Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Sidang (2)


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan yang penuh intimidasi itu, dengan segala pertanyaan yang dilemparkan oleh para penguji, akhirnya Arfa lulus dengan nilai terbaik, alias cumlaude.


Walaupun Arfa memang sering nongkrong dengan teman-teman nya, namun tidak bisa di elak kan bahwa ia sangat pintar, tanpa belajar pun ia pasti bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan selama ini, jadi hal yang wajar jika ia bisa melibat habis semua pertanyaan para dosen penguji itu. Bahkan ia mendapat pujian dari seluruh dosen penguji yang ia hormati itu.


"Selamat Arfa, kamu dapat nilai terbaik, dari awal bapak memang yakin kalau kamu akan lulus dengan nilai terbaik." Puji salah satu dosen penguji nya itu.


"Selamat Nak, sebentar lagi kamu akan di hadapkan dengan dunia yang sesungguhnya, persiapkan diri Kamu nak." Ucap dosen penguji yang lain.


Ya, setiap mahasiswa yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan nya, pasti akan menghadapi dunia kerja, dimana profesionalitas akan dibutuhkan, kejujuran serta ke di siplinan di utamakan. Welcome dunia kerja, begitulah kira-kira.


"Terimakasih bapak dan ibu dosen, kalau begitu saya permisi. Assalamu'alaikum..." Ucap Arfa menyalami satu persatu para dosen penguji nya yang laki-laki, dan hanya menautkan kedua tangannya di depan dada kepada dosen penguji perempuan.


Saat ia keluar dari ruangan sidang itu, ia di sambut oleh semua teman-teman nya, mereka sangat bangga dengan kelulusan Arfa.


"Selamat bro, lo lulus dengan nilai terbaik, gue bangga bisa jadi teman Lo bro." Ucap salah satu teman seangkatan nya itu.


"Thanks bro." jawab Arfa. Semua teman-teman Arfa yang datang menyaksikan dirinya, memberikan selamat, serta banyak kado yang ia terima dari teman-teman nya.


***


Di tempat Alesha mengajar, seperti biasa tak ada hal yang istimewa, Sandra yang terakhir kali mendorong Alesha sampai membuat Alesha terjatuh dan terluka pun hingga kini tak pernah meminta maaf, ia seolah-olah melupakan begitu saja kejadian itu. Alesha pun tidak terlalu ambil pusing. Ia juga bersikap seperti biasa. Namun, keretakan rumah tangga Sandra yang sudah tersebar dikalangan para guru dan siswa, sampai sekarang masih terdengar desas-desus disekolah Swasta itu.


"Hingga bel pulang berbunyi, Aqiel yang memang selalu menjemput istri tercintanya itu, sudah menunggu di parkiran sekolah.


"Sha, tu suami Lo udah jemput, benar-benar kelihatan banget dia bucin sama lo." Tutur Alena seperti biasa dengan ke julitan nya.


Alesha yang mendengar penuturan sang sahabat hanya senyum-senyum sendiri, memang benar adanya, setiap hari selalu saja sang suami menunjukkan sikapnya nya yang berhasil membuat Alesha tersipu malu dan berdebar-debar.


Sembari melangkah kan kaki menuju parkiran bersama sang sahabat, tiba-tiba saja ada salah satu siswi yang menabrak Alesha.


"Astaghfirullah," kaget Alesha hampir saja terjatuh.


Aqiel yang dari kejauhan memang melihat siswi itu lari-larian dan dan tak melihat ke arah jalanan, segera berlari menghampiri sang istri.


"Maaf Miss, saya tidak sengaja saya terburu-buru," ucap siswi itu merasa bersalah. Alesha hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


"Cinta, kamu nggak pa-pa?" tanya Aqiel yang langsung menarik sang istri ke dekapannya.


"Miss Alesha nggak pa-pa?" Tanya Danar yang tiba-tiba sudah ada di depan Alesha. Bersamaan dengan Aqiel.


Kejadian ini membuat kecanggungan antara mereka. Terlebih Alena hanya melirik bergantian ke arah Alesha, Aqiel dan Danar. Kejadian apa ini? Sungguh di luar nalar, kalau Aqiel wajar saja khawatir, karena ia suami Alesha, kalau Danar? Kenapa dia harus sekhawatir itu, padahal ada suami Alesha di situ.


"Hhmm... " Alena berdeham memutus kecanggungan.


"Aku nggak pa-pa mas, Alhamdulillah ada mas tadi yang langsung narik tangan aku." Jawab Alesha menatap lekat netra sang suami.


"Alesha langsung menyalami sang suami, dan mencium punggung tangan sang suami takzim. Aqiel balas mengecup sekilas kening sang istri, tak memperdulikan beberapa pasang mata yang memperhatikan perlakuan manis nya kepada kekasih halalnya itu.


Danar yang baru menyadari kecanggungan yang ia buat, dan melihat keromantisan dua sejoli itu, membuat ia tak tahan berlama-lama disana. Ia segera pamit undur diri.


"Bu Alena, Miss Alesha dan Mas...." ia menggantung ucapannya.


"Saya Aqiel," jawab Aqiel mengulurkan tangan nya.


"Danar mas," balas Danar menerima uluran tangan Aqiel.


"Sha, Qiel, kalau gitu gue duluan deh, Assalamu'alaikum." tutur Alena meninggalkan pasutri yang masih setia dalam tatapan penuh arti itu.


"Wa'alaikumsalam," jawab mereka segera.


"Ayo cinta," ucap Aqiel menuntun jalan sang istri, Alesha hanya menurut saja.


Kini pasutri itu sudah di perjalanan menuju mall terbesar di Jakarta itu.


"Sayang, teman mengajar kamu tadi kok mas lihat aneh ya." Ucap Aqiel tiba-tiba.


"Aneh gimana maksudnya mas?" tanya Alesha kurang paham.


"Sebelum kita bertemu lagi, dia pernah nggak sih dekati kamu cinta?" tanya Aqiel kepo maksimal.


"Dulu pernah sih nolongin perbaiki motor ku sewaktu mogok, dan dia ngajak dinner gitu sebagai balasannya, ya aku nggak pernah terima ajakan nya mas, karena aku nggak mau jalan berdua dengan lelaki yang bukan mahram." Jawab Alesha jujur.

__ADS_1


Aqiel kini paham dari sikap Danar tadi di sekolah, namun ia tak melanjutkan lagi pembahasan mengenai teman satu profesi istri cantiknya itu.


"Kita sudah sampai cinta, ayo turun tuan putri." ucap Aqiel lalu turun lebih dulu, dan membukakan pintu mobil untuk istrinya seperti biasa.


"Terimakasih pangeran," jawab Alesha ikut memainkan peran. Akhirnya mereka berdua terkekeh bersama.


Aqiel selalu setia menggenggam jari jemari mungil sang istri, Alesha tentu dengan senang hati menerima perlakukan kekasih halalnya itu. perlakuan manis sang suami selalu membuat diri nya nyaman. Mereka melangkahkan kaki menuju pintu masuk mall itu.


"Mas, menurut mas Arfa aku kasih kado apa ya mas?" tanya Alesha meminta pendapat suami tampannya itu.


"Bagaimana kalau sepatu cinta? Mas lihat Arfa senang memakai sepatu merek A," tutur Aqiel yang memang sepeka itu.


"Mas sampai tau Arfa menyukai sepatu merek itu? Mas ternyata memang benar-benar perhatian ya." Ucap Alesha bergelayut manja di lengan sang suami.


"Cinta, yang berhubungan dengan kamu, pasti mas akan perhatikan," jawab Aqiel menatap lekat manik nan indah sang istri.


"Terimakasih mas, mas memang suami terbaik." Jawab Alesha mengacungkan satu jari jempolnya ke hadapan sang suami.


"Sama-sama cintaku, kamu juga istri terbaik nya mas, istri Sholehah nya mas, bidadarinya nya mas." Puji Aqiel yang selalu berhasil membuat sang istri salah tingkah.


"Mas jangan menatap aku begitu, aku kan malu kalau mas tatap begitu." Tutur Alesha memalingkan wajahnya. Melihat tingkah sang istri seperti itu, selalu saja membuat Aqiel gemas dengan istri mungilnya itu. ia mengecup sekilas pipi sang istri.


"Mas, ini tempat umum, malu mas." Ucap Alesha mencebikkan bibirnya. Aqiel yang mendengar keluhan sang istri hanya balas tertawa.


"jangan tertawa dong, mas selalu saja begitu," ucap Alesha lagi.


"oke-oke, maaf ya cinta ku, mas salah," jawab Aqiel segera agar sang istri tak lagi ngambek.


Namun, di saat dua sejoli yang sudah halal itu saling bercanda ria, ada seseorang dari kejauhan memperhatikan mereka.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2