
"Mas, mas cemburu?" Tanya sang istri setelah para penggemar lelaki itu pergi.
"Tidak, mas tidak cemburu." jawab sang suami. Namun dari ekspresi wajahnya tak dapat ia sembunyikan dari sang istri.
"Serius? Mas tidak berbohong?" pancing Alesha.
"Iya cinta." jawabnya sedikit datar.
"Ya sudah kalau tidak cemburu, aku akan panggil mereka lagi, agar fotonya berdua dengan aku saja. Mumpung mereka belum jauh." ucap Alesha, sengaja memancing suaminya agar jujur.
"Eh, jangan dong sayang." bujuk nya. Membuat sang istri tak dapat menahan tawa.
"hihi, mas lucu banget sih. Suami siapa sih ini? Kenapa gemesin banget. Untuk jujur saja susah." tutur Alesha mencubit hidung suaminya yang mancung.
"Sakit sayang," jawabnya menggenggam tangan sang istri.
"Hehe, maaf deh. Habisnya mas malu banget ngakuin kalau mas cemburu." ucap Alesha, masih ingin mendengar dari mulut sang suami. Bahwa ia tengah cemburu.
"Iya istriku, mas tidak suka jika ada lelaki lain mendekati kamu. Walupun hanya sekedar meminta foto, mereka enggak lihat ada mas apa. Apalagi kamu tengah hamil. Masih berani-beraninya dekati kamu dengan alasan meminta foto." jawabnya bersungut-sungut. Membuat sang istri semakin gemas.
"Maaf ya mas suami. Aku hanya menghargai mereka. Tapi kan aku juga memikirkan perasaan mas. Makanya aku juga mengajak mas foto bareng mereka." jawabnya lembut.
"Terimakasih cinta, kamu selalu mengerti mas. Maaf kan suami mu ini, jika mas tak bisa menahan cemburu." Ucapnya mengecup kedua tangan istrinya.
"Mas, malu dilihatin orang." ucap Alesha menarik tangannya. Namun Aqiel tak mau melepaskan genggaman tangannya. Ia pun pasrah dengan perlakuan sang suami.
"Kita pulang saja ya cinta, semakin lama kita disini, semakin banyak nantinya yang berdatangan untuk meminta foto sama kamu. Mas tidak rela jika mereka terus menerus membuat mas jauh dari kamu barang sedetikpun. Begini ya rasanya punya istri yang mulai terkenal." Tutur nya, membuat sang istri sampai ternganga. Ia tak menyangka bisa melihat sisi sang suaminya yang ternyata sangat bucin terhadap dirinya.
"Iya mas, ayo mas pulang. Aku juga sudah gerah banget sedari pagi memakai baju ini." jawab Alesha. Ya mereka memang sedari pagi memakai pakaian pesta. Karena paginya ke pesta pernikahan Naura dan Gus Hanan, lalu kerumah sakit karena sang kakak tiba-tiba mau melahirkan, sepulangnya dari rumah sakit langsung ke taman.
__ADS_1
***
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba juga. Tepat setelah satu minggu pernikahan Naura dan Gus Hanan. Kini tiba juga hari pernikahan Alex dan Parisya. Alesha dan keluarga nya, kecuali Amora dan suaminya, karena Amora baru saja melahirkan. Aqiel dan keluarga sudah tiba di kediaman mempelai wanita.
Ya, akad pernikahan sekaligus resepsi pernikahan di laksanakan di kediaman orang tua Parisya. Halaman rumah itu sudah disulap sedemikian rupa dengan tenda dan dekorasi yang cukup mewah, sudah seperti acara di gedung saja.
"MasyaaAllah mas, mewah banget." kagum Alesha melihat dekorasi pernikahan sahabat nya itu. Padahal sewaktu pernikahan Alesha juga tak kalah mewah. Apalagi yang mengadakan pesta papa Roy dan Mama Selly. Tentu saja tidak main-main.
"Iya cinta, mas juga tidak menyangka, ternyata pesta dirumah bisa mewah seperti di hotel." jawab sang suami yang baru pertama kali menghadiri pernikahan yang di adakan di rumah. dan kali ini pernikahan sahabat nya sendiri. Biasanya rekan bisnis nya mengadakan pesta pasti di hotel.
"Mas, lihat deh, raut wajah mas Alex tidak bisa berbohong. Mas Alex terlihat bahagia banget." ucap Alesha.
"Iya cinta, mas juga tidak menyangka, seorang Alex bisa memperistri Parisya yang hobinya datang kajian seperti istri mas ini. Ya walaupun tidak ada yang bisa menandingi kamu. Padahal dulu Alex itu selalu gonta ganti pacar, ya walaupun tidak sampai diluar batas." ucapnya mengingat dulu bagaimana sang sahabat begitu playboy.
"Namanya sudah ketemu pawangnya mas. Aku bersyukur mas Alex sudah berubah. Semoga pernikahan mereka sakinah mawadah warahmah ya mas." ucap Alesha.
"Aamiin, semoga ya cinta. Kalau sudah jodoh pasti dipersatukan juga dalam ikatan suci pernikahan." ucap Aqiel tak melepaskan genggaman istrinya.
"Nggak nyangka gue, akhirnya diantara kita sudah ada gandengan juga." ucap Alena.
"Iya kak, dan sesuai janji aku dengan Parisya dulu. Jika kita harus menikah dalam waktu yang berdekatan. Ternyata Allah mengabulkan doa kami." ucap Naura.
"Bagaimana malam pertama kamu Nau." bisik Alena ditelinga Naura. Mendapat pertanyaan seperti itu, membuat wajah Naura bersemu.
"Jangan bahas itu, aku malu." jawab Naura menutup wajahnya. Alesha juga mendengar pertanyaan Alena, karena ia duduk di tengah-tengah antara Alena dan Naura.
"Na, kamu ada-ada saja pertanyaan nya." ucap Alesha yang mendengar pertanyaan Alena kepada Naura. Ya mereka memang memisahkan diri dari para suami sebelum dimulai acaranya.
"Kan gue kepo," jawabnya terkekeh.
__ADS_1
"Jangan dijawab Nau, Alena mah memang begitu." ucap Alesha kepada Naura. Ia paham sekali sifat sahabat nya satu itu.
Tak lama akhirnya akad pernikahan Alex dan Parisya dimulai juga. Alex tampak gagah dengan tuxedo berwarna putih serta celana dan peci berwarna senada. Ia kini sudah berjabat tangan dengan ayah kandung Parisya untuk mengucapkan ijab qobul.
"Bagaimana para saksi?" tanya pak penghulu.
Sah...
Jawab para saksi dan semua tamu undangan. Akhirnya Alex dan Parisya sah juga menjadi suami istri. Setelah perjuangan Alex yang selama ini berusaha meyakinkan wanita pujaan hatinya itu. Kini Parisya sudah sah menjadi istrinya.
"Alhamdulillah." ucap semuanya setelah doa dibacakan oleh pak penghulu. Dan serangkaian acara telah dilaksanakan. Kini Parisya dibawa di hadapan Alex.
Saat tatap mata yang kini sudah halal itu bertemu. Dan akan menjadi pahala setiap waktunya. Tak ada lagi halangan untuk mereka bersama, disaat itulah ibadah panjang itu bernilai pahala.
"MasyaaAllah, cantik banget kamu Sya." lirih Alex saat Parisya sudah ada di hadapan nya.
"Akhirnya sudah nggak dosa jika ditatap lama-lama ya Lex." ucap Aqiel yang duduk tak jauh dari Alex.
"Bisa saja Lo bro." jawab Alex. Parisya hanya tersenyum sembari menundukkan kepala.
"Boleh nggak sih langsung saja gue bawa istri gue ke kamar." Ucapnya di hadapan semua tamu undangan. Membuat semuanya tergelak bersama.
"Sabar nak, nanti ada waktunya. Sekarang pakai kan dulu cincin di jari istrimu." ucap pak penghulu.
"Hehe, habisnya istri saya cantik pak, kan saya nggak rela jika berlama-lama disini dan istri saya dilihatin begitu." jawabnya terkekeh.
"Bisaan banget Lo." jawab Aqiel. semua keluarga dari pihak mempelai wanita dan juga pria, termasuk sahabat serta tamu undangan tak dapat lagi menahan tawa. Perkataan-perkataan Alex begitu frontal ditelinga mereka semua. Hingga Parisya tak dapat menyembunyikan rona wajahnya yang sudah bersemu karena lelaki yang ada di hadapannya, yang kini sudah sah menjadi suaminya itu, bisa saja mengeluarkan guyonan-guyonan yang mencair kan suana. Alex tahu bahwa Parisya tengah tegang saat berhadapan dengan nya.
.
__ADS_1
.
To Be Continued