
Setelah mereka semua foto studio, Arfa mengajak semua keluarganya menuju ke suatu tempat.
"Arfa ada kejutan untuk semuanya," ucap Arfa antuasias.
"Kejutan apa nak?" tanya ibu Alice.
"Ada deh pokoknya Bu, kalau Arfa kasih tahu sekarang, berarti bukan kejutan namanya." ucap Arfa membuat semua keluarganya penasaran.
"Ya sudah ayo semuanya, kita langsung ketempat kedua, ikuti Arfa ya." instruksi nya.
Akhirnya mereka semua mengikuti Arfa. Kini ada tiga mobil keluarga ayah Anggara yang melintasi jalanan ibukota itu. Sekitar tiga puluh menit perjalanan dilalui, hingga akhirnya tiba juga ditempat tujuan.
Kini mereka semua sudah turun dari kendaraan masing-masing, Arfa menuntun semuanya menuju sebuah gedung baru, dengan merek Arfa Cafe.
"Ayo cinta," ucap Aqiel sambil menggandeng istrinya.
"Mas, aku bisa sendiri mas. Malu di lihatin yang lain." ucap Alesha yang memang malu jika bermesraan dengan suaminya didepan para keluarga ataupun orang lain.
"Kenapa harus malu cinta, mas kan hanya ingin menjaga istri mas, mas nggak mau istri dan calon baby twins kenapa-napa." ucapnya yang tak perduli dengan pandangan orang lain.
Akhirnya Alesha dan Aqiel jalan dengan mesra, Aqiel menggenggam mesra tangan istri cantiknya itu, sesekali mengecup sayang.
"Ayah, lihat deh anak menantu kita, ibu senang banget melihat nak Aqiel memperlakukan anak kita Alesha dengan baik dan sangat menjaga nya." tutur ibu Alice yang memperhatikan anak dan menantunya itu.
"Alhamdulillah Bu, ayah juga sangat bersyukur dan lega, semoga rumah tangga anak-anak kita sampai Jannah Nya." ucap ayah Anggara mendoakan.
"Aamiin Ya Rabb," jawab ibu Alice.
"Nah, kita sudah sampai." ucap Arfa tersenyum.
"Jadi maksud kamu mau ajak kita semua makan di cafe Ar?" tanya Amora kepada adik kedua nya itu.
Arfa hanya tersenyum penuh arti, mereka semua masih belum sadar jika cafe itu diberi nama Arfa Cafe.
__ADS_1
"Nah, ayo semuanya kita masuk." ucapnya menggandeng kedua orang tuanya, ibu Alice dan ayah Anggara hanya menurut saja. Yang lain pun hanya mengekori, entah kejutan apa yang akan diberikan oleh lelaki muda nan tampan itu.
Dari luar cafe nampak beberapa kendaraan roda dua dan empat memenuhi parkiran cafe itu. Cafe itu bisa dibilang lumayan besar dengan parkiran yang luas.
"Ini cafenya baru buka Ar?" tanya Alesha kepada adiknya itu. Arfa hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, ia masih belum mengatakan bahwa itu cafe miliknya.
Disaat mereka semua sudah memasuki cafe itu, mereka semua disambut oleh teman-teman Arfa dengan pakaian ala-ala karyawan cafe.
Surprise.....!
Ucap semua teman Arfa yang sudah menyediakan kue serta beberapa kado. Ternyata bukan hanya Arfa yang ingin memberikan kejutan kepada keluarganya, semua teman-teman Arfa juga memberikan kejutan kepada nya karena Arfa lulus dengan nilai terbaik alias Cumlaude dan juga sebagai Pemuncak Universitas di tahun ini.
Tidak hanya Arfa yang terkejut, semua keluarga Arfa juga terkejut atas kejutan itu.
"Ini apa bro?" tanya Arfa kepada semua teman-temannya.
"Selamat bro karena Lo lulus dengan nilai terbaik dan juga sebagai Pemuncak Universitas, dan selamat juga karna Lo kini sudah berhasil memenuhi impian Lo karena sebentar lagi mempunyai sebuah cafe yang Lo beri nama Arfa Cafe." Ucap salah satu teman Arfa.
Perkataan teman Arfa membuat semua keluarganya semakin kebingungan.
"Begini ayah, ibu dan semuanya, hari ini niatnya Arfa mau kasih kejutan kepada semuanya jika Arfa kini memiliki sebuah cafe yang Arfa kelola sendiri dan dengan bantuan teman-teman Arfa pastinya. Sejujurnya selama ini Arfa sering nongkrong keluar, itu hanya sebuah alasan. Karena yang sebenarnya, Arfa sedang mempersiapkan Cafe ini. Sekarang Arfa mempunyai sebuah Cafe yang akan Arfa kelola sendiri, tapi pastinya dibantu teman-teman Arfa juga. Karena Arfa juga baru merintis, tidak mudah untuk Arfa sampai di titik ini." Tutur nya menjelaskan sedetail mungkin.
"Masyaa Allah nak, kenapa kamu tidak pernah cerita? Terus modal dari mana?" Tanya ibu Alice bangga juga sekaligus masih belum percaya.
"Alhamdulillah Bu, Ibu tidak usah khawatir, Insyaa Allah uang untuk mendirikan cafe ini halal. Selama ini Arfa membantu teman-teman yang kesulitan dalam pembuatan skripsi, dan bayaran yang Arfa dapat lumayan besar setiap kali Arfa membuat skripsi mereka. Dan uang hasil dari pembuatan skripsi ini Arfa kumpulkan untuk pembangunan cafe ini." Ucapnya benar adanya, itu yang membuat Arfa sering begadang selama kuliah.
"Masyaa Allah nak, ibu sama ayah sangat bangga dengan kamu." Ucap Ibu Alice sembari mengelus tangan sang anak yang ada di genggaman nya.
"Kenapa kamu tidak pernah cerita Ar?" tanya Alesha.
"Karena aku tidak ingin menjadi beban kakak dan yang lain, aku ingin membuktikan kalau aku bisa. Aku juga ingin membanggakan ayah, ibu, dan juga kak Alesha dan kak Amora." ucapnya tersenyum.
"Bang, adek juga bangga punya Abang seperti Abang Arfa. Nanti adek juga mau seperti Abang Arfa." ucap nya semangat.
__ADS_1
"Sekarang aja mau jadi seperti Abang, dulu adek bilang nggak mau jadi seperti Abang." seloroh Arfa.
"Beda, kan itu dulu, kalau sekarang mah adek mau ikutin jejak bang Arfa pokoknya." ucapnya polos, membuat semua orang di ruangan itu tertawa terbahak-bahak memenuhi segala penjuru ruangan.
"Jadi apa yang kurang Ar?" tanya Aqiel kepada adik iparnya itu. Arfa menjelaskan semua detail apa yang ia perlukan.
"Abang akan jadi sponsor agar cafe kamu cepat beroperasi. Anggap ini hadiah dari Abang dan kak Alesha, tapi dengan syarat." ucap Aqiel, membuat semuanya penasaran.
"Serius bang? Memang nya syaratnya apa bang?" tanya Arfa.
"Abang mau adik Abang kamu ajarkan untuk jadi mandiri. Anggap dia karyawan kamu di cafe ini, karena selama ini dia hanya tau senangnya saja." ucap Aqiel.
"Kan Aldi masih sekolah mas." ucap Alesha.
"Justru itu cinta, agar dia tau susah nya bekerja dan mencari uang. mas mau adik mas belajar dari sekarang, karena nantinya dia juga akan menjadi penerus perusahaan papa. jadi tidak ada salahnya dia part time di cafe Arfa. Bagaimana Ar? Ucapnya lagi.
"Insyaa Allah Arfa siap bang." jawabnya serius.
"Kapan peresmian cafe nya Ar?" tanya Zain.
"Insyaa Allah setelah semua kelengkapan dan kebutuhan cafe ini siap bang. Karena masih banyak yang harus Arfa siapkan." ucap Arfa.
"Insyaa Allah Abang akan bantu untuk desain nya." ucap Zain yang ingin juga ikut membantu.
"Masyaa Allah terimakasih bang. Arfa senang mempunyai dua abang ipar yang baik seperti abang Zain dan abang Aqiel." ucapnya tulus. Zain dan Aqiel hanya tersenyum.
"Semoga usaha kamu di lancarkan ya nak, ayah sama ibu akan selalu mendoakan." ucap Ayah Anggara.
"Aamiin Allahumma Aamiin." ucap semuanya.
Kini mereka semua menikmati menu makanan yang memang disiapkan khusus oleh Arfa untuk semua keluarganya dan juga teman-teman nya yang hadir. Mereka membicarakan semua yang diperlukan untuk cafe itu, serta menargetkan untuk peresmian cafe itu, agar segera beroperasi dan masih banyak lagi.
.
__ADS_1
.
To Be Continued