Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Kerumah Nenek & Kakek


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, Aqiel dan Alesha membawa anak kembar mereka ke kediaman ayah Anggara. Karena sudah dua Minggu ini mereka belum berkunjung ke rumah nenek dan kakek Yuna dan Hafidz. Saat tiba di pelataran rumah itu, baru saja mobil terparkir, sikembar sudah turun dari mobil dan berlari menemui kakek dan neneknya.


Ya, Kini ayah Anggara dan Ibu Alice tidak perlu lagi bersibuk-sibuk di toko miliknya, karena tiga tahun yang lalu Aqiel memperluas usaha kedua mertuanya dan memperkerjakan beberapa orang karyawan. Warung yang dulu hanya satu pintu, kini sudah menjadi seukuran supermarket lima pintu. Ibu Alice dan Ayah Anggara hanya menikmati hasil dan sesekali mengecek keadaan toko mereka.


"Assalamu'alaikum, kakek, nenek," Yuna dan Hafidz berlari menemui kakek dan nenek mereka yang sedang bersantai di ruang keluarga. Disana juga ada Alfa sibungsu. Kini Alfa sudah berusia lima belas tahun, sudah menjadi anak remaja tampan dan semakin cerdas, hafalan nya sudah tiga puluh juz. Ia sudah menjadi Hafidz Qur'an 30 juz di usianya yang masih remaja.


Yuna dan Hafidz menyalami kedua nenek serta paman kecil mereka dengan takzim. Ayah Anggara dan Ibu Alice mencium satu persatu cucu kembar mereka. Alesha dan Aqiel hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan bocah kembar itu.


"Assalamu'alaikum Ayah, ibu," Alesha dan Aqiel menyalami kedua paruh baya itu dengan takzim, begitu juga dengan Alfa, ia menyalami kakak dan Abang iparnya itu.


"Kok nggak ngabarin ibu mau kesini nak? Kalau tau kalian mau kesini bisa ibu siapkan makanan kesukaan kalian sekalian untuk cucu-cucu ibu." ucap ibu Alice sembari memangku Yuna.


"Tidak perlu repot-repot Bu, kita juga nanti mau pamit. Titip anak-anak dulu ya Bu, ayah." ucap Alesha sungkan. Demi memenuhi keinginan suaminya, jadilah ia menuruti ide sang suami untuk menitipkan anak-anak mereka.


"Woah, ibu paham. Iya serahkan saja sama ibu dan ayah, ibu juga kangen banget ini sama si kembar." ucap ibu Alice mencium gemas Yuna yang sedang di pangkuan nya. Yuna tertawa geli karena dicium oleh sang nenek.


"Aal, katanya mau ajarin adek ngaji, ayo sekarang ajarin Yuna." rengek Yuna turun dari pangkuan neneknya dan menghampiri Alfa. Alfa tersenyum melihat sang keponakan yang semangat untuk belajar mengaji.


"Abang juga, ayok Aal." Hafidz pun juga turun dari pangkuan kakeknya dan menarik tangan paman kecil nya.


"Ya sudah, ayo ikut Aal ke ruang belajar, kita ngaji disana ya. Adek sama Abang sudah iqro' berapa ini? Di pelajari nggak apa yang sudah Aal ajarkan minggu-minggu sebelumnya?" tanya Alfa sembari menggandeng kedua keponakan nya itu.


"Adek sudah iqro' tiga," ucap Yuna dengan semangat.


"Hafidz juga, Ayok Aal kita belajar lagi." ucap bocah berusia lima tahun itu.

__ADS_1


Sembari sikembar belajar mengaji dengan paman kecilnya, Alesha dan Aqiel berbincang-bincang dengan ayah dan ibunya di ruang keluarga, tak lama suara salam terdengar dari luar. Ternyata sang kakak dan iparnya yang datang.


"Assalamu'alaikum," ucap Amora dan Zain bersamaan.


"Wa'alaikumsalam," Jawab semuanya.


"Kakek, nenek, Aba, Umma, Zaydan kangen." Ia turun dari gendongan Abinya dan menyalami satu persatu Anggota keluarga, mereka terlihat gemas dengan Zaydan yang berbadan gembul. Anak Amora dan Zain juga berusia lima tahun, sama dengan sikembar, hanya berjarak satu minggu saja.


"Kebetulan banget anak dan menantu serta cucu-cucu nenek pada kesini, jadinya nenek dan kakek tidak kesepian." ucap ibu Alice memeluk dan mencium gemas cucu pertama mereka.


"Umma, Yuna dan Hafidz mana?" tanya Zaydan kepada Alesha, ia tak melihat bocah kembar itu. Mereka juga sangat Akrab, jika bertemu pasti membuat heboh seisi rumah.


"Di dalam sama Aal belajar ngaji. Zaydan susul kedalam gih." ujar Alesha. Zaydan langsung berlari menemui kedua sepupunya dan paman kecilnya itu. Ia sangat girang karena di rumah nenek nya banyak teman.


"Kakak sama Abang apa kabar, sehat?" Tanya Alesha kepada kakak dan iparnya.


"Alhamdulillah kak, kita juga sehat. Oh iya, habis ini kakak sama Abang mau kemana?" Tanya Alesha lagi.


"Nggak tahu nih mas Zain mau ngajakin jalan, biasa lelah dengan pekerjaan. Jadinya weekend ngajakin jalan." Bisik Amora kepada adiknya itu.


"Sama banget kak, ini aja niatnya mau ungsikan sikembar kesini, nanti habis zhuhur kita mau jalan sekalian mau ketemu teman-teman. Ayo kak sekalian saja kita perginya, jarang-jarang kan kita bisa kumpul sama mereka." Alesha dan Amora sudah asik berbicara berdua, membahas setelah ini mau kemana. Rutinitas sebagai ibu rumah tangga cukup menguras tenaga dan pikiran, jadi hiburan sesekali tidak masalah. Sesekali mengungsikan anak-anak kerumah nenek dan kakeknya, toh nenek dan kakek mereka juga sangat senang dengan adanya cucu-cucu mereka.


"Gimana bro, aman?" tanya Zain kepada iparnya itu.


"Alhamdulillah aman bro." jawab Aqiel terkekeh.

__ADS_1


Akhirnya pagi menjelang siang itu mereka mengobrol kan banyak hal di ruang tamu. Hingga azan zhuhur berkumandang, semuanya melaksanakan shalat zhuhur berjamaah yang di imami oleh Aqiel. Ketiga bocah berusia lima tahun itu juga ikut shalat zhuhur berjamaah.


Setelah menghadap Yang Maha Kuasa. Alesha dan Aqiel serta Amora dan Zain pamit kepada kedua paruh baya itu. Mereka menitipkan anak-anak mereka disana. Tentu saja disetujui oleh kedua paruh baya tersebut, mereka juga mengerti bahwa kedua anak dan kedua menantu mereka pasti perlu refreshing. Sikembar dan Zaydan juga senang disana, mereka tidak rewel atau banyak drama saat kedua orang tua mereka pamit pergi sebentar.


Kini mereka menggunakan satu mobil, Aqiel yang mengendarai mobil kali ini, Alesha duduk disampingnya. Sedangkan Zayn dan Amora duduk dibelakang mereka. Mereka sudah membuat janji untuk bertemu sahabat-sahabat mereka di sebuah restoran khas Indonesia.


Saat tiba di parkiran gedung restoran bintang lima itu. Disana sudah ada Alena dan Argantara suaminya. Ya, sejak mengetahui kehamilan Alena. Argantara memutuskan tidak melanjutkan kontrak nya di Timor Leste, mereka kembali ke Jakarta. Kini usia anak Alena dan Argantara sudah menginjak usia empat tahun. Anak lelaki yang cukup tampan bernama Muhammad Naufal. Alena juga menitipkan sang anak kepada orang tua nya saat Alesha mengajak mereka bertemu.


Mereka memasuki gedung restoran itu. Dan menunggu yang lainnya. Sembari menunggu mereka berbincang-bincang juga memesan minuman terlebih dahulu. Tak lama di susul oleh Alex dan Parisya serta Naura dan Gus Hanan. Mereka bersalaman ala-ala mereka.


Selang lima menit Sandra juga tiba, ia masih setia dengan kesendiriannya. Beberapa kali juga mantan suaminya minta balikan, tetapi Sandra yang terlanjur kecewa tidak bisa lagi membuka hatinya. Rumah tangga mantan suaminya juga tidak baik-baik saja. Setahun setelah ia meresmikan pernikahan nya dengan istri siri nya, Istrinya itu keguguran, dan sejak itu sulit memiliki anak. Rio pun menyesal telah menyia-nyiakan Sandra dan anaknya. Ya, putra uang sudah di telantar kan nya demi istri barunya kini sudah berusia tujuh tahun.


Sedangkan Dona sahabat nya Sandra ikut suaminya tinggal di Yogyakarta, mereka tidak pernah bertemu lagi dengan Dona. Sedangkan Lisa Pindah ke Jepang bersama suaminya, karena suaminya memang orang sana.


Parisya dan Alex juga sudah dikaruniai seorang anak perempuan berusia tiga tahun, mereka memberikan nama anak mereka gabungan dari nama Alex dan Parisya, yaitu Lesya Kanaya. Sedangkan Naura dan Gus Hanan juga sudah memiliki seorang anak yang usianya sama dengan anak Parisya dan Alex, namun anaknya laki-laki, bernama Muhammad Rayhan, gabungan dari Nama Naura dan Hanan.


Mereka memang kerap kali bertemu, agar persahabatan diantara mereka tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kadang berkumpul dirumah Alesha, kadang dirumah Amora, kadang dirumah Alena dan yang lainnya. Apalagi sejak mereka memiliki anak, para wanita pasti membicarakan perkembangan anak mereka di grup khusus wanita. Sedangkan para pria biasa membahas soal pekerjaan.


Setelah semuanya berkumpul, mereka memesan makanan kesukaan masing-masing. Meja itu seketika dipenuhi dengan canda dan tawa. Sesekali saling menggoda dan guyonan dari Alex dan Alena, ya memang mereka yang lebih sering menggoda yang lainnya.


...****************...


Yuk baca karya kedua Author dengan judul "Hidayah Terindah" jangan lupa tinggalkan jejak (like, komen, subscribe, vote, dan favorite kan agar tidak ketinggalan update selanjutnya) dukungan para reader's sangat berarti bagi kami para author. terimakasih :⁠-⁠)


.

__ADS_1


.


To Be Continued


__ADS_2