Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Wedding Day (1)


__ADS_3

Pagi itu Alesha dan Aqiel tengah bersiap untuk datang ke pernikahan Naura. Ya, hari ini adalah hari pernikahan Naura dan Gus Hanan. Alesha sedikit memoles dirinya dengan sentuhan makeup. Namun tidak tebal, hanya natural saja, agar tidak terlihat pucat.


Sedangkan Aqiel sudah menunggu di sofa yang ada di kamar mereka. Saat Alesha keluar dari ruang wardrobe, Aqiel terpana melihat kekasih halalnya itu. Ia tidak berkedip sedikitpun. Membuat sang istri tersipu malu. Ia selalu saja speechless setiap memandang yang halal baginya itu.


"Mas, kenapa melihat aku begitu banget. Aku kan malu." cicit Alesha.


"Kenapa istrinya mas ini masih malu jika mas memandang yang halal ini, hhmm. Padahal usia pernikahan kita sudah hampir satu tahun cinta." ucap sang suaminya terkekeh.


"Ya, walau bagaimanapun, pandangan mas terhadap ku mampu menembus jantung ini." gombal nya juga terkekeh.


"Dari mana kamu belajar gombal cinta, sepertinya belakangan ini kamu suka sekali ngegombali mas." ucap sang suami memegang kedua pipi istrinya.


"Dari siapa lagi kalau bukan dari mas." cicit Alesha tersenyum manis, menampakkan lesung pipinya yang dalam.


"Tapi mas jujur cinta, setiap hari kamu bertambah cantik. Cinta mas juga bertambah setiap harinya." ucap Aqiel menatap binar sang istri.


Cup


Aqiel mengecup kening sang istri, ia selalu gemas setiap kali melihat istrinya itu.


"Bagaimana bisa umi melahirkan seorang anak yang cantiknya seperti istri mas ini. Sepertinya Allah tengah bahagia waktu menciptakan kamu sayang. Sehingga melebihkan semuanya kepada kamu." tutur sang suami mencolek hidung mancung sang istri.


"Mas berlebihan, mana ada begitu." Jawab Alesha terkekeh.


"Cinta, lirih sang suami.


"Hhmm," jawab istrinya.


"Ana uhibbuki ya zaujati." ucap suaminya menatap lekat binar indah sang istri. Matanya yang bening, dengan bola mata berwarna coklat, bulu mata panjang dan lentik, alis tebal, hidung mungil nan mancung, bibir kecil dengan rona merah alami, kulit putih cerah serta lesung pipi yang terlihat walau hanya mulut itu sedikit bergerak. Sungguh indah, begitu lah yang dipandang suaminya setiap hari. Bagaimana dia tidak jatuh cinta setiap harinya. Ditambah dengan karakter yang mencerminkan seorang istri Sholehah.


Blush!


Selalu saja Alesha tersipu setiap sang suami menyatakan cintanya karena Allah.


"Ana uhibbuka ya zauji." jawab Alesha tersenyum.


"Terimakasih sudah hadir dalam hidup mas, dan menjadi istri mas." ucapnya tersenyum.

__ADS_1


"Terimakasih juga mas telah hadir dalam hidupku, dan meminta ku untuk menjadi kekasih halal mas kepada ayah dan ibu." jawab Alesha.


"Yuk sekarang kita berangkat cinta. Jawab Aqiel menggenggam jari jemari lentik sang istri.


Kini mereka sedang menuruni anak tangga satu persatu, terlihat kedua mertua Alesha sudah menunggu di bawah.


"MasyaaAllah, ini dia pasangan ter sweet yang sudah ditunggu sedari tadi." ucap mama Selly.


"Mama bisa saja." jawab Alesha tersenyum.


"Assalamu'alaikum ma, pa." ucap Alesha dan suaminya bersamaan.


"Wa'alaikumsalam." jawab Mama dan Papa.


"Kamu cantik sekali sayang. Aura ibu hamil itu memang berbeda ya." puji mama Selly.


"Terimakasih ma. Mama juga sangat cantik." balas Alesha memuji ibu mertuanya.


"Jelas itu. Kalau tidak, papa tidak akan menikahi mama kamu." tutur papa Roy.


"Jadi karena mama cantik. Kalau mama tidak cantik, papa tidak mau menikahi mama?" tanya mama Selly.


"Papa bisa saja, malu tahu pa di depan anak-anak. Kita sudah tua begini." ucap mama Selly.


"Tidak apa-apa ma. Justru mama dan papa adalah panutan Alesha dan mas Aqiel agar selalu bisa menjadi pasangan romantis hingga tua nanti." jawab Alesha tulus.


"Terimakasih sayang." jawab Mama Selly.


Kini mereka sudah dimobil. Alesha duduk di depan, disamping suaminya. Papa Roy dan Mama Selly dibelakang mereka. Siap menuju tempat pernikahan Naura yang diadakan disebuah gedung.


Sedangkan kedua orang tua Alesha beserta kedua adiknya, serta Amora dan Zain juga di dalam perjalanan. Mereka bertemu disana nantinya.


Kurang lebih lima puluh lima menit mereka akhirnya tiba juga. Disana mereka menunggu keluarga Alesha. Tak lama Kedua orang tua Alesha tiba juga beserta saudara-saudara Alesha.


"Assalamu'alaikum ayah, ibu." ucap Alesha dan Aqiel menyalami dengan takzim kedua paruh baya itu.


"Wa'alaikumsalam nak." jawab ayah dan ibu. Arfa dan Alfa juga menyalami kakak dan Abang iparnya itu. Alesha juga menyalami Amora kakaknya, serta Aqiel menyalami Zain.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum besan, apa kabar?" tanya mama Selly.


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah baik. Besan apa kabar?" tanya ibu Alice.


"Alhamdulillah saya dan suami juga baik." jawabnya. Mereka pun cipika-cipiki seperti ibu-ibu arisan yang bertemu. Ayah Anggara dan papa Roy juga bersalaman.


Kini mereka bersama-sama memasuki gedung itu. Ya, Naura memang mengenal baik keluarga Alesha dan keluarga Aqiel. Makanya Naura mengundang semuanya. Di dalam Alesha bertemu dengan Alena dan suaminya.


"Assalamu'alaikum bestie, gue kangen." ucap Alena memeluk sahabat nya itu.


"Wa'alaikumsalam Na, aku juga kangen sama kamu." jawab Alesha.


"Oh iya, kamu dan kedua calon keponakan aku sehatkan?" tanya Alena sembari mengelus perut buncit Alesha.


"Alhamdulillah aku dan baby twins sehat." Jawab Alesha.


"Alhamdulillah. Oh iya, kenalin, mas sini." ucap Alena memperkenalkan suaminya.


"Kenalin semuanya, ini mas Zain suami Alena." ucap Alena memperkenalkan ke keluarga Aqiel. Sedangkan Zain sudah mengenal keluarga Alesha. Karena dulu sebelum Zain pindah tugas, mereka juga sering bersilaturahmi kerumah Alesha. Alena dan juga Zain menyalami keluarga Alesha dan Aqiel. Tak lama Alex juga disana, bersama Parisya.


"Khem, seminggu lagi kalian ni yang akan jadi kekasih halal. Bagaimana persiapan?" tanya Alena.


"Alhamdulillah sudah sembilan puluh sembilan persen kak." jawab Parisya.


"MasyaaAllah calon pengantin. Mulai besok kalian tidak boleh lagi kemana-mana, harus di pingit dirumah. Ujar mama Selly. Parisya dan Alex hanya tersenyum.


"Kak, kakak bagaimana kandungan nya? Bukannya lahiran kakak tinggal menunggu hari ya?" tanya Alesha menghampiri kakaknya.


"Alhamdulillah kandungan kakak baik-baik saja, posisi si baby juga sudah kebawah. Sesuai perkiraan dokter hpl kakak sudah dekat dek. Do'akan persalinan kakak lancar ya, dan semoga kakak juga lahiran normal." ucap Amora.


"Aamiin Allahumma Aamiin, aku akan selalu mendoakan kakak dan baby. Aku nggak sabar tahu kak untuk bertemu dengan calon keponakan ku." ucap Alesha mengelus perut buncit sang kakak.


"Kakak juga tidak sabar menantikan buah hati kakak dan mas Zain lahir Sha." jawab Amora.


Ditengah obrolan. Akhirnya akad dimulai juga. Suara MC yang memulai jalannya acara meminta agar tamu undangan segera duduk ditempat yang telah disediakan, akhirnya mereka semua duduk di kursi tamu yang telah disediakan itu.


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2