
Kini Alesha, Alena dan Sandra baru saja keluar dari Mall, Alesha masih saja terbayang sang suami bersama wanita cantik sewaktu di restoran tadi.
"Sha kamu kenapa sih? dari tadi melamun terus, makan pun nggak di habiskan." ucap Alesha melihat sang sahabat tiba-tiba aneh padahal sebelum nya masih baik-baik saja.
"Eh, enggak kenapa-kenapa Na, ayok pulang." Ajaknya menatap sahabatnya itu.
"Yaudah, kalau gitu gue duluan ya, thanks ya Sha, Na." Ucap Sandra kepada dua sahabat itu.
"Oke San, hati-hati San." ucap Alesha. Alesha dan Alena pun menaiki kendaraan roda empat milik Alena. Mobil itu meninggalkan pelataran mall terbesar se ibukota itu.
Sepanjang perjalanan Alesha hanya diam saja, pikiran nya kini bercabang kemana-mana. Banyak pertanyaan yang ada dalam pikiran nya kini, yang ingin segera ia tanyakan kepada sang suami. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa suaminya tidak seperti yang ia duga, namun perkataan Sandra terngiang-ngiang dalam benaknya, bahwa omongan lelaki tak bisa di percaya seratus persen. Apa iya Aqiel suaminya yang terlihat sangat mencintai nya itu tega bermain di belakang nya.
Hingga kendaraan roda empat berwarna merah itu sampai di pelataran rumah Alesha.
"Na, mampir dulu yuk." ajaknya kepada sang sahabat.
"Next time ya Sha, mama mertua gue katanya mau kerumah, katanya kangen sama cucu." ucapnya.
"Okedeh Na, hati-hati ya Na." ucapnya melambaikan tangan.
"Oke Sha, Assalamu'alaikum bestie," ucap Alena, lalu meninggal kan pelataran rumah Alesha.
"Wa'alaikumsalam bestie." jawab Alesha, lalu ia melangkahkan kaki memasuki rumahnya yang cukup mewah itu.
***
__ADS_1
Kini Alesha sedang membersihkan dirinya, lalu melaksanakan shalat magrib, setelah shalat magrib ia lanjut membaca Al-Qur'an, hingga azan isya berkumandang, Alesha melanjutkan shalat empat raka'at. Namun setelah shalat isya selesai, sang suami belum juga kunjung pulang. Membuat tanda tanya pada pikirannya.
"Mas kamu dimana sih, kok belum pulang juga, kamu nggak aneh-aneh kan mas, nggak seperti biasanya kamu pulang telat, sampai sekarang pun kamu juga nggak ngabari aku, kamu dimana dan sama siapa." Gumamnya seorang diri.
Hingga ia melewatkan makan malam, dan kini sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Aqiel belum juga kunjung pulang, hingga ia menguap berkali-kali dan tertidur di sofa ruang keluarga itu.
Pukul 23.22 Aqiel baru saja pulang, saat ia membuka pintu dan melangkahkan kaki kedalam rumah, ia mendapati sang istri sedang tertidur di sofa.
"Maaf ya cinta mas pulang terlambat," ucapnya pelan. Namun karena ia tak tega membangunkan sang istri, Aqiel menggendong sang istri menuju kamar mereka yang ada di lantai dua.
Sampai di kamar ia membaringkan sang istri dengan pelan dan menyelimuti nya hingga separo badan.
"Assalamu'alaikum cinta," Ucapnya mengecup kening Alesha lama. Lalu ia melangkah kan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelah nya ia membaringkan badan disamping sang istri, mendekap nya dalam pelukan hangatnya.
***
Alesha melaksanakan shalat Sunnah dua raka'at, setelah salam ia lanjut zikir dan memohon perlindungan kepada Allah demi keutuhan rumah tangga nya, saat berdoa tiba-tiba air mata nya jatuh begitu saja tanpa permisi, rasa takut melanda hati dan pikiran nya.
"Ya Allah, jagalah keutuhan rumah tangga hamba, jangan biarkan orang lain merusak rumah tangga hamba dan mas Aqiel. Ya Allah, kini hamba tengah mengandung, hamba rasanya tidak siap jika harus dikhianati dan berpisah dengan suami hamba Ya Allah," Ucapnya memohon hingga air mata itu tak meluruh membasahi pipinya yang mulus.
Selepas shalat sunnah tahajud, Alesha lanjut membaca Al-Qur'an, dengan membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an membuat hatinya terasa lebih tenang.
Kini Aqiel baru saja terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara sang istri yang sedang mengaji, ia melihat ke arah sang istri, lalu turun dari ranjang berukuran king size itu, melangkahkan kaki ke kamar mandi, setelah nya ia mendekati sang istri sebelum shalat Sunnah tahajud.
"Cinta," panggilnya pelan.
__ADS_1
"Kenapa mas," jawabnya berusaha setenang mungkin.
"Kenapa tidak bangunkan mas, kan biasanya kalau kamu bangun duluan, pasti kamu bangunkan mas untuk di imami." tuturnya lembut.
"Maaf ya mas, tadi aku lihat mas nyenyak banget tidurnya, mas pasti kecapekan, aku jadi nggak tega bangunkan mas." ucapnya yang sama sekali tak menanyakan jam berapa sang suami pulang.
"Iya tidak apa-apa cinta, lain kali mau bagaimana pun bangun kan mas ya cinta," Ucapnya lembut. Alesha hanya membalas dengan anggukan.
"Ya sudah mas shalat Sunnah tahajud dulu," Ucapnya kepada sang istri.
Di saat Aqiel melaksanakan shalat Sunnah dua raka'at, Alesha menatap punggung Aqiel dengan perasaan yang tak dapat ia artikan, air matanya tiba-tiba saja jatuh tanpa permisi, lagi-lagi ia tak dapat menahan sesak yang ada di dadanya. Mungkin ini karena bawaan hamil, jadinya ia gampang menangis dan iba.
Selepas shalat Aqiel lanjut membaca Al-Qur'an, Alesha hanya menatap sang suami, ingin rasanya ia menanya kan perihal wanita itu segera, dan memberitahu kan bahwa dirinya kini tengah mengandung anaknya, namun bibirnya terasa kelu.
Hingga azan Shubuh berkumandang, mereka lanjut shalat Shubuh berjama'ah, biasanya Aqiel shalat Shubuh ke masjid, namun karena ia benar-benar merasa lelah sekali hari ini, ia urung ke masjid dan shalat berjamaah dengan sang istri.
Selepas shalat, Alesha ingin berbicara banyak hal kepada suaminya itu, namun disaat ia akan membuka mulutnya, tiba-tiba perut nya terasa mual seperti pagi sebelumnya. Ia berlari ke arah kamar mandi setelah membuka mukena nya, melihat sang istri, Aqiel pun mengikuti Alesha ke kamar mandi.
Huek.. Huek.. Huek..!
Lagi-lagi Alesha hanya memuntahkan cairan bening itu, Aqiel membantu memijat tengkuk Alesha pelan, Alesha yang memang tak bertenaga membiarkan sang suami melakukan apa yang ia lakukan, walaupun rasanya ia tak ingin disentuh oleh suaminya itu.
"Cinta kamu kenapa? Dari semalam kamu muntah-muntah terus, kita kerumah sakit ya cinta." tuturnya lembut, Alesha hanya menggeleng kan kepalanya, setelah mual nya berkurang, Alesha melangkah kan kaki ke tempat tidur mereka, merebahkan badannya, Aqiel hanya mengikuti langkah sang istri, dan ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri, Alesha hanya diam saja dengan pergerakan sang suami, dan tidak berbicara sedikit pun.
.
__ADS_1
.
To Be Continued