
Hari ini Perusahaan Aqiel melakukan pertemuan dengan perusahaan Ayah Karin. Aqiel menginstruksikan Alex untuk membuat pertemuan di sebuah restoran bintang lima dengan ruang tertutup, dan harus Ayah Karin yang menangani Pertemuan kali ini secara langsung tanpa harus diwakilkan oleh Karin anaknya.
Tepat pukul 10.00 pagi sesuai jadwal yang telah di tentukan. Aqiel dan Alex sudah tiba di restoran tersebut. Mereka datang lebih awal sesuai jadwal yang telah di tentukan. Terlihat wajah tampan nan dingin seorang CEO perusahaan X Terbesar di Indonesia itu penuh dengan pikiran nya. Kali ini sepertinya Aqiel sedang memikirkan rencana untuk menyudahi perjanjian antar dua perusahaan itu.
"Selamat pagi tuan Aqiel, tuan Alex. Mohon maaf jika saya terlambat." ucap papa nya Karin.
"Tidak tuan, anda belum terlambat. Saya memang sengaja datang lebih awal. Silakan duduk tuan." jawab Aqiel tenang.
"Sepertinya pembahasan kali ini akan sangat serius tuan? Terlihat dari wajah tuan Aqiel. Bahkan harus saya langsung yang menangani Pertemuan kita kali ini." ujar Papa Karin yang belum mengetahui rencana Aqiel.
"Langsung saja tuan, saya tidak ingin berbasa-basi. Saya mengundang tuan secara langsung di Pertemuan kita kali ini, karena ada sesuatu yang harus saya sampaikan." Ucap Aqiel dengan ekspresi yang tak bisa di baca. Alex hanya mendampingi kali ini.
"Apa itu tuan, apa dalam persentase sebelumnya anak saya melakukan kesalahan?" tanya papanya Karin.
"Tidak tuan, tidak ada hubungan nya dengan pertemuan sebelumnya. Hanya saja saya ingin menyudahi kerjasama antar perusahaan kita." ucapnya tegas, membuat papa Karin syok mendengar penuturan seorang CEO muda tersebut.
"Apa maksud tuan Aqiel? bukan kah kerjasama kita sebelumnya baik-baik saja?." Tanya papanya Karin cukup terkejut.
"Memang kerjasama kita berjalan lancar. Hanya saja saya mengambil keputusan ini karena beberapa hal. Pertama, putri tuan sudah lancang mendatangi istri saya, disaat saya sedang tidak ada dirumah. Kedua, dia meminta istri saya untuk memberikan izin agar dia menjadi istri kedua saya tanpa sepengetahuan saya. Ketiga, putri tuan mengancam istri saya, jika Alesha istri saya tidak mempertimbangkan permintaan nya, putri tuan akan membuat kekacauan di kantor saya. Keempat, Karena perilaku putri tuan, istri saya hampir saja keguguran karena merasa tertekan." Ucapnya menyampaikan yang sebenarnya.
"Apa! Tidak mungkin putri saya Karin melakukan itu tuan Aqiel. Ini pasti hanya salah paham." ucapnya dengan mata membola sempurna.
"Apa menurut tuan istri saya akan berbohong? Saya yakin tuan lebih paham mengenai sifat putri tuan sendiri." ucapnya tetap tenang.
"Tuan, saya mohon jangan putuskan kerjasama antar perusahaan kita. Ini bisa kita bicarakan baik-baik. Saya akan menasehati anak saya agar meminta maaf kepada istri tuan." ucapnya memohon. Karena jika kerjasama mereka dibatalkan, maka perusahaan nya akan rugi besar. Karena perusahaan Aqiel termasuk penanam saham terbesar di perusahaan nya.
__ADS_1
"Keputusan saya sudah bulat. Siapa pun yang mengganggu keutuhan rumah tangga saya, terutama mengganggu ketenangan istri saya, tidak akan saya biarkan. Kecuali, jika tuan menjamin putri tuan tidak lagi mengganggu istri saya dan saya. Dan jangan pernah berusaha menemui saya dan istri saya lagi, baik dimana pun, mungkin bisa saya pertimbangkan." ucapnya juga mempertimbangkan kesejahteraan ratusan karyawan perusahaan partner kerja nya itu.
"Baik tuan, saya akan jamin putri saya tidak akan mengganggu istri tuan dan rumah tangga tuan lagi. Saya akan pastikan sendiri, dan untuk kerjasama kita kedepannya saya langsung yang akan menangani nya. Sebelumnya terimakasih tuan sudah memberikan kesempatan kepada perusahaan saya." Ucapnya berterimakasih. Saat ini ia juga sangat malu dengan rekan kerjanya itu.
"Baik kalau begitu, untuk kedepannya saudara saya Alex sekaligus sekretaris pribadi saya yang akan membahas mengenai perusahaan dengan tuan. Kalau begitu kami permisi. Assalamu'alaikum." ucapnya tetap tenang hingga akhir. Lalu keluar dari ruangan itu dengan sangat berwibawa.
"Wa'alaikumsalam," jawab papa nya Karin.
"Astaghfirullah Karin. Apa yang telah kamu lakukan? padahal sebelumnya papa sudah memperingati kamu. Hampir saja kita kehilangan investor terbesar." Gumamnya seorang diri setelah Aqiel dan Alex keluar dari ruang VVIP itu.
***
"Assalamu'alaikum cinta," Ucap Aqiel saat memasuki kamarnya.
"Wa'alaikumsalam mas. Kok sudah pulang? Baru jam segini." ucap Alesha mencium punggung tangan sang suami dengan takzim, Aqiel pun mengecup lama kening sang istri, lalu memeluk nya erat.
"Mas bisa saja," ucap Alesha gemas dengan sang suami.
"Assalamu'alaikum anak-anak Aba. Lagi apa di dalam sana, hari ini tidak membuat Umma capek kan nak? Sehat-sehat terus ya anak-anak Sholeh dan Sholehah." ucapnya mengelus sayang perut buncit sang istri.
"Wa'alaikumsalam aba, hari ini baby twins tidak nakal aba. kita juga Alhamdulillah baik-baik saja di dalam perut Umma." jawab Alesha menirukan suara bayi.
Aqiel menenggelamkan kepalanya di perut buncit sang istri, menciumnya sayang. Dan membacakan surat Maryam dan surat Yusuf untuk calon anak-anak nya yang masih di dalam kandungan sang istri. Melihat suaminya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an untuk calon anak-anak nya, membuat mata Alesha berkaca-kaca.
"Terimakasih Ya Rabb, karena engkau masih menjaga hati suami hamba untuk selalu mencintai hamba dan juga calon anak-anak hamba dan suami." bathin Alesha bersyukur.
__ADS_1
"Mas sudah zhuhur belum? Sudah makan siang?." tanya Alesha.
"Alhamdulillah mas sudah shalat zhuhur dikantor cinta. tapi mas belum makan, soalnya mas ingin makan sepiring berdua dengan istri cantiknya mas." ucapnya mencolek hidung mancung sang istri.
"Mas bisa saja, aku sudah makan tadi mas, walaupun sedikit. Aku temani mas saja ya makan siangnya." ucap Alesha tersenyum sembari mengelus kepala sang suami.
"Boleh cinta, ayo kita kebawah." ucapnya menggandeng tangan istri cantiknya.
Kini pasutri itu sudah berada di meja makan. Makanan sudah terhidang di meja makan itu. Di saat Alesha ingin mengambil kan nasi dan lauk untuk suaminya, Aqiel menahan tangan sang istri.
"Biar mas saja cinta, kamu cukup menemani mas disini." ucapnya tak membiarkan sang istri melakukan apapun.
"Ini sudah tugas aku sebagai istri untuk melayani mas." ucap Alesha.
"Tidak cinta, mas ingin selalu meratukan istri cantik mas ini. Jadi tetap lah duduk manis disamping mas, hhmm." ucapnya lembut.
"Baik lah mas." jawab Alesha mengalah.
"Mbok, aku Yo senang banget kalau melihat tuan dan non kalau lagi bermesraan begitu, semoga saja rumah tangga mereka selalu di lindungi sama Gusti Allah Yo Mbok." bisik mbak Irna di telinga mbok Darmi. Ia juga tak pernah bosan melihat keharmonisan kedua majikannya.
"Aamiin Ir, Mbok juga berharap begitu." bisiknya
.
.
__ADS_1
To Be Continued