Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Keinginan Baby Twins


__ADS_3

Tidak seperti biasanya, Alesha pagi ini sangat manja sekali kepada suaminya itu. Ia tidak ingin ditinggalkan barang sedetikpun oleh sang suami. Sehingga membuat tanda tanya di dalam benak suami tampannya itu. Namun dibalik sikapnya yang manja, justru Aqiel senang dengan perubahan sikap Alesha tiba-tiba. Kapan lagi istrinya yang bermanja dengan dirinya.


"Mas, hari ini nggak usah kerja ya." ucapnya di saat Aqiel sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


"Kenapa cinta? kenapa mas kamu larang pergi ke kantor, hhmm?" tanya suaminya heran, namun juga lucu dengan sikap manja sang istri.


"Aku hanya ingin bersama mas seharian ini." ucap Alesha bergelayut manja di badan sang suami. Aqiel yang belum menyelesaikan memakai kancing kemejanya, urung melanjutkannya. Ia mengambil tangan kedua tangan sang istri, lalu mengecup nya lama.


"Coba katakan sama mas. Apa alasan istri cantiknya mas, melarang mas pergi ke kantor." ucap Aqiel menatap lekat binar indah sang istri.


"Tidak ada alasan lain. Aku hanya ingin seharian ini menghabiskan waktu bersama suami ku." tutur Alesha mengerjap-ngerjap kan matanya yang bulat seperti Boba, dengan bulu mata lentik dan panjang, pipi yang sedikit berisi sejak kehamilan sang istri, dengan hidung mungil dan bibir dengan rona merah jambu. Membuat Aqiel semakin gemas dengan sang istri. Apalagi dengan wajah yang baby face, tidak terlihat wanita umur 27 tahun, lebih cocok disebut mahasiswi baru semester awal.


"Tumben-tumbenan kamu manja begini pagi-pagi, besok kan weekend cintaku, besok mas libur, dan bisa seharian sama kamu. Izinkan mas ke kantor ya hari ini. Alex juga lagi sibuk mikirin untuk persiapan lamaran nya Minggu ini, mas tidak tega jika harus pekerjaan mas hari ini, mas alihkan semua kepada Alex." tutur Aqiel selembut mungkin demi memberikan pengertian kepada istri tercinta.


Namun Alesha tidak menjawab, ia malah duduk di pinggiran ranjang dan menekuk wajahnya. Membuat Aqiel bingung harus membujuk bagaimana lagi.


"Cinta, jangan begini dong, boleh ya hari ini mas bekerja. Janji deh hari ini kalau pekerjaan mas cepat selesai, mas akan segera pulang." Bujuknya lagi dengan kesabaran.


"Tapi ini keinginan baby twins mas, sepertinya mereka ingin dekat dan bermanja dengan aba nya. Mas tega begitu sama baby twins, kalau anak kita ileran bagaimana? Karena keinginan nya tidak dipenuhi." tutur Alesha. Mendengar penuturan sang istri jika itu keinginan baby twins, jadilah ia galau sendiri.


Mau Kekantor, tapi tidak tega mengabaikan istrinya. Tapi kalau menuruti sang istri, tidak tega dengan Alex. Karena Alex sudah izin untuk bekerja setengah hari, demi mempersiapkan acara lamaran nya.


Ya, Parisya sudah menyampaikan niat baik Alex untuk melamarnya kepada kedua orang tuanya. Mendengar sang putri akan dilamar, kedua orang tua Parisya yang memang sudah ingin segera melihat putri satu-satunya berkeluarga, tentu saja menerima niat baik Alex. Dan lamaran resminya akan dilaksanakan dua hari lagi.


Kalau ditanya, kenapa begitu cepat? Ya karena sesuatu yang baik tidak boleh ditunda, jika bisa segera di berlangsungkan, kenapa tidak.


Aqiel berdiri mengambil gawainya yang terletak di atas nakas, menggulir salah satu nomor yang tersimpan di kontak handphone nya, tak sampai menunggu lama, telfon Aqiel sudah diangkat di seberang sana, Aqiel memerintahkan kepada sang sekretaris keduanya untuk mengantarkan semua pekerjaan nya kerumah, termasuk beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan nya.


"Mas hubungi siapa?" tanya Alesha yang melihat sang suami sudah mematikan panggilan nya.

__ADS_1


"Mas menelfon salah satu sekretaris mas cinta, mas hari ini tidak jadi kekantor sesuai keinginan istri dan anak-anak mas ini. Jadi mas meminta sekretaris mas untuk mengantarkan semua dokumen yang membutuhkan tanda tangan mas untuk di antar kan kerumah." ucap Aqiel menjelaskan dengan sabar.


"Benar mas?" senangnya Alesha mendengar penuturan sang suami.


"Ia istriku, untuk kamu dan calon anak-anak kita, apapun akan mas lakukan." ucap Aqiel tersenyum sembari mengelus sayang puncak kepala sang istri yang sudah tertutup hijab. Namun melihat rona merah istrinya, Aqiel mulai mendekati wajahnya ke wajah sang istri, belum juga terealisasi, suara ketukan pintu menghentikan segalanya.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa sih cinta?" gerutunya karena apa yang jadi keinginan nya tak terpenuhi. Melihat raut gusar sang suami membuat Alesha mengulum senyumnya. Ingin rasanya ia tertawa, namun takut membuat sang suami malu dengan tingkahnya sendiri.


"Sebentar ya mas, aku lihat dulu. Mungkin mbok atau mbak." ucap Alesha berdiri dan melangkahkan kaki untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa mbak?" tanya Alesha kepada mbak Irna. Benar saja apa yang dipikirkan Alesha, yang mengetuk pintu adalah mbak Irna sang art.


"Mbak hanya ingin memberitahu Non, itu mertua non ada di bawah." ucap mbak Irna.


"Iya non, kalau begitu mbak kebawah dulu ya non, mau buat minum untuk nyonya sama tuan besar." ucap mbak Irna.


"Iya mbak, terimakasih ya mbak. Bilangin sama mama dan papa sebentar lagi aku sama mas Aqiel kebawah ya mbak." ucap Alesha sopan.


"Iya non, sama-sama." jawab mbak Irna, kemudian berlalu dari kamar majikannya itu.


"Siapa cinta?" tanya Aqiel yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.


"Coba tebak siapa?" ucap Alesha main tebak-tebakan.


"Hhmm, kamu ini memang suka main tebak-tebakan ya, pasti mbak kan." ucap Aqiel sembari mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk nya.


"Iya benar mas mbak, tapi bukan itu yang penting. coba tebak siapa yang datang." ucap Alesha lagi, membuat sang suami semakin penasaran.

__ADS_1


"Mas tidak tahu cintaku, mas bukan cenayang. Tapi kalau mengenai istri mas, InsyaaAllah mas mengetahui semuanya." ucap Aqiel tersenyum nakal.


"Mas gombal," ucap Alesha tersipu malu.


"Mas tidak gombal istriku, mas jujur mengatakan nya. Apapun mengenai istri mas ini, mas akan lebih tahu dari siapa pun." ucap Aqiel percaya diri.


"Termasuk dari diriku sendiri?" tanya Alesha lagi.


"Seratus untuk kamu. Coba katakan siapa yang datang. Tidak mungkin teman-teman kamu, atau ibuk, atau Alex, siapa cinta?" tanya nya lagi memeluk tubuh sang istri dari belakang.


"Mama dan papa yang datang mas. Mereka ada dibawah. ayo kita temui sekarang." ucap Alesha.


"Maksud kamu mama dan papa kesini? dan sekarang ada dibawah? Kok nggak ngabari kita? Kan bisa jemput ke bandara." tutur Aqiel terkejut.


"Aku juga tidak tahu mas. Ayuk kebawah mas. Tidak baik membiarkan orang tua menunggu lama." ucap Alesha mengajak suaminya.


"Kasih hadiah dulu dong sayang." ucap Aqiel. Alesha yang menoleh ke belakang, langsung mendapat kecupan manis di pipi kanannya. Aqiel pun membalik badan sang istri agar berhadapan dengan dirinya.


Cup


Lagi-lagi Aqiel mengecup lama kening, serta kedua pipi sang istri, lalu berakhir di ranum merah jambu istrinya dengan begitu lama. Hingga Alesha mendorong dada bidang sang suami agar menghentikan aktivitas nya.


"Sudah kan mas. Ayo sekarang temui mama dan papa." ucap Alesha menggandeng tangan sang suami. Aqiel yang sudah mendapatkan amunisi pagi ini pun menurut begitu saja. Mereka melangkahkan ke bawah demi menemui kedua orang tua Aqiel.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2