Penantian Kekasih Halal

Penantian Kekasih Halal
Notifikasi Email


__ADS_3

Pagi itu Alesha mendapatkan notifikasi email dari seorang produksi film terkenal di Indonesia yang mengatakan ingin memfilmkan salah satu cerita yang ia tulis, seorang produksi film yang bernama Manoj Punjabi, yang sudah memproduksi film-film terkenal yang selalu booming setiap penayangan nya.


"Masyaa Allah, ini aku nggak mimpi kan mas?" tanyanya kepada sang suami. Aqiel yang tidak tahu apa-apa terheran dengan ucapan sang istri.


"Mimpi apa cinta? Kamu kenapa kaget begitu ekspresi nya cintaku?" tanya nya lembut.


"Mas, coba baca email aku mas. Ini benaran? Nggak mimpi aku kan mas?." tanya nya lagi.


"Email apa cinta?" tanya nya lagi sembari melihat email yang masuk di notifikasi handphone istrinya.


"MasyaaAllah cinta, ini benaran Novel kamu ingin di film kan sama produksi film terkenal di Indonesia?" tanyanya juga terkejut.


"Mas juga tak menyangka kan? Ini bukan penipuan kan mas?" Alesha masih tak percaya dengan email yang masuk.


"Coba dibalas saja cinta, ini kesempatan bagus untuk kamu sayang. Sekaligus untuk mempublikasikan kepada seluruh penggemar kamu, bahwa Alesha Chayanika selama ini adalah penulis novel yang berjudul penantian kekasih halal." ucap Aqiel memberikan dukungan kepada istrinya tercintanya. Selain judul itu, masih banyak lagi judul-judul novel yang sudah ia tulis, emuanya sukses dan banyak viewer nya.


"Benaran aku balas ini mas? Benar bukan penipuan kan mas?" tanya nya lagi. Alesha masih tak percaya dengan apa yang ia alami hari ini. Sangat tak menyangka jika karya novel nya akan menjadi karya yang akan di filmkan dan di tonton nantinya oleh seluruh warga Indonesia.


"Kalau dari email ini, ini resmi cinta. Percaya sama mas. Mas akan dukung apa pun yang akan menjadi impian kamu, bukan kah kamu suatu saat juga ingin karya kamu di filmkan? Ini waktunya untuk mewujudkan nya cinta, Allah telah mendengar doa kamu." ucap sang suami memberikan dukungan penuh.


"Mas benaran ini dukung apa pun yang akan menjadi impian aku? Mas enggak apa-apa jika nanti aku dikenal banyak orang?" tanya Alesha menatap binar indah suaminya itu.


"Benar cinta, jika itu memang menjadi impian kamu. Tapi ingat, jaga selalu hati kamu. Karena jika nantinya istri mas ini terkenal, pasti akan banyak pasang mata lelaki buaya di luaran sana yang mengharapkan istri mas ini. Dan mas tidak ridho jika itu terjadi." Ucapnya posesif.


"Ya ampun mas, belum juga aku dikenal, mas sudah was-was begitu. Mas percaya sama aku kan? Maupun aku terkenal dan tidak, aku tidak akan pernah melirik lelaki manapun. Suami tampan ku ini tak akan ada duanya. Mas adalah suami ter the best, cuma satu di dunia ini, karena mas limited edition." ucap Alesha terkekeh karena ucapannya sendiri.


"Memangnya mas barang? limited edition?" tanyanya memanyunkan bibirnya hingga lima senti.


"Bukan begitu maksud aku mas. Maksud aku, suami sholeh, lembut, perhatian, pengertian, tidak pernah meninggikan suaranya sama aku, tampan, tajir. Dimana coba ada lelaki seperti mas. Mas itu pokoknya MasyaaAllah banget deh." pujinya jujur. Bagi Alesha suaminya itu adalah anugerah terindah, atas kesabaran nya selama ini dalam penantian kekasih halalnya.

__ADS_1


"MasyaaAllah cinta, mas lebih bersyukur bisa memperistri kamu. Kamu itu istri Sholehah nya mas yang tak ada duanya." ucapnya mengecup lama sang istri. Alesha tersenyum mendengar penuturan suaminya.


"Oh iya mas. Terimakasih ya mas, mas selalu mendukung apapun yang aku lakukan dan tidak pernah membatasi ruang gerak ku selama kita menikah." ucap Alesha memeluk erat sang suami.


"Sama-sama istriku, apapun yang menjadi kebahagiaan kamu. InsyaaAllah mas akan selalu menjadi pendukung nomor satumu." ucapnya tersenyum, sembari mengelus sayang kepala sang istri.


Alesha kini sedang membalas email tersebut, sesuai perkataan suaminya. Ia juga merasa deg-degan saat mengetik perkata demi kata susunan dalam balasan emailnya.


"Bismillahirrahmanirrahim, semoga ini memang benar. Dan jika nantinya novel aku di film kan, semoga karya aku bisa menjadi inspirasi untuk orang-orang diluar sana yang sedang berjuang dalam penantian kekasih halalnya." ucap Alesha tersenyum.


"Aamiin Allahumma Aamiin, semoga Allah mengijabah doa istrinya mas." ucapnya mengaminkan doa sang istri.


"Alhamdulillah sudah aku kirim mas." lapor Alesha senang. Ia masih tak menyangka akan mendapatkan email tersebut dari seorang produksi film terkenal di Indonesia.


"Alhamdulillah, semoga berjalan lancar ya cinta." ucapnya tulus, ia selalu bangga dengan pencapaian sang istri dan mendukung penuh selama ini apapun yang istrinya mau lakukan, Tanpa membatasi ruang gerak istri tercintanya.


Kini pasutri sudah bersiap-siap untuk tidur, namun suara ketukan dari luar membuat Alesha dan Aqiel kembali duduk.


Tok! Tok! Tok!


"Alesha.. sayang.. Kamu sudah tidur nak?" tanya mama Selly. Ya mama Selly menginap dirumah anak dan menantunya. Ia malas harus tinggal dirumah nya yang besar dan luas berdua saja bersama sang suami.


"Mas itu mama, aku keluar sebentar ya mas. Mungkin mama ada hal yang perlu dibahas." ucap Alesha. Aqiel menganggukkan kepalanya.


Ceklek


"Sayang, maaf ya mama mengganggu waktu istirahat kamu, kamu belum tidur kan?" tanya ibu mertuanya.


"tidak apa-apa Ma. Aku belum tidur, lagi mengobrol saja berdua mas Aqiel." jawab Alesha tersenyum.

__ADS_1


"Ikut mama sebentar yok sayang, mama ada sesuatu untuk kamu." ucap mama Selly mengajak menantunya untuk ikut kekamar nya, selagi papa Roy masih duduk santai di ruang TV menonton film olahraga.


"Kenapa ma? Kok aku dengar mama mau ajak istriku. Aku sama siapa dong?" tanyanya.


"Astaghfirullah Nak, mama hanya ingin membawa istrimu sebentar saja, nanti mama antarkan istri kamu hingga ke kamar kalian." jawab mamanya gemas dengan tingkah anak sulungnya itu yang tak mau pisah barang sedetikpun dengan istrinya.


"Jangan lama ya ma, nanti kalau lama aku akan jemput istriku kekamar mama." ucap Aqiel tak habis pikir.


"Iya kamu tenang saja. Mama cuma sebentar kok." ucap mamanya geleng-geleng kepala.


"Mas, aku izin sebentar ya ke kamar mama. Mas kalau sudah mengantuk langsung tidur saja." ucap istrinya lembut.


"Nggak cinta, mas akan tunggu kamu. pokoknya jangan lama-lama." bisiknya ditelinga sang istri. Alesha tersenyum mendengar bisikan sang suami.


Kini Alesha sudah berada di kamar mertuanya. Ia duduk di sofa yang ada dikamar mertuanya itu.


"Sayang, mama ada sesuatu untuk kamu, coba lihat. Kamu suka nggak?" ucap mama Selly menyerahkan sebuah gelang turun temurun keluarganya.


"MasyaaAllah ini bagus banget ma, ini buat aku ma?" tanya Alesha terkagum-kagum dengan model gelang itu.


"Iya benar ini untuk kamu sayang, mama memang sudah meniatkan akan memberikan gelang ini saat usia kandungan kamu memasuki tujuh bulan." ucap mama Selly. Dulu Omanya Aqiel juga memberikan gelang ini saat mama tengah mengandung tujuh bulan." tutur Mama Selly.


"Terimakasih ya ma, aku akan selalu gunakan gelang ini." jawab Alesha tersenyum. Mama Selly memasang kan gelang emas itu ketangan sang menantu. Lalu Alesha kembali ke kamar nya dan sang suami, sesuai perkataan Mama Selly, Alesha di antarkan hingga kedepan kamarnya.


.


.


To Be Continued

__ADS_1


__ADS_2