Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Lamaran Resmi


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Ma, Pa." ucap Alesha dan Aqiel bersamaan, menyalami kedua paruh baya itu dengan takzim.


"Wa'alaikumsalam nak, kalian bagaimana sehat?" tanya mama Selly kepada anak dan menantunya.


"Alhamdulillah kami sehat ma, mama dan papa sehat? Kok tidak mengabari Alesha dan mas Aqiel kalau mama dan papa kesini?" ." tanya Alesha kepada kedua mertuanya.


"Alhamdulillah mama dan papa sehat. Mama dan papa hanya tidak ingin merepotkan kalian, apalagi kamu tengah hamil besar. Yang penting kan sekarang mama dan papa sudah sampai disini." jelas mama Selly seraya menggandeng menantu nya itu.


"Ayo ma, pa, duduk dulu." ajak Alesha.


"Bagaimana cucu papa nak?" tanya papa Roy.


"Alhamdulillah baby twins sehat pa. Mereka juga aktif sekali." jawab Alesha.


"Alhamdulillah, mama tidak sabar segera menimang cucu-cucu mama." ucap mama Selly sembari mengelus perut buncit menantu nya.


"Pasti berat banget ya nak. Mama saja dulu mengandung suami kamu rasanya berat banget. Apalagi ini dua sekaligus." ucap mama Selly menatap menantunya.


"Insyaa Allah tidak ma, Alesha menikmati proses kehamilan ini. Mereka masih di dalam kandungan saja mengerti keadaan Alesha, enggak terlalu rewel." ucapnya tersenyum.


"Alhamdulillah, mama senang mendengar nya." ucap mama Selly mengelus tangan sang menantu dengan sayang.


"Kamu jagain istri kamu dengan baik Qiel, apalagi istri kamu tengah hamil besar begini. Papa tidak bisa membayangkan bagaimana nanti susahnya istrimu melahirkan. Pas mama kamu melahirkan kamu dan adikmu saja rasanya jantung papa mau lepas. Tidak tega lihat mama kamu menahan sakitnya. Ingat nak, menjadi seorang istri itu tidak mudah, jadi kamu harus menjaga istri kamu dengan baik." Nasehat papa Roy yang sangat pengertian.


"Insyaa Allah pa, papa tidak usah khawatir. Aku akan selalu menjaga istri ku." ucap Aqiel.


"Mas Aqiel ini suami siaga pa, ma. Tidak pernah membiarkan Alesha melakukan pekerjaan yang berat. Jangan kan pekerjaan yang berat, mengambilkan makanan yang sudah terhidang di meja saja tidak diperbolehkan sama mas Aqiel." puji sang istri di depan mertuanya.

__ADS_1


"Nah iya harus begitu jadi suami. " ucap mama Selly.


"Oh iya ma, pa. Bukannya mama dan papa bilang tidak bisa ke Indonesia untuk lamaran Alex? kok tiba-tiba memutus kan datang juga?" tanya Aqiel menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


"Seharusnya begitu nak, tapi ternyata masalah perusahaan lebih cepat selesai. Makanya mama dan papa memutuskan untuk ke Indonesia. Lagian Alex itu juga sudah seperti anak mama dan papa. Masak iya lamaran anak sendiri nggak datang." ucap mama Selly. Aqiel mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Mama dan papa belum sarapan kan? Yuk kita sarapan sama-sama." ajak Alesha.


"Kebetulan mama dan papa belum sarapan sayang." ucap mama Selly. Lalu Alesha mengajak kedua mertuanya untuk sarapan bersama sang suami juga. Mereka menikmati sarapan itu dengan penuh keheningan setelah menggumamkan do'a.


***


Hari ini adalah hari lamaran resmi Alex setelah ia melamar Parisya di bandara. Kini ia bersama keluarga dari almarhumah mama nya mewakili untuk melamar Parisya. Begitu juga dengan keluarga Aqiel. Mereka telah berkumpul di rumah Almarhum kedua orang tua Alex yang telah beberapa bulan ini kembali ia tempati, dan kini menuju kediaman orang tua Parisya.


"Gue deg-degan Qiel. Apa dulu Lo juga merasakan hal yang sama seperti yang gue rasakan?" tanya Alex yang kini tengah keringat dingin.


"Mungkin gue dulu sudah mempersiapkan hati dan mental sejak lama sebelum melamar istri gue. Jadinya nggak terlalu Lex." jawab Aqiel benar adanya. Karena sewaktu ia melamar sang istri, ia benar-benar memasrahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa.


"Rilex bro, berdo'a sama Allah, semoga diberikan kelancaran serta kemudahan." ucap Aqiel menepuk-nepuk pundak sang sahabat.


"Selamat ya nak, akhirnya kamu sebentar lagi melepas lajang juga." ucap mama Selly kepada Alex itu.


"Alhamdulillah, terimakasih Tante. Alex senang Tante dan Om bisa datang di hari penting Alex." ucap Alex.


"Pasti itu Lex. Om dan Tante tidak mungkin tidak datang. pas lamaran Aqiel saja kamu ada. Masak iya kamu lamaran, Om dan Tante tidak datang, selamat ya nak." ucap papa Roy menepuk-nepuk bahu Alex.


Kini mereka semua sudah memasuki mobil masing-masing. Beberapa keluarga dari almarhumah mamanya juga sudah membawa berbagai macam seserahan.

__ADS_1


Ya, kedua orang tua Alex sudah tiada, makanya lamarannya di wakilkan oleh bibi dan pamannya, adik dari almarhumah mamanya.


Kurang lebih empat puluh lima menit di dalam perjalanan, akhirnya mereka semua tiba juga. Keluarga dari Parisya sudah menunggu kedatangan mereka. Dan lamaran kali ini hanya keluarga inti saja yang menghadiri, tidak ada para undangan sesuai permintaan dari pihak wanita.


"Assalamu'alaikum," ucap Alex dan semuanya.


"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk bapak, ibu." ucap ayah Parisya yang menyambut kedatangan mereka.


Mereka duduk lesehan, sengaja agar pembahasan penting kali ini lebih terasa berkesan. Walaupun hanya dihadiri keluarga inti dan juga sahabat dari Parisya, siapa lagi kalau bukan Naura dan Alesha, namun jamuan nya tak kalah mewah. Keluarga dari pihak Parisya rupanya benar-benar menjamu Alex dan keluarga dengan baik.


Rumah Parisya juga termasuk mewah. Tidak terlalu besar dan juga tidak kecil. Ayahnya juga memiliki sebuah usaha ikan hias. Dan keluarga Parisya lumayan terpandang ditempat tinggalnya.


Disitu sudah duduk kedua belah pihak keluarga, Alex tak berkedip menatap Parisya. Apalagi kali ini Parisya sedikit berdandan, tidak seperti biasanya natural saja. Ia terlihat lebih cantik dan fresh dengan pakaian syar'i berwarna putih.


"Khem, belum halal. Nanti pandangan-pandangan nya kalau sudah halal." bisik Aqiel yang duduk disamping sahabat nya. Alex yang mendapatkan teguran segera menundukkan pandangannya.


"Sebelumnya terimakasih sudah menerima kedatangan kami dan menjamu kami dengan baik. Sebelumnya perkenalkan, saya paman dari Alex, ini istri saya, dan ini kedua orang tua angkat Alex yaitu pak Roy dan bu Selly, ini anak dan menantu dari pak Roy dan bu Selly." ia memperkenalkan semua anggota keluarga.


"Langsung saja saya sampaikan tujuan kami datang kemari, yang pasti bapak dan keluarga juga sudah tahu niat kedatangan kami, Saya mewakili almarhum dan almarhumah kedua orang tua keponakan saya, untuk melamar anak bapak yang bernama nak Parisya untuk keponakan saya Alexander." ucap paman Alex jelas.


Ayah Parisya pun menyerahkan jawaban atas lamaran itu kepada sang putri. Parisya menjawab dengan anggukan mantap, Alex yang resmi lamaran nya diterima tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. Kini proses tukar cincin. Ibu Parisya memakai kan cincin di jari manis Alex, sedangkan bibi Alex memakai kan cincin di jari manis Parisya. Ini dilakukan karena mereka berdua belum menjadi pasangan kekasih halal.


Setelah semua proses terlewati, serta penentuan tanggal pernikahan, akhirnya pernikahan dijatuhkan tepat satu bulan lagi, hanya beda seminggu dengan pernikahan Naura.


Kini mereka diarahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah. Mereka menikmati hidangan yang di sajikan sembari bercakap-cakap. hari itu menjadi moment spesial untuk dua pasang anak cucu Adam dan hawa.


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2