Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Istirahat Total


__ADS_3

Pagi-pagi sekali setelah melaksanakan shalat Shubuh Aqiel sudah sangat sibuk di dapur, ia kini sedang memasak sarapan pagi untuk sang istri.


"Tuan lagi apa di dapur? Apa ada yang tuan butuhkan?" Tanya mbok Darmi kepada majikannya itu.


"Tidak mbok, terimakasih, saya hanya sedang menyiapkan sarapan untuk istri saya." Jawab Aqiel sembari mencuci bahan-bahan yang ia perlukan untuk menu sarapan pagi itu.


"Kalau begitu biar saya yang kerjakan tuan," ucap mbok Darmi yang tak enak hati tugas nya dikerjakan oleh sang majikan.


"Mbok kerjakan yang lain saja, saya ingin istri saya memakan masakan yang saya masak pagi ini." Ucap Aqiel tetap lanjut memasak tanpa melihat ke arah pembantu nya itu.


"Memangnya nona Alesha kenapa tuan?" Tanya mbok Darmi masih penasaran, karena ia tak melihat istri majikan nya itu sedari tadi, karena biasanya pagi-pagi sekali Alesha pasti ke dapur untuk sekedar membuat teh atau kopi untuk sang suami.


"Istri saya lagi sakit mbok, kakinya terkilir, makanya tidak saya izinkan kebawah." Ucap Aqiel masih sabar menjawab setiap pertanyaan dari mbok Darmi.


"Innalilahi, semoga non Alesha lekas sehat ya tuan, kalau ada yang tuan butuhkan lagi atau non Alesha perlu sesuatu bisa katakan kepada saya, kalau begitu saya lanjut kerjakan tugas yang lain tuan, permisi tuan." Ucap mbok Darmi meninggal kan majikannya itu. Aqiel hanya mengangguk kan kepalanya.


Setelah 20 menit lamanya Aqiel bergelut di dapur, akhirnya bubur yang ia masak jadi juga.


"Alhamdulillah jadi juga, semoga cintaku suka sama bubur masakan mas ya," gumam Aqiel seorang diri, ia menghirup aroma masakannya, menyiapkan nya di mangkok serta membuat segelas susu dan segelas air putih, lalu membawanya ke kamar milik mereka.


"Sayang, kamu lagi apa sih? Ayo sarapan dulu, spesial Mas masakin untuk istri tercinta, loh kenapa kamu sudah memakai baju untuk mengajar? Kan mas minta kamu istirahat cinta." Ucap Aqiel melihat sang istri yang telah rapi dengan seragam mengajar nya.


"MasyaaAllah mas ternyata masak, masak apa mas?" Tanya Alesha tanpa menjawab pertanyaan terakhir sang suami, karena ia tahu suaminya itu tetap tidak akan mengizinkan ia untuk mengajar, jadilah Alesha berinisiatif sendiri sewaktu Aqiel sibuk di dapur, mungkin saja kalau Alesha sudah rapi sang suami berubah pikiran, begitu fikir nya.


"Kamu belum jawab pertanyaan mas, kenapa sayangnya mas memakai seragam mengajar, hhmm? Kan mas minta sayang untuk istirahat dirumah." Ucap Aqiel dengan nada lembut.


"Karena aku sehat mas, kaki ku juga sudah baikan, jadi boleh ya aku tetap mengajar hari ini, please..." Mohon Alesha kepada suaminya itu.


"Kamu tau kan cinta, ridho istri terletak pada ridho suami, kalau mas tidak ridho kamu mengajar hari ini, apakah istri cantiknya mas masih akan pergi?" Tanya Aqiel dengan penuh kelembutan dengan tatapan hangat.

__ADS_1


Melihat ketulusan sang suami, Alesha tak ingin lagi mendebat suaminya itu.


"Okedeh, kalau memang mas inginnya aku istirahat dirumah hari ini, aku akan istirahat, tapi mas kekantor saja ya, aku nggak papa kok." Ucap Alesha yang tak ingin sang suami libur berkerja hanya karena dirinya.


"No, mas akan dirumah menemani sayang, pokoknya kamu hari ini tidak boleh membantah mas, kamu harus istirahat total, titik, no debat." Keputusan mutlak yang diberikan Aqiel. Alesha hanya bisa menuruti keinginan suami tampannya itu.


"Okedeh mas, aku nurut." Jawab Alesha pasrah sembari menundukkan kepalanya.


"Cinta, kamu marah sama mas, karena mas tidak izinkan kamu bekerja, hhmm?" Tanya Aqiel melihat sang istri yang menundukkan kepalanya.


"Tidak mas, aku tidak marah," jawab Alesha yang kini telah berani menatap netra suaminya itu.


"Kalau tidak marah kenapa raut wajah cinta seperti itu? Maaf kan mas ya, mas hanya tidak mau kamu kenapa-kenapa sayang, mas hanya ingin menjaga kamu dan merawat kamu, tersenyum dong, masak di hadapan suaminya mukanya masam begitu." Bujuk Aqiel agar istri cantiknya itu tersenyum kembali. Alesha tersenyum memperlihatkan lesung pipi nya yang dalam.


"MasyaaAllah cinta, senyuman kamu itu selalu berhasil membuat debaran di dada mas semakin berdebar saja, bahkan malaikat kini pada berebut untuk melihat senyuman kamu. Mas jadi cemburu kalau selalu bersaing dengan para malaikat-malaikat langit." Tutur Aqiel lagi, hal itu justru membuat Alesha tertawa.


"Mas gombal," ucap Alesha terkekeh.


Alesha menggumamkan do'a makan lalu menerima suapan dari sang suami.


"Enak mas, terimakasih ya mas," ucap Alesha setelah menelan buburnya.


"Sama-sama cinta ku," ucap Aqiel dengan sayang.


"Mas juga makan dong buburnya, masak cuma aku yang makan." Ucap Alesha mencebikkan bibirnya.


"Iya ini mas juga makan," tutur Aqiel membaca do'a makan, lalu menyuapi bubur itu kemulut nya sendiri. Akhirnya pasutri itu memakan bubur buatan Aqiel hingga habis tak bersisa.


"Diminum susu nya cinta," ucap Aqiel dengan sabar, lalu Alesha menerima gelas yang berisi susu putih itu dan meminumnya hingga habis.

__ADS_1


"Alhamdulillah," ucap Alesha setelah menghabiskan suapan terakhir bubur ayam dan segelas susu hangat itu, lalu membaca doa setelah makan, begitu juga dengan Aqiel.


"Oke, sekarang sayang ganti baju, kalau masalah izin tidak perlu khawatir, mas sudah mengabari pihak sekolah kalau istrinya mas ini izin sakit." Tutur Aqiel sembari mengelus kepala sang istri dengan sayang.


"Terimakasih mas, aku ganti baju dulu." Ucap Alesha lalu melangkah kan kakinya ke ruang ganti, sedangkan Aqiel menaruh peralatan sisa makanan ke dapur.


***


"Alesha kemana sih, kok belum datang juga, tumben-tumbenan" gumam Alena seorang diri, disaat itu ia melihat Sandra yang baru memasuki ruang guru lalu menghampiri nya.


"San, hari ini Alesha seperti nya nggak datang, pasti ini semua gara-gara lo. Kalau keadaan Alesha semakin parah, gue nggak akan maafin Lo," berang Alena menatap tajam Sandra.


Para guru berbisik-bisik karena omongan Alena mengenai Alesha, kenapa Alena begitu marah kepada Sandra, apa yang sudah terjadi? Apa yang telah dilakukan Sandra kepada Alesha? Dan kenapa Miss Alesha tidak masuk sekolah? Itulah kini yang ada di dalam pikiran mereka masing-masing. Namun, mereka tak langsung menanyakan perihal itu, karena melihat suasana di antara mereka tak baik.


"Apa maksud Lo, gue nggak ngerti," jawab Sandra yang tak memperdulikan perkataan Alena.


"Lo..." Ucap Alena menggantung karena tiba-tiba bel jam pelajaran pertama berbunyi, Alena pun meninggalkan ruang guru menuju kelas yang ia ajar dengan perasaan tak tenang, para guru yang lain pun juga melangkahkan kaki ke masing-masing kelas.


Sebelum Alena masuk ke kelas, ia mengirim pesan ke pada Alesha.


["Assalamu'alaikum bestie, Lo baik-baik aja kan? Kenapa hari ini Lo nggak datang, apa kaki Lo makin parah?] ~Alena.


Tak sampai satu menit Alena mendapat pesan balasan dari sahabat nya itu.


["Wa'alaikumsalam Na, Alhamdulillah aku baik, kamu nggak usah khawatir, hanya saja mas Aqiel nggak ngizinin aku ngajar hari ini, kamu paham sendiri lah sifat mas Aqiel"] ~Alesha


Mendapat balasan pesan singkat itu, membuat hati Alena lega, ia menyimpan handphonenya di dalam tas, lalu memasuki ruang kelas yang akan ia ajar.


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2