Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Selalu Ingin Bermanja


__ADS_3

Pagi-pagi sekali setelah melaksanakan shalat Shubuh, Alesha sudah sibuk di dapur membuat sarapan untuk dirinya juga suami. menu sarapan pagi ini nasi goreng seafood kesukaan sang suami.


"Hhmm.. aroma masakannya udah tercium, kelihatan enak, semoga mas Aqiel suka sama masakan ku." ucapnya sambil mengaduk-aduk nasi goreng itu di atas wajan. Ternyata Aqiel menyusuli sang istri ke bawah, karena setelah keluar dari kamar mandi tak ia dapati istrinya itu di dalam kamar mereka, tangannya langsung melingkar ke pinggang ramping sang istri, membuat Alesha cukup terkejut dengan pergerakan suaminya itu.


"Assalamu'alaikum cinta," ucapnya memeluk mesra sang istri dari belakang.


"Astaghfirullah, mas bikin aku kaget. Wa'alaikumsalam mas suami." jawabnya sambil memegang dadanya dengan tangan sebelah nya yang menganggur.


"Kamu kenapa pagi-pagi sekali sudah sibuk cinta, kan mas nyariin." ucapnya bergelayut manja di pundak sang istri, tangannya pun aktif tak mau diam. Sesekali ia menciumi pundak sang istri yang terekspos.


"Mas, aku lagi masak, lagi pula aku belum mandi, mas jauh-jauh ih, aku bau masakan mas." Keluh sang istri.


"Mas kangen cinta, lagian kamu wangi kok." jawabnya tak mengindahkan perkataan sang istri.


"Ya Allah mas, perasaan baru aja aku turun kebawah, kangen dari mana coba." ucapnya terkekeh, pasalnya pagi-pagi sekali sang suami sudah berbicara ngawur.


"Jangan kan satu atau dua jam istriku, satu atau dua menit saja mas sudah rindu." ucapnya diluar nalar. sontak perkataan suaminya itu membuat Alesha cekikikan, merasa lucu dengan tingkah sang suami.


"Oiya mas, hari ini mbok sama mbak pulang kan?" Tanya nya mengingat hari ini tepat kepulangan sang asisten rumah tangga.


"Seingat mas iya cintaku," ucapnya masih bergelayut manja. Aqiel benar-benar sebucin itu dengan istri cantiknya. Syukur kini Alesha sudah menyelesaikan kegiatan masak memasak nya.


"Alhamdulillah selesai, mas bisa lepas dulu, aku mau menata makanan nya." ucapnya agar sang suami mengerti.


Namun nyatanya Aqiel tak memperdulikan apa ucapan sang istri, jadilah Alesha membiarkan sang suami bergelayut manja dan mengikuti dirinya ke manapun ia melangkah. Hingga semua kegiatan pada pagi hari di dapur yang berukuran cukup luas itu selesai.


"Mas aku mau mandi dulu, nanti kita bisa telat bekerja." Ucapnya.


"Bagaimana kalau hari ini kita nggak usah bekerja aja cinta, mas masih mau bermanja-manja dengan mu istriku, lagian kamu baru juga sehat." Ucapnya enteng, membuat Alesha geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Mas, please... " ucapnya memutar badannya demi menghadap sang suami, ia mengerjap kan mata bobanya, terlihat semakin menggemaskan dimata suami bucin nya itu.


"Kalau kamu begini justru mas semakin berat buat lepasin kamu cinta." ucapnya lagi, entah kenapa pagi ini sang suami kelewat manja.


"Mas... " ucapnya lagi memasang wajah lesu dan menunduk kan kepalanya.


"Oke-oke deh mas mengalah," ucapnya lalu melepaskan dekapannya dan menggenggam tangan sang istri menuju kamar mereka, tiada hari pasutri itu bermanja dan bermesraan, lebih tepatnya Aqiel yang seperti itu, kalau Alesha tak terlalu memperlihatkan sikap manjanya kepada sang suami. Walaupun sebenarnya dia juga ingin bermanja.


Kini Alesha sedang merias dirinya, bersiap-siap untuk mengajar kembali, aktivitas sang istri tak lepas dari pandangan sang suami.


"Mas kenapa ngelihatin aku sebegitu nya," ucapnya yang sadar bahwa suami tampannya itu tak melepas pandangannya sedari tadi.


"Kamu semakin hari semakin cantik cinta, kamu jangan cantik-cantik banget dong, kan mas nggak rela kalau para lelaki di luar sana melihat kecantikan istrinya mas." jawabnya jujur apa adanya, nyatanya setelah Alesha menikah memang Auranya semakin terpancar, dan ia terlihat semakin cantik. Mungkin karena sang suami memperlakukan nya dengan baik serta selalu membuat dirinya bahagia, dan tak membiarkan sang istri tercinta memikirkan hal yang tidak penting.


"Jadi aku harus bagaimana mas?" tanya nya polos.


Kini pasutri itu sedang sarapan pagi, menu yang sudah dimasak oleh Alesha dengan bumbu-bumbu cinta, seperti biasa mereka makan sepiring berdua, karena Aqiel selalu ingin bermanja dengan sang istri. jadilah kini mereka saling suap-suapan.


Hayo reader jangan baper ya, hihihi.


Setelah kegiatan sarapan itu selesai, kini pasutri itu melangkahkan kaki untuk berangkat bekerja, seperti biasa Aqiel akan mengantarkan sang istri tercinta ke sekolah dulu, barulah ia berangkat ke perusahaan miliknya. Setelah memakan waktu sekitar tiga puluh menit, akhirnya tiba juga di sekolah tempat Alesha mengajar.


"Assalamu'alaikum Ya Jauzi, aku berangkat dulu ya, mas hati-hati," ucapnya sebelum keluar dari mobil putih itu, menyalim tangan suami dengan takzim.


"Wa'alaikumsalam ya Zaujati," jawabnya, lalu mengecup lama kening sang istri serta kedua pipi dan berakhir di daging kenyal istri nya yang selalu membuat dirinya candu.


Seperti biasa Aqiel selalu membuka kan pintu mobil sebelum istri cantiknya itu keluar. Perlakuan nya itu tak terlepas dari pandangan-pandangan penghuni sekolah.


"Silahkan tuan putri," ucapnya setelah membukakan pintu mobil itu.

__ADS_1


"Terimakasih pangeran." jawabnya mengikuti sang suami, sehingga membuat pasutri itu terkekeh. Setelah nya Aqiel meninggal kan pelataran sekolah itu, setelah hilang dari pandangan barulah Alesha melangkah kan kaki menuju ruang guru.


Setibanya di ruang guru, kini para guru dan juga beberapa staff telah heboh dengan perceraian Sandra dengan mantan suaminya itu. Desas-desus terdengar di segala penjuru ruangan.


"Assalamu'alaikum bestie," ucap Alesha saat melihat sang sahabat sudah tiba lebih dulu.


"Wa'alaikumsalam bestie, kangen tau, selama Lo nggak ke sekolah, gue kesepian." Ucapnya, sama saja tingkah sang sahabat dengan suami bucin nya itu.


"Perasaan semalam kita ketemu deh, kamu lebai Na." seloroh Alesha geleng-geleng kepala.


"Biarin, emang kenyataannya gue kangen sama sahabat gue ini." ucapnya mencubit pipi Alesha. Alesha hanya menggosok-gosok pipinya setelah Alena mencubit gemas dirinya.


"Sha, Lo udah dengar belum kalau Sandra sudah resmi bercerai dengan suaminya." ucapnya mulai menggosip.


"Hus nggak baik membicarakan rumah tangga orang lain, terlebih itu benar atau nggak." Ucap Alesha yang tak mau terlalu memikirkan masalah orang lain.


"Iya deh Bu ustadzah, tapi kalau benaran kasian juga dia, walaupun dia sering jahat dulu sama Lo. Mana anaknya masih kecil lagi." ucapnya mengingat perlakuan Sandra dulu kepada Alesha.


"Udah biarin, jangan ikut-ikutan mengumbar aib orang lain, kita do'akan saja yang terbaik buat Sandra." tutur Alesha bijak. Ya, beginilah sifat Alesha, mudah memaafkan dan tak terlalu suka ikut campur urusan orang lain.


"Aamiin Allahumma Aamiin." Ucap Alena yang tak lagi membahas tentang Sandra.


Tak berselang lama, Sandra memasuki ruang guru itu, suara-suara yang tadi nya memenuhi ruangan, kini telah hilang tak lagi membahas yang punya nama, karena pemilik nama sudah tiba. Tak sampai lima menit, bel masuk pun berbunyi. Kini para guru dan murid kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2