Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Siapa Wanita Itu?


__ADS_3

Setelah dari rumah sakit, Alesha dan Alena kini pergi ke Mall sesuai kesepakatan mereka sewaktu di sekolah. Kini dua wanita cantik itu tengah berjalan-jalan di mall yang cukup besar dan ramai itu, di tengah-tengah keramaian, Alesha dan Alena bertemu dengan Sandra memang terlihat sendirian.


"Alesha, Alena, kalian disini juga," ucapnya berbasa-basi.


"Hai Sandra, sendiri aja Lo, mana sahabat-sahabat Lo si Lisa dan Dona?" tanya Alena kepada wanita yang kini berstatus janda itu.


"Alena, nggak baik begitu, oiya San, kalau kamu sendiri bareng kita aja, yok San," Ucapnya lalu menggandeng tangan Sandra, Sandra yang di gandeng hanya diam saja mengikuti.


"Lo kenapa masih baik sama gue?" tanya Sandra, sehingga menghentikan langkah dua wanita itu.


"Terus kamu mau nya bagaimana? Kan kita teman San," ucap Alesha yang tak memikirkan bagaimana dulu kelakuan Sandra kepada nya. Sedangkan Alena sebenarnya tidak mau Sandra ada di antara mereka, tapi karena ini keinginan sang sahabat, jadilah dia hanya mengalah.


"Lo kelewat baik atau Bagaimana? Dulu kan gue sama kedua teman gue sering banget ngata-ngatain Lo, terus sekarang Lo seperti nggak ada masalah sama gue, kok Lo masih baik sama gue." Tutur nya heran dengan sikap Alesha yang masih baik dengan nya.


"San, Allah saja maha pemaaf, masak aku sebagai hambanya nggak bisa memaafkan. Aku sudah lupain semua sikap kamu dulu sama aku, sekarang lupain semuanya, kita bisa jadi teman kan." Tutur Alesha bijak.


"Hati Lo terbuat dari apa sih Sha, gue aja masih kesal sama ni orang," Ucap Alena tiba-tiba.


"Na, setiap orang berhak mendapatkan maaf, aku nggak mau memiliki hati pendendam, dan aku nggak mau kamu sebagai sahabat aku menyimpan kebencian dengan siapapun." tuturnya bijak menasehati sang sahabat.


"Iya deh ustadzah, kalau gue udah debat sama Lo pasti gue kalah. Dan Lo, demi sahabat gue, gue maafin Lo, tapi nggak ada lain kali." ucap Alena yang kini menatap Sandra.


"Sha, gue minta maaf ya sama Lo, selama ini gue udah banyak banget salah sama Lo, sering ngata-ngatain Lo, dan terakhir gue buat Lo terjatuh dan sampai kaki Lo terluka." ucapnya meminta maaf sembari mengingat kesalahan nya dulu.


"Ia San, sebelum kamu minta maaf aku sudah maafkan kamu kok," Ucapnya tersenyum.


"Gue lapar, makan dulu yok bestie, Lo mau ikut sekalian nggak," Ucapnya lembut kepada sang sahabat, sedang kan dengan Sandra ketus.

__ADS_1


"Yaudah ayo, kita makan dulu, yok San sekalian bareng kita ikut makan." ajak Alesha kepada Sandra.


"Kalian lanjut deh, gue masih mau mutar-mutar." ucap Sandra yang memang tak ingin ikut dengan dua sahabat itu, karena ia masih canggung berada di antara Alesha dan Alena.


"Nggak ada penolakan, pokoknya kamu ikut dengan kita," ajak Alesha yang tidak bisa di bantah kali ini, akhirnya Sandra pun ikut dengan dua wanita cantik itu.


Kini mereka bertiga sudah duduk di sebuah restoran yang ada di mall terbesar di ibukota itu.


"Lo pesan apa Sha? Bumil harus makan yang sehat-sehat," Ucapnya sembari mengingat sang sahabat yang tengah hamil.


"Lo hamil Sha?" tanya Sandra yang baru mengetahui dari Alena.


"Alhamdulillah San, baru empat Minggu," jawabnya sembari mengelus perut nya yang rata.


"Selamat ya Sha, semoga bayi Lo dan lo sehat." ucap Sandra yang kini tak lagi canggung berbicara dengan Alesha.


"Aamiin Allahumma Aamiin, terimakasih do'a nya San," Ucap Alesha tersenyum.


"Sorry ni San, gue nggak bermaksud kepo dengan urusan pribadi Lo, emang benar ya yang kita dengar dari gosip-gosip yang beredar di sekolah?" Tanya Alena tiba-tiba.


Deg!


Mendengar pertanyaan Alena, membuat Sandra teringat kembali dengan mantan suaminya yang telah menyakiti hatinya, jantungnya kini bertalu-talu.


"Na, jangan menanyakan hal yang nggak mau dibahas oleh Sandra, maaf ya San, kalau kamu nggak mau jawab, nggak usah dijawab pertanyaan dari Alena." Ucap Alesha yang meminta maaf mewakili sang sahabat.


"Sorry gue nggak ada maksud, kalau Lo nggak mau jawab juga enggak apa-apa." ucap Alena segera meminta maaf, karena melihat ekspresi Sandra yang tiba-tiba berbeda.

__ADS_1


"Iya nggak apa-apa, santai aja. Yang kalian dengar memang benar kok, sekarang gue janda beranak satu, tapi setelah gue bercerai dengan mas Rio, gue merasa lebih baik sekarang." jawabnya yang tak lagi menutupi.


"Kamu baik-baik saja San dengan keadaan kamu sekarang?" Tanya Alesha khawatir, memang wanita yang tengah mengandung ini hatinya selembut itu, ia gampang tersentuh.


"Awalnya gue merasa hancur banget, sakit banget. Apalagi dikhianati oleh suami gue sendiri. Gue pikir mas Rio itu berbeda dari lelaki lain, walaupun kita sering cekcok dalam rumah tangga, tapi dia tidak pernah melepas tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah untuk anak gue. Tapi nyatanya, dia malah selingkuh di belakang gue, dia menikahi mantan kekasihnya tanpa izin dari gue dan juga tanpa sepengetahuan dari keluarga besarnya.


"Ha, menikah?" tanya Alesha dan Alena bersamaan, saking kagetnya.


"Ia, mas Rio menikah siri dengan mantan pacar nya dulu." ucapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Sabar ya San, aku tau kamu wanita yang kuat, Allah tak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan setiap hambanya." tutur Alesha menguatkan teman nya itu.


"Gue cuma mau ingatkan ke Lo berdua, jangan terlalu percaya dengan omongan suami Lo pada, di depan manis dan perhatian, dibelakang belum tentu. Ya tapi gue harap suami Lo Sha, Na, nggak seperti mantan suami gue." Ucapnya sendu, tapi ia berusaha tegar.


"Aku percaya sama suamiku, Insyaa Allah mas Aqiel nggak seperti itu," Ucapnya yakin.


Disaat iya mengatakan hal demikian, sepasang netra nya menangkap sosok lelaki yang sangat ia kenal tak jauh dari duduknya kini, lelaki itu sedang mengobrol dengan seorang wanita yang pakaian nya cukup terbuka.


Deg!


"Mas Aqiel, dengan siapa mas Aqiel, siapa wanita itu?" ucap nya di dalam hati dengan jantung yang kian berpacu.


"Nggak..aku nggak boleh su'udzon dulu, mungkin saja itu klien nya mas Aqiel, tapi kenapa seperti nya mereka akrab, dan kenapa mereka hanya berdua? Kalau meeting seharusnya mas Aqiel dengan mas Alex sekretaris nya," bathin nya bertanya-tanya.


"Sha, Lo lamunin apa sih Sha?" ucap Alena yang memukul pelan bahu Alesha, membuat lamunan Alesha buyar.


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2