Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Penjelasan (2)


__ADS_3

"Iya tidak apa-apa cinta, sebelum kamu meminta maaf, mas sudah lebih dulu memaafkan kamu istriku, jadi jangan lagi bersedih, hhmm." Ucapnya menatap lekat netra sang istri.


"Tapi kenapa mas tidak mengabari aku, kan jadinya aku berfikiran yang bukan-bukan sama mas," Ucapnya sendu sembari menundukkan kepalanya.


"Cinta, angkat lah kepalamu, mas tidak menyalah kan kamu sepenuhnya, mas juga yang salah. Sewaktu tiba dirumah sakit, mas sudah sangat khawatir dengan keadaan beliau, yang mas tau sewaktu itu agar beliau selamat dan keluarga nya segera datang. disaat anak beliau datang mas baru teringat untuk menghubungi kamu cinta, tapi disaat mas mau menelfon mu, handphone mas kehabisan baterai, dan mas tidak kepikiran meminjam handphone Alex ataupun orang lain, karena mas takut kamu cemas, mas segera pamit pulang, sampai dirumah mas lihat kamu sudah tertidur lelap sekali, makanya mas tidak tega membangunkan kamu istriku." Jelasnya dengan penuh kelembutan dan kesabaran. Mendengar penjelasan sang suami, membuat Alesha merasa sangat bersalah, karena telah su'udzon kepada suami nya itu. iya kembali meneteskan buliran bening di pipi mulusnya nan putih itu.


"Kenapa kamu malah menangis lagi istriku? Bukan kah mas sudah menjelaskan semuanya, dan bisakah kamu percaya sama mas, apa pun yang akan terjadi kedepannya dalam rumah tangga kita, ujian sebesar apapun, jangan pernah berpikiran bahwa mas akan mengkhianati pernikahan suci kita, bisa cintaku, bidadari surgaku?" Ucapnya masih setia menggenggam erat tangan sang istri dengan penuh kelembutan dan ketulusan


"Mas, aku sangat berdosa dengan mas sebagai suamiku, aku sudah su'udzon dengan mas, seharusnya aku langsung menanyakan sama mas dan mendengar penjelasan mas, bukannya malah menuduh mas yang bukan-bukan, aku istri yang buruk, aku tidak pantas di katakan bidadari nya mas apalagi disanding kan dengan bidadari surga." Tuturnya malah semakin terisak kembali, pasalnya Alesha memang memiliki hati yang selembut itu, ia gampang tersentuh, apalagi kini ia tengah mengandung, jadilah bawaan mood nya berubah-ubah.


"Hey.. cinta, mengapa kamu mengatakan hal demikian, siapa yang bilang kamu istri yang buruk, kamu adalah istri mas yang paling baik dan istri sholehah nya mas, jika mas jadi kamu, mas pasti juga akan berpikiran yang sama seperti mu istriku. Istri mana yang rela melihat suaminya bersama wanita lain, apalagi tidak mengabari hingga tengah malam. Jika mas ada di posisi mu, mas juga akan berpikiran seperti apa yang kamu pikirkan cinta." tuturnya agar sang istri tak lagi merasa bersalah. Sangat beruntung Alesha, sang suami begitu pengertian dalam menjelaskan dan begitu sabar menghadapi sifat cemburu nya kini.


"Mas sekali lagi aku meminta maaf kepada mas, apakah mas mau memaafkan ku dan ridho atas diri ku ini?" Ucapnya yang kini telah menatap netra sang suami dengan mata yang berkaca-kaca.


"Masyaa Allah istriku, mas akan selalu memaafkan mu dan ridho selalu untuk mu cinta." Ucapnya tersenyum lebar menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"Terima kasih Mas suami," Ucapnya segera memeluk erat tubuh sang suami. Aqiel membalas pelukan sang istri, tangan kanan nya mengelus sayang kepala istrinya, dan tangan kirinya menepuk pelan punggung sang istri.

__ADS_1


"Mas tidak apa-apa kan? Mas tidak terluka kan?" Tanya nya tiba-tiba takut sang suami terluka karena menolong bapak semalam.


"Tidak cinta, mas baik-baik saja, Alhamdulillah Allah masih menyayangi dan melindungi mas," Ucapnya tersenyum. Alesha balas tersenyum, menampakkan lesung pipinya yang dalam membuat sang suami semakin gemas dengan istri cantiknya itu.


"Kamu keadaan nya sekarang bagaimana cinta? Masih mual? Mau kerumah sakit?" tanyanya, karena Aqiel tidak ingin memaksakan sang istri, jika ia tidak ingin dibawa ke rumah sakit, maka ia tak akan memaksakan nya. Ia berusaha menjadi suami yang siaga serta pengertian. Mendengar pertanyaan suami tampan nya itu, membuat Alesha tersenyum, ia baru teringat jika Aqiel belum mengetahui kehamilannya dirinya.


"Kenapa istri mas sekarang malah senyum-senyum nggak jelas begitu?" tanyanya menatap intens sang istri.


"Enggak, bukan apa-apa," jawabnya mencoba biasa saja.


"Oiya cinta, kamu kenapa bisa berpikiran mas selingkuh? Bukan kah semalam mas sudah mengatakan akan meeting dengan klien sore itu?" tanya suaminya tiba-tiba teringat. Alesha menceritakan semua kejadian rumah tangga yang menimpa Sandra, tanpa ada yang terlewat kan. Aqiel akhirnya paham kenapa sang istri tiba-tiba berfikir yang bukan-bukan tentang dirinya.


"Mas marah? Maafkan aku mas, aku tidak bermaksud, salah kan pikiran ini yang begitu buruk kepada suamiku ini." tuturnya diluar nalar, mendengarkan penuturan sang istri membuat Aqiel tertawa.


"Mas kenapa malah tertawa, apakah aku salah berucap?" tanya nya polos sambil mencebikkan bibirnya dan mengerjap kan bola matanya yang bulat, terlihat semakin menggemaskan dimata suaminya itu.


"Tidak cinta, kamu tidak salah, mas yang salah karena sudah tertawa, habisnya kamu lucu," Ucapnya terkekeh.

__ADS_1


"Mas.." Ucapnya yang kini sudah kembali ke mode manja.


"Iya istriku? kenapa hhmm?" tanya nya lembut.


"Sekarang sudah jam delapan pagi, kita harus bekerja mas, aku sudah sangat terlambat, kalau mas kan CEO, terlambat pun tidak masalah, bagaimana ini mas." Ucapnya tiba-tiba, membuat Aqiel tertawa terpingkal-pingkal.


"Mas kenapa malah semakin tertawa, aku serius mas." Ucapnya yang tengah panik.


"Kamu memang lucu, cinta. Sekarang tanggal merah, sekolah libur dan kantor mas juga libur, bagaimana istriku bisa lupa hari." Ucapnya mengingat kan sang istri yang masih tertawa.


"Astaghfirullah mas, aku malu, jangan tertawa lagi. hari ini banyak banget kesalahan aku. Sudah su'udzon sama mas, sekarang perkara hari saja aku lupa, aku kenapa?" Ucapnya yang tiba-tiba menangis sejadi-jadinya, membuat sang suami yang tadinya tertawa, menghentikan tawa nya seketika. Mungkin bawaan bayi, jadi membuat mood Alesha seketika berubah-ubah. Namun Aqiel yang belum mengetahui sang istri tengah hamil jelas ia bingung dengan perubahan mood sang istri yang tiba-tiba.


"Cinta, kamu kenapa malah menangis, mas tidak bermaksud menertawakan kamu cinta, maaf kan mas, mas yang salah. Kamu tidak salah sama sekali, kamu hanya manusia biasa, begitupun juga dengan mas, jadi wajar jika kamu melakukan kesalahan begitu pun juga dengan mas, jadi jangan menyalahkan diri kamu sendiri lagi istriku." Ucapnya, namun tak bisa ia pungkiri bahwa ia gemes dan lucu dengan tingkah sang istri. Mendengar penuturan sang suami, barulah Alesha menghentikan tangisannya.


.


.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2