bingkisan serta hadiah-hadiah yang sudah ia siapkan dengan suaminya itu.
"Kamu disini aja cinta, biar mas ambilkan," ucap Aqiel mengelus kepala istrinya dengan sayang.
"Iya mas," jawab Alesha dengan senyum mengembang.
Tak lama Zain sudah menenteng beberapa bingkisan serta hadiah-hadiah untuk masing-masing keluarga.
"MasyaaAllah banyak sekali nak?" Tanya ibu Alice kepada anak dan menantunya itu.
"Enggak banyak kok bu," tutur Alesha tersenyum menampakkan deretan gigi putihnya yang rapi. Alesha membagikan satu persatu hadiah-hadiah yang telah ia siapkan untuk masing-masing keluarga.
"Terimakasih kak," ucap Arfa dan Alfa bersamaan.
"Terimakasih ya nak sudah membelikan untuk ayah dan ibu juga, kalian datang saja ayah sudah senang, apalagi dikasih hadiah, ya ayah tambah senang," ucap ayah Anggara di ujungnya di selipkan dengan candaan. Akhirnya semua penghuni rumah tergelak dengan candaan sang ayah.
"Ayah bisa aja deh, iya ayah sama-sama," jawab Alesha.
"Oiya satu lagi, ni buat kakak dan Abang," ucap Alesha tersenyum.
"Wah, kami juga dapat ni. Makasih ya Sha." Ucap Amora serta mewakilkan suaminya juga.
"Iya kak, sama-sama, oiya masih ada satu lagi, Tara....." Ucap Alesha mengeluarkan satu kado lagi. Yang lain terheran, hayo buat siapa kado yang terakhir, bukan kah semua sudah kebagian.
"Itu buat siapa kak?" Tanya sibungsu polos.
"Ini buat calon keponakan kakak," jawab Alesha membuat semua penghuni rumah terheran kecuali Amora dan Zain serta Aqiel.
__ADS_1
"Eh, maksudnya apa toh nak? Kok buat keponakan mu? Kakak mu saja belum punya anak," jawab ibu di ujung kalimat melambatkan suaranya. Sedangkan Amora dan Zain saling melirik.
"Kita juga ada kado lagi buat semuanya," tutur Amora dengan senyuman mengembang.
"Kok hari ini banyak banget kadonya?" Tanya ayah heran.
Sebelum mulai berbicara lagi, Amora menatap suaminya itu meminta persetujuan, setelah Zain mengangguk ia mulai menyampaikan kabar bahagia itu.
"Ibu, ayah, semuanya.. Alhamdulillah Amora sekarang tengah hamil, ibu sama ayah bakalan punya cucu." Jawab Amora dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Lantas jawaban Amora membuat mereka semua bahagia.
"Alhamdulillah," jawab semuanya. Ibu Alice langsung memeluk anak sulungnya itu. Ayah Anggara saking bahagianya pun juga ikut memeluk anak dan menantunya.
"Masyaa Allah nak, Alhamdulillah Ya Allah." Ucap ibu dan ayah bersamaan, kedua paruh baya itu meneteskan air mata kebahagiaan, cucu yang selama ini mereka nantikan akhirnya tumbuh di rahim sang anak sulung.
"Hari ini ayah bahagia sekali, terimakasih Ya Allah," ucap ayah Anggara lagi. Dia sangat mengerti dengan kondisi serta perasaan anak dan menantunya itu, belum lagi keluarga mereka yang sibuk menanyakan kapan sang mereka punya anak, pasti selama ini jadi beban untuk kedua pasutri yang sudah memasuki usia pernikahan ketiga tahun itu. Seluruh yang ada di ruangan itu pun ikut meneteskan air mata.
"Gantian dong, Alesha kan juga mau peluk kakak," tutur Alesha tiba-tiba, membuat semua tergelak dengan penuturan cekgu cantik itu. Ibu Alice yang masih setia memeluk anak sulungnya itu melepaskan pelukan nya.
"Selamat ya kak, aku bahagia banget sewaktu kakak ngabarin aku perihal kehamilan kakak." Ucap Alesha haru.
"Terimakasih ya Sha, semoga kamu juga secepatnya diberikan amanah sama Allah," do'a sang kakak tulus. Semuanya mengaminkan do'a Amora.
"Selamat ya mas, kak," ucap Aqiel tak mau ketinggalan.
"Terimakasih Qiel." Ucap Zain sekalian mewakili Amora.
"Adek bakalan jadi paman dong?" Tanya sibungsu tiba-tiba.
"Iya, Paman kecil," jawab Alesha terkekeh.
"Kalau aku paman tampan." Jawab Arfa tak mau ketinggalan.
"Yyee... iya deh yang paling tampan." Jawab Alesha lagi." Semua kembali tertawa bahagia, kini ruangan itu penuh tawa kebahagiaan.
.
.
__ADS_1
To Be Continued