
"Suami dari Bu Alesha". salah seorang perawat memanggil suaminya.
"Mohon maaf sus, suami dari anak saya sedang dalam perjalanan. Bagaimana dengan anak saya sus?" tanya Ibu Alice khawatir.
"Baik Bu, dokter yang akan menjelaskan, sebentar ya Bu." ucap sang perawat kembali kedalam. Tak lama dokter pun keluar menghampiri semuanya.
"Dok, bagaimana dengan anak dan cucu-cucu saya yang ada di dalam kandungan nya dok?" tanya ibu Alice panik.
"Yang tenang ya Bu, dengan berat hati saya harus menyampaikan kepada ibu dan semuanya. Bahwa ibu Alesha harus segera melahirkan saat ini juga, karena sudah terjadi pendarahan yang hebat, takutnya jika dipertahankan di dalam kandungan, akan berakibat fatal untuk ibu dan calon kedua bayinya." keterangan sang dokter.
"Apakah nak saya bisa melahirkan normal dok?" tanya ibu Alice kembali.
"Ibu Alesha tidak bisa melahirkan secara normal bu. Karena kandungan ibu Alesha juga belum cukup bulan nya untuk melahirkan. Sehingga ibu Alesha harus melahirkan secara sesar." penjelasan sang dokter.
"Baik, lakukan yang terbaik untuk menantu saya dok." ucap mama Selly mengambil tindakan yang di setujui oleh semua keluarga.
"Oh iya Bu, apakah suami dari ibu Alesha sudah datang? Karena sedari tadi ibu Alesha terus saja memanggil suaminya. Saya harap dengan kehadiran sang suami. persalinan ibu Alesha akan lebih lancar, dan ibu Alesha lebih tenang karena adanya suaminya." ucap sang dokter.
"Belum dok, anak saya sedang dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta. Saya mohon langsung ambil tindakan dok. Saya tidak ingin sesuatu buruk terjadi kepada menantu dan kedua cucu saya." ujar mama Selly.
"Baik, kalau begitu silahkan urus biaya administrasi. InsyaaAllah kita sebagai tim yang membantu proses persalinan ibu Alesha akan melakukan yang terbaik. Mohon keluarga terus berdoa." Ucap sang dokter tenang.
"Baik dok, lakukan yang terbaik." titah papa Roy.
"InsyaaAllah pak, mari pak, Bu." ucap sang dokter.
Setelah semua proses disetujui, kini Alesha telah berada di ruang operasi, ditemani oleh ibu Alice sebagai ibu kandungnya. Sedangkan keluarga yang sedang berada di ruang tunggu tengah menunggu jalan nya operasi.
"Pa, sudah dimana anak kita pa? kenapa belum juga tiba." tanya mama Selly khawatir.
__ADS_1
"Sabar Ma, anak kita sedang dijalan. Lagian sekarang juga tengah hujan, pasti susah jika dia mengendarai kendaraan nya." jawab papa Roy tenang.
"Ayah, kakak dan baby twins akan baik-baik saja kan?" tanya sibungsu.
"InsyaaAllah nak. Do'akan kakak dan keponakan-keponakan Alfa baik ya." jawab ayah Anggara mengelus sayang kepala sang anak.
Kini para dokter tengah melakukan tindakan, Alesha hanya di bius setengah. Ia terus meracau memanggil suaminya. antara sadar dan tak sadar. Ibu Alice meneteskan air mata melihat perjuangan sang putri dalam proses kelahiran kedua cucunya. belum lagi sang menantu belum juga tiba.
***
Sedangkan Aqiel kini melajukan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan tinggi. Di bawah guyuran hujan, ia tidak memperdulikan jarak pandangnya yang terbatas. Ia terus menginjak pedal gas agar cepat tiba di rumah sakit. pikiran nya juga sudah kemana-mana. Khawatir dengan keadaan istri dan juga calon kedua anaknya.
"Ya Allah, selamat kan lah istri hamba dan juga kedua calon anak-anak hamba. Hamba tidak bisa hidup tanpa istri hamba ya Allah. Dan juga kedua anak hamba juga sudah begitu hamba dan istri hamba nantikan." Bathin nya berdoa.
Di tengah lebat nya hujan dan jarak pandang yang terbatas, Aqiel tak melihat ada pembatas jalan yang menutupi jalan menuju Jakarta. Sehingga ia membanting setir nya ke arah kiri. Sehingga Aqiel menabrak pembatas jalanan.
Kendaraan yang dibawa Aqiel terhempas cukup kuat dan menimbulkan bunyi yang begitu kuat. Seketika jalanan pun macet akibat kecelakaan yang terjadi.
"Cinta, maafkan mas. Mas begitu mencintai kamu sayang. Maafkan mas jika mas tidak ada di saat kamu membutuhkan mas. Mas mohon kamu harus tetap sehat dan baik-baik saja demi kedua buah hati kita. Mas mencintai kamu karena Allah istriku, bidadari surgaku." Setelah mengucapkan kata itu, tiba-tiba saja Aqiel kehilangan kesadarannya. Darahnya juga mengalir di sekitar kepalanya.
Orang-orang segera menghampiri korban kecelakaan tunggal tersebut. Yang tak lain adalah suami Alesha, yaitu Aqiel Afdal Zafi. Mereka segera menghubungi ambulance, dan petugas kepolisian.
***
"Pa, kenapa perasaan mama rasanya tidak baik ya pa mengenai anak kita Aqiel. Mama khawatir terjadi sesuatu kepada Aqiel di perjalanan pa. Apalagi Aqiel membawa mobil sendiri." lirih mama Selly. Papa Roy segera mendekap tubuh sang istri. Ia juga merasakan perasaan buruk terhadap anaknya.
"Ya Allah, jagalah selalu anak hamba Aqiel dimana pun ia berada. Lindungi lah anak hamba yang sedang di dalam perjalanan. Serta lancarkan lah proses persalinan menantu hamba ya Allah. Selamat kan lah menantu dan kedua cucu hamba. Sesungguhnya engkau lah maha pelindung." Bathin papa Roy berdoa.
"Pa, papa kenapa diam saja, anak kita dimana pa? coba hubungi Aqiel pa. Mama khawatir sama Aqiel pa. perasaan mama benar-benar tidak enak sekarang pa." ucap mama Selly meneteskan air mata nya.
__ADS_1
Agar ia tak terlalu khawatir, papa Roy segera menghubungi nomor sang putra. Setelah tiga kali panggilan, akhirnya panggilan itu diangkat juga di sebrang sana. Namun, bukan Aqiel yang mengangkat, akan tetapi dari pihak kepolisian. Saat papa Roy menerima kabar mengenai sang putra, betapa sakit dan hancur hatinya.
Deg!
Jantung papa Roy kian berdebar, saat kepolisian mengatakan anaknya menjadi korban kecelakaan tunggal. Ia sempat mematung sepersekian detik, saat sang istri menggoyang tubuhnya.
"Pa, papa kenapa? kenapa wajah papa mendadak pucat begitu? Itu Aqiel kan pa? Dimana anak kita sekarang?" tanya mama Selly bertubi-tubi. Namun, papa Roy tidak menanggapi pertanyaan istrinya.
"Baik pak, terimakasih atas informasinya. Saya akan tunggu disini, kebetulan saya juga dirumah sakit yang sama." jawab papa Roy lalu menutup panggilan telfon itu.
"Pa, siapa yang mau papa tunggu, itu anak kita kan pa?" tanya mama Selly lagi.
"Ma, mama yang sabar ya. Ya Allah, ujian apa yang tengah engkau berikan kepada anak dan menantu hamba ya Allah." gumam papa Roy menekan dadanya.
"Pak, bapak Roy kenapa? Bapak baik-baik saja?" tanya ayah Anggara yang melihat raut wajah besannya itu mendadak pucat setelah menelfon anaknya.
"Aqiel kecelakaan pak saat dalam perjalanan menuju kesini." jawab papa Roy menahan air mata yang akan tumpah jika ia berkedip sekali saja.
"Ya Allah, innalillahi wa innalillahi roji'un. Yang sabar pak, kita doakan yang terbaik untuk anak dan menantu kita, serta kedua cucu kita." jawab ayah Anggara berusaha kuat.
Deg!
Mendengar ucapan sang suami, mama Selly tiba-tiba saja pingsan. Belum keadaan menantu yang sedang berjuang di ruang operasi untuk melahirkan kedua cucunya, kini harus menerima kabar tentang kecelakaan putra nya.
"Ya Allah ma. ma bangun ma. Sus, dok, tolong istri saya. istri saya pingsan." teriak papa Roy. Akhirnya kini mama Selly pun di bawa keruang perawatan.
Sedangkan ibu Alice belum mengetahui kabar mengenai sang menantu, karena ia menemani putri nya yang sedang berjuang di ruang operasi.
.
__ADS_1
.
To Be Continued