
Setelah acara resepsi selesai, Alex dan Parisya kini sudah berada dikamar mereka. Kamar yang awalnya milik Parisya, kini ia harus berbagi kamar dengan lelaki yang tadinya asing, namun kini sudah menjadi kekasih halalnya. Sebelum Alex membawa istrinya kerumah yang sudah ia siapkan untuk mereka tempati.
"Mas Alex, mas kalau mau mandi dulu, silahkan duluan." ucap Parisya sembari menundukkan kepalanya. Ia masih merasa belum terbiasa sekamar dengan lelaki yang sudah menjadi suami nya itu.
"Kalau kita mandi nya berdua bagaimana sayang." jawabnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Deg!
Jantung Parisya kian berdebar saja, saat suaminya itu mengatakan hal yang se-frontal itu dan memanggil nya dengan sebutan sayang tanpa berfikir terlebih dahulu. Bagaimana bisa dia dengan mudahnya mengatakan hal demikian. Sedangkan si wanita tengah deg-degan.
"Tidak mas, mas Alex duluan saja. Aku juga harus melepaskan hiasan di kepala dan menghapus makeup." ucap Parisya demi menghindari ajakan sang suami. Bukannya tidak mau, dia juga tahu bahwa menolak ajakan suami berdosa, akan tetapi ia belum terbiasa.
"Oke deh, mas mandi dulu ya." ucapnya berlalu ke kamar mandi.
”Iya mas." jawabnya menundukkan kepala. Parisya belum terbiasa menatap lama netra sang suami.
Disaat suaminya mandi, Parisya menggunakan waktu itu untuk membersihkan wajahnya serta melepaskan pakaian pengantin itu. Selesai Parisya membersihkan wajah dan mengganti pakaiannya, Alex pun keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai handuk menutupi bagian bawahnya saja.
Blush!
Pipi Parisya merah merona melihat penampakan yang ada di hadapannya. Badan yang bagus dan tegap, dengan perut yang sixpack, benar-benar sempurna di pandangan Parisya. Ia pun segera menetralkan pikiran nya.
"Sya, jangan jadi wanita mesum deh, mas Alex memang suami kamu. tapi jangan sampai mas Alex berfikiran kalau istrinya mesum. Eh istri, aku sekarang sudah jadi istri, hihi." Bathin nya berbicara sembari cekikikan.
"Kenapa sayang, kok malah melamun?" tanya Alex.
"Eh bukan mas, aku tidak melamun. Kalau begitu aku juga mau mandi." ucapnya segera berlalu ke kamar mandi saking geroginya.
Lebih kurang dua puluh menit Parisya di kamar mandi, namun disaat ia akan mengganti pakaiannya, ia lupa bahwa ia tidak membawa pakaian ganti.
"Aduh, gimana ini, aku lupa lagi bawa baju ganti. Ini pasti karena aku tadi berusaha menghindari mas Alex." gumamnya.
Tok! Tok! tok!
"Sayang, sudah belum mandi nya?" tanya Alex mengetuk pintu kamar mandi.
"Ia mas, sebentar." jawabnya.
__ADS_1
"Gimana ini, masak ia aku harus minta tolong mas Alex ambilkan baju ganti untuk aku." gumamnya lagi. Namun, dari pada ia tidak bisa keluar, ia berusaha menata perasaan nya dan memberanikan diri meminta tolong kepada suaminya.
"Mas, aku boleh minta tolong nggak?" tanya nya dari kamar mandi.
"Minta tolong apa sayang?" tanya Alex.
"Tolong ambilkan baju ganti ku mas di lemari. Aku lupa bawa baju ganti." jawab Parisya memberanikan diri.
"Kenapa tidak keluar seperti itu saja." godanya. Ia sangat senang kini bisa menggoda wanita nya.
"Jangan aneh-aneh deh, aku serius ini minta tolong. Kalau mas nggak mau, mas keluar dulu deh dari kamar." ucapnya tetap dengan pendirian nya. Sebenarnya bisa saja Parisya keluar menggunakan handuk, namun ia malu. Tidak terbiasa aurat nya dilihat oleh seorang lelaki, walaupun sekarang adalah suaminya sendiri yang akan melihat.
"Oke mas ambilkan." jawabnya pasrah. Alex pun berjalan menuju lemari. Ia mengambil kan pakaian tidur serta lengkap dengan pakaian dalamnya.
"Sayang, ini baju kamu." ucap Alex dari luar. Parisya menjulurkan tangannya dari dalam kamar mandi. Dan segera menutup pintu itu saat pakaian itu sudah di tangan nya.
Setelah memakai pakaian nya, ia pun keluar dari kamar mandi dan mendapati Alex sedang berbaring di atas tempat tidur. Ia perlahan berjalan ke meja rias dan mengeringkan rambut nya. Terlihat lah rambutnya yang panjang terurai. Yang tadinya Alex fokus ke layar handphone nya, kini beralih menatap yang sudah halal baginya itu.
"Cantik." lirihnya. Terus ia berjalan mendekati sang istri dan berdiri dibelakang Parisya.
"Kamu cantik sayang." Ucapnya Alex dengan berani.
"Terimakasih mas." jawabnya berusaha biasa saja. Agar sang suami tak melihat kegugupan nya.
"Mas sudah shalat isya?" tanya Parisya.
"Sudah tadi sewaktu kamu mandi." jawab Alex, Parisya hanya menganggukkan kepalanya.
"Aku tinggal sebentar ya mas, aku mau kedapur ambil air minum." ucapnya.
"Oke sayang, jangan lama ya." ucap Alex. Parisya pun berlalu ke dapur untuk mengambil air minum setelah mengenakan hijab nya, lalu kembali ke kamar mereka.
Saat pintu kamar terbuka, Alex kembali mendekati sang istri.
"Sayang, kamu ambil air wudhu ya, kita shalat sunnah sebelum melaksanakan ibadah suami istri." ucapnya yang tak bisa menahan gairah nya lagi.
"Maaf mas, aku baru saja datang bulan sewaktu mandi tadi. Sabar ya, tunggu seminggu lagi." jawab Parisya merasa tidak enak hati.
__ADS_1
Alex menelan saliva nya mendengar ucapan sang istri. Gagal sudah malam pertama mereka.
***
Sedangkan dikediaman Aqiel, setelah ia dan istri melaksanakan makan malam bersama dengan kedua orang tuanya. Kini mereka sedang merebahkan badan di kasur berukuran king size itu. Membicarakan banyak hal seperti yang biasa mereka lakukan sebelum kantuk itu tiba.
"Mas," lirihnya.
"Iya cinta," jawab sang suami mengelus sayang kepala sang istri sembari mendekap tubuh mungil istrinya.
"Mas sudah siapkan nama untuk calon kedua anak kita belum?" tanya sang istri menatap lekat netra suaminya.
"Sudah cinta, mas sudah siapkan nama untuk calon anak-anak kita." jawabnya lembut.
"Oh ya? apa mas namanya?" Tanya Alesha penasaran.
"Besok mas kasih tahu ya, sekarang kita istirahat dulu." jawab suaminya.
"Jangan besok dong mas, aku kan penasaran. Sekarang saja ya." bujuk sang istri sembari mengerjap-ngerjap kan mata bobanya.
Cup
Melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan dimata nya, Aqiel selalu saja tak bisa menahan diri untuk tidak menghujani seluruh wajah istrinya dengan kecupan sayang.
"Banyak banget kecupan nya. Wajah aku basah tahu." ucap Alesha terkekeh, ia merasa wajahnya geli karena kelakuan suaminya.
"Habisnya kamu gemesin. Mas tidak yakin deh kamu wanita usia dua puluh tujuh tahun" ucap sang suami memeluk gemes tubuh mungil istrinya.
"Hihi, jadi kalau aku bukan wanita berusia dua puluh tujuh tahun, lantas usia ku berapa mas?" tanya istirnya.
"Kamu lebih pantas dikatakan wanita berusia dua puluh tahun." Jawab sang suami terkekeh. Alesha pun juga ikut terkekeh dengan jawaban suaminya. Ada saja hal yang membuat ia selalu tertawa jika bersama suami tercinta. begitu lah setiap hari hal-hal yang mereka obrolkan di waktu senggang. Obrolan ringan yang selalu bisa menumbuhkan cinta itu setiap harinya.
.
.
To Be Continued
__ADS_1