
Kini Parisya dan Naura sudah tiba di depan kamar Alesha dan Aqiel.
Tok... Tok... Tok... !
"Assalamu'alaikum kak Alesha," ucap Parisya dan Naura bersamaan.
"Wa'alaikumsalam, kalian datang kenapa nggak ngabarin?" tanya Alesha kepada dua gadis cantik itu, setelah mereka masuk ke kamar bernuansa putih itu.
"Mau kasih kejutan aja sama kakak, ini buah buat kakak, kakak sakit apa? Kami tau dari kak Alena kalau kakak sakit." ucap Naura duduk di tepi ranjang.
"Cuma demam biasa, Alhamdulillah sekarang sudah mendingan kok, mas Aqiel saja yang nggak ngizinin kakak ngelakuin apa-apa hari ini, turun dari ranjang saja nggak boleh, katanya harus benar-benar istirahat." tutur Alesha menceritakan sifat posesif suaminya.
"Masyaa Allah, beruntung banget kakak, itu artinya mas Aqiel benar-benar sayang dan cinta sama kakak." ucap Parisya.
"Alhamdulillah, kakak juga merasa beruntung banget dinikahi oleh lelaki sholeh dan baik seperti mas Aqiel." ucap Alesha tersenyum.
"semoga kita juga nantinya dipertemukan dengan jodoh yang baik ya Sya." tutur Naura menatap Parisya.
"Aamiin..." jawab Alesha dan Parisya bersamaan.
"Kalian berdua saja kesini? Mas Aqiel mana? Kok nggak naik?" tanya Alesha yang tak melihat suaminya setelah membukakan pintu untuk kedua sahabatnya itu.
"Mas Aqiel lagi di bawah sama mas Alex kak, kebetulan tadi kami ketemu mas Alex di depan pagar rumah kakak." jawab Parisya.
"Oh ada mas Alex, ya sudah kita sekalian ke bawah saja yuk," ajak Alesha.
"Bukannya kakak disuruh istirahat sama mas Aqiel?" tanya Naura.
"Nggak pa-pa, cuma kebawah aja kok, kan nggak lomba lari," jawab Alesha terkekeh.
"Bisa aja kak," ucap Naura juga terkekeh, begitu pun dengan Parisya.
__ADS_1
Kini Alesha dan kedua sahabatnya sedang menuruni tangga itu untuk menghampiri sang suami dan sahabat suaminya.
"Cinta, kenapa kamu turun? Kan mas minta kamu istirahat." ucap Aqiel langsung menggandeng istrinya, dan mendudukkan sang istri disamping nya.
"Nggak enak dong mas, mas Alex kesini akunya di kamar, lagian aku sudah sehat mas," ucap Alesha lembut.
"Iya tetap aja cinta, mas nggak mau kamu kenapa-napa cintaku." ucap Aqiel bersikukuh.
"Hhmm.. Serasa nonton drama Korea gue." sindir Alex melirik ke arah dua pasutri itu.
"Hehe.. maaf ya mas Alex, Nau, Sya." ucap Alesha yang baru menyadari ketiga teman mereka sedang memperhatikan dua sejoli itu.
"Nggak pa-pa kak, anggap saja kami nggak ada," seloroh Parisya terkekeh. Alesha yang mendengarnya hanya tersenyum canggung.
Ternyata ada tamu lagi yang datang kerumah pasutri itu, di saat Aqiel membuka pintu ternyata Alena yang datang.
"Assalamu'alaikum semuanya," ucap Alena.
"Wa'alaikumsalam," jawab semuanya.
"Lo sakit apa bestie, kangen tau, nggak asik di sekolah nggak ada Lo." ucap Alena dengan wajah sendu.
"Biasa Na, cuma demam biasa, Alhamdulillah sekarang sudah mendingan." Jawab Alesha memang begitu adanya.
"Alhamdulillah deh kalau begitu, gue jadi lega. Nih dari gue besti, dimakan ya." ucap Alena menyerahkan bolu rasa green tea kesukaan Alesha.
"Nggak usah repot-repot Na, kamu datang aja aku udah senang. By the way thanks Na." ucap Alesha, Alena hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Oiya Mas, aku buatin minum buat mereka dulu ya," ucap Alesha yang akan segera berdiri, namun Aqiel langsung menahan tangan istrinya.
"Biar mas yang buat cinta, kamu duduk aja ya disini," ucap Aqiel yang tak membiarkan sang istri melakukan kegiatan apapun hari ini.
__ADS_1
"Nggak pa-pa mas, aku sudah sehat," tutur Alesha meyakinkan sang suami.
"No, kali ini dengarkan mas ya cinta, kamu duduk manis aja disini temani mereka, biar mas yang siapkan minuman dan cemilan nya." ucap Aqiel yang tetap dengan pendirian nya. Alesha hanya bisa mengalah kalau suaminya sudah mengatakan hal seperti itu.
Tak lama Aqiel telah kembali dari kegiatan di dapur, membawa lima gelas teh camomile dan beberapa biskuit di atas nampan.
"Silahkan diminum," tutur Aqiel.
"Terimakasih mas," bisik Alesha di telinga suaminya itu.
"Sama-sama istriku," Aqiel ikut berbisik ditelinga sang istri, Alesha yang mendengar jawaban sang suami hanya bisa tersenyum malu.
"Hhmm... Masih ada kita kali disini," turun Alena, mereka yang ditegur hanya tersenyum kikuk.
"Ayo diminum semuanya, dimakan cemilan nya." Tutur Alesha memutus kecanggungan diantara mereka.
Akhirnya mereka meminum teh camomile yang telah dibuat Aqiel serta memakan cemilan yang telah dihidangkan sembari berbincang-bincang, sore itu ruang tamu dirumah Alesha dan Aqiel di penuhi dengan suara gelak tawa dan canda.
***
Sedangkan di tempat lain, di sebuah pengadilan agama, Sandra dan Suaminya Rio resmi bercerai, setelah hakim mengetok palu di sore itu di sebuah ruang persidangan. Sandra kini sudah resmi menyandang status Baru sebagai janda beranak satu. Hak asuh anak pun jatuh kepada nya. Hal ini lah ternyata yang membuat Sandra pun tidak datang ke sekolah untuk mengajar.
Setelah ia dan mantan suaminya resmi bercerai, rasanya hati Sandra teramat lega, walaupun banyak pertimbangan yang harus ia pikirkan.
Sandra pikir jika ia bercerai, mantan mertuanya akan menarik saham nya dari perusahaan Papa nya, tapi apa yang ia takutkan salah, justru mantan mertuanya tetap melanjutkan kerjasama walaupun kedua anak mereka tidak lagi bisa mempertahankan rumah tangga mereka.
Sebelumnya pun mantan mertua Sandra juga telah meminta maaf kepada dirinya secara pribadi dan juga kepada kedua orang tuanya. Karena anak mereka telah mengkhianati menantu mereka, baik itu karena Rio nya punya alasan melakukan semua itu atau tidak, yang pasti berselingkuh itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan.
Ternyata hal ini yang membuat Sandra sebelumnya takut jika harus bercerai dengan Rio, karena pernikahan mereka memang di dasarkan pernikahan bisnis. Ia takut mengecewakan kedua orang tuanya dan mertuanya.
"Semoga setelah kita bercerai, kamu bisa menjalani hidup kamu dengan baik San," ucap Rio walaupun dengan berat hati ia mengatakan, karena sejujurnya ia juga ingin mempertahankan pernikahan nya dengan Sandra, bukan karena cinta nya masih sama, tapi karena anak dan kedua orang tuanya. tapi apa boleh kata, Sang mantan istri tak bisa lagi mempertahankan bahtera rumah tangga ini bersama nya.
__ADS_1
"Semoga kamu juga mas, semoga kamu dan istri siri mu juga bahagia." ucap Sandra tersenyum getir. Ya, walaupun ia dan Rio sering cekcok sebelum nya, namun ia tak bisa membohongi hati kecilnya, bahwa ia masih mencintai mantan suaminya itu, namun kini hanya tinggal kenangan saja.
Setelah ketahuan sebelum nya suaminya itu selingkuh dan permasalahan rumah tangga nya tersebar di lingkungan sekolah, rumah dan juga perusahaan orang tuanya serta mertuanya. Sandra pun kini telah banyak berubah, ia tak terlalu banyak berbicara, jika dulu ia akan mencari perkara kepada Alesha, kini ia lebih banyak menghindar, jika dulu ia lebih cerewet, kini ia lebih banyak diam, jika dulu ia lebih sering keluyuran, kini ia lebih sering dirumah merawat anaknya. Ternyata permasalahan rumah tangga nya bisa merubah seorang Sandra yang angkuh dan egois menjadi seratus delapan puluh derajat seperti Sandra yang baru terlahir kembali, semoga hal ini benar-benar bisa membuat ia berubah menjadi lebih baik.