
Hari ini adalah hari syukuran untuk rumah baru Alesha dan Aqiel setelah satu minggu di tempati oleh pasangan suami istri yang belum genap satu bulan usia pernikahan mereka.
"Cinta, kamu sudah siap? Ibu, Ayah, mama dan papa sudah dibawah sayang, keluarga yang lain juga sudah berkumpul semua," ucap Aqiel kepada sang istri yang sedang berada di ruang wardrobe yang ada dikamar milik mereka.
"Iya mas, ini aku sudah siap kok," ucap Alesha melangkahkan kakinya dari ruang wardrobe menuju sang suami berada. Di saat Alesha tepat berdiri di depan sang suami, Aqiel tak berkedip memandangi yang halal baginya itu.
"Mas... hello, kok bengong, aku jelek ya," ucap Alesha melambaikan tangannya ke wajah sang suami sembari melihat penampilan nya sendiri, karena sang suami diam tak berkedip.
"MasyaaAllah istrinya mas semakin hari semakin cantik saja, kalau kamu cantik begini rasanya mas tidak rela kalau kamu di lihat oleh orang lain cinta, apalagi para lelaki yang suka curi pandang dengan mu." Tutur Aqiel menyampaikan kekalutan nya sambil mendekap bahu sang istri.
Blush...
Perlakuan serta ucapan sang suami selalu berhasil membuat Alesha tersipu malu.
"Mas gombal," ucap Alesha sambil memukul dada bidang sang suami pelan. Aqiel menangkap tangan sang istri, lalu menggenggam jadi jemari lentik nan halus sang bidadari nya itu.
"Mas tidak gombal cinta, mas benaran serius, kamu benar-benar bidadari nya mas, kecantikan kamu memang tak ada yang bisa menandingi." Puji Aqiel menatap lekat sang istri.
"Sekarang aku masih terlihat cantik, nanti kalau aku sudah tua dan keriput apakah mas masih akan mencintai ku serta menerima diri ku?" Tanya Alesha ingin tau jawaban apa yang akan diberikan sang suami.
"Mas tidak perduli kamu tua dan keriput nantinya cinta, karena yang mas tau, mas cinta sama kamu karena Allah (ana uhibbuki ya zaujati) bagaimana pun rupa dan keadaan mu kelak, mas akan selalu bersama kamu cinta." Jawab Aqiel dengan jujur serta tulus.
"Benarkah? Mas tidak berbohong? Karena kecantikan akan hilang dimakan waktu," ucap Alesha masih mencari jawaban dari sang suami.
"Benar sayang, mas tidak berbohong, mas mencintai mu bukan hanya karena rupa mu, munafik kalau mas katakan tidak menyukai rupamu, tapi yang lebih membuat mas selalu jatuh cinta berkali-kali dengan mu itu karena akhlak kamu cinta, kepribadian mu, serta ketulusan mu, dan yang paling utama karena kamu istri Sholehah." Jawab Aqiel yakin.
"Terimakasih mas, mas selalu bisa membuat aku percaya diri," ucap Alesha haru biru.
Ternyata disaat Aqiel sedang memuji dan mengutarakan perasaan nya pada sang istri, sedari tadi Mama Selly dan ibu Alice sudah berdiri di depan pintu kamar dua sejoli itu sambil mengulum senyum memperhatikan sepasang anak cucu Adam dan Hawa itu.
"Masyaa Allah, waktu kita kurang tepat untuk memanggil anak-anak kita Bu," ucap Mama Selly sengaja memperbesar suaranya untuk menggoda anak dan menantunya itu, ibu Alice hanya menahan tawa.
"Mama, ibu, sejak kapan disitu?" Tanya Alesha kepada ibu dan mama mertuanya sembari melepaskan genggaman sang suami.
"Sejak pertama kali Aqiel menatap sayang dengan pandangan yang tak bisa di artikan ditambah dengan gombalan-gombalan manis anak mama, sayang." Jawab Mama Selly sambil mengedipkan sebelah matanya, sedangkan Aqiel hanya menggaruk punggung lehernya yang tak gatal.
"Aku bukan gombal ma, yang aku katakan itu benar adanya." Jawab Aqiel datar.
"Benarkah? Kamu tidak hanya merayu menantu kesayangan Mama kan?" Goda mama Selly lagi, dia senang melihat ekspresi sang putra yang sedang salah tingkah.
"Udah deh mama jangan ganggu, mama sama ibu tunggu dibawah saja ya, ada yang masih mau Aqiel bicarakan dengan istri Aqiel." Ucap Aqiel meminta pengertian kedua wanita paruh baya yang tak lain mama dan ibu mertuanya itu.
"Ya sudah, ayo Bu kita tunggu dibawah saja, acara juga belum di mulai, biarkan anak-anak dengan urusannya." Ucap ibu Alice sambil mengajak besannya itu meninggalkan anak dan menantu mereka.
Disaat ibu Alice dan mama Selly sudah melangkah kan kaki dari kamar bernuansa putih itu, Aqiel segera menutup pintu kamar mereka.
"Kenapa di tutup lagi mas pintunya, kan kita harus menemui tamu dibawah, sebentar lagi acara syukuran nya dimulai Lo." Tutur Alesha lembut.
"Tapi mas nggak rela kalau kamu nantinya jadi pusat perhatian, kamu cuma milik mas sayang." Ucap Aqiel memperlihatkan sisi manjanya. Alesha hanya geleng-geleng kepala dan menahan tawa menanggapi tingkah sang suami.
"Kamu kenapa tertawa sayang, memang nya mas salah bicara," ucap Aqiel lagi dengan polosnya.
"Tidak mas, mas tidak salah, jadi aku harus bagaimana biar mas ridho aku turun kebawah?" Tanya Alesha pengertian.
"Pokoknya kamu nggak boleh jauh-jauh dari mas," ucap Aqiel serius.
"Oke, aku nggak bakalan jauh-jauh dari mas," jawab Alesha tersenyum, memperlihatkan lesung pipi nya yang dalam.
"Ya sudah, ayo mas kita kebawah, takut ditungguin," ucap Alesha lagi.
"Harus ada syarat nya cinta kalau kamu mau kebawah," tutur Aqiel menatap lekat netra sang istri.
"Syarat?" Beo Alesha.
__ADS_1
"Iya cinta, kamu harus cium mas dulu," ucap Aqiel memanfaatkan situasi.
"Nggak ah, aku malu," ucap Alesha tertunduk malu.
"Ya sudah, kalau kamu nggak mau, berarti kamu nggak boleh turun." Ancam Aqiel kepada sang istri. Tanpa aba-aba Alesha menuruti keinginan suami nya itu, ia mengecup pipi Kanan Aqiel, lalu lari meninggalkan sang suami. Aqiel yang melihat punggung istrinya yang telah meninggal kan kamar bernuansa putih itu hanya tersenyum penuh arti.
"Ana uhibbuki ya zaujati," gumam Aqiel seorang diri," lalu ia pun menyusul sang istri dan para keluarga serta tamu yang telah datang menghadiri acara syukuran rumah mereka.
***
"Ini dia pengantin baru kita yang sedari tadi ditunggu-tunggu," ucap salah satu kerabat Aqiel.
"MasyaaAllah kamu cantik sekali nak, pantas saja Aqiel tidak mau tante jodohkan dengan kenalan Tante, kamu benar-benar cantik, maaf ya Tante tidak datang diacara pernikahan kalian, karena Tante sedang berada diluar negeri waktu itu," ucap salah satu Tante Aqiel dari pihak Papa Roy yang memang tinggal di Indonesia, namanya Tante Salma.
"Terimakasih tan, iya tidak apa-apa Tan." ucap Alesha tersenyum.
"Sini sayang," ucap Mama Selly lalu menggandeng menantu kesayangan nya itu.
Kini Alesha duduk ditengah-tengah antara ibu Alice dan mama Selly. Aqiel yang melihat sang istri sudah di apit oleh mama serta ibu mertuanya itu hanya bisa pasrah berlapang dada.
"Hhhuufff....,"Aqiel mengambil nafas dalam-dalam.
"Kenapa Lo?" Tanya Alex yang duduk disamping sang sahabat.
"Bukan urusan Lo," jawab Aqiel datar.
"Biasa bang, bang Aqiel nggak bisa jauh-jauh sama kak Alesha," jawab Aldi memanas-manasi Abang nya itu.
"Diam kamu Al," ucap Aqiel menatap tajam sang adik.
"Yaelah, cuma bentaran dong Lo udah uring-uringan gini, lebay Lo." Tutur Alex heran dengan sahabat nya itu.
"Lo jomblo diam aja," ucap Aqiel bersungut-sungut.
Suara MC menghentikan perdebatan antara Aqiel, Alex dan Aldi. MC yang memang sudah diminta untuk menuntun jalannya acara kini memulai dengan membaca basmalah, dilanjutkan dengan kata sambutan yang akan disampaikan oleh tuan rumah, Aqiel sebagai tuan rumah mengambil alih acara.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," ucap Aqiel dengan lantang.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," jawab semuanya.
"Ganteng banget..."
"Sepertinya bukan indo asli deh..."
"Sayang sudah jadi suami orang..."
"Pingin jadiin mantu..."
Begitu lah bisik-bisik para tamu undangan yang melihat ketampanan seorang Aqiel Afdal Zafi. Suara-suara itu masih terdengar oleh Alesha.
"Terimakasih kepada semuanya yang telah hadir..." Hingga kata sambutan selesai, lalu Aqiel menyerahkan mic kepada MC.
Hingga acara demi acara kini telah usai, dari pengajian bersama keluarga yang hadir, serta para tetangga dan anak yatim, membacakan ayat-ayat suci Alquran, melantunkan sholawat bersama, serta membaca doa bersama seluruh tamu yang hadir, dan terakhir menyantuni anak yatim.
Kini para tamu serta para anak yatim yang hadir telah pamit kepada tuan rumah, para kerabat juga sudah pulang kerumah masing-masing. Tinggal lah Alesha, Aqiel serta keluarga inti kedua keluarga yang masih berkumpul di ruangan itu, termasuk Alex sahabat Aqiel dan Alena, Naura juga Parisya sahabat Alesha.
"Alhamdulillah ya mas, syukuran hari ini berjalan dengan lancar," ucap syukur Alesha.
"Alhamdulillah sayang, anak-anak yatim yang datang tadi juga pada bahagia karena mereka pulang dengan membawa sedikit rezeki dari kita, mas juga merasakan kebahagiaan dari mereka" jawab Aqiel sambil mengelus kepala sang istri dengan sayang.
"Iya mas, rezeki yang kadang menurut sebagian orang tak seberapa, tapi bagi mereka sudah sangat besar, betapa kita harus selalu bersyukur mas, karena Allah masih memberikan kita rezeki lebih, sehingga kita masih bisa membantu orang-orang yang membutuhkan." Ucap Alesha tersenyum menatap netra sang suami.
"Dan mas tambah bersyukur setiap harinya karena diberikan istri seperti kamu," ucap Aqiel menatap dengan teduh.
__ADS_1
"Kok malah jadi bahas aku?" Tanya Alesha tersipu malu.
Bukannya Aqiel menjawab pertanyaan sang istri, ia justru mengecup kening sang istri dengan sayang, perlakuan nya itu tak lepas dari mata-mata yang masih berkumpul di ruangan keluarga itu.
"Nau, kamu lihat kak Alesha sama mas Aqiel deh, so sweet banget, gue kan jadi pingin cepat-cepat nikah," ucap Parisya sambil membayangkan jika ia menikah nantinya.
"Iya Sya, aku juga baper lihat mereka, mereka benar-benar serasi, satu cantik, yang satu ganteng, apalagi sama-sama Sholeh dan Sholehah, paket komplit banget deh mereka." Ucap Naura menambahkan.
"Emang kalian mau nikah sama siapa? Sudah ada calon? Kalau sudah buruan minta di halalin." Ucap Alena yang sedari tadi mendengarkan obrolan dua temannya itu.
"Kak Alena dengar?" Tanya Naura menutup mulutnya.
"Gue juga dengar apa yang kalian obrolin," Alex pun ikut nimbrung dengan pembicaraan para dua wanita cantik itu.
"Kalian nguping ya," ucap Parisya mengalihkan.
"Yyee, kalian yang ngomong nya pakai volume besar kok, ya kita jadi dengar," ucap Alena bersungut-sungut.
"Emang Lo udah ada calon nya?" Tanya Alex kepada Parisya.
"Aku?" Beo Parisya menunjuk dirinya sendiri.
"Iya Lo, kan lo yang gue tanya." Ucap Alex menunggu jawaban gadis cantik itu.
"Nggak ada mas," jawab Parisya jujur.
"Ya sudah sama gue aja," ucap Alex tanpa basa-basi.
"Maksudnya?" Tanya Parisya tak mengerti.
"Maksud Alex kalau Lo belum ada calon, Alex siap jadi calon Lo," jawab Alena mewakili Alex.
"Jangan percaya sama gombalan cap buaya seperti Alex Sya," jawab Aqiel yang kini juga sudah nimbrung bersama sang istri tercinta.
"Diam Lo, Lo nggak di ajak," ucap Alex sambil bersungut-sungut.
"Memang mas Alex belum ada calon juga?" Tanya Naura memastikan, ia tak mau sahabat nya di permainkan, terlebih Alex serius atau tidak dengan ucapannya.
"Sekarang belum ada, makanya gue tanya sama Parisya, mau atau nggak sama gue." Tutur Alex yang kini menatap netra Parisya.
"Apaan sih, nggak usah ngaco deh mas, aku anggap mas Alex nggak pernah mengatakan hal tadi." Ucap Parisya yang menganggap ucapan Alex hanya angin lalu.
"Jadi gue di tolak ni," ucap Alex masih mencoba meyakinkan Parisya.
"Iya mas, aku tidak semudah itu percaya dengan omongan lelaki," tutur Parisya yakin.
"Udah deh, Lo nggak usah maksain anak gadis orang." Ucap Aqiel, karena dia tau sang sahabat seperti apa, walaupun mereka bersahabat, namun mengenai wanita, Alex jauh berbeda dengan Aqiel. Kalau Aqiel setia dengan satu wanita, yaitu Alesha. Berbeda dengan Alex, ia sering bergonta-ganti pasangan walupun masih dibatas wajar, itupun karena sering di nasehati oleh Aqiel, dan ia tidak mau Alex mempermainkan sahabat dari istrinya itu.
Hingga pukul 10.00 malam akhirnya teman-teman Alesha dan Aqiel pun pamit, begitu juga dengan Ayah Anggara, Ibu Alice dan adik-adiknya, kalau Amora dan Zain sudah pulang sedari awal acara selesai. Sedangkan Mama Selly dan Papa Roy menginap dirumah pasutri baru itu.
Kini tinggal lah Alesha, Aqiel, Mama Selly dan Papa Roy duduk di ruang keluarga.
"Ma, Pa, sebaiknya mama dan papa tidur, tidak baik begadang, Aqiel dan Alesha juga mau tidur, kamar Mama dan Papa juga sudah disiapkan," ucap Aqiel kepada kedua orang tuanya itu.
Akhirnya kedua orang tua Aqiel pergi meninggalkan anak dan menantunya menuju kamar mereka, Alesha yang mungkin sudah kelelahan tertidur di sofa tepat disebut Aqiel.
"Sayang ayo kekamar..," ucap Aqiel menjeda ucapan nya karena melihat sang istri saat ini sudah tertidur lelap. Karena tidak tega membangunkan sang istri tercinta, ia menggendong Alesha ala bridal style menuju kamar mereka.
.
.
To Be Continued
__ADS_1