Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Kepulangan Alesha


__ADS_3

Hari ini Alesha pulang dari rumah sakit, Aqiel telah menyelesaikan urusan administrasi nya dan akan bersiap-siap untuk membawa sang istri pulang kerumah.


"Mas sudah?" tanya Alesha menatap sang suami yang baru saja memasuki ruang rawatnya itu.


"Alhamdulillah sudah cinta, kamu sudah siap pulang nya sayang?" tanyanya dengan penuh kelembutan.


"Sangat siap mas, aku sudah sangat bosan di rumah sakit ini, hanya tiduran saja beberapa hari ini." adunya manja.


"Khemm.. Masih ada kita kali kak, nanti kali bermanja nya kalau cuma berdua." Seloroh Arfa sengaja menyindir pasutri itu. Mendengar perkataan sang adik, membuat pipi Alesha merah merona menahan malu.


Kini mereka sudah meninggal kan ruang rawat bernuansa putih itu, Arfa membantu membawakan barang milik Alesha, sedangkan Aqiel mendorong kursi roda sang istri. Ia tidak membiarkan istrinya itu berjalan karena takut kelelahan. Kini mereka telah tiba di parkiran rumah sakit.


"Kalian jadikan kerumah kakak dan abang dek?" tanya Alesha kepada kedua adiknya itu.


"Maaf ya kak, aku sama adek nggak jadi kerumah kakak, soalnya aku baru ingat ada janji sama seseorang." Ucapnya yang tak mengatakan temu janji dengan siapa.


"Dengan siapa hayo?" goda Alesha merasa curiga jika sang adik bertemu seorang wanita.


"Ada deh, pokoknya kali ini pertemuan penting. Nanti saatnya tiba, kakak dan yang lain juga aku kasih tahu, pokoknya surprise."Tutur Arfa yang tidak mau memberitahu kan untuk sekarang.


"Hhmm, iya deh, awas jangan macam-macam ya, jangan bertemu sama yang bukan mahram kalau hanya berdua." Peringat Alesha menatap netra sang adik.


"Ya elah kak, tenang aja, Insyaa Allah aku paham kok. Percaya sama adik mu yang tampan ini." Ucapnya menepuk dada bidang nya.


"Iya deh percaya," kekeh Alesha.


"Jadi kita nggak jadi kerumah kak Alesha ya bang?" Tanya si bungsu yang sedari tadi hanya menyimak obrolan Abang dan kakaknya.


"Lain kali aja dek, Abang ada perlu, kan masih banyak kesempatan kalau mau kerumah kak Alesha." ucap Arfa mengacak-acak rambut adik bungsunya.


"Jangan di berantakin dong rambut adek," ucapnya bersungut-sungut.


"Iya-iya, dasar bocil. Ya sudah ayo dek, kita pulang." ucap Arfa mengajak adiknya untuk segera pulang. Kedua adiknya pamit kepada Alesha dan Aqiel.

__ADS_1


"Kak, bang, aku pulang ya," ucapnya menyalami kakak dan Abang nya dengan takzim. Begitu juga dengan si bungsu.


"iya Ar, jangan ngebut-ngebut bawa motornya." Nasehat Aqiel kepada adik iparnya itu.


"Siap bang, aman." ucapnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Arfa dan Alfa bersamaan. Lalu mereka menaiki kendaraan roda dua berwarna hitam itu meninggalkan pelataran rumah sakit.


"Wa'alaikumsalam," jawab Aqiel dan Alesha. Mereka juga menaiki kendaraan roda empat itu setelah kedua adiknya meninggalkan rumah sakit terlebih dahulu.


***


Dikediaman Alesha dan Aqiel. Mama Selly dan Papa Roy baru saja tiba dirumah anak dan menantu mereka. Sebenarnya sejak Alesha masuk rumah sakit, mama Selly sudah meminta kepada suaminya itu untuk segera ke Indonesia demi melihat keadaan Alesha. Hanya saja beberapa pekerjaan tidak bisa ditinggal kan oleh papa Roy. Jadilah mereka baru hari ini bisa ke Indonesia.


Saat kendaraan roda empat milik Aqiel baru memasuki pelataran rumah mereka. Mama Selly dan Papa Roy bersembunyi di belakang pintu berukuran besar itu untuk memberikan kejutan.


"Surprise....." Ucap Mama Selly dan Papa Roy bersamaan.


"Ya namanya juga mau kasih kejutan, kalau nggak terkejut, berarti surprise mama dan papa gagal dong." Seloroh Mama Selly.


"Assalamu'alaikum, Ma, Pa. Apa kabar?" Tanya Alesha kepada kedua mertuanya serta menyalami kedua mertuanya dengan takzim. begitupun dengan suaminya.


"Alhamdulillah Mama dan papa baik sayang, kamu bagaimana kabar nya? Cucu-cucu Oma sehat kan di dalam kandungan?" tanya nya sembari mengelus lembut perut rata sang menantu.


"Alhamdulillah Alesha baik ma, baby twins juga Alhamdulillah sehat. Mama sama Papa kapan sampainya?" tanya Alesha menatap kedua mertuanya secara bergantian.


"Alhamdulillah, mama dan papa senang banget, sewaktu dapat kabar dari Aqiel kalau kamu tengah mengandung anak kembar. Berarti mama akan memiliki dua cucu sekaligus." Tutur Mama Selly tak bisa menyimpan raut kebahagiaan nya.


"Mama dan papa belum lama tibanya sayang ." jawab Mama Selly lagi.


"Pasti Mama sama papa capek banget, ayo kita masuk dulu. Mengobrol nya di dalam saja." ajak Alesha kepada kedua mertuanya itu. Sedangkan Aqiel hanya mengikuti dari belakang.


Kalau ada mama nya, pastilah waktu nya dengan sang istri berkurang. Makanya sedari tadi ia hanya diam saja menyimak obrolan sang istri dengan mama nya itu. Maklum saja, Aqiel ini tidak bisa jauh dengan sang istri sepersekian detik.

__ADS_1


"Kamu kenapa diam saja sedari tadi nak?" Tanya papanya, sebenarnya ia tau kenapa sang putra sedari tadi tak bersuara, hanya saja papa Roy senang melihat wajah cemberut sang putra.


"Papa jangan sok nggak tahu deh," ucapnya bersungut-sungut.


"Heleh, kamu ini lebay, baru juga ini mama kamu ketemu sama menantunya. Wajah kamu sudah masam saja." goda sang papa.


"Bodo, pokoknya awas saja nanti kalau mama menguasai istriku." ucapnya lagi kesal.


"Biarin, ntar papa komporin mama mu biar tahan istrimu." ucapnya menggoda putra sulungnya itu.


Aqiel yang kesal segera berlalu dari ruang keluarga menuju kamarnya, karena kesal dengan sang papa. Melihat sang putra kesal, membuat Papa Roy terkekeh geli.


***


Di tempat lain, Sandra tak sengaja bertemu dengan mantan suaminya Rio sedang jalan berdua dengan istri sirinya itu.


"Eh San, kamu apa kabar? Anak papa sehat nak?" tanya nya kaget karena bertemu sang mantan istri dan sang buah hati.


"Alhamdulillah aku baik mas, Reyhan juga baik. kamu dan istri apa kabar?" tanya nya basa-basi, sebenarnya ia malas sekali bertemu sang mantan suami.


"Alhamdulillah aku dan istri ku baik San." jawabnya gugup, karena merasa setelah perceraian nya dengan Sandra, sang mantan terlihat semakin cantik. Sandra hanya menganggukkan kepalanya.


"Anak papa mau kemana ini? Kangen papa nggak?" tanya nya yang memang merindukan si buah hati. Dia berusaha mengajak mengobrol anak semata wayangnya itu, namun sang putra malah menangis di saat sang papa ingin menggendong nya.


"Sayang, ini papa nak, kenapa nggak mau di gendong dengan papa? Yok gendong sama papa. Papa kangen sama kamu nak." Ucapnya ingin menggendong sang putra, namun si buah hati tetap tak mau di gendong oleh ayahnya itu.


Rio merasa hatinya perih mendapatkan penolakan dari anak satu-satunya itu. Sandra juga iba melihat wajah sendu sang mantan, tapi mau bagaimana lagi, mungkin karena sang putra tidak pernah lagi bertemu sang papa sejak perceraian kedua orang tuanya.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2